METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian
F. Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan untuk memperoleh gambaran produk yang dihasilkan. Pada penelitian ini, analisis data dilakukan untuk menentukan kualitas perangkat pembelajaran ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai analisis data yang dilakukan.
66 1. Analisis Kevalidan
Data yang digunakan dalam analisis kevalidan adalah data hasil penilaian perangkat pembelajaran oleh dosen. Hasil penilaian tersebut dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Tabulasi data skor hasil penilaian perangkat pembelajaran dengan mengelompokkan butir-butir pernyataan sesuai dengan aspek-aspek yang diamati. Tabel 5 berikut ini merupakan penskoran terhadap hasil penilaian menggunakan skala likert 1-4.
Tabel 5. Skala Hasil Penilaian Perangkat Pembelajaran
Kriteria Skor
Sangat baik 4
Baik 3
Kurang 2
Sangat kurang 1
b. Menghitung rata-rata perolehan skor tiap aspek menggunakan rumus:
̅ ∑
Keterangan:
̅ = rata-rata perolehan skor tiap aspek
∑ = jumlah perolehan skor tiap aspek = banyaknya butir pernyataan tiap aspek
c. Mengkonversi skor rata-rata yang diperoleh menjadi nilai kualitatif sesuai kriteria penilaian skala 5 menurut S. Eko Putro Widoyoko (2009: 238) seperti ditunjukkan pada tabel 6 berikut ini.
67
Tabel 6. Pedoman Klasifikasi Penilaian
Interval Skor Kriteria
̅ Mi + 1,8 Sbi Sangat Baik Mi + 0,6 Sbi ̅ Mi + 1,8 Sbi Baik Mi – 0,6 Sbi ̅ Mi + 0,6 Sbi Cukup Mi– 1,8 Sbi ̅ Mi– 0,6 Sbi Kurang
̅ Mi – 1,8 Sbi Sangat Kurang Keterangan :
Mi = rata-rata ideal = (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Sbi = simpangan baku = (skor maksimal ideal – skor minimal ideal) Skor maksimal ideal adalah 4 dan skor minimal ideal adalah 1, maka didapatkan pedoman klasifikasi penilaian perangkat pembelajaran ditunjukkan pada tabel 7 berikut.
Tabel 7 . Pedoman Klasifikasi Penilaian Perangkat Pembelajaran
Interval Skor Kriteria
̅ 3,4 Sangat Baik
2,8 ̅ 3,4 Baik
2,2 ̅ 2,8 Cukup
1,6 ̅ 2,2 Kurang
̅ 1,6 Sangat Kurang
̅ = rata-rata perolehan skor tiap aspek
Berdasarkan tabel 7 akan diketahui kualifikasi kevalidan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Perangkat pembelajaran dikatakan valid jika minimal kualifikasi tingkat kevalidan yang diperoleh adalah baik.
68 2. Analisis Kepraktisan
Data yang digunakan dalam analisis kepraktisan adalah data hasil angket respon guru, angket respon siswa, dan observasi pembelajaran. Hasil angket respon guru dan siswa dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Tabulasi data skor hasil respon perangkat pembelajaran dengan mengelompokkan butir-butir pernyataan sesuai dengan aspek-aspek diamati. Tabel 8 berikut ini merupakan penskoran terhadap hasil respon menggunakan skala likert 1–4.
Tabel 8. Skala Penilaian Hasil Respon
Alternatif Jawaban Skor Pernyataan Positif Negatif
SS (Sangat Setuju) 4 1
S (Setuju) 3 2
TS (Tidak Setuju) 2 3
STS (Sangat Tidak Setuju) 1 4
b. Menghitung rata-rata skor untuk masing-masing aspek yang diamati menggunakan rumus:
̅ ∑
Keterangan:
̅ = rata-rata perolehan skor tiap aspek
∑ = jumlah perolehan skor tiap aspek = banyaknya butir pernyataan tiap aspek
c. Mengkonversikan skor rata-rata yang diperoleh menjadi nilai kualitatif sesuai kriteria skala 5 menurut S. Eko Putro Widoyoko seperti tabel 5
69
sehingga diperoleh kualifikasi penilaian seperti tabel 7. Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui kualifikasi kepraktisan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Perangkat pembelajaran dikatakan praktis jika minimal kualifikasi tingkat kepraktisan yang diperoleh adalah baik.
Sedangkan data hasil observasi pembelajaran dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Tabulasi data skor hasil observasi pembelajaran dengan memberikan skor 1 untuk “Ya” dan 0 untuk “Tidak”.
b. Menghitung persentase keterlaksanaan pembelajaran menggunakan rumus
c. Mengkonversikan hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran (k) menjadi nilai kualitatif berdasarkan kriteria penilaian skala 5 yang diadaptasi dari Nana Sudjana (2005: 118) seperti ditunjukkan pada tabel 9 berikut ini.
Tabel 9. Kualifikasi Keterlaksanaan Pembelajaran Persentase Keterlaksanaan (k) Kategori
90 Sangat Baik
80 90 Baik
70 80 Cukup
60 70 Kurang
70
Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang telah digunakan. Perangkat pembelajaran dikatakan praktis jika minimal kualifikasi tingkat kepraktisan adalah baik.
3. Analisis Keefektifan
Keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari prestasi belajar dan kemandirian belajar. Berikut penjelasan terkait analisis keefektifan ditinjau dar prestasi belajar dan analisis keefektifan ditinjau dari kemandirian belajar.
a. Analisis keefektifan ditinjau dari prestasi belajar
Perangkat pembelajaran dikatakan efektif ditinjau dari prestasi belajar jika rata-rata nilai tes prestasi belajar siswa lebih besar dari KKM, yaitu 72. Data yang diperoleh dari hasil tes prestasi belajar posttest selanjutnya dianalisis sebagai berikut :
1) Menghitung nilai yang diperoleh siswa dari hasil tes prestasi belajar posttest.
2) Menentukan ketuntasan belajar tiap siswa berdasarkan KKM yang tetapkan skolah yaitu 72.
3) Menghitung rata-rata nilai yang diperoleh siswa dari hasil tes prestasi belajar posttest.
4) Pengujian Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak.
71
Hipotesis: Ho : data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
H1 : data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Statistik uji yang digunakan adalah one-sample kolmogorov-smirnov test yang terdapat dalam program SPSS Statistics. Kriteria keputusan: Ho diterima jika Signifikansi > α.
5) Pengujian hipotesis
Uji hipotesis pertama untuk menentukan apakah pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis problem based learning efektif ditinjau dari prestasi belajar siswa pada materi aritmetika sosial. Uji hipotesis pertama dilakukan dengan menggunakan statistik uji One Sample t-Test (1-tailed). Menurut Walpole (1992: 305), pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut.
a) Hipotesis
: pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis problem based learning tidak efektif ditinjau dari prestasi belajar siswa pada materi aritmetika sosial
: pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis problem based learning efektif ditinjau dari prestasi belajar siswa pada materi aritmetika sosial b) Taraf signifikansi
72 c) Statistik uji ̅ √ ⁄ Keterangan :
̅ : rata-rata nilai posttest : KKM yang berlaku (72) : simpangan baku
: banyaknya siswa d) Kriteria keputusan
ditolak jika dengan . b. Analisis keefektifan ditinjau dari kemandirian belajar
Perangkat pembelajaran dikatakan efektif ditinjau dari kemandirian belajar, jika skor kemandirian belajar akhir lebih dari skor kemandirian belajar awal dan rata-rata skor kemandirian belajar yang dicapai minimal pada kategori baik, yaitu lebih dari 84. Data yang diperoleh dari angket kemandirian belajar dianalisis dengan langkah sebagai berikut:
1) Menghitung skor kemandirian belajar yang diperoleh siswa dari angket kemandirian belajar dengan menggunakan pedoman penskoran pada tabel 10.
73
Tabel 10. Pedoman Penskoran Kemandirian Belajar
Alternatif Jawaban Skor Pernyataan Positif Negatif
SS (Sangat Setuju) 4 1
S (Setuju) 3 2
TS (Tidak Setuju) 2 3
STS (Sangat Tidak Setuju) 1 4
2) Menghitung jumlah skor yang diperoleh tiap siswa
3) Menghitung rata-rata skor yang diperoleh siswa dari angket kemandirian belajar.
4) Mengkonversi skor rata-rata yang diperoleh menjadi nilai kualitatif sesuai kriteria penilaian skala 5 menurut S. Eko Putro Widoyoko (2009: 238) seperti ditunjukkan pada tabel 11 berikut ini
Tabel 11. Kategori Kemandirian Belajar Siswa
Rumus Rata-rata Skor Klasifikasi ̅ Sangat baik ̅ ̅ Baik ̅ ̅ Cukup ̅ ̅ Kurang ̅ Sangat Kurang Keterangan:
̅ (rerata ideal) = (skor maksimal ideal+skor minimum ideal)
(simpangan baku ideal) = (skor maksimal ideal-skor minimum ideal)
74 5) Pengujian Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak.
Hipotesis: Ho : data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. H1 : data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Statistik uji yang digunakan adalah one-sample kolmogorov-smirnov test yang terdapat dalam program SPSS Statistics. Kriteria keputusan: Ho diterima jika Signifikansi > α.
6) Pengujian hipotesis
Uji hipotesis kedua untuk menentukan apakah pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis problem based learning efektif ditinjau dari kemandirian belajar siswa.
a) Uji 1 Hipotesis
: Rata-rata skor kemandirian belajar akhir tidak lebih besar daripada rata-rata skor kemandirian belajar awal
: Rata-rata skor kemandirian belajar akhir lebih besar daripada rata-rata skor kemandirian belajar awal
75 Statistik uji ̅ √ ⁄ Keterangan:
̅ = rata-rata ,dimana = selisih nilai (angket akhir – angket awal) masing-masing individu
= standar deviasi = jumlah responden
Kriteria keputusan : ditolak jika b) Uji 2
Hipotesis
: Rata-rata skor kemandirian belajar akhir tidak lebih dari 84
: Rata-rata skor kemandirian belajar akhir tidak lebih dari 84
Taraf signifikansi Statistik uji ̅ √ ⁄ Keterangan :
̅ : rata-rata nilai posttest
: rata-rata skor kemandirian belajar : simpangan baku
: banyaknya siswa Kriteria keputusan
134