• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

C. Teknik Analisis Data

1. Analisis Data Deskriptif

a. Analisis Deskriptif Responden

Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang merupakan karyawan RS Emanuel Purwareja Klampok. Data identitas responden yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, status pekerjaan, dan lama bekerja.

1) Distribusi Data Berdasarkan Jenis Kelamin

Diagram V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan diagram V.1 di atas, dapat diketahui bahwa responden didominasi oleh wanita yakni sebesar 86% atau sebanyak 86 responden. Sedangkan responden pria memiliki presentase sebesar 14% atau sebanyak 14 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas responden berjenis kelamin wanita.

2) Distribusi Data Berdasarkan Usia

Diagram V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan diagram V.2 diatas dapat diketahui responden yang berusia dibawah 24 tahun sebesar 13% atau berjumlah13 responden. Responden yang berusia 24-37 sebesar 52% atau berjumlah52 responden. Responden yang berusia 38-53 tahun sebesar 34% atau berjumlah 34 responden. Dan responden yang berusia lebih dari 53 tahun sebesar 1% atau berjumlah 1 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berusia 24-37 tahun.

3) Distribusi Data Berdasarkan Status Pekerjaan

Diagram V.4

Karakteristik Responden berdasarkan status pekerjaan

Berdasarkan diagram V.4 dapat diketahui bahwa responden yang berstatus karyawan tetap sebesar 70% atau berjumlah 70 responden. Sedangkan untuk responden yang berstatus karyawan tidak tetap sebesar 30% atau berjumlah 30 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden didominasi oleh karyawan tetap.

4) Distribusi Data Berdasarkan Lama Bekerja

Diagram V.4

Karakteristik Responden berdasarkan status pekerjaan

Berdasarkan diagram V.4 dapat diketahui bahwa responden yang bekerja selama 1-7 tahun sebesar 46% atau berjumlah 46 responden,yang bekerja selama 8-14 tahun sebesar 23% atau sebanyak 23 responden,kemudian untuk responden yang bekerja selama 15-21 tahun sebesar 24% atau sebanyak 24 responden, dan yang terakhir untuk responden yang bekerja selama 22-28 tahun sebesar 7% atau sebanyak 7 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden didominasi oleh karyawan yang bekerja selama 1-7 tahun.

b. Analisis Deskriptif Variabel

Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui rata-rata skor jawaban responden untuk setiap aspek variabel kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, pekerjaan, lingkungan pekerjaan, dan turnover intention.Metode pengujian rata-rata skor dilakukan dengan menggunakan bantuan MS. Excel 2013.

1) Variabel Kepuasan pada Kompensasi langsung

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel kepuasan pada kompensasi langsung akan dimasukan dalam kelompok berikut :

a) Apabila skor 1,00 s/d 1,75 menunjukan kepuasan pada kompensasi langsung sangat rendah

b) Apabila skor 1,76 s/d 2,50 menunjukan kepuasan pada kompensasi langsung rendah

c) Apabila skor 2,51 s/d 3,25 menunjukan kepuasan pada kompensasi langsung tinggi

d) Apabila skor 3,26 s/d 4,00 menunjukan kepuasan pada kompensasi langsung sangat tinggi

Tabel V.11

Deskripsi Variabel Kepuasan pada Kompensasi Langsung

Item Indikator Mean

1 Gaji yang diberikan sesuai dengan kondisi kerja yang telah saya lakukan.

3,08 2 Gaji yang diberikan sesuai dengan tanggung jawab

pekerjaan yang telah diberikan.

3,04 3 Gaji yang diberikan sesuai dengan risiko pekerjaan

yang saya lakukan

2,82 4 Gaji yang diberikan sesuai dengan posisi saya di

perusahaan.

3,01 5 Gaji yang diberikan cukup untuk memenuhi

kebutuhan pribadi saya dan keluarga

2,67 6 Gaji yang diberikan sesuai dengan peraturan

pemerintah

3,15 7 Insentif yang diberikan sesuai dengan prestasi

kerja yang telah saya capai

2,73

Total Mean 2,93

Sumber: Data Primer yang Diolah 2019

Berdasarkan tabel V.11 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel kepuasan pada kompensasi langsung adalah 2,93. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pada kompensasi langsung terdapat pada kategori tinggi.

2) Variabel Kepuasan pada Kompensasi tidak langsung

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung akan dimasukan dalam kelompok berikut :

a) Apabila skor 1,00 s/d 1,75 menunjukan kepuasan pada kompensasi tidak langsung sangat rendah

b) Apabila skor 1,76 s/d 2,50 menunjukan kepuasan pada kompensasi tidak langsung rendah

c) Apabila skor 2,51 s/d 3,25 menunjukan kepuasan pada kompensasi tidak langsung tinggi

d) Apabila skor 3,26 s/d 4,00 menunjukan kepuasan pada kompensasi tidak langsung sangat tinggi

Tabel V.12

Deskripsi Variabel Kepuasan pada Kompensasi Tidak Langsung

Sumber: Data Primer yang Diolah 2019

Berdasarkan tabel V.12 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung adalah 3,13. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pada kompensasi tidak langsung terdapat pada kategori tinggi. 3) Variabel Kepuasan pada Pekerjaan

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel kepuasan pada pekerjaan akan dimasukan dalam kelompok berikut:

a) Apabila skor 1,00 s/d 1,75 menunjukan kepuasan pada pekerjaan sangat rendah

Item Indikator Mean

1 Ansuransi kesehatan yang saya terima sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan

3,12 2 Cuti tahunan yang saya dapatkan sesuai

dengan peraturan yang telah ditetapkan

3,07 3 Bonus (THR) saya terima sesuai dengan waktu

yang telah ditetapkan

3,16 4 Saya merasa sangat senang dengan

diadakannya liburan tahunan bersama

3,2

b) Apabila skor 1,76 s/d 2,50 menunjukan kepuasan pada pekerjaan rendah

c) Apabila skor 2,51 s/d 3,25 menunjukan kepuasan pada pekerjaan tinggi

d) Apabila skor 3,26 s/d 4,00 menunjukan kepuasan pada pekerjaan sangat tinggi

Tabel V.13

Deskripsi Variabel Kepuasan pada Pekerjaan

Item Indikator Mean

1 Pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan keinginan saya

3,56 2 Dengan adanya pelatihan wawasan yang

saya dapatkan semakin bertambah

3,6

Total Mean 3,58

Sumber: Data Primer yang Diolah 2019

Berdasarkan tabel V.13 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel kepuasan pada pekerjaan adalah 3,58. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pada pekerjaan terdapat pada kategori sangat tinggi.

4) Variabel Kepuasan pada Lingkungan pekerjaan

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan akan dimasukan dalam kelompok berikut :

a) Apabila skor 1,00 s/d 1,75 menunjukan kepuasan pada lingkungan pekerjaan sangat rendah

b) Apabila skor 1,76 s/d 2,50 menunjukan kepuasan pada lingkungan pekerjaan rendah

c) Apabila skor 2,51 s/d 3,25 menunjukan kepuasan pada lingkungan pekerjaan tinggi

d) Apabila skor 3,26 s/d 4,00 menunjukan kepuasan pada lingkungan pekerjaan sangat tinggi.

Tabel V.14

Deskripsi Variabel Kepuasan pada Lingkungan Pekerjaan

Item Indikator Mean

1 Kondisi kebersihan tempat bekerja membuat saya nyaman dalam bekerja

3,52 2 Kerapian tempat kerja membuat saya nyaman

dalam bekerja

3,52 3 Kondisi temepratur suhu udara di tempat kerja

membuat saya nyaman dalam bekerja

3,33 4 Kondisi pencahayaan di tempat kerja tidak

mengganggu saya dalam bekerja

3,3 5 Saya merasa aman dengan adanya kelengkapan

keamanan tempat kerja

3,42 6 Peralatan yang saya gunakan dalam bekerja

cukup lengkap dan canggih

3,39 7 Adanya sikap menghormati dan menghargai

antara saya dengan atasan

3,44 8 Adanya dorongan yang diberikan atasan

kepada saya untuk bekerja lebih baik

3,42 9 Saya merasa saat bekerja mendapatkan

motivasi dari rekan kerja.

3,21

Total Mean 3,39

Sumber: Data Primer yang Diolah, Oktober 2018 Berdasarkan tabel V.14 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan adalah 3,39 Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pada lingkungan pekerjaan terdapat pada kategori sangat tinggi. 5) Variabel Turnover Intention

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel

a) Apabila skor 1,00 s/d 1,75 menunjukan turnover intention sangat rendah

b) Apabila skor 1,76 s/d 2,50 menunjukan turnover intention rendah

c) Apabila skor 2,51 s/d 3,25 menunjukan turnover intention pekerjaan tinggi

d) Apabila skor 3,26 s/d 4,00 menunjukan turnover intention sangat tinggi.

Tabel V.15

Deskripsi Variabel Turnover intention

Item Indikator Mean

1 Saya sering berfikir untuk berhenti dari pekerjaan 2,14 2 Saya mulai mencari informasi menegani lowongan

pekerjaan di berbagai media cetak, amupun media social

2,17

3 Saya sering bertanya-tanya kepada rekan kerja mengenai informasi lowongan pekerjaan

2,17 4 Saya muali mengajukan lamaran pekerjaan di

beberapa perusahaan

2,02

Total Mean 2,12

Berdasarkan tabel V.15 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel turnover intention adalah 2,12. Hal ini menunjukan bahwa turnover intention terdapat pada kategori rendah.

2. Analisis Regresi Linier Berganda a. Menguji Asumsi Klasik

1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menilai sebaran data residual pada sebuah kelompok data telah berdistribusi normal atau tidak. Kelompok data yang baik adalah kelompok data yang berdistribusi normal. Jika nilai signifikansi lebih besar sama dengan 0,05 (sig ≥ 0,05) berati data berdistribusi normal. Adapun uji normalitas pada tabel berikut.

Tabel V.16 Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan tabel diatas hasil pengujian One-Sample

Kolmogorov-Smirnov Test menghasilkan Asymo.Sig ≥ 0,05

yakni 0,150 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 100

Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation 1.76915516 Most Extreme Differences Absolute .114

Positive .114

Negative -.068

Kolmogorov-Smirnov Z 1.137

Asymp. Sig. (2-tailed) .150

disimpulkan bahwa data residual telah memenuhi asumsi kenormalan.

2) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regeresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolute residual . 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Adapun uji heteroskedastisitas pada tabel berikut :

Tabel V.17

Hasil Uji Herteroskedastisitas

B e r d a

Sumber : Data yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai Sig. variabel Kepuasan pada kompensasi langsung sebesar 0,656, veriabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 0,679, variabel kepuasan pada pekerjaan sebesar 0,304, dan variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan sebesar 0,419. Keempat

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .937 .955 .981 .329 Kom.Lgsng .014 .031 .056 .446 .656 KT.Lgsung .025 .061 .051 .415 .679 Pekerjaan -.110 .106 -.112 -1.033 .304 L.Pekerjaan .023 .028 .096 .812 .419

variabel tersebut memiliki milai Sig. lebih besar dari 0,05 yang artinya tidak terjadi heteroskedastisitas pada keempat variabel tersebut.

3) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antara variabel bebas. Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Dasar pengambilan keputusan pada uji multikolinearitas yakni: a) Jika tolerance value ≥ 0,1 dan VIF ≤ 10, maka tidak terjadi

Multikolimearitas.

b) Jika tolerance value< 0,1 dan VIF > 10, maka terjadi Multikolimearitas

Adapun uji multikolinearitas pada tabel berikut : Tbel V.18

Hasil Uji Multikolinearitas Model Colinearity Statistics

Tolerance VIF 1 (Constant) Kom.Langsung .674 1.545 KT_Langsung .676 1.480 Pekerjaan .877 1.140 L_Pekerjaan .734 1.363

Sumber : Data yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai tolerance dari variabel kepuasan pada kompensasi langsung sebesar 0,674 , variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 0,676, variabel kepuasan pada pekerjaan sebesar 0,877 , dan variabel

kepuasan pada lingkungan pekerjaan sebesar 0,734. Kemudian untuk nilai VIF, variabel kepuasan pada kompensasi langsung sebesar 1.545 variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 1.480, variabel kepuasan pada pekerjaan sebesar 1.140, dan variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan sebesar 1.363 hal ini berarti bahwa korelasi antara variabel independen menunjukan tidak adanya gangguan multikolinearitas karena masing-masing variabel independen memiliki nilai tolerance ≥ 0,01 dan nilai VIF ≤ 10.

4) Uji Linearitas

Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak serat untuk menegtahui spesifikasi model yang digunakan sudah tepat atau belum. Data yang baik adalah data yang memiliki hubungan linear antara variabel independen (X) dengan variabel dpenden (Y). Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila nilai probabilitas sig. lebih dari 0,05. Adapaun uji linearitas pada tabel berikut

Tabel V.19

Hasil Uji Linearitas variabel Kepuasan Pada Kompensasi Langsung

Tabel V.20

Hasil Uji Linearitas variabel Kepuasan Pada Kompensasi Tidak Langsung

T a

Sig.

Turnover * Kom.Lgsng Between Groups (Combined) .000 Linearity .000 Deviation from Linearity .055 Within Groups Total Sig. Turnover*KT.Lan gsung

Between Groups (Combined) .000

Linearity .000

Deviation from Linearity .069

Within Groups

Tabel V.21

Hasil Uji Linearitas variabel Kepuasan Pada Pekerjaan

Sig.

Turnover * Pekerjaan Between Groups (Combined) .002 Linearity .000 Deviation from Linearity .321 Within Groups Total Tabel V.22

Hasil Uji Linearitas variabel Kepuasan Pada Lingkungan Pekerjaan

Sumber : Data yang diolah 2019

Berdasarkan tabel diatas , diketahui bahwa nilai Sig.dari variabel kepuasan pada kompensasi langsung sebesar 0,055,

Sig.

Turnover* L.Pekerjaan Between Groups (Combined) .000 Linearity .000 Deviation from Linearity .053 Within Groups Total

variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 0,069, variabel kepuasan pada pekerjaan sebesar 0,321, dan variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan sebesar 0,053. Hal ini menunjukan bahwa keempat variabel memiliki nilai sig lebih besar dari 0,05 sehingga ke empat variabel independen (X) memiliki hubungan yang linier dengan variabel dependen (Y).

b. Persamaan Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel independen yaitu kepuasan pada kompensasi langsung, variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung, variabel kepuasan pada pekerjaan, dan variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan dengan variabel dpenden yaitu Turnover Intention.. Adapun hasil analisis regresi linier berganda sebagai berikut.

Y= 20,894-0,111X

1

-0,250X

2

-0,403X

3

-0,134X

4

Tabel V.23

Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 20.894 1.718 12.162 .000 Kom.Lgsng -.111 .055 -.203 -2.025 .046 KT.Lgsung -.250 .110 -.222 -2.264 .026 Pekerjaan -.403 .191 -.181 -2.102 .038 L.Pekerjaan -.134 .051 -.247 -2.623 .010 a. Dependent Variable: Turnover

Sumber: Data Primer yang diolah 2019

Dari hasil analisis regresi linear berganda pada tabel V.23 didapat persamaan regresi sebagai berikut:

c. Mengujian hipotesis 1) Uji F

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari dua atau lebih variabel independen (X) secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a) Menentukan formulasi hipotesis

H0 : Kepuasan pada kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, pekerjaan, dan lingkungan pekerjaan secara simultan tidak berpengaruh terhadap Turnover

Intention

H1: Kepuasan pada kompensasi langsung, kompensasitidak langsung,pekerjaan,dan lingkungan pekerjaan secara simultan berpengaruh terhadap Turnover Intention. b) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah

α = 5%

c) Menentukan F hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 16.

Tabel V.24 Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 191.139 4 47.785 14.650 .000a Residual 309.861 95 3.262 Total 501.000 99

a. Predictors: (Constant), L.Pekerjaan, Pekerjaan, KT.Lgsung, Kom.Lgsng

d) Kriteria pengujian

Kriteria pengujian dapat dilihat melalui nilai probabilitas atau dengan membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel .

(1) Bila menggunakan nilai probabilitas sig, maka kriteria pengujian sebagai berikut :

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α

H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α

(2) Bila menggunakan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel, maka kriteria pengujian sebagai berikut

H0 ditolak dan Ha diterima, jika Fhitung> Ftabel H0 diterima dan Ha ditolak, jika Fhitung ≤ Ftabel e) Menarik kesimpulan

Dilihat dari tabel diatas diperoleh Sig 0,000 < 0,05. Jadi H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel kepuasan pada kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, pekerjaan, dan lingkungan pekerjaan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap Turnover

2) Uji t

Uji t digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara parsial (sendiri) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y)

Tabel V.25 Hasil Uji T

a) Uji t Variabel Kepuasan pada kompensai langsung (1) Menentukan formulasi hipotesis

H0 : Kepuasan pada kompensasi langsung secara parsial tidak berpengaruh terhadap Turnover

Intention.

H1 : Kepuasan pada kompensasi langsung secara parsial berpengaruh terhadap Turnover

Intention. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 20.894 1.718 12.162 .000 Kom.Lgsng -.111 .055 -.203 -2.025 .046 KT.Lgsung -.250 .110 -.222 -2.264 .026 Pekerjaan -.403 .191 -.181 -2.102 .038 L.Pekerjaan -.134 .051 -.247 -2.623 .010 a. Dependent Variable: Turnover

(2) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah α = 5%

(3) Menentukan t hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 16 dan menggunakan nilai probabilitas Sig. sebagai kriteria pengujiannya. Nilai probabilitas Sig. untuk variabel kepuasan pada kompensasi langsung 0,046 (lihat tabel V.25).

(4) Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α

(5) Menarik kesimpulan

Dilihat dari tabel V.25 diperoleh nilai probabilitas Sig. variabel kepuasan pada kompensasi langsung sebesar 0,046 < 0,05. Maka H0 ditolak, berarti kepuasan pada kompensasi langsung secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention.

b) Uji t Variabel Kepuasan pada kompensai tidak langsung langsung

(1) Menentukan formulasi hipotesis

H0 : Kepuasan pada kompensasi tidak langsung secara parsial tidak berpengaruh terhadap Turnover

Intention.

H2 :Kepuasan pada kompensasi tidak langsung secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention.

(2) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah α = 5%

(3) Menentukan t hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 16 dan menggunakan nilai probabilitas Sig. sebagai kriteria pengujiannya. Nilai probabilitas Sig. untuk variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 0,026 (lihat tabel V.25).

(4) Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α

(5) Menarik kesimpulan

Dilihat dari tabel V.25 diperoleh nilai probabilitas Sig. variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 0,026 < 0,05. Maka H0 ditolak, berarti kepuasan pada kompensasi tidak langsung secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention

c) Uji t Variabel Kepuasan pada pekerjaan (1) Menentukan formulasi hipotesis

H0:Kepuasan pada pekerjaan secara parsial tidak berpengaruh Turnover Intention

H3:Kepuasan pada pekerjaan secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention

(2) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah α = 5%

(3) Menentukan t hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 16 dan menggunakan nilai probabilitas Sig. sebagai kriteria pengujiannya. Nilai probabilitas Sig. untuk variabel kepuasan pada pekerjaan sebesar 0,038 (lihat tabel V.25).

(4) Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α (5) Menarik kesimpulan

Dilihat dari tabel V.25 diperoleh nilai probabilitas Sig. variabel kepuasan pada pekerjaan sebesar 0,038 < 0,05. Maka H0 ditolak, berarti kepuasan pada pekerjaan secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention d) Uji t Variabel Kepuasan pada lingkungan pekerjaan

(1) Menentukan formulasi hipotesis

H0 : Kepuasan pada lingkungan pekerjaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap Turnover

Intention

H4 :Kepuasan pada lingkungan pekerjaan secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention (2) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah α = 5%

(3) Menentukan t hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 16 dan menggunakan nilai probabilitas Sig. sebagai kriteria pengujiannya. Nilai

probabilitas Sig. untuk variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan sebesar 0,010 (lihat tabel V.25). (4) Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α

(5) Menarik kesimpulan

Dilihat dari tabel V.25 diperoleh nilai probabilitas Sig. variabel kepuasan pada lingkungan pekerjaan sebesar 0,010 < 0,05. Maka H0 ditolak, berarti kepuasan pada lingkungan pekerjaan secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention.

d. Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi mengukur kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Hasil olah data dilakukan seperti tabel berikut.

Tabel V.26

Hasil koefisien Determinasi

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .618a .382 .355 1.806 a. Predictors: (Constant), L.Pekerjaan, Pekerjaan, KT.Lgsung, Kom.Lgsng

Menurut Sugiyono (2012:257) Nilai koefisien determinasi menunjukan persentase pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Koefisien determinasi (R2)menunjukan seberapa besar persentase variabel independen yang digunakan dalam model hingga mampu menjelaskan variabel dependen. Dari tabel diatas diperoleh angka R2 sebesar 0,355. Hal ini menunjukan bahwa persentase pengaruh variabel independen yakni kepuasan pada kompensasi langsung, kepuasan pada kompensasi tidak langsung, kepuasan pada pekerjaan, dan kepuasan pada lingkungan pekerjaan terhadap variabel dependen yakni turnover intention sebesar 0.355 (35,5%). Dengan kata lain variabel yang digunakan dalam model yaitu variabel kepuasan pada kompensasi langsung, kepuasan pada kompensasi tidak langsung, kepuasan pada pekerjaan, dan kepuasan pada lingkungan pekerjaan mampu menjelaskan sebesar 35,5% variabel dependenden yakni turnover intention . Sedangkan sisa sebesar 64,5% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian.

Dokumen terkait