• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V :ANALISIS DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN

3.7 Teknik Analisis Data

3.7.1 Menghitung Skor Pengungkapan Sumber Daya Manusia.

Menggunakan indeks yang oleh Utami dan Rachmawati (2008), indeks pengungkapan diformulasikan sebagai berikut:

Keterangan:

n = jumlah skor pengungkapan yang diperoleh, dengan menggunakan variabeldummy : 1=jika item diungkapkan: 0= jika item tidak diungkapkan.

k = jumlah skor maksimal.

3.7.2 Menentukan Score Reputasi Perusahaan.

Score reputasi perusahaan yang digunakan dengan hasil excellent

dalam Indonesia Corporate Image Award (IMAC) tahun 2012 dan 2013.

INDEKS = k n

3.7.3 Menghitung Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan. Ukuran suatu perusahaan dapat mempengaruhi luas pengungkapan informasi dalam laporan keuangan menurut Heckston dan Milne (1996) dalam Fahrizqi (2010) dari beberapa penelitian, ukuran perusahaan dapat diukur dengan jumlah karyawan, total nilai aset, volume penjualan, atau peringkat indeks. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diukur dari nilai total aset perusahaan.

lasset = logTotal AsetPerusahaan.

3.7.4 Mengukur tingkat leverage

Leverage dapat diartikan sebagai tingkat ketergantungan

perusahaan terhadap hutang dalam membiayai kegiatan operasinya, dengan demikian leverage juga mencerminkan tingkat resiko keuangan perusahaan, Sembiring (2005).

DER = Total Kewajiban

Total ekuitas

3.7.5 Menentukan Jenis Industri

Penelitian ini menggelompokan jenis industri kedalam high

profile dan low profile. Dalam penelitian ini, variabel IND adalah

variabel dummy yang mengambil nilai (1) untuk perusahaan yang termasuk tipe high profile dan perusahaan yang dikategorikan dalam

(2011), Perusahaan yang dikategorikan sebagai high profile antara lain perusahaan perminyakan dan pertambangan lain, kimia, hutan, kertas, otomotif, penerbangan, agribisnis, tembakau dan rokok, produk makanan dan minuman, mediadan komunikasi, energi (listrik), engineering, kesehatan serta transportasi dan pariwisata. Sedangkan kelompok industri low profile terdiri dari bangunan, keuangan dan perbankan, supplier peralatan medis, properti, retailer, tekstil dan produk tekstil, produk personal, dan produk rumah tangga.

3.7.6 Menghitung Tingkat Kosentrasi Kepemilikan

Menurut Dominguez (2011), dalam Putri dan Rahaja (2013), konsentrasi kepemilikan merupakan variabel yang mampu mempengaruhi reputasi perusahaan. Perusahaan dengan jumlah pemegang saham yang lebih besar mungkin lebih tertarik mencerminkan keprihatinan mereka mterhadap masalah sosial karena ada kemungkinan besar bahwa pemegang saham lebih tertarik dalam perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosialnya.

Struktur kepemilikan saham mencerminkan distribusi kekuasaan dan pengaruh di antara pemegang saham atas kegiatan operasional perusahaan.Salah satukarakteristik struktur kepemilikan adalah konsentrasi kepemilikan.Konsentrasikepemilikan diukur dengan persentase kepemilikan terbesar saham terbesar(Barucci dan Falini, 2004; Drobetz, 2004 dalam Sulyanti, 2011).

3.7.7 Melakukan Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar

deviasi, maksimum dan minimum (Ghozali, 2009).

3.7.8 Melakukan Uji Asumsi Klasik

Tujuan pengujian asumsi klasik ini adalah untuk menguji dan mengetahui kelayakan atas model regresi yang digunakan dalam penelitian ini.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas ini memiliki tujuan untuk menguji apakah di dalam suatu model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2007).Pengujian normalitas yang digunakan adalah uji one

sample kolmogorof-smirnov dengan menggunakan taraf

signifikan 0,05. Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas, dengan ketentuan :

1) Jika angka signifikansi (sig) sebesar > 0,05 maka data berdistribusi normal.

2) Jika angka signifikansi (sig) sebesar ≤ 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

b. Uji Multikolonieritas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antarvariabel independen dalam model regresi. Pengujian dapat dilakukan dengan melihat nilai

variance-inflating factor (VIF) pada model regresi. Model

regresi bebas dari multikolinearitas jika mempunyai nilai VIF kurang dari 10 dan mempunyai angka tolerance lebih dari 0,1(Ghozali,2009)

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika

variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain

tetap, maka disebut homoskedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik seharusnya homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melihat grafik scatterplot, jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas maka tidak terjadi heterokerdastisitas ( Ghozali, 2009 ).

d. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi dilakukan untuk mengetahui gangguan yang terjadi pada hubungan antar variable yang diteliti.Metode yang sering digunakan untuk mengetahui masalah auotokporelasi dapat menggunakan uji Durbin Watson (DW).Uji ini dilakukaan dengan membandingkan nilai DW yang didapatkan dari hasil olah data dengan batas atas dan batas bawah yang di hitung dengan metode uji DW.Hasil penelitian durbin-watson(DW) dibandingkan dengan nilai Dtabel pada α = 0,05. Tabel D memiliki dua nilai, yaitu nilai batas atas (DU) dan nilai batas bawah (DL) untuk berbagai nilai n dan k, dengan kriteria pegujian:

DU < DW < 4 – DU, artinya tidak terjadi autokorelasi. DW<DL atau DW > 4 – DL, artinya terjadi autokorelasi.

DL ≤ DW ≤ DUatau 4 – DU≤ 4 – DL, artinya tidak ada kepastian atau kesimpulan yang pasti.

3.7.9 Menentukan model Regresi Berganda

Pengujian koefisien regresi dilakukan untuk menguji sejauh mana semua variabel independen dimasukan dalam model mempunyai

pengaruh terhadap reputasi perusahaan. Tingkat signifikansi (α) yang

digunakan sebesar 5% (0,05). Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis didasarkan pada signifikansi p-value.Jika p-value

p-value ≤ α, maka hipotesis alternatif diterima. Rumus regresi yang digunakan adalah sebagai berikut :

REPUTATIONit+1 = β0 + β1IJit + β2 LASSETSit + β3

LEVERAGEit + β4 INDit + β5 KPit + εi (1)

Dimana :

REPUTATION : skor yang diperoleh perusahaan pada IMAC 2012 IJ : Indikator atau indekspengungkapan sumber daya

manusiaindex perusahaan j

LASSET : logaritma natural dari nilai total aset

LEVERAGE : rasio hutang jangka panjang dengan ekuitas IND : jenis perusahaan low profile atau high profile

KP :presentase terbesar kepemilikan terbesar saham terbesar

ε : error

3.7.10 Menguji Hipotesis

Adapun langkah-langkah dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1). Menguji KoefisienKorelasi Berganda

Koefisien korelasi berganda adalah angka yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara tiga variabel atau lebih.Simbol r adalah koefisien korelasi yang menjelaskan keeratan hubungan linear diantara dua variabel, nilainya dapat negatif dan positif. Sementara itu, R adalah koefisien korelasi majemuk yang mengukur tingkat hubungan antara variabel terikat (Y) dengan

semua variabel bebas yang menjelaskan secara bersama-sama dan nilainya selalu positif.

Koefisien korelasi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut :

Ry1,2,3,4=ry12 + ry22 + ry32 + ry42– 2 ry1 ry2 ry3 ry4 r1,2,3,42

ry=

2). Menguji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) sering pula disebut dengan koefisien determinasi majemuk yang hampir sama dengan koefisien determinasi r2. R2 menjelaskan proporsi variasi dalam variabel terikat (Y) yang dijelaskan oleh variabel bebas (lebih dari satu variabel: X1,2,3,4…,k) secara bersama-sama. Sementara itu, r2 menjelaskan proporsi variasi dalam variabel terikat (Y) yang dijelaskan oleh hanya satu variabel bebas (X).

Persamaan regresi nilai berganda semakin ideal apabila nilai koefisien determinasi (R2) semakin besar dan cenderung semakin meningkat nilainya, sejalan dengan peningkatan variabel bebas.Koefisien determinasi tidak dapat lebih besar daripada bivarian tertinggi. R2 seharusnya tidak berkurang saat lebih banyak variabel bebas ditambahkan. R2adjusteddapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

R2adjusted= 1 – (1- R2)

3). MelakukanUji Statistik F

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap variabel dependen secara signifikan atau tidak.Uji F dideteksi dengan melihat nilai F-value, apabila F-value> F tabel, maka persamaan regresi tersebut bernilai signifikan. Uji F juga bias dideteksi dari nilai probabilitas F, apabila nilai probabilitas F lebih

kecil dari α = 0,05, maka persamaan regresi tersebut secara

signifikan mempengaruhi variabel dependen 4). Melakukan Uji Statistik T

Uji statistik T dilakukan untuk menguji masing-masing variabeldependen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel independen (Ghozali,2009). Uji signifikansi-t dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5%.

Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis

H01= Pengungkapan sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadapreputasi perusahaan

Ha1 = Pengungkapan sumber daya manusia berpengaruh terhadap reputasi perusahaan.

2. Menentukan tingkat signifikansi 3. Menentukan kriteria pengujian

a. Jika nilai probabilitas signifikansi (p) ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

b. Jika nilai probabilitas signifikansi (p) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak

4. Mengambilkeputusan

a. Jika nilai probabilitas signifikansi (p) ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

b. Jika nilai probabilitas signifikansi (p) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

5. Menarik kesimpulan

a. Jika Ha1 ditolak, maka pengungkapan sumber daya manusia tidak berpengaruh positif terhadap reputasi perusahaan

b. Jika Ha1 diterima, maka pengungkapan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap reputasi perusahaan

47

BAB IV

Dokumen terkait