GAGASAN AWAL
3.8 Teknik Analisis Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam berpikir imajinatif yang dilihat dari hasil tes uraian yang telah
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dilakukan oleh siswa, kemudian dihitung melalui data kuantitatif yaitu mencari rata-rata. Menurut Komalasari (2011, hlm. 156) rumus yang dapat digunakan untuk menghitung perolehan skor secara keseluruhan yaitu sebagai berikut :
Skor Presentase = Jumlah skor yang didapat x 100 Jumlah skor maksimum
Kemudian untuk keperluan mengklasifikasikan peningkatan kemampuan berpikir imajinatif siswa melalui penerapan metode pembelajaran pemecahan masalah melalui animasi tiga dimensi, maka peneliti mengelompokkan menjadi tiga kategori yaitu baik, cukup dan kurang dengan skala presentase rentang skor sebagai berikut :
Tabel 3. 1
Kategori Peningkatan Kemampuan Berpikir Imajinatif Siswa
Kategori Skor Presentase
Kurang 0 – 33,3%
Cukup 33,4% - 66,6%
Baik 66,7% - 100%
70
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
118
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil analisis, temuan dan pemahaman yang kemudian data tersebut diproses, diolah dan dianalisis yang kemudian direfleksikan sebagai perbaikan pada tindakan berikutnya dan seterusnya hingga tindakan atau siklus kedua dilakukan. Maka, diperoleh kesimpulan secara umum mengenai penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa di kelas VIII H SMP Negeri 10 Bandung.
Penerapan metode pemecahan masalah, peserta didik dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran. Sehingga, peserta didik menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran didalam kelas. Selain itu, rasa percaya diri peserta didik mulai terasah ditandai dengan beraninya peserta didik dalam mengemukakan pendapat selama proses pembelajaran.
Penggunaan media animasi tiga dimensi dalam proses pembelajaran membuat peserta didik menjadi lebih tertarik dan mampu memahami materi dengan baik. Seringnya peserta didik diberikan masalah-masalah yang ada dilingkungan sekitarnya melalui media animasi tiga dimensi tentunya membuat kemampuan berpikir imajinatif peserta didik menjadi lebih baik.
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi tidak luput dari kendala yang dihadapi oleh peserta didik. Kendala yang dihadapi terutama alokasi waktu yang terlalu sedikit. Selain itu, peserta didik merasa kesulitan dalam memulai memecahkan suatu permasalahan. Akan tetapi, pendidik selalu memberikan bimbingan serta arahan kepada peserta didik, maka kendala-kendala tersebut menjadi dapat diatasi.
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Selain kesimpulan secara umum di atas, peneliti juga merumuskan beberapa kesimpulan secara khusus yaitu:
1. Perencanaan dalam penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa di kelas VIII H SMP Negeri 10 Bandung berada pada kategori baik. Adapun perencanaan pertama, yaitu menentukan hari dan waktu kegiatan pembelajaran serta waktu untuk mengadakan diskusi balikan. Upaya yang dilakukan pendidik sebagai peneliti untuk membuat perencanaan yang baik dengan cara melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan pendidik mitra sekaligus pengajar dan observer. Tentu saja, konsultasi dan kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk membuat perencanaan sebaik mungkin karena pendidik mitra lebih berpengalaman dalam mengajar di kelas. Selain itu, masukan dari pendidik mitra sangat bermanfaat bagi penelitian yang dilakukan. Perencanaan yang dilakukan meliputi pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang melatih peserta didik agar peka terhadap lingkungan sekitarnya. Materi pembelajaran bermuatan masalah- masalah yang ada di lingkungan peserta didik sehingga peserta didik mampu menganalisis dan mecahahkan masalah tesebut. Begitu pula dengan media pembelajaran yang digunakan melatih peserta didik untuk berpikir kreatif dan imajinatif. Sebagai peneliti pendidik juga mempersiapkan lembar observasi yang berfokus pada peserta didik, lembar observasi guru, dan studi dokumentasi.
2. Implementasi metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa di kelas VIII H SMP Negeri 10 Bandung berada pada kategori baik. Pelaksanaannya dilakukan berupa tindakan siklus, diantaranya mengaitkan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan permasalahan yang ada disekitar peserta didik menggunakan media animasi tiga dimensi yang
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menarik dan variatif. Penayangan media animasi tiga dimensi menggunakan alat bantu seperti infocus dan speaker agar berjalan dengan baik dan lancar selama proses pembelajaran.
3. Guru merefleksikan penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa di kelas VIII H SMP Negeri 10 Bandung dengan hasil akhir dari refleksi ini yaitu berada pada kategori baik. Pendidik melakukan diskusi balikan bersama guru mitra selaku observer, hal itu dilakukan untuk perbaikan pada tindakan siklus pembelajaran. Selanjutnya, masukan diberikan agar peneliti sebagai pendidik pada saat proses pembelajaran selanjutnya lebih baik lagi sesuai dengan rencana yang telah dilakukan. Kendala yang dihadapi adalah adanya keterbatasan waktu antara peneliti dan observer sehingga diksusi yang dilakukan setelah tindakan kurang maksimal. Kendala yang dihadapi berasal dari peserta didikmaupun pendidik itu sendiri. Akan tetapi, pendidik mampu mengatasi kendala yang dialami selama penelitian. 4. Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi
tiga dimensi untuk meningkatkan keterampilan berpikir imajinatif siswa berada pada kategori baik. Hal ini terlihat dari hasil presentasi pada siklus kedua yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir imajinatif menjadi 70%. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan media animasi tiga dimensi,peserta didik mampu mengasah kemampuan berimajinasi dalam memahami materi yang dipelajarinya. Peserta didik mampu mengemukakan konsep baru yang berbeda dengan yang sudah ada merupakan ciri-ciri dari orang yang berpikir imajinatif.
5.2 Saran
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Pendidik disarankan mencari referensi dari berbagai sumber agar penelitian yang dilakukan kaya akan pengetahuan dan wawasan. Selain itu, metode dan media yang digunakan diharapkan beraneka ragam agar peserta didik tertarik untuk belajar.
2. Peserta didik diharapkan berperan lebih aktif dan berani dalam mengemukakan pendapatnya. Selain itu, kemampuan siswa dalam bertanya, menjawab ataupun merespon diharapkan lebih ditingkatkan.
3. Sekolah disarankan terdapat fasilitas yang bagus sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Selain itu, alat untuk penggunaan media harus diperbanyak agar pembelajaran mampu berjalan dengan baik.
4. Peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian untuk meningkatkan kreatifitas siswa. Selain itu, pelaksanaan penelitian harus lebih terarah dan terorganisir terutama dalam menyiapkan media pembelajaran animasi tiga dimensi yang akan digunakan. Media pembelajaran animasi tiga dimensi harus lebih banyak dan bervariasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan variatif. Selain itu, penggunaan metode eksperimen bisa digunakan dalam penelitian ini.
122
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ali. M dan Asrori. M. (2009). Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.
Arends, Richard I. (2008). Learning to Teach Belajar untuk Mengajar. (Edisi Ketujuh/ Buku Dua). Terjemahan Helly Pajitno Soetjipto & Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arifin, Zainal. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Dhajiri, Ahmad Kosasih. (1985). Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral-VCT
dan Games dalam VTC. Bandung: Jurusan PMPKn IKIP.
Dimyati dan Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Djamara, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamara, Syaiful Bahri. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Effendi, Ridwan dan Malihah, Elly. (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial,
Budaya dan Teknologi. Bandung: Maulana Media Grafika.
Hasan, Hamid. (1995). Pendidikan Ilmu Sosial. Jakarta: DIRJEN DIKTI PPTA. Hasan, H dkk. (2012). Prosiding Seminar Nasional IPS. Bandung: UPI.
Jhonson, E.B. (2008). Contextual Teaching and Learning. Bandung: Mizan Media Utama.
Komalasari, Kokom. (2010). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT. Refika Aditama.
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Komalasari, Kokom. (2011). Media Pembelajaran IPS. Bandung: FPIPS UPI. Maleong, L. (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Paslak, Taufiq. (2010). Manajemen Kecerdasan. Bandung: PT. Mizan Media Utama.
rer. nat. H. Rayandra Asyhar. (2011). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: GP. Press.
Sanjaya, W. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Sapriya, dkk. (2008). Konsep Dasar IPS. Bandung: FPIPS UPI.
Sapriya. (2009). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sardiman. (1996). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Grafindo.
Sudirman,dkk.(1987). Ilmu Pendidikan. Bandung: Remadja Karya.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: ALFABETA.
Sugioyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sunaryo, Wowo. (2009). Taksonomi Berpikir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suwandi dan Basrowi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka
Cipta.
Wiriaatmadja, R. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Skripsi:
Lestari Teguh, Iis. (2012). Penerapan Metode Problem Solving Pada Mata Pelajaran Sejarah Untuk Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Bandung: Tidak diterbitkan.
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Purwanti, Widya. (2013). Pengembangan Keterampilan Berpikir Kreatif Melalui Metode Brainstorming Dalam Pembelajaran IPS. Bandung: FPIPS UPI. Harisanti, Winda. (2013). Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Melalui Problem Based Learning (PBL) Dalam Mata Pelajaran IPS. Bandung: Tidak diterbitkan.
Tessis:
Rahmatullah, Muhammad. (2011). Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Film Animasi Terhadap Hasil Belajar. Bandung: Tidak diterbitkan. Miftah, Farid Iip. (2011). Pengaruh Penggunaan Media Film Sebagai Sumber
Pembelajaran IPS Terhadap Hasil Belajar Siswa Dikelas. Bandung: Tidak diterbitkan.
Jurnal:
Harrison, Henry L, Hummel, Laura J.2010.incorporating animation concepts and principles in STEM education. The technology teacher.USA.Page 20-25.
Internet:
Erwin.2011.media-animasi-untuk-pembelajaran.html (online) tersedia di :http://sahabaterwin.blogspot.com diakses tanggal 1 Desember 2013. Ardhaphys.2013.taksonomi-bloom-dan- pengaplikasiannya.html (online)
tersedia di :http://ardhaphys.blogspot.com diakses tanggal 20 Mei 2014. Shelmi.2012.si-cerdas-yang-logis-dan-si-cerdik-yang-imajinatif-2 (online)
tersedia di :http://shelmi.wordpress.com diakses tanggal 22 Mei 2014. Wijayalabs.2011.berpikir-kreatif-dan-imajinatif (online) tersedia di
:http://wijayalabs.com diakses tanggal 22 Mei 2014.
Azrl.2010.imajinasi dan kreatifitas (online) tersedia di :http://Azrl.wordpress.com diakses tanggal 25 September 2014.
Risdiani Setiawan, 2014
Penerapan metode pemecahan masalah melalui media pembelajaran animasi tiga dimensi untuk meningkatkan daya pikir imajinatif siswa