BAB III. METODE PENELITIAN
3.5 Teknik Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dikatagorikan dan dianalisis baik secara kulitatif maupun kuantitatif. Data kualitatif digunakan agar dapat lebih menjelaskan permasalahan yang dibahas secara naratif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik stastistik.
Butir-butir yang dikumpulkan sebagai indikator gejala dan gangguan kecemasan yang telah diperoleh melalui adaptasi, interviu, proses grup, seleksi dan katagori dengan menggunakan Q-Sort akan menjadi butir-butir yang digunakan dalam proses ujicoba.
Selanjutnya hasil ujicoba alat ukur dianalisis dengan mengunakan teknik statistik, yakni (1) Validitas butir, (2) Reliabilita alat ukur, dan (3) Analisis Faktor.
3.6 Jadwal Kegiatan Penelitian
Penelitian ini mengumpulan butir-butir baru dengan proses item pool dan screening of item pool dan mereduksi butir-butir dengan metode Q-Sort. Item pekerjaan yang dilakukan dan jadwal pelaksanaannya dapat dilihat pada Barchat di bawah ini.
Tabel 4.1 Barchat Waktu Pelaksanaan Program Penelitian N
o
Jenis Pekerjaan
Bulan Ke Tugas
Penelit i Ke 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pembuatan Proposal X 1,2
2 Pembuatan pedoman wawancara
X 1,2
3 Melakukan Interviu X 1,2
4 Melakukan grup nominal dan Q-Sort
X X 1,2
5 Analisis dan Interpretasi Data
X X X X X 1,2
6 Seminar dan Laporan X 1
Catatan: Peneliti -1 = ketua peneliti; Peneliti-2 = anggota peneliti-
12 BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1. Hasil Uji Coba Alat Ukur
Uji coba alat ukur yang pertama dilaksanakan pada 406 atlet atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh sebanyakk 406 atlet. Adapun hasil pengujian alat ukur tersebut sebagai berikut.
4.1.1.Faktor Kognitif
Faktor kesatu atau faktor kognitif terdiri atas sebelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata butir yang sahih hanya sepuluh butir pernyataan.
Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian-total harus lebih besar atau sama dengan harga kritik korelasi rtobel. Harga rtobel diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat kebebasan (db) adalah N – 2, 406 – 2 pada peluang kesalahan 5%. Maka hanya sepuluh butir pernyataan pada faktor kesatu yang layak diikut sertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 20 (berfikir tentang hal tidak berhubungan ), 33 (tidak memperhatikan apa yang sedang berlangsung ), 2 (prihatin tentang tidak tampil baik ), 9 (pikiran negatif mengganggu konsentrasi ), 37 (khawatir tentang pencapaian tujuan), 53 ( takut kalah), dan 46 (gelisah). Sedangkan nomor urut 24 (memikirkan tentang tampil buruk) gugur, disebabkan nilai probabilitas lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kesatu hanya sepuluh butir pernyataan yang mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 18.519%, hal ini berarti sumbangan faktor kognitif terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 18.519%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini.
Tabel 4.1. Hasil perhitungan validitas butir faktor kognitif No No.
Butir
Butir P Status
1 20 Saya berpikir tidak akan mampu berkonsentrasi saat pertandingan.
.394 .000 .097 Sahih 2 12 Pikiran saya mengembara saat
pertandingan.
.375 .000 .097 Sahih
13
3 47 Saya menemukan diri saya berpikir tentang hal yang tidak berhubungan saat pertandingan.
.142 .004 .097 Sahih
4 33 Saya menemukan diri saya tidak memperhatikan apa yang sedang berlangsung.
.418 .000 .097 Sahih
5 2 Saya prihatin tentang tidak tampil baik saat pertandingan.
.583 .000 .097 Sahih
6 9 Pikiran-pikiran negatif
mengganggu konsentrasi saya saat pertandingan.
.419 .000 .097 Sahih
7 45 Saya menemukan penurunan konsentrasi karena kegugupan.
.523 .000 .097 Sahih 8 37 Saya khawatir tentang percapaian
tujuan saya tidak tercapai.
.561 .000 .097 Sahih
9 53 Saya takut kalah .419 .000 .097 Sahih
10 24 Saya memikirkan tentang tampil buruk saat pertandingan
.018 .724 .097 Gugur 11 46 Saya gelisah saat menghadapi
pertandingan
.480 .000 .097 Sahih
4.1.2. Faktor Afektif
Faktor kedua atau faktor afektif terdiri atas sebelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata butir yang sahih hanya tujuh butir pernyataan.
Kesahihan butir berdasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N – 2, 406 -2 pada peluang kesalahan 5%. Maka hanya tujuh butir pernyataan pada faktor kedua yang layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 3 (mudah jengkel), 14 (persimis), 25 (cepat putus asa), 30 (merasa terancam), 21 (sembrono), 44 (merasa malu), dan 48 ( memiliki keraguan diri). Sedangkan nomor 19 (merasa kehilangan energi), 42 (menjadi pendiam), 43 (banyak berbicara), dan 54 (merasa tidak nyaman) gurur, disebabkan nilai probabilitasi lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kedua hanya tujuh butir pernyataan yang mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 12.963%, hal ini berarti sumbangan faktor afektif terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 12.963%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini.
14
Tabel 4.2. Hasil perhitungan validitas butir faktor afektif No No.
Butir
Butir P Status
1 3 Saya mudah jengkel saat pertandingan.
.430 .000 .097 Sahih
2 54 Saya merasa tidak nyaman saat menghadapi pertandingan
-.015 .770 .097 Gugur
3 14 Saya persimis terhadap pertandingan.
.548 .000 .097 Sahih
4 25 Saya cepat putus asa saat pertandingan,apabila berada dalam keadaan tertekan.
.346 .000 .097 Sahih
5 43 Saya banyak berbicara saat menghadapi pertandingan
-.003 .952 .097 Gugur
6 30 Saya merasa terancam, jika lawan tanding terlalu tangguh.
.233 .000 .097 Sahih
7 42 Saya menjadi pendiam saat menghadapi pertandingan
.013 .801 .097 Gugur
8 21 Saya sembrono saat pertandingan. .502 .000 .097 Sahih
9 19 Saya merasa kehilangan energi saat pertandingan
-.010 .835 .097 Gugur
10 44 Saya merasa malu, jika dalam pertandingan saya kalah.
.368 .000 .097 Sahih 11 48 Saya memiliki keraguan diri saat
pertandingan,
.474 .000 .097 Sahih
4.1.3.Faktor Somatis
Faktor ketiga atau somatis terdiri atas enambelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata keenambelas butir pernyataan sahih. Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat kebebasan (db) adalah N – 2, 406 pada peluang kesalahan 5%. Maka keenambelas butir pernyataan pada faktor ketiga yang layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 11 (selera makan berlebihan), 1 (jantung berdebar-debar keras), 6 (mulut kering), 26 (selalu ingin buang air kecil), 22 (mengalami ketegangan), 31 (pernafasan tidak teratur), 40 (perut terasa sakit), 41 (sering minum air), 51 (kepala pening), 38 (cepat lelah), 10 (sering berkeringat berlebihan), 27 (gugup), 4 (kurang bergairah), 23 (berkeringat dingin), 34 (selera makan kurang), dan 49 (sukar tidur), disebabkan
15
nilai probabilitas lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor ketiga keenambelas butir pernyataan mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 29.630%, hal ini berarti sumbangan faktor somatis terhadap konstruk kecemsan olahraga sebesar 29.630%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini.
Tabel 4.3. Hasil perhitungan validitas butir faktor somatis No No. 11 10 Saya sering berkeringar berlebihan
saat menghadapi pertandingan
16
4.1.4.Faktor Motoris
Faktor keempat atau faktor motoris terdiri atas enambelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata butir yang sahih hanya tigabelas butir pernyataan. Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat kebebasan (db) adalah N – 2, 406 – 2 pada peluang kesalahan 5%. Maka hanya tigabelas butir pada faktor keempat yang layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 52 (raut muka dan dahi berkerut), 18 (gemetar), 13 (kaki berat), 35 (sering mengaruk-garuk kepala), 17 (mata sering berkedip-kedip, 39 (otot-otot sakit), 32 (sering jalan mondar-mandir), 36 (badan lesu), 15 (punggung sakit), 16 (leher dan tengkuk sakit), 28 (sering mengigit-gigit kuku jari-jari), 7 (tubuh tersa kaku), dan 29 (mengalami ketegangan oto (kram).
Sedangkan nomor urut 5 (sering mencabut-cabut rumput), 8 (sering mengatup graham), dan 50 (sering menggigit bibir) gugur, disebabkan nilai probalitas lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor keempat hanya tigabelas butir yang mampu mengkur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 24.074%, hal ini berarti sumbangan faktor motoris terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 24.074%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini.
Tabel 4.4. Hasil perhitungan validitas butir faktor motoris No No.
Butir
Butir P Status
1 5 Saya sering mencabut-cabut rumput saat menghadapi pertandingan
-330 .504 .097 Gugur
2 52 Raut muka dan dahi saya berkerut saat menghadapi pertandingan
.495 .000 .097 Sahih 3 8 Saya sering mengatup graham saat
menghadapi pertandingan
.048 .337 .097 Gugur 4 18 Saya gemetar saat menghadapi
pertandingan
.641 .000 .097 Sahih 5 13 Kaki saya berat saat menghadapi
pertandingan
.209 .000 .097 Sahih 6 35 Saya sering menggaruk-garuk
kepala saat menghadapi
.510 .000 .097 Sahih
17
pertandingan
7 17 Mata saya sering berkedip-kedip saat menghadapi pertandingan
.802 .000 .097 Sahih 8 39 Otot-otot saya sakit saat
menghadapi pertandingan
.610 .000 .097 Sahih 9 32 Saya sering jalan mondar-mandir
saat menghadapi pertandingan
.573 .000 .097 Sahih 10 36 Badan saya lesu saat menghadapi
pertandingan
.215 .000 .097 Sahih 11 15 Punggung saya sakit saat
menghadapi pertandingan
.689 .000 .097 Sahih 12 16 Leher dan tengkuk saya sakit saat
menghadapi pertandingan
.753 .000 .097 Sahih 13 28 Tubuh saya terasa kaku saat
menghadapi pertandingan
.698 .000 .097 Sahih 14 7 Saya sering menggigit-gigit kaku
jari-jari
.818 .000 .097 Sahih 15 29 Saya mengalami ketegangan otot
(kram) saat pertandingan
.787 .000 .097 Sahih 16 50 Saya sering menggigit bibir saat
menghadapi pertandingan
.029 .561 .097 Gugur
4.2. Reliabilitas Alat Ukur
Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, tujuan pengujian reliabilitas adalah untuk mengetahui stabilitas internal jawaban dalam satu faktor.
Hasil perhitungan koefisien reliabilitas (keterandalan) dilakukan dengan mengunakan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) (Nie,1975), dengan jumlah responden sebanyak 406 atlet. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan formula Space Saver menunjukkan, bahwa keempat faktor memiliki koefisien reliabilitas dengan antara 0.531 sampai dengan 0.856, sedangkan dengan db = 404 pada taraf signifikansi 5% diperoleh sebesar 0.097. Dengan program SPSS perhitungan koefisien reliabilitas diperoleh antara 0.531 sampai dengan 0.856. Harga atau 0.531 dengan demikian alat ukur tersebut akan memberikan hasil pengukuran yang handal atau dipercaya.
Rangkuman koefisien reliabilitas alat ukur kecemasan olahraga pada atlet atlet Komite Olahraga Nasional Provinsi dapat dilihat pada tabel 4.5 di bawah ini.
18
Faktor Cognitively (1) (10 butir)
Affectively (2) (7 butir)
Somatically (3) (16 butir)
Motorically (4) (13 butir)
Mean 29.761 22.495 44.719 28.269
Variance 12.153 5.717 15.486 35.262
Std Dev 3.486 2.391 3.935 5.938
N of Variables 10 7 16 13
Cases 406 406 406 406
Alpha 0.557 0.624 0.531 0.856
0.097 0.097 0.097 0.097
Status Andal Andal Andal Andal
Berdasarkan hasil pengolahan data di atas, dari 54 butir pernyataan ada delapan butir pernyataan yang tidak sahih. Dengan demikian delapan butir tersebut tidak diikutsertakan kedalam alat ukur penelitian, sehingga alat ukur penelitian ini hanya terdiri dari 46 butir pernyataan. Adapun nomor urut butir yang tidak diikutsertakan kedalam alat ukur penelitian ini yaitu, nomor urut 5 (sering mencabut-cabut rumput), 8 (sering mengatup graham),19 (merasa kehilangan energi), 24 (memikirkan tentang tampil buruk), 42 (menjadi pendiam), 43 (banyak bicara), 50 (sering menggigit bibir), dan 54 (merasa tidak nyaman). Kedelapan butir tersebut peluang kesalahan lebih besar dari 0.050. Sedangkan uji reliabilitas dengan menggunakan formula Space Saver menunjukkan, bahwa keempat faktor memiliki koefisien reliabilitas dengan antara 0.531 sampai dengan 0.856, sedangkan dengan db = 404 pada taraf sinifikan 5% didapatkan 0.041. Dengan demikian, ternyata keempat faktor memenuhi persyaratan yaitu yang berarti bahwa alat ukur tersebut akan memberikan hasil yang dapat dipercaya (andal)
Setelah diadakan uji coba pertama diperoleh 46 butir pernyataan dengan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Selanjutnya ke -46 butir pernyataan tersebut diujicobakan lagi kepada subjek yang lebih banyak, pada 1000 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Acehdi Provinsi Aceh.
Hasil dari uji coba tahap kedua alat ukur kecemasan olahraga dengan 1000 subjek pada atlet klub sepak bola Provinsi Aceh, selanjutnya dianalisis kembali. Hal
19
ini untuk menjawab apakah alat ukur kecemasan olaharaga yang dikembangkan pada atlet atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh dapat digunakan oleh atlet secara valid dan reliabel? Data hasil uji coba tahap kedua dianalisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan analisis factor.
4.3. Hasil dan Pembahasan Penelitian 4.3.1.Validitas Butir
Analisis validitas butir bertujuan untuk menguji apakah setiap butir benar-benar telah mengungkap faktor yang ingin diteliti. Untuk menentukan tingkat validitas suatu alat ukur dilakukan dengan cara menghitung koefisien korelasi bagian total. Uji signifikan dilakukan dengan cara membandingkan koefisien korelasi bagian total. Uji signifikan dilakukan dengan cara membandingkan koefisien korelasi bagian total dengan koefisien korelasi dari tabel. Kaidah pengujian adalah dengan derajat keabsahan (db) adalah N-2 (Hadi, 1991: 27). Dan juga kesahihan butir dapat didasarkan pada ketentuan peluang kesalahan butir harus lebih kecil dari 0.050. Hasil perhitungan validitas butir dilakukan dengan menggunakan program Statistical Package for Social Scienses (SPSS) (Nie, 1975). Uji coba Alat ukur kecemasan olahraga tahap kedua diterapkan pada subjek sebanyak 406 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh, menunjukkan hasil sebagai berikut.
a. Faktor Kognitif
Faktor kesatu atau faktor kognitif terdiri atas sepuluh butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata kesepuluh butir pernyataan ternyata sahih. Kesahihan butir berdasarkan pada ketentuan peluang kesalahan butir harus lebih kecil 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan
diperoleh sebesar 0.41 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N – 2, 406–2 pada peluang kesalahan 5%. Maka kesepuluh butir pernyataan pada faktor kesatu layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kesatu kesepuluh butir pernyataan mampu mengukur konstruk secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 21.739%, hal ini berarti sumbangan faktor kognitif terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 21.739%.
hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6 di bawah ini.
20
Tabel 4.6 Hasil perhitungan validitas butir faktor kognitif No No.
Butir
Butir P Status
1 20 Saya berpikir tidak akan mampu berkonsentrasi saat pertandingan.
.404 .000 .041 Sahih 2 12 Pikiran saya mengembara saat
pertandingan.
.330 .000 .041 Sahih 3 47 Saya menemukan diri saya berpikir
tentang hal yang tidak berhubungan saat pertandingan.
.280 .000 .041 Sahih
4 33 Saya menemukan diri saya tidak memperhatikan apa yang sedang berlangsung.
.318 .000 .041 Sahih
5 2 Saya prihatin tentang tidak tampil baik saat pertandingan.
.470 .000 .041 Sahih 6 9 Pikiran-pikiran negatif mengganggu
konsentrasi saya saat pertandingan.
.543 .000 .041 Sahih 7 45 Saya menemukan penurunan
konsentrasi karena kegugupan.
.641 .000 .041 Sahih 8 37 Saya khawatir tentang percapaian
tujuan saya tidak tercapai.
.576 .000 .041 Sahih
9 53 Saya takut kalah .412 .000 .041 Sahih
10 46 Saya gelisah saat menghadapi pertandingan
.508 .000 .041 Sahih
b. Faktor Afektif
Faktor kedua atau faktor afektif terdiri atas tujuh butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata ketujuh butir pernyataan tersebut sahih. Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan
. Harga diperoleh sebesar 0.041 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N- 2, 1000 -2 pada peluang kesalahan 5%. Maka ketujuh butir pernyataan pada faktor kedua layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kedua, ketujuh butir pernyataan mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 15.217%
hal ini berarti sumbangan faktor afektif terhadap konstruk kecemsan olahraga sebesar 15.217%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.7 dibawah ini
Tabel 4.7. Hasil perhitungan Validitas butir faktor afektif No No.
Butir
Butir P Status
1 3 Saya mudah jengkel saat pertandingan. .412 .000 .041 Sahih
21
2 14 Saya persimis terhadap pertandingan. .549 .000 .041 Sahih 3 25 Saya cepat putus asa saat
pertandingan,apabila berada dalam keadaan tertekan.
.449 .000 .041 Sahih
4 30 Saya merasa terancam, jika lawan tanding terlalu tangguh.
.233 .000 .041 Sahih 5 21 Saya sembrono saat pertandingan. .520 .000 .041 Sahih 6 44 Saya merasa malu, jika dalam
pertandingan saya kalah.
.331 .000 .041 Sahih 7 48 Saya memiliki keraguan diri saat
pertandingan,
.467 .000 .041 Sahih
c. Faktor Somatis
Faktor ketiga atau faktor somatis terdiri atas enambelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata keenambelas butir pernyataan sahih. Kesahihan butir berdasarkan pada nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.041 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N – 2, 1000 – 2 pada peluang kesalahan 5%. Maka keenambelas butir pernyataan pada faktor ketiga layak diikutsertakan dalan alat ukur penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor ketiga keenambelas butir pernyataan mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 4.783%, hal ini berarti sumbangan faktor somatis terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 34,783%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.8 dibawah ini.
Tabel 4.8. Hasil perhitungan validitas butir faktor somatis No No.
Butir
Butir P Status
1 11 Selera makan saya berlebihan saat menghadapi pertandingan
.695 .000 .041 Sahih 2 1 Jantung saya berdebar-debar keras saat
menghapai pertandingan
.3334 .000 .041 Sahih 3 6 Mulut saya kering saat menghadapi
pertandingan
.378 .000 .041 Sahih 4 26 Saya selalu ingin buang air kecil saat
menghadapi pertandingan
.569 .000 .041 Sahih 5 22 Saya mengalami ketegangan saat
menghadapi pertandingan
.632 .000 .041 Sahih 6 31 Pernafasan saya tidak teratur saat
menghadapi pertandingan
.376 .000 .041 Sahih 7 40 Perut saya terasa sakit saat
menghadapi pertandingan
.409 .000 .041 Sahih
22
8 41 Saya sering minum air saat menghadapi pertandingan
.728 .000 .041 Sahih 9 51 Kepala saya pening saat menghadapi
pertandingan
.589 .000 .041 Sahih 10 38 Saya cepat kelelahan saat menghadapi
pertandingan.
.614 .000 .041 Sahih 11 10 Saya sering berkeringar berlebihan
saat menghadapi pertandingan
.786 .000 .041 Sahih 12 27 Saya gugup saat menghadapi
pertandingan
.456 .000 .041 Sahih 13 4 Saya kurang bergairah saat
menghadapi pertandingan.
.534 .000 .041 Sahih 14 23 Saya berkeringat dingin saat
menghadapi pertandingan.
.825 .000 .041 Sahih 15 34 Selera makan saya kurang saat
menghadapi pertandingan.
.370 .000 .041 Sahih 16 49 Saya sukar tidur saat menjelang
pertandingan.
.215 .002 .041 Sahih
d. Faktor Motoris
Faktor keempat atau motoris terdiri atas tiga belas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata ketiga belas butir pernyataan sahih. Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.50, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.041 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N – 2, 1000 -2 pada peluang kesalahan 5%. Maka ketiga belas butir pada faktor keempat layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor keempat ketiga belas butir mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 28.261%, hal ini berarti sumbangan faktor motoris terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 28.261%.
Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.9 di bawah ini.
Tabel 4.9. Hasil perhitungan validitas butir faktor motoris No No. 2 18 Saya gemetar saat menghadapi
pertandingan.
.611 .000 .041 Sahih 3 13 Kaki saya berat saat menghadapi
pertandingan.
.325 .000 .041 Sahih 4 35 Saya sering menggaruk-garuk kepala saat
menghadapi pertandingan
.576 .000 .041 Sahih
23
5 17 Mata saya sering berkedip-kedip saat menghadapi pertandingan
.765 .000 .041 Sahih 6 39 Otot-otot saya sakit saat menghadapi
pertandingan.
.678 .000 .041 Sahih 7 32 Saya sering jalan mondar-mandir saat
menghadapi pertandingan.
.607 .000 .041 Sahih 8 36 Badan saya lesu saat menghadapi
pertandingan.
.319 .000 .041 Sahih 9 15 Punggung saya sakit saat menghadapi
pertandingan.
.668 .000 .041 Sahih 10 16 Leher dan tengkuk saya sakit saat
menghadapi pertandingan.
.595 .000 .041 Sahih 11 28 Tubuh saya merasa kaku saat menghadapi
pertandingan
.702 .000 .041 Sahih 12 7 Saya sering menggigit-gigit kuku jari-jari
tangan saat menghadapi pertandingan.
.823 .000 .041 Sahih 13 29 Saya mengalami ketegangan otot (kram)
saat pertandingan.
.786 .000 .041 Sahih
4.3.2. Reliabilitas Alat Ukur
Pengujian reliabilitas dilakukan dengan dengan menggunakan rumus Alpha Crombach, tujuan pengujian reliabilitas adalah untuk mengetahui stabilitas internal jawaban dalam satu faktor. Hasil pengujian koefeisien reliabilitas (keterandalan) dilakukan dengan menggunakan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) ( Nie, 1975), dengan jumlah responden sebanyak 1000 atlet. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan formula Space Saver menunjukkan, bahwa keempat faktor memiliki koefisien reliabilitas dengan α antara 0.631 sampai dengan 0.823, sedangkan , dengan db = 998 pada taraf signifikan 5% diperoleh sebesar 0.041. dengan program SPSS perhitungan koefisien reliabilitas diperoleh α antara 0.631 sampai dengan 0.823 . atau 0.631 0.041; dengan demikian alat ukur tersebut memberikan hasil pengkuran yang handal atau dapat dipercaya.
Rangkuman koefisien reliabilitas alat ukur kecemasan olahraga pada atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh dapat dilihat pada tabel 4.10. di bawah ini.
Tabel 4.10 Rangkuman reliability coefficients ( n = 406) Faktor Cognitively (1)
(10 butir)
24
N of Variables 10 7 16 13
Cases 1000 1000 1000 1000
Alpha 0.708 0.712 0.631 0.823
0.041 0.041 0.041 0.041
Status Andal Andal Andal Andal
a. Analisi Faktor
Salah satu pendekatan untuk menyeleksi dan mereduksi butir dalam penelitian ini analisis faktor. Sesuia pendapat Mutohir (1987:42) yang menjelaskan bahwa analisis faktor merupakan alat yang berguna untuk mencari variabel-variabel yang berkorelasi dan yang kurang berkorelasi dengan butir-butir kelompok (clusters) yang lain. Pendekatan ini digunakan ini digunakan untuk mengindetifikasi muatan faktor atau faktor loading dari setiap faktor aspek kecemasan olahraga. Santoso (2001:93) juga menyatakan bahwa proses analisis faktor mencoba menemukan hubungan (interrelationship) antara sejumlah variabel-variabel yang saling independen satu dengan yang lain sehingga bisa dibuat satu atau beberapa kumpulan variabel yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal. Teknik yang dapat digunakan dalam analisis faktor adalah teknik Principal Axis Faktoring dan Rotation Method Oblimin with Kaiser Normalization, untuk memilah sejumlah butir menjadi sejumlah skala (Mutohir, 1987:43). Dalam proses penganalisanya atau perhitungan menggunakan program Statistical Package for Social Sciences, SPSS, (Nie, 1975).
Analisis faktor merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan pemecahan masalah-masalah yang dibutuhkan pencapaian secara menyeluruh terhadap perilaku yang dipelajari. Salah satu penggunaan analisis faktor yang paling efektif adalah untuk menyusun indeks komposisi mengenai karakteristik suatu objek, dimana objek dapat berupa benda atau variabel atau perlakuan dalam percobaan (Gasper, 1992:576).
Analisis faktor dapat pula dipandang sebagai perluasan dari analisis komponen utama.Selain total tersebut, analisis komponem utama dan analisis faktor merupakan teknik analisis yang menjelaskan struktur hubungan di antara banyak variabel dalam sistem konkret (Gaspersz, 1992:421).
Adapun tujuan dari analisis faktor adalah menerangkan struktur hubungan diantara variabel yang diamati dengan jalan membandingkan beberapa faktor yang
25
jumlahnya lebih sedikit dari pada banyaknya variabel asal. Analisis faktor dilakukan untuk menguji kesesuaian sebuah faktor atau yang telah dihipotesiskan berdasarkan kelompok variabel atau indikator tertentu, secara teoritis dengan kata lain analisis faktor dilakukan untuk menguji kesesuaian model teoritis yang menurut variabel tak terukur yang telah dihipotesiskan. Melalui analisis faktor, selain menunjukkan tingkat validitas juga dapat diketahui jumlah faktor serta butir-butir yang dianggap valid yang mencerminkan karakteristik gejala-gejala serta ganguan-ganguan kecemasan olaharaga. Hasil analisis faktor dapat menjawab masalah faktor apa saja yang mencerminkan karakteristik gejala dan gangguan kecemasan olahraga.
Dalam analisis faktor prinsip utama adalah korelasi, maka asumsi-asumsi terkait dengan korelasi harus dipenuhi di antara : (1) besar korelasi atau korelasi antar Independen variabel harus cukup kuat, di atas 0.500, (2) besar korelasi parsial, korelasi antar dua variabel dengan menganggap tetap variabel yang lain, justru harus kecil. Pada SPSS, deteksi terhadap korelasi parsial diberikan lewat pilihan Anti-image Correlation, (3) pengujian seluruh matrix korelasi (korelasi antar variabel), yang diukur dengan besaran Bartlett’ Test of Sphericity atau Measure Sampling Adequacy (MSA). Pengujian ini mengharuskan adanya korelasi yang signifikan diantara paling sedikit beberapa variabel, dan (4) pada beberapa kasus, asumsi normalitas dari variabel-variabel atau faktor terjadi sebaiknya dipenuhi. (Santoso, 2002:95). Hasil proses penganalisisnya atau perhitungan menggunakan program Statistical Package for Social Scienses (sistematika pembahasan analisis faktor di bawah ini mengacu pada santoso, 2001) hasil perhitungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut.
b. Uji KMO and Bartlett’s Test
Uji KMO and Bartlett’ Test dilakukan untuk mengetahui apakah variabel dan sampel yang ada dapat dianalisis lebih lanjut atau tidak. Adapun hasil uji KMO and Bartlett’s test adalah 0.734 dengan signifikan 0.000. Oleh karena angka tersebut
Uji KMO and Bartlett’ Test dilakukan untuk mengetahui apakah variabel dan sampel yang ada dapat dianalisis lebih lanjut atau tidak. Adapun hasil uji KMO and Bartlett’s test adalah 0.734 dengan signifikan 0.000. Oleh karena angka tersebut