• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

F. Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis

Analisis data digunakan untuk kegiatan mengolah data setelah data terkumpul semua. Hasil analisis tersebut digunakan untuk menjawab rumusan maslah serta untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.

1. Statistik Deskriptif

Statisktik deskriptif merupakan gambaran suatu data yang diliat dari nilai rata-rata, standar devisiasi, varian, maksimum, minimum, sum,range, kurtosis.) (Ghozali, 2018)

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah variabel pengganggu (residual) dalam model regresi, apakah memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan kolmogrov-Sminov (K-S) sehongga apabila nilai signofikansi K-S

>0,05 maka data terdistribusi secara normal, sedangkan apabila nilai K-S < 0,05 maka tidak terdistribusi secara normal.

b. Uji Miltikolinonieritas

Uji Multikorelasi ialah bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar bebas(independen).model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (independen ). Jika variabel independen saling berkorelasi maka variabel-variabelnya tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang yang nilai korelsi antar sesama independen

sama dengan nol. Untuk mengetahui ada dan tidaknya multokolononieretas didalam model regresi adalah sebagai berikut:

1) Nilai R² yang dihasilkan oleh estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel independen banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen.

2) Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen(umumnya diatas 95%) maka hal ini merupakan adanya indikasi multikolonerietas. Multikolonerietas dapat disebabkan karenan adanya efek kombinasi adanya dua atau lebih variabel independen.

3) Multikolonieritas bisa juga dilihat dari (1) nilai tolernsi dan lawannya (2) variance infaltions faktor (VIF). Kedua faktor tersebut menunjukan setiap variabel independen yang mana dijelaskan oleh variabel lainnya. Dalam pengertian yang sederhana setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregres terhadap variabel lainnya.tolerrance mengukur semua variabel independen lainnya, jadi kesimpulannya nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi( karena VIF = 1/ Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukan adanya multikolonieritas adalah nilai toleransi ≤ 0.10 atau sama dengan nila VIF ≥ 10. Setiap peneliti memiliki tingkat kolonieritas

yang berbeda-beda dan harus bisa menentukan tolerir. Sebagai misal nilai tolerance = 0.10 sama dengan tingkat kolonieritas0.95. walaupun kolonieritas dapat dideteksi dengan nilai toleranve dan VIF, akan tetapi kita masih belum mengetahui variabel-variabel independen yang saling berkolerasi.

c. Uji Autokrelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penggangu pada periode t-1(sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem auto korelasi. Auto korelasi muncul karena adanya observasi yang runtut sepanjang waktu berkaitan satu dengan yang lainnya.

Masalah ini timbul karena residual (kesalahan penggangu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan dalam runtut waktu karena gangguan pada seseorang individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya.

Pada data cressection (silang waktu) masalah autokorelasi relatif jarang terjadi karena gangguan pada observasi yang berbed individu maupun kelompok yang berbeda. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.

Tabel 3.4 Uji Autokorelasi

Hipotesis nol Keputusan Jika

Tidak ada

autokorelasi positif

Tolak 0 < d < dl

Tidak ada

autokorelasi positif

No decision dl ≤ d ≤du

Tidak ada korelasi negative

Tolak 4 – dl < d < 4

Tidak ada korelasi negative

No decision 4 – du ≤d ≤4 – dl

Tidak ada utokorelasi positif atau negatif

Tidak ditolak Du < d < 4- du

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika dari variance ke residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetp, maka disebut dengan Homoskedasititas dan jika beda disebut dengan Heteroskedasititas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskesdasititas atau tidak terjadi Heteroskedasititas. Rata-rata data crossection mengandung situasi Heteroskeskedasititas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran besar kecilnya data.

3. Uji Hipotesis

Pengujian Hipotesis penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur hubungan kekuatan antara dua variabel atau lebih serta menunjukan arah yang berhubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.

Tes statistik regresi linier berganda dengan model sebagai berikut:

Y = α+β1X1a + β 2X2b + β 3X2a + β 4X2b + β 5X3c + β 6X3a + β 7X3b + b8X4 + €

Keterangan :

Y : Return saham

α : konstanta

β1, β2, β3, β4, β5, β6, β7, β8 : koefesien Regresi

X1a : Current Ratio

X1b : Acid Test Ratio

X2a : Gross Profit Margin

X2b : Net Profit Margin

X2c :Return On Investment

X3a :Debt To Total Equity

X3b :Debt To Total Asset

X4 :Multiplier Equity

€ :Error

a. Koefesien determinasi

Koefesien determinasi (R2) pada dasarnya untuk mengukur kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Nilai koefesien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen yang menjelaskan variasi variabel dependen amat jelas. Secara umum koefesien determinasi untuk data silang relatif rendah karena adanya variasi yang besar dari masing-masing pengamatan sedangkan untuk data runtun waktu biasanya mempunyai nilai koefesien determinasi yang tinggi.

b. Uji Signifikan parameter individual (uji statistik t)

Uji statistik t pada dasarnya untuk menunjukan seberapa jauh pengaruh variabel independen ( variabel bebas ) secara individu dalam menerangkan variasi variabel dependen.

(X) secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen

(Y) Kriteria pengujian sebagai berikut :

1) Jika angka ρ < 0,025 maka ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

2) Jika angka ρ > 0,025 maka tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)

82 BAB IV

Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Gambaran Umum

Bursa Efek atau Stock Exchange adalah suatu sistem yang terorganisir yang dapat mempertemukan antara penjual dan pembeli efek uang yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui wakil-wakilnya. Bursa efek ini berfungsi untuk menjaga kontinuitas pasar dan menciptakan harga efek yang wajar melalui mekanisme permintaan dan penawaran.

(Affinanda dkk., 2015)

Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchang (IDX) merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Untuk keefektifitas operasional dan transaksi, pemerintah memutuskan untuk menggabungkan Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham sedangkan Bursa efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif. Bursa marger ini mulai beroperasi pada tanggal 1 Desember 2007. Pada tanggal 22 Mei 1995 sistem otomatis perdagangan di BEI dilaksanakan dengan sistem komputer Jakarta Automated Tranding Systems (JATS) mengganti sistem manual yang digunakan sebelumnya.

Namun sejak tanggal 2 Maret 2009 sistem ini telah diganti dengan sistem perdagangan baru di BEI dengan nama JATS-NextG. (Oktavianti, 2018)

Dalam penelitian ini obyek penelitian yang dipilih adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2016 sampai dengan tahun 2018

Dokumen terkait