BAB III METODOLOGI
3.7. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses kategori urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar, ia membedakannya dengan penafsiran yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan di antara dimensi – dimensi uraian. Analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis seperti yang di saranakan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis tersebut, jika dikaji definisi Atas lebih menitik beratkan pada pengorganisasian data sedangkan definisi tersebut dapat pengorganisasian data sedangkan definisi yang kedua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data, dan dari kedua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan, analisis data, adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan
satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.
Analisis data bermaksud atas nama mengorganisasikan data, data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, laporan, dan lain – lain, dan pekerjaan analisis data adalah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan dan memberikan suatu kode tertentu dan mengkategorikannya, pengelolaan data tersebut bertujuan untuk menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif ( Moeloeng, 2007: 103 ).
Analisis data dilakukan dalam suatu proses, proses berarti pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dan dilakukan secara intensif, yakni sesudah meninggalkan lapangan, pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengarahan tenaga fisik dan pikiran dari peneliti, dan selain menganalisis data peneliti juga perlu mendalami kepustakaan guna mengkonfirmasikan atau menjustifikasikan teori baru yang barangkali ditemukan.
58
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian dan Penyajian Data 4.1.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Penelitian pola komunikasi dalam hal ini orangtua yang memiliki anak remaja yang berusia 12 – 15 tahun dengan latar belakang pendidikan SD kelas 6, pendidikan SMP kelas 1 – 3 dari berbagai macam agama dan jenis kelamin, mengerti tentang internet ( mengakses ), berbagai macam agama dan jenis kelamin. Pada usia ini anak berjiwa labil karena memasuki masa pubertas yang mana selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan membutuhkan perhatiang ekstra dari orangtua khususnya tentang bagaimana cara berinternet sehat, yang mana memberikan dampak besar pada perkembangan, moral dan perilaku anak dalam kehidupannya. Orangtua disini yang masih lengkap ataupun salah satu ( ayah atau ibu meninggal ) yang merupakan keluarga inti dan masih memiliki hubungan darah secara langsung yang tinggal bersama. Dengan latar belakang pendidikan orangtua SMU dan sarjana, berbagai macam varian status ekonomi berbeda dari kalangan atas, menengah, bawah dan jenis pekerjaan pula, mengerti tentang internet ( mengakses ), berbagai macam agama. Mengambil 5 responden atau informan yang masing – masing
terdiri dari orangtua dan anak remaja dengan karakteristik yang telah dijelaskan diatas.
Interview dilakukan secara bertahap tidak dapat dilakukan secara langsung dalam sehari, karena kesibukkan pekerjaan responden atau informan yang berbeda – beda sehingga penulis yang menyesuaikan waktu yang tepat untuk melakukan wawancara. Selebihnya interview berlangsung lancar, walaupun terkadang terdapat informan yang tidak memberikan informasi dengan jelas.
INFORMAN 1
Kedua orangtua Salsabilla adalah pekerja. Ayah Salsabilla bernama Pak Prihantono, usia 40 tahun, dan pekerjaan pegawai bank BRI . Frekuensi bertemu dengan Salsabilla sangat jarang karena Pak Prihantono beranggapan bahwa pengasuhan anak adalah kewajiban seorang ibu. Sedangkan Ibu Salasabilla bernama Ibu Ellyta, usia 37 tahun, dan pekerjaannya usaha menjahit pakaian di rumah. Frekuensi bertemu dengan Salsabilla kurang akrab karena beliau selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan menjahitnnya. Salsabilla, usia 11 tahun dan pelajar sekolah dasar kelas 6 lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain internet untuk mengisi rasa kesepiannya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Mereka
jarang sekali berkomunikasi, jika berkomunikasi itupun ketika mereka sama – sama tidak ada kegiatan.
INFORMAN 2
Keluarga ini terdiri dari Bapak Suyitno, usia 43 tahun, dan pekerjaan pegawai PDAM. Ibu Diyah Wijayanti, usia 39 tahun, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Delia Prasetyo, usia 14 tahun, dan pelajar kelas 3 SMP. Diajeng Ayu, usia 16 tahun, dan pelajar 2 SMA. Ketika peneliti melakukan interview, Delia baru saja datang dari rumah temannya. Delia menganggap kedua orangtuanya tipe yang membebaskan ada dalam melakukan segala keinginannya, mereka ( orangtua ) hanya sekedar menasehati – menasehati saja setelah itu semua tindakan anak di serahkan kepada anak itu sendiri, bagaimana dia bertingkah laku dalam pergaulanpun bebas melakukan apapun.
INFORMAN 3
Keluarga ini terdiri dari Bapak Agus, usia 52 tahun, dn pekerjaan pegawai BUMN. Ibu Sri Lestari, usia 48 tahun, dan pekerjaan pegawai negeri ( guru ). Febrina, usia 15 tahun, pelajar kelas 3 SMP Siska, usia 18 tahun, pelajar kelas 3 SMA. Indri, usia 24 tahun, dan berstatus mahasiswa. Dalam pengamatan yang dilakukan peneliti, keluarga ini jarang sekali berkumpul satu sama lain, karena ayah Febrina sering bekerja di luar kota, terkadang
untuk waktu lama, maka segala keperluan dan pengasuhan anak dilimpahkan pada Ibu Sri, namun dikarenakan pekerjaan Ibu Sri sebagai guru kadang beliau terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga jarang berkomunikasi dengan anak – anaknya.
INFORMAN 4
Keluarga ini terdiri dari Bapak Edi, usia 52 tahun, pekerjaan BUMN. Ibu Umi Hanifah, usia 48 tahun, dan pekerjaan pegawai sipil. Imam Syafi’I, usia 12 tahun, dan pelajar kelas 1 SMP. Sherly, usia 22 tahun, dan berstatus mahasiswa Rika, usia 5 tahun, dan besekolah di Taman Kanak – Kanak. Dalam pengamatan yang dilakukan peneliti, Imam menganggap orangtuannya kolot karena sejak kecil segala yang dilakukannya harus sesuai dengan aturan yang dibuat oleh orangtuanya dan Imam harus mematuhinya. Sedangkan pendapat Ibu Umi, bagaimanapun seorang anak harus selalu menurut kata orangtua karena anak tidak tahu apa – apa, dan Ibu Umi beranggapan mereka ( dia dan suami ) sudah banyak makan asam garam kehidupan atau berpengalaman. Ketika interview dilakukan ayah Imam sedang berkumpul di rumah pak RT.
INFORMAN 5
Keluarga ini terdiri dari Bapak Joko Prasojo, usia 45, dan pekerjaan pegawai DLJJ. Ibu Kusuma Astuti, usia 40 tahun, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Budiyo Dwi Prasojo, usia 14 tahun, dan pelajar kelas 2 SMP. Eka Kusuma Ningrum, usia 17 tahun, dan pelajar kelas 2 SMA. Nia Pramita, usia tujuh tahun, dan pelajar kelas 1 SD. Dalam mengasuh anak kedua orangtua Pras selalu memberikan perhatian dan memantau perkembangan anak. Tidak ada pembagian tugas dalam hal yang berhubungan dengan anak dan saling terbuka anak dengan orang tua. Mereka memberikan kepercayaan, kebebasan yang bertanggungjawab kepada anak, adanya keterbukaan apabila ada permasalahan.
4.1.2. Penyajian Data
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan di Surabaya. Dan sebagaimana yang ditetapkan sebelumnya, subyek penelitian yang dijadikan responden atau informan tidak dapat dibatasi atau ditentukan. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha menggambarkan pola komunikasi keluarga khususnya orangtua dengan anak remajanya dalam berinternet sehat di Surabaya. Data diperoleh dengan melakukan in depth interview dan observasi yang dilakukan terhadap keluarga khususnya orangtua dan anak remajanya. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi sebanyak – banyaknya dari responden atau informan, dan observasi
dilakukan untuk mengamati perilaku dan perkembangan dari sesuatu yang diteliti itu sendiri. Data yang diperoleh tersebut disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan kualitatif sehingga diperoleh gambaran, jawaban serta kesimpulan dari pokok permasalahan yang diangkat dalam hal ini “ Pola Komunikasi Orangtua dengan Anak Remaja dalam berinternet Sehat di Surabaya ”.
4.1.3. Identitas Responden atau informan
Dalam penelitian ini yang dijadikan responden atau informan adalah keluarga, khususnya keluarga yang mempunyai anak remaja usia 12 – 15 tahun dari berbagai macam agama, jenis kelamin, pendidikan SD kelas 6 dan SMP kelas 1 – 3, mengerti tentang internet ( mengakses ). Disini, keluarga yang dimaksud adalah keluarga inti yang masih lengkap sekalipun salah satu orangtua ( Ayah atau Ibu ) dengan kriteria sebagai berikut, yaitu orangtua karier ( bekerja ) ataupun yang tidak bekerja ( ibu rumah tangga ), mengerti tentang internet ( mengakses ), dengan tingkat status ekonomi sosial kalangan manapun, latar belakang pendidikan SMU dan sarjana dari berbagai macam agama.