KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
L E M B A G A P E N E L I T I A N
DARUSSALAM - BANDA ACEH 23111
Gedung Kantor Pusat Administrasi Sayap SelatanLt. 2
Telp: 0651-7555262,7428680 Fax: 0651-7555261. E-mail: [email protected]. URL: www.lemlit-usk.net
D-Lemlit/SuratKeluar-2014/KL/RK
Nomor : 365/UN11.2/KL/2014 9 Mei 2014 Lampiran : 1 (satu) Eksemplar
Hal : Hasil Evaluasi Proposal Penelitian Insentif Hibah Pascasarjana Unsyiah Tahun 2014
Yth. Direktur Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala
Darussalam-Banda Aceh
Dengan hormat, bersama ini kami kirimkan Hasil Evaluasi Proposal Penelitian Insentif Hibah Pascasarjana Unsyiah Tahun 2014 pada Lembaga Penelitian Universitas Syiah Kuala.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon bantuannya untuk menginformasikan kepada dosen/peneliti dalam lingkungan unit kerja Saudara.
Demikian, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.
Ketua, dto
Prof. Dr. Ir. H. Hasanuddin, M.S.
Tembusan: NIP. 19601114 198603 1 001
Yth. Rektor Unsyiah
Hasil Evaluasi Proposal Penelitian Insentif Hibah Pascasarjana Unsyiah Tahun 2014 pada Lembaga Penelitian Universitas Syiah Kuala
No. No.
Prop Nama NIP Anggota Prodi
Pascasarjana Judul Biaya
Usulan Status
1 2989 Abubakar Hamzah 194405181974041001 Muhammad Nasir
Ilmu Ekonomi Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Ekspor Komoditas Kopi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah
30.000.000
Lulus
2 3012 Sofyan Syahnur 197005111997021001 Abubakar Hamzah
Ilmu Ekonomi Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Wisatawan Terhadap Manfaat Objek Wisata di Sabang dan Banda Aceh Menggunakan Travel Cost Method
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 6 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 2 Proposal 3 3039 Mohd. Din 196412311990021006 Mujibussalim Ilmu Hukum Pidana Badan Terhadap Nelayan Asing (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan
Negeri Sabang)
30.000.000
Lulus
4 3041 Dahlan 196704041993031004 Mohd. Din Ilmu Hukum Penjatuhan Hukuman Percobaan dalam Tindak Pidana Korupsi 30.000.000 Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 5 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 2 Proposal 5 2899 Sugito 196102151989031003 Sri Wahyuni Kesmavet Karakteristik Fisiologi Sapi Aceh yang Berubungan dengan Kemampuan Adaptasi Akibat
Perubahan Suhu Lingkungan
30.000.000
Lulus
6 2931 Nurliana 196905101995122001 Rini Safitri Kesmavet Kajian Penggunaan Irradiasi Sinar Gamma terhadap Kualitas dan Keamanan Mikrobiologis Selama Penyimpanan Sie Balu, Daging Kering Khas Aceh
30.000.000
Lulus
7 2942 Tongku Nizwan Siregar
196909011994031003 Sri Wahyuni Kesmavet Angka Konsepsi Inseminasi Buatan dan Insidensi Kematian Embrio Dini pada Sapi Aceh pada Kondisi Stres Panas Lingkungan
30.000.000
Gagal
8 2983 Teuku Reza Ferasyi
197307292002121001 Mustafa Sabri Kesmavet Epidemiologi infeksi helminthiasis dan pengaruhnya terhadap penurunan bobot tubuh sapi di wilayah dataran rendah dan dataran tinggi Aceh
30.000.000
Gagal
Jumlah Kuota Prodi : 2 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 4 Proposal 9 2973 Kartini Hasballah 195412221981032002 Endang
Mutiawati Rahayuningsih
Keperawatan Eksplorasi Kearifan Lokal Tanaman Obat Pada Pengobatan Patah Tulang Di Kabupaten Bireun
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 2 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 1 Proposal 10 3040 Bahrun 195908241987021001 Niswanto Administrasi
Pendidikan
POLARISASI PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
30.000.000
Lulus
11 3158 Murniati AR 196005071986022001 Nasir Usman Administrasi Pendidikan
Strategi kerjasama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan pada SMKN 3 Banda Aceh
30.000.000
Lulus
12 3154 Khairuddin 195903111985031002 Khairuddin Administrasi Pendidikan
Implementasi Manajemen Strategik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMAN Unggul di Banda Aceh (SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Lab School dan Fatih Bilingual School)
29.596.000
Lulus
Halaman: 1 dari 4
No. No.
Prop Nama NIP Anggota Prodi
Pascasarjana Judul Biaya
Usulan Status
13 3160 Nasir Usman 196012311985111003 Murniati AR Administrasi Pendidikan
Kepemimpinan dayah dalam meningkatkan kinerja personil pada Ma'hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 6 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 4 Proposal 14 3163 Sofyan 196008121986031002 Yunisrina
Qismullah Yusuf
Bahasa Inggris THE USE OF COLLABORATIVE STRATEGIC READING (CSR) IN TEACHING READING COMPREHENSION (An Experimental study to the first year student at MAN MODEL Banda Aceh)
28.471.000
Lulus
15 3164 Usman Kasim 195312091985031003 Sofyan Bahasa Inggris The Implementation of Semantic Mapping Strategy in Teaching Reading Comprehension (An Experimental Research at Mtsn Kuta Baro, Aceh Besar )
29.596.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 3 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 2 Proposal 16 3002 Wildan 196301221987031001 Mohd. Harun MPBSI Kearifan Lokal dalam Novel Sejarah: Kajian Intertekstual Novel Meurah Djohan, Putroe
Neng, dan Perempuan Keumala
30.000.000
Lulus
17 3085 Rajab Bahry 195512311985031230 Ramli MPBSI Karakter Masyarakat Gayo Ditinjau dari Peribahasa 30.000.000 Lulus
18 3025 Ramli 196312311988101001 Rajab Bahry MPBSI Kajian Kesantunan dalam Tindak Tutur: Studi pada SMP Fatih Bilingual School Banda Aceh
30.000.000
Gagal
Jumlah Kuota Prodi : 2 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 3 Proposal 19 2889 Abdullah 197402051999031004 Khairil Pendidikan Biologi Pengembangan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Biologi sesuai Kurikulum
2013 untuk Meningkatkan Hasil Belajar, Kreatifitas dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA
30.000.000
Lulus
20 2900 Cut Nurmaliah 196103171986032001 Khairil-Hafnati Rahmatan
Pendidikan Biologi Pengembangan Media dan Model pada Pembelajaran Biologi Berbasis Kurikulum 2013 Di SMA dan SMP
30.000.000
Lulus
21 2927 Safrida 198008052005012003 Abdullah-Mustafa Sabri
Pendidikan Biologi Potensi Pemanfaatan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera)dan Kedondong Pagar (Lannea coromandelica)Sebagai Antihiperglikemik dan Antihiperkolesterolemia
30.000.000
Lulus
22 2971 Hasanuddin 196407171990031004 Razali Pendidikan Biologi PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MELALUI IMPLEMENTASI LESSON STUDY DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR
30.000.000
Gagal
Jumlah Kuota Prodi : 3 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 4 Proposal 23 2981 Abdul Gani 196612051991031003 Saiful Pendidikan IPA IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN INKUIRI
TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS PADA SISWA SMA-MA
30.000.000
Lulus
24 2967 A. Halim 196401071990021001 Ibnu Khaldun Pendidikan IPA PENGEMBANGAN INSTRUMEN INDENTIFIKASI DAN METODE REMEDIASI MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH MENENGAH DAN PERGURUAN TINGGI
30.000.000
Lulus
25 3043 Ibnu Khaldun 196610101991021003 M. Hasan Pendidikan IPA Pengembangan Media Interaktif Berbasis Microsoft Excel Pada Materi Titrasi Asam- Basa Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Siswa SMA
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 3 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 3 Proposal
Halaman: 2 dari 4
No. No.
Prop Nama NIP Anggota Prodi
Pascasarjana Judul Biaya
Usulan Status
26 2923 Hajidin 195904201985031005 Nyak Amir Pendidikan Olahraga PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEMASAN OLAHRAGA 30.000.000 Lulus
27 2919 Nyak Amir 197411251999031002 Saifuddin Pendidikan Olahraga PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN JASMANI
30.000.000
Lulus
28 2917 Saifuddin 195805051987031005 Ahadin Pendidikan Olahraga PROFIL GURU PENDIDIKAN JASMANI KOTA BANDA ACEH 30.000.000 Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 3 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 3 Proposal 29 3155 Fajri 196009301986021001 Romano Agribisnis Pengelolaan Rantai Pasok dan Daya Saing Komoditas Kelapa Sawit di Pantai Barat
Aceh
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 1 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 1 Proposal 30 3009 Sabaruddin 196806101993031002 Helmi Agroteknologi Pertumbuhan dan Produktivitas Beberapa Varietas Padi Akibat Sistem Pengolahan
Tanah dan Penanaman pada Dua Musim Tanam Berbeda
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 1 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 1 Proposal 31 2947 Indra 196309071990021001 Muhammad
Nasir
Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu
Strategi Peningkatan Pendapatan Nelayan Kecil di Kota Banda Aceh 30.000.000 Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 1 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 1 Proposal 32 2951 Yusdar Zakaria 195301181977032001 Yurliasni Budidaya
Peternakan
Analisa Kualitas dan Tingkat Kemampuan Susu Fermentasi Casei Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol dan Menekan Pertumbuhan Bakteri Patogen
30.000.000
Gagal
Jumlah Kuota Prodi : 0 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 1 Proposal 33 3027 M. Faisal 197309061998021001 Mahidin Kimia Pembuatan asap cair dari cangkang sawit dan aplikasinya dalam produk pangan
sebagai pengawet alami
30.000.000
Lulus
34 2916 Darmadi 196603231993031003 Adisalamun Kimia Reduksi Lahan Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Dengan Sistem Kombinasi Secara Anaerob dan Menggunakan Advanced Oxidation Process Tanpa Dan
Berbantuan Radiasi Ultrasonik
29.997.500
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 2 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 2 Proposal 35 2876 Khairil 196610261990031001 Mahidin Mesin Pengembangan teknologi produksi Briket kokas (coke briquette) dengan menggunakan
material perekat berbasis dapat diperbaharui (renewable material)
30.000.000
Lulus
36 2936 Ahmad Syuhada 196108201987031002 Zahrul Fuadi Mesin Kajian Penggunaan Energi Surya Sebagai Penggerak Pompa Air-Tanah Untuk Pengairan Pertanian
30.000.000
Lulus
Jumlah Kuota Prodi : 2 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 2 Proposal 37 3018 Teuku Budi Aulia 196705291994031001 Mochammad
Afifuddin
Sipil Analisis Perbaikan dan Perkuatan Struktur Dengan Injeksi Epoxy Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Pada Balok Beton Bertulang Mutu Tinggi
30.000.000
Lulus
38 2918 Eldina Fatimah 196408281989032002 Ella Meilianda Sipil Rancang Bangun Pemecah Ombak Tipe Zigzag Berpori (NEASHOPOZAG)sebagai Alternatif Mitigasi Bencana Abrasi
29.992.000
Lulus
Halaman: 3 dari 4
No. No.
Prop Nama NIP Anggota Prodi
Pascasarjana Judul Biaya
Usulan Status
39 2875 Azmeri 197308201998032001 Ella Meilianda Sipil ANALISIS ZONA ANCAMAN BANJIR BANDANG PADA DAS KRUENG TENGKU KABUPATEN ACEH BESAR SEBAGAI MITIGASI BENCANA KERUNTUHAN BENDUNGAN ALAMI
30.000.000
Lulus
40 2935 Renni Angraini 197109231997022001 Irin Caisarina Sipil Tinjauan Pengaruh Komposisi Lalu Lintas Campuran terhadap Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang (EMP) dan Arus Jenuh Dasar di Simpang Bersinyal
30.000.000
Lulus
41 3038 Abdullah 196403211989031002 Safwan Sipil Analisis Tingkat Kerusakan Pada Komponen Bangunan Rumah Tinggal Akibat Gempa Takengon Di Kabupaten Bener Meriah
30.000.000
Lulus
42 2958 M. Isya 196204111989031002 Sofyan Sipil Model Tarikan Pergerakan Kendaraan ke Fasilitas Komersial Pusat Perbelanjaan dan Rumah Sakit
29.860.000
Lulus
43 2874 Mochammad Afifuddin
196409071989031003 Teuku Budi Aulia Sipil Evaluasi Respon Bangunan Beton Bertulang Akibat Beban Gempa Non Linear (Study kasus: Bangunan KPA dan Bangunan Perpustakaan Unsyiah)
30.000.000
Gagal
Jumlah Kuota Prodi : 6 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 7 Proposal 44 2940 Syamsidik 197502251999031001 Azmeri Unggulan Analisis Estimasi Waktu Penjalaran Tsunami Untuk Peningkatan Kesiapsiagaan
Masyarakat dan Pemerintah Kota Meulaboh
29.020.000
Lulus
Jumlah Kuota Unggulan : 4 Proposal Jumlah Proposal Masuk : 1 Proposal
Darussalam, 09 Mei 2014 Ketua,
Prof. Dr. Ir. H. Hasanuddin, MS NIP. 196011141986031001
Halaman: 4 dari 4
LAPORAN AKHIR
PROGRAM INSENTIF
HIBAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA TAHUN 2014
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEMASAN OLAHRAGA
Dr. HAJIDIN, M.Pd. NIDN: 0020045912 Dr. NYAK AMIR, M.Pd. NIDN: 0025117401
Dibiayai oleh Universitas Syiah Kuala, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Dalam Rangka Pelaksanaan Penelitian
Insentif Hibah Pascasarjana Unsyiah Tahun Anggaran 2014 No: 526/UN11/S/LK-PNBP/2014 tanggal 05 Juni 2014
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
NOVEMBER 2014
HALAMAN PENGESAHAN
Judul Penelitian : Pengembangan Alat Ukur Kecemasan Olahraga
Peneliti/Pelaksana
a. Nama Lengkap : Dr. Hajidin, M.Pd
b. NIP : 195904201985031005
c. NIDN : 0020045912
d. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala e. Jabatan Struktural : -
f. Program Studi : Program Studi Magister Pendidikan Olahraga g. Telpon/Faks/E-mail : 06517412657/[email protected]
Anggota Peneliti
a. Nama Lengkap : Dr. Nyak Amir, M.Pd.
b. NIP : 197411251999031002
c. NIDN : 0025117401
d. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala
e. Jabatan Struktural : Sekretaris Prodi Magister Pendidikan Olahraga f. Program Studi : Program Studi Magister Pendidikan Olahraga g. Telpon/Faks/E-mail : 06517412657/[email protected]
Perguruan Tinggi : Universitas Syiah Kuala
Tahun Pelaksanaan : Tahun ke 1 dari rencana 1 tahun Biaya Tahun Berjalan : Rp. 30.000.000,00
Biaya Keseluruhan : Rp. 30.000.000,00
Mengetahui, Darussalam, 26 November 2014 Ketua Program Studi, Ketua Peneliti,
Magister Pendidikan Olahraga
Dr. Saifuddin, M.Pd. Dr. Hajidin, M.Pd
NIP.195805051987031005 NIP. 195904201985031005
Menyetujui:
Ketua Lembaga Penelitian,
Prof. Dr. Ir. H. Hasanuddin, MS NIP. 196011141986031001
ii
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEMASAN OLAHRAGA
ABSTRAK
Permasalahan mendasar yang dihadapi oleh dunia olahraga di Indonesia dan juga Aceh, hingga dewasa ini adalah belum ada alat ukur kecemasan olahraga. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah mewujudkan alat ukur kecemasan olahraga dikembangkan menjadi skala kecemasan olahraga dapat digunakan oleh atlet secara valid dan reliabel.
Dengan prosedur pengembangan merancang satu model alat ukur kecemasan olahraga dengan mengambil dua kegiatan, yakni mengadaptasi instrumen sport anxiety scale dan pengumpulan butir-butir baru (item pool) meliputi empat langkah, yaitu (1) pengumpulan butir (item pool), (2) pemilihan butir-butir (screening of item pool), (3) penyusunan skala (contruction of scales), (4) pengujicobaan hasil. Yang menjadi Populasi atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh yang terdiri dari 30 Pengurus Cabang Olahraga yang setiap cabang di ambil 4 atlet dengan jumlah keseluruhan 125 atlet. Dengan rincian tahap interviu sebanyak 25, tahap grup nominal sebanyak 100 atlet, dan tahap Q-Sort sebanyak 8 orang ahli. Selanjutnya setelah butir terkumpul akan dilakukan ujicoba tahap pertama 406 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh. Hasil pengujiam validitas butir harga diperoleh sebesar 0.215 sampai 0.825, sedangkan tabel diberoleh sebesar 0.041 berdasarkan db = N – 2 yaitu 1000 – 2 = 989 dan peluang kesalahan 5% dengan demikian alat ukur kecemasan olahraga tersebut dinyatakan valid dengan tingkat validitas sedang. Hasil pen ujian reliabilitas alat ukur harga diperoleh sebesar 0,631 sampai 0.823, sedangkan harga diperoleh sebesar 0.041 atau α diisyaratkan lebih besar dari 0.500. Dengan demikian alat ukur kecemasan olahraga tersebut dinyatakan reliabel dengan tingkat relibilitas tinggi.
Kata Kunci: Pengembangan, Alat Ukur, Kecemasan
iii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN ... i
ABSTRAK ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Tujuan Penelitian ... 2
1.3 Urgensi (Keutamaan) Penelitian ... 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3
2.1 Karakteristik Kecemasan ... 3
2.2 Kecemasan Pertandingan ... 5
2.3 Perangkat Alat Ukur Kecemasan Olahraga ... 6
BAB III. METODE PENELITIAN ... 7
3.1 Jenis Penelitian ... . 7
3.2 Rancangan Penelitian ... 7
3.3 Populasi dan Sampel ... 8
3.4 Prosedur Pengembangan Alat ukur ... 9
3.5 Teknik Analisis Data ... 11
3.6 Jadwal Kegiatan Penelititan ... 11
BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 12
BAB V. PENUTUP ... 36
DAFTAR PUSTAKA ... 37
LAMPIRAN ... 39
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Puncak prestasi yang dicapai oleh seorang atlet di samping kemampuan fisik dan keterampilan juga sangat dipengaruhi faktor-faktor kejiwaan, khususnya mental atlet yang bersangkutan. Hal ini ditegaskan oleh Cratty (1993), bahwa prestasi tinggi hanya dapat dicapai dengan total mobilization of energy pada hakikatnya bukan meliputi mobilisasi aspek fisik saja tetapi juga menuntut mobilisasi aspek psikis. Di samping itu, Setyobroto (1989:44) juga menyatakan bahwa mental atlet perlu mendapat perhatian khusus dalam olahraga, sebab di samping mempengaruhi aspek-aspek kejiwaan yang lain (akal dan kehendak), juga mempengaruhi aspek-aspek fisiologisnya sehingga jelas akan berpengaruh terhadap peningkatan atau merosotnya prestasi atlet.
Aspek-aspek tersebut memiliki kedudukan yang sama-sama penting meskipun masing-masing aspek memiliki persentase yang berbeda sesuai dengan kondisi dan tingkat masing-masing individu. Walaupun memiliki kedudukan yang sama penting, tetapi aspek mental sering kali terabaikan.
Kecemasan merupakan gangguan emosi yang dapat menghambat proses atlet bertanding di lapangan. Atlet tidak dapat bertanding dengan baik, walaupun memiliki keterampilan yang baik, sering korban kecemasan. Atlet yang cemas lebih mudah gagal sekalipun memiliki keterampilan yang baik. Kecemasan akan menghambat kinerja. Studi terhadap lebih 3.600 orang, menemukan bahwa semakin mudah orang cemas, semakin buruklah kinerja mereka (Geleman, 1997).
Edelman (1992) mengutarakan bahwa kecemasan merupakan suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan tegang, prihatin, dan khwatir. Individu yang mengalami kecemasan merasa takut, khawatir, gelisah, tidak tenang dan prihatin akan terjadi sesuatu yang mengancam kehidupannya, tetapi individu tidak dapat mengatakannya.
Kecemasan merupakan suatu gejala yang dialami banyak orang saat di lapangan. Tanda-tanda kecemasan tampak pada diri orang yang menghadapi pertandingan dalam keadaan gelisah, takut, dan tegang yang sering disertai
2
symptom psikosomatis seperti otot tegang, otot gemetar, berkeringat, sakit kepala, sakit perut, respon kaget yang berlebihan-lebihan dan kerongkongan kering (Conger, 1991).
Berdasarkan uraian-uraian di depan, permasalahan yang dihadapi dunia olahraga di Indonesia hingga dewasa ini adalah belum adanya alat ukur yang baku yang dapat dipergunakan untuk mengukur tingkat kecemasan olahraga.
1.2 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mewujudkan alat ukur kecemasan olahraga dengan menguji alat ukur kecemasan olahraga pada atlet Komite Olahraga Nasional Provinsi Aceh yang dikembangkan menjadi skala kecemasan olahraga dapat digunakan oleh atlet secara valid dan reliabel.
1.3 Urgensi (Keutamaan) Penelitian
Hal ini mengingat sampai saat ini tampaknya belum ada alat ukur untuk mengukur tingkat kecemaan olahraga yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi dan dapat diterapkan dalam kontek olahraga Indonesia.
Oleh sebab itu, perlu dikembangkan suatu alat ukur yang baku sebagai alat ukur kecemasan olahraga yang dapat diterapkan dalam kontek olahraga Indonesia.
3 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Karakteristik Kecemasan
Kecemasan (anxiety) merupakan respom antisipatif seorang individu terhadap suatu situasi yang dianggap berbahaya dan mengancam dirinya pada waktu yang akan datang. Ancaman itu menimbulkan perasaan tidak menyenangkan yang ditandai dengan ketegangan perasaan yang diiringi perasaan takut, khawatir, dan gelisah sehingga individu merasa tidak mampu merespon bahaya tersebut secara wajar (Costin dan Draguns, 1989)
Kecemasan mempunyai rentangan dari yang paling adaptif (normal) sampai kepada yang paling maladaptif (abnormal). Kecemasan yang adaptif akan menjadikan individu mampu menyesuaikan diri dengan situasi atau peristiwa yang terjadi, bahkan mungkin dapat meningkatkan kemampuan atau prestasinya, sedangkan kecemasan maladaptif cenderung menggiring individu memiliki percaya diri yang rendah (Costin dan Draguns, 1989).
Kecemasan mempunyai dua sisi, yakni, kecemasan sebagai tanda (signal) dan kecemasan sebagai symptom. Kecemasan sebagai signal akan menyiagakan individu menghadapi bahaya yang mengancam dirinya, sedangkan kecemasan sebagai symptom merupakan ekspresi adanya gangguan terhadap operasi pertahanan individu. Kecemasan sebagai symptom menjadi dasar gangguan kepribadian individu.
Kecemasan adalah reaksi emosi terhadap suatu kondisi yang dipersepsikan mengancam (Anshel, 1997). Weinberg dan Gould (1995) menjelaskan bahwa kecemasan adalah keadaan emosi negatif yang ditandai oleh adanya perasaan khawatir, was-was, dan disertai dengan peningkatan kesiagaan. Kecemasan merupakan suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan, ditandai dengan perasaan tegang yang subjektif, keprihatinan, dan kekhawatiran. Keadaan yang tidak menyenangkan itu menjadikan individu merasa gelisah, khawatir, bingung, putus asa, lemas, merasa tidak berharga, merasa tidak berdaya, sehingga tidak
4
dapat merespon suatu situasi secara wajar. Tingkah lakunya maladaptif, disfungsional, tidak efektif, dan tidak produktif (Edelman: 1992).
Setiap individu mempunyai kecemasan fundamental yang sewaktu-waktu muncul menjelma dalam dirinya saat merespon suatu situasi yang dianggapnya membahayakan dan mengancam dirinya. Jika kecemasan sudah sangat intens dan mendalam, sehingga muncul perilaku maladaptif, maka kecemasan sudah merupakan simptom yang mengganggu kehidupan individu. Phares (1991) melukiskan kecemasan sebagai simptom sebagai berikut:
1. Individu menghadapi suatu situasi yang dirasa menyulitkan, menantang dan membahayakan sekaligus mengancam dirinya.
2. Individu memandang dirinya tidak mampu menyelesaikan tugas atau tidak mampu menghadapi situasi yang dianggapnya berbahaya.
3. Individu terpusat pada ancaman yang tidak diharapkan.
4. Individu mengantisipasi suatu kegagalan dan kehilangan harga diri.
5. Individu terlalu kuat menyalahkan dirinya.
Uraian Phares menunjukkan bahwa kecemasan lebih banyak terpusat pada komponen kognitif yang sifatnya intens, mendalam dan subjektif, yang kemudian mempengaruhi kehidupan emosi individu.
Kecemasan mempengaruhi aspek kepribadian individu, berkaitan dengan (a) kognitif (cognitively), (b) afektif (affaectively), (c) somatis (somatically), dan (d) motoris (motorically). Dari segi kognitif, kecemasan menimbulkan khawatir dan takut terhadap bayangan malapetaka, bahaya, dan ancaman yang akan menimpa diri individu. Dari segi perilaku motoris, kecemasan menimbulkan gerakan tidak terkontrol seperti gemetar, menggeliat, menggigit bibir, menggaruk- garuk kepala. Dari segi somatis, kecemasan mempengaruhi sistem saraf otonom yang ditandai dengan mulut kering, nafas tersengal-sengal, jantung berdebar keras, ketegangan otot, tangan dan kaki terasa dingin, berkeringat dan lain-lain.
Dari segi afektif, kecemasan mengakibatkan perasaan tegang, tidak nyaman, khawatir, murung dan sebagainya (Corsini dan Wedding, 1989). Davidson dikutip dalam Hardy, Jones dan Gould (1996:17) mengemukakan bahwa ada sedikitnya
5
empat jenis kecemasan yang bisa dialami: (a) kecemasan kognitif belahan kiri, (b) kecemasan kognitif belahan kanan, dan (d) kecemasan somatik belahan kanan.
Dari beberapa pengertian kecemasan yang telah diuraikan di depan, maka dapat dirangkumkan pengertian kecemasan, yakni kecemasan adalah suatu reaksi emosional yang negatif terhadap suatu kondisi yang dipersepsikan berbahaya dan mengancam, sehingga timbul perasaan khawatir dan tegang.
2.2. Kecemasan Pertandingan
Kecemasan yang timbul saat pertandingan merupakan reaksi emosional yang negatif pada atlet apabila rasa harga dirinya merasa terancam. Hal ini terjadi apabila atlet yunior menganggap pertandingan sebagai tantangan yang berat untuk dapat sukses, mengingat kemampuan penampilannya, dan dalam keadaan seperti ini atlet lebih memikirkan akibat dari kekalahannya. Kecemasan akan selalu terjadi pada diri individu apabila sesuatu yang diharapkan mendapat tantangan, sehingga kemungkinan tidak tercapainya harapan tersebut menghantui pemikirannya. Kecemasan adalah suatu ketegangan emosional, yang akhirnya berpengaruh terhadap proses-proses psikologik maupun proses fisiologik.
Kecemasan pertandingan adalah perasaan khawatir, gelisah dan tidak tenang dengan menganggap pertandingan sebagai sesuatu yang membahayakan (Marthens, Vealey dan Burton, 1990). Unsur yang paling dominan menyebabkan kecemasan adalah unsur kognitif yakni kekhawatiran dan pikiran negatif yang menganggap pertandingan dapat mengancam posisi atlet. Kecemasan menggambarkan perasaan atlet bahwa sesuatu yang tidak dikehendaki akan terjadi. Hal yang tidak dikehendaki misalnya atlet tampil buruk, lawannya dipandang demikian superior, atlet akan mengalami kekalahan, kekalahan menyebabkan dirinya dicemooh oleh teman-teman dan seterusnya membentuk kekhawatiran berantai, kondisi ini memberikan dampak yang sangat tidak menguntungkan pada atlet, apa lagi jika rasa percaya diri atlet kurang tinggi. Atlet cenderung tampil kaku, bingung, dan gerakan-gerakannya menjadi kurang terkontrol dengan baik.
6
Kecemasan pertandingan menjadi suatu masalah yang memerlukan jalan keluar. Jones dan Hardy (1990) mengemukakan pertandingan olah raga berlangsung dalam suatu lingkungan yang sangat menekan sehingga kemampuan untuk mengatasi tekanan sangat penting. Para atlet boleh menggunakan berbagai strategi dan keterampilan untuk memungkinkan mengatasi situasi-situasi tersebut.
Gunarsa (1996) menyatakan bahwa untuk membantu mengatasi atlet yang mengalami kecemasan bisa digunakan pendekatan konseling yang sesuai dengan karakteristik atlet tersebut ataupun dengan permasalahannya. Selanjutnya juga Setyobroto (1993:82) menyatakan bahwa untuk membantu memecahkan masalah kecemasan yang dihadapi atlet, dapat digunakan pendekatan psikologis dengan terapi konseling. Suinn (1990) menyarankan supaya atlet diberi program konseling yang mengajarkan strategi untuk mengatasi kecemasan. Kecemasan pertandingan merupakan gangguan emosi yang dihadapi atlet. Konseling sangat berperan dalam membantu atlet yang mengalami gangguna emosi, dengan memberikan konseling berdasarkan pendekatan yang dapat dilaksanakannya.
Salah satu pendekatan tersebut adalah teknik Rational Emotive Behaviour Therapy.
Dari beberapa pengertian kecemasan olah raga yang telah diuraikan di depan, maka dapat dirangkumkan pengertian kecemasan olahraga, yakni kecemasan olahraga adalah suatu reaksi emosional yang negatif pada atlet apabila menganggap pertandingan sebagai tantangan yang berat untuk sukses.
2.3. Perangkat Alat Ukur Kecemasan Olahraga
Adapun beberapa alat ukur kecemaan olahraga yang telah dikembangakan untuk mengukur kecemaan olahraga diantaranya.
1. Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang dikembangkan tahun 195. Test ini terdiri 50 item dengan alternatif jawaban ya/tidak. Juga dikembangkan versi anak-anak yaitu CMAS (Childen Manisfest Anxiety Scale)
2. Autonomi Perception Questionaire (APQ) dikembangkan oleh Mendler dan Urviller (1959) yang terdiri atas 3 bagaian.
7
3. Affective Adjective (AACL) dikembangkan Zuckerman (1960) yang terdiri atas 21 item (11 item digolongkan sebagai kecemasan yang positif, 10 item sebagai kecemaan yang negatif.
4. Activation Deactivation Chekclist (AD-ACL) dikembangkan Thayer (1967) untuk mengukur aktivita melalui 4 dimensi yang independen.
5. Trait Anxiety Inventory (TAI) yang dikembangkan oleh Spielberger, Gorsuch, dan Lushene (1970) untuk mengukur general non-transitory anxiety, tes ini terdiri atas 20 item.
6. Sport Competitetion Test (SCAT) yang dikenal untuk anak-anak dan untuk dewasa. Merupakan modifikasi dari TAI yang dikembangkan oleh Martens, yang terdiri 15 item jawaban dalam bentuk 3skala likert.
7. State Anxiety Inventory (SAI) dikembangkan Spielberger (1970) SAI dan TAI untuk trait-A dianggap sebagai tes pasangan. Terdiri atas 21 pertanyaan yang digunkan 4 tipe skala Likert
8. Competitive State Anxiety Inventory I (CSA I) yang dikembangkan Spielberger (1970) 5 item dari 20 item SAI dipakai Sub-skala.
9.Competitive State Anxiety Inventory II (CSA II) yang dikembangkan Martens, Burton, Vealey, Smith, dan Bump (1981) untuk mengukur aspek State-A yang multidimensional pada kompetisi, yang terdiri atas 27 item dan jawab dalam bentuk 4 skala Likert.
10. Mengingat kebutuhan yang jelas bagi suatu ukuran multidimensional dari kecemaan kompetisi olahraga yang membedakan antara aspek kognitif dan somatik dari konsep tersebut. Smith, Smoll, dan Schuts (1990) mengembangkan skala kecemasan olahraga (sport Anxiety Scale, SAS).
8 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian, yaitu pengembangan alat ukut kecemasan olahraga, maka jenis penelitian ini tergolong penelitian pengembangan dengan teknik survey, interviu dan metode Q-Sort. Hal ini sesuai dengan pendapat Richey, Rita dan Nelson (1996) bahwa penelitian pengembangan merupakan studi yang sistematis tentang perencanaan, pengembangan, pengevaluasian, proses, dan produk yang harus memiliki kriteria konsisten internal dan keefektifan.
3.2. Rancangan Penelitian
Dengan memperhatikan permasalahan dan tujuan penelitian, maka diperlukan rancangan penelitian. Adapun rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan dengan teknik survey, interviu dan metode Q-Sort. Adapun kerangka kerja pelaksanaan penelitian seperti yang terdapat pada gambar 3.1. di bawah ini.
Prosedur Pengembangan skala
kecemasan olahraga
Pengumpulan butir- butir baru Adaptasi Instrumen
kecemaan yang ada
1.Item pool
2.Screening of Item Pool Konsultasi Ahli
Butir-butir baru Butir-butir Hasil
Adaptasi
Mereduksi butir-butir dengan Q-Sort
Ujicoba 1 dan 2 Butir-butir yang dipakai
untuk skala
Analisis validasi Analisis reliabilitas
Analisis faktor Validasi dan reliabel
yang menjadi butir skala
Kontruksi Skala Kecemasan Olahraga
9
3.3. Populasi dan Sampel
Yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh yang terdiri dari 30 Pengurus Cabang Olahraga yang setiap cabang di ambil 4 atlet dengan jumlah keseluruhan 125 atlet. Dengan rincian tahap interviu sebanyak 25, tahap grup nominal sebanyak 100 atlet, dan tahap Q-Sort sebanyak 8 orang ahli. Selanjutnya setelah butir terkumpul akan dilakukan ujicoba tahap pertama 406 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh.
3.4. Prosedur Pengembangan Alat Ukur Kecemaan Olaheaga
Untuk mengembangan kecemasan olahraga, peneliti mengambil dua langkah kegiatan, yakni mengadaptasi instrumen sport anxiety scale yang dikembangakan oleh Smith, Smoll, dan Schutz (1990) dan pengumpulan butir-butir baru (item pool) meliputi empat langkah, yaitu (1) pengumpulan butir (item pool), (2) pemilihan butir-butir (screening of item pool), (3) penyusunan skala (contruction of scales), dan (4) pengujicobaan hasil. Hasil kedua kegiatan ini kemudian digabungkan untuk menjadi suatu alat ukur kecemasan olahraga. Alat ukur tersebut dikembangkan menjadi empat dimensi, yakni (1) dimensi kognitif, (b) dimensi afektif, (c) dimensi somatis, dan (d) dimensi motorik. Pengembangan ini mengacu kepada Costin (1989) yang mengemukakan, bahwa kecemasan mempengaruhi aspek kepribadian individu yang bersifat: (a) kognitif (cognitively), (b) afektif (affectively), (c) somatis (somatically), dan (d) motoris (motorically). Adapun proses pengembangan alat ukur kecemasan olahraga meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
3.4.1. Adaptasi Instrumen
Dalam upaya proses adaptasi instrumen Sport Anxiety Scale yang dikembangkan oleh Smith, Smoll, dan Schutz (1990) Peneliti menempuh langkah-langkah sebagai berikut: (a) menerjemahkan instrumen tersebut dalam bahasa Indonesia dan mengkonsultasikan kepada ahli.
3.4.2. Pengumpulan Butir-butir Baru (Item Pool)
Pengumpulan butir-butir dilakukan sebagaimana yang dikembangkan Mutohir (1986,1987, 1994) yang meliputi empat tahap, yaitu (1) pengumpulan butir (item pool), (2) pemilihan butir-butir (screening of item pool), (3) penyusunan skala (contruction of
10
scales), (4) pengujicobaan hasil. Adapun langkah-langkah pengumpulan butir baru sebagai berikut.
a. Teknik Wawancara
Pengumpulan butir-butir baru dilakukan melalui teknik wawancara sebagai studi pendahuluan yang dilakukan pada 20 orang atlet untuk memperoleh sejumlah gejala dan gangguan yang di alami atlet saat menghadapi pertandingan dicatat dan dijadikan untuk melengkapi teknik proses grup nominal.
b.Teknik Proses Grup nominal
Proses grup nominal dilakukan pada atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh sebanyak 100 atlet atau 20 persen keseluhan atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam proses grup nominal untuk pengumpulan butir sebagaimana yang dikembangkan Mutohir (1987) dengan melakukan penyederhanaan sebagai berikut: (a) para atlet dikumpulkan dalam suatu ruangan dan mareka masing-masing diminta untuk menulis pada kertas yang telah disediakan tentang gejala dan gangguan yang dialami atlet saat menghadapi pertandingan, (b) hasil adaptasi dan hasil wawancara dengan atlet dilemparkan dalam proses grup nominal. Peneliti bersama dengan anggota grup Q-sort mengklasifikasikan butir-butir yang diindentifikasi menurut empat dimensi yang telah ditentukan.
c.Pemilihan Butir-butir
Sesuai dengan yang dikembangkan Mutohir (1986,1987, 1994) proses pemilihan butir-butir (screening process of item pool) dilakukan untuk mereduksi butir-butir yang mencerminkan gejala dan gangguan kecemasan olahraga. Untuk seleksi butir dilakukan dengan kegiatan Q-Sort dan analisis faktor. Kegiatan Q-Sort dilakukan melalui pengumpulan setiap butir dan ditulis dalam kertas ukuran 5 x 5.
3.4.3. Penyusunan Skala (Construction of Scales)
Penyusunan skala faktorial validity (dismensionality) instrumen dilakukan untuk memecahkan masalah mengenai faktor-faktor utama yang merupakan gejala dan gangguan kecemaan olahraga menurut atlet. Kegiatan penyusunan skala untuk mengungkapkan tingkat kecemasan olahraga meliputi: (1) validitas butir, (2) reliabilitas alat ukur, (3) analisis faktor, dan (4) angket.
11
Karena alat ukur kecemasan olahraga yang dikembangkan diharapkan dapat ber fungsi sebagai diagnotic feedback, maka alat ukur tersebut memuat butir yang sifatnya spesifik dan luas cakupannya serta dapat mengukur gejala dan gangguan yang dialami atlet pada saat bertanding. Oleh sebab itu alat ukur tersebut dibuat melalui prosedur- prosedur tertentu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, baik adaptasi, pengumpulan butir, seleksi butir, ujicoba dan penyusunan skala penilai.
3.5.Teknik Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dikatagorikan dan dianalisis baik secara kulitatif maupun kuantitatif. Data kualitatif digunakan agar dapat lebih menjelaskan permasalahan yang dibahas secara naratif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik stastistik.
Butir-butir yang dikumpulkan sebagai indikator gejala dan gangguan kecemasan yang telah diperoleh melalui adaptasi, interviu, proses grup, seleksi dan katagori dengan menggunakan Q-Sort akan menjadi butir-butir yang digunakan dalam proses ujicoba.
Selanjutnya hasil ujicoba alat ukur dianalisis dengan mengunakan teknik statistik, yakni (1) Validitas butir, (2) Reliabilita alat ukur, dan (3) Analisis Faktor.
3.6 Jadwal Kegiatan Penelitian
Penelitian ini mengumpulan butir-butir baru dengan proses item pool dan screening of item pool dan mereduksi butir-butir dengan metode Q-Sort. Item pekerjaan yang dilakukan dan jadwal pelaksanaannya dapat dilihat pada Barchat di bawah ini.
Tabel 4.1 Barchat Waktu Pelaksanaan Program Penelitian N
o
Jenis Pekerjaan
Bulan Ke Tugas
Penelit i Ke 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pembuatan Proposal X 1,2
2 Pembuatan pedoman wawancara
X 1,2
3 Melakukan Interviu X 1,2
4 Melakukan grup nominal dan Q-Sort
X X 1,2
5 Analisis dan Interpretasi Data
X X X X X 1,2
6 Seminar dan Laporan X 1
Catatan: Peneliti -1 = ketua peneliti; Peneliti-2 = anggota peneliti-
12 BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1. Hasil Uji Coba Alat Ukur
Uji coba alat ukur yang pertama dilaksanakan pada 406 atlet atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh sebanyakk 406 atlet. Adapun hasil pengujian alat ukur tersebut sebagai berikut.
4.1.1.Faktor Kognitif
Faktor kesatu atau faktor kognitif terdiri atas sebelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata butir yang sahih hanya sepuluh butir pernyataan.
Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian-total harus lebih besar atau sama dengan harga kritik korelasi rtobel. Harga rtobel diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat kebebasan (db) adalah N – 2, 406 – 2 pada peluang kesalahan 5%. Maka hanya sepuluh butir pernyataan pada faktor kesatu yang layak diikut sertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 20 (berfikir tentang hal tidak berhubungan ), 33 (tidak memperhatikan apa yang sedang berlangsung ), 2 (prihatin tentang tidak tampil baik ), 9 (pikiran negatif mengganggu konsentrasi ), 37 (khawatir tentang pencapaian tujuan), 53 ( takut kalah), dan 46 (gelisah). Sedangkan nomor urut 24 (memikirkan tentang tampil buruk) gugur, disebabkan nilai probabilitas lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kesatu hanya sepuluh butir pernyataan yang mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 18.519%, hal ini berarti sumbangan faktor kognitif terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 18.519%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini.
Tabel 4.1. Hasil perhitungan validitas butir faktor kognitif No No.
Butir
Butir P Status
1 20 Saya berpikir tidak akan mampu berkonsentrasi saat pertandingan.
.394 .000 .097 Sahih 2 12 Pikiran saya mengembara saat
pertandingan.
.375 .000 .097 Sahih
13
3 47 Saya menemukan diri saya berpikir tentang hal yang tidak berhubungan saat pertandingan.
.142 .004 .097 Sahih
4 33 Saya menemukan diri saya tidak memperhatikan apa yang sedang berlangsung.
.418 .000 .097 Sahih
5 2 Saya prihatin tentang tidak tampil baik saat pertandingan.
.583 .000 .097 Sahih
6 9 Pikiran-pikiran negatif
mengganggu konsentrasi saya saat pertandingan.
.419 .000 .097 Sahih
7 45 Saya menemukan penurunan konsentrasi karena kegugupan.
.523 .000 .097 Sahih 8 37 Saya khawatir tentang percapaian
tujuan saya tidak tercapai.
.561 .000 .097 Sahih
9 53 Saya takut kalah .419 .000 .097 Sahih
10 24 Saya memikirkan tentang tampil buruk saat pertandingan
.018 .724 .097 Gugur 11 46 Saya gelisah saat menghadapi
pertandingan
.480 .000 .097 Sahih
4.1.2. Faktor Afektif
Faktor kedua atau faktor afektif terdiri atas sebelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata butir yang sahih hanya tujuh butir pernyataan.
Kesahihan butir berdasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N – 2, 406 -2 pada peluang kesalahan 5%. Maka hanya tujuh butir pernyataan pada faktor kedua yang layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 3 (mudah jengkel), 14 (persimis), 25 (cepat putus asa), 30 (merasa terancam), 21 (sembrono), 44 (merasa malu), dan 48 ( memiliki keraguan diri). Sedangkan nomor 19 (merasa kehilangan energi), 42 (menjadi pendiam), 43 (banyak berbicara), dan 54 (merasa tidak nyaman) gurur, disebabkan nilai probabilitasi lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kedua hanya tujuh butir pernyataan yang mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 12.963%, hal ini berarti sumbangan faktor afektif terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 12.963%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini.
14
Tabel 4.2. Hasil perhitungan validitas butir faktor afektif No No.
Butir
Butir P Status
1 3 Saya mudah jengkel saat pertandingan.
.430 .000 .097 Sahih
2 54 Saya merasa tidak nyaman saat menghadapi pertandingan
-.015 .770 .097 Gugur
3 14 Saya persimis terhadap pertandingan.
.548 .000 .097 Sahih
4 25 Saya cepat putus asa saat pertandingan,apabila berada dalam keadaan tertekan.
.346 .000 .097 Sahih
5 43 Saya banyak berbicara saat menghadapi pertandingan
-.003 .952 .097 Gugur
6 30 Saya merasa terancam, jika lawan tanding terlalu tangguh.
.233 .000 .097 Sahih
7 42 Saya menjadi pendiam saat menghadapi pertandingan
.013 .801 .097 Gugur
8 21 Saya sembrono saat pertandingan. .502 .000 .097 Sahih
9 19 Saya merasa kehilangan energi saat pertandingan
-.010 .835 .097 Gugur
10 44 Saya merasa malu, jika dalam pertandingan saya kalah.
.368 .000 .097 Sahih 11 48 Saya memiliki keraguan diri saat
pertandingan,
.474 .000 .097 Sahih
4.1.3.Faktor Somatis
Faktor ketiga atau somatis terdiri atas enambelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata keenambelas butir pernyataan sahih. Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat kebebasan (db) adalah N – 2, 406 pada peluang kesalahan 5%. Maka keenambelas butir pernyataan pada faktor ketiga yang layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 11 (selera makan berlebihan), 1 (jantung berdebar-debar keras), 6 (mulut kering), 26 (selalu ingin buang air kecil), 22 (mengalami ketegangan), 31 (pernafasan tidak teratur), 40 (perut terasa sakit), 41 (sering minum air), 51 (kepala pening), 38 (cepat lelah), 10 (sering berkeringat berlebihan), 27 (gugup), 4 (kurang bergairah), 23 (berkeringat dingin), 34 (selera makan kurang), dan 49 (sukar tidur), disebabkan
15
nilai probabilitas lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor ketiga keenambelas butir pernyataan mampu mengukur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 29.630%, hal ini berarti sumbangan faktor somatis terhadap konstruk kecemsan olahraga sebesar 29.630%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini.
Tabel 4.3. Hasil perhitungan validitas butir faktor somatis No No.
Butir
Butir P Status
1 11 Selera makan saya berlebihan saat menghadapi pertandingan
.695 .000 .097 Sahih 2 1 Jantung saya berdebar-debar keras
saat menghapai pertandingan
-.287 .000 .097 Sahih 3 6 Mulut saya kering saat
menghadapi pertandingan
.343 .000 .097 Sahih 4 26 Saya selalu ingin buang air kecil
saat menghadapi pertandingan
.496 .000 .097 Sahih 5 22 Saya mengalami ketegangan saat
menghadapi pertandingan
.613 .000 .097 Sahih 6 31 Pernafasan saya tidak teratur saat
menghadapi pertandingan
-.250 .000 .097 Sahih 7 40 Perut saya terasa sakit saat
menghadapi pertandingan
.398 .000 .097 Sahih 8 41 Saya sering minum air saat
menghadapi pertandingan
.746 .000 .097 Sahih 9 51 Kepala saya pening saat
menghadapi pertandingan
-.545 .000 .097 Sahih 10 38 Saya cepat kelelahan saat
menghadapi pertandingan.
.614 .000 .097 Sahih 11 10 Saya sering berkeringar berlebihan
saat menghadapi pertandingan
.785 .000 .097 Sahih 12 27 Saya gugup saat menghadapi
pertandingan
.176 .000 .097 Sahih 13 4 Saya kurang bergairah saat
menghadapi pertandingan.
.511 .000 .097 Sahih 14 23 Saya berkeringat dingin saat
menghadapi pertandingan.
.825 .000 .097 Sahih 15 34 Selera makan saya kurang saat
menghadapi pertandingan.
.176 .000 .097 Sahih 16 49 Saya sukar tidur saat menjelang
pertandingan.
.150 .002 .097 Sahih
16
4.1.4.Faktor Motoris
Faktor keempat atau faktor motoris terdiri atas enambelas butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata butir yang sahih hanya tigabelas butir pernyataan. Kesahihan butir didasarkan pada ketentuan nilai probabilitas butir harus lebih kecil dari 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan . Harga diperoleh sebesar 0.097 berdasarkan derajat kebebasan (db) adalah N – 2, 406 – 2 pada peluang kesalahan 5%. Maka hanya tigabelas butir pada faktor keempat yang layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian, yaitu nomor urut 52 (raut muka dan dahi berkerut), 18 (gemetar), 13 (kaki berat), 35 (sering mengaruk-garuk kepala), 17 (mata sering berkedip-kedip, 39 (otot-otot sakit), 32 (sering jalan mondar-mandir), 36 (badan lesu), 15 (punggung sakit), 16 (leher dan tengkuk sakit), 28 (sering mengigit-gigit kuku jari-jari), 7 (tubuh tersa kaku), dan 29 (mengalami ketegangan oto (kram).
Sedangkan nomor urut 5 (sering mencabut-cabut rumput), 8 (sering mengatup graham), dan 50 (sering menggigit bibir) gugur, disebabkan nilai probalitas lebih besar dari 0.050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor keempat hanya tigabelas butir yang mampu mengkur konstruknya secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 24.074%, hal ini berarti sumbangan faktor motoris terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 24.074%. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini.
Tabel 4.4. Hasil perhitungan validitas butir faktor motoris No No.
Butir
Butir P Status
1 5 Saya sering mencabut-cabut rumput saat menghadapi pertandingan
-330 .504 .097 Gugur
2 52 Raut muka dan dahi saya berkerut saat menghadapi pertandingan
.495 .000 .097 Sahih 3 8 Saya sering mengatup graham saat
menghadapi pertandingan
.048 .337 .097 Gugur 4 18 Saya gemetar saat menghadapi
pertandingan
.641 .000 .097 Sahih 5 13 Kaki saya berat saat menghadapi
pertandingan
.209 .000 .097 Sahih 6 35 Saya sering menggaruk-garuk
kepala saat menghadapi
.510 .000 .097 Sahih
17
pertandingan
7 17 Mata saya sering berkedip-kedip saat menghadapi pertandingan
.802 .000 .097 Sahih 8 39 Otot-otot saya sakit saat
menghadapi pertandingan
.610 .000 .097 Sahih 9 32 Saya sering jalan mondar-mandir
saat menghadapi pertandingan
.573 .000 .097 Sahih 10 36 Badan saya lesu saat menghadapi
pertandingan
.215 .000 .097 Sahih 11 15 Punggung saya sakit saat
menghadapi pertandingan
.689 .000 .097 Sahih 12 16 Leher dan tengkuk saya sakit saat
menghadapi pertandingan
.753 .000 .097 Sahih 13 28 Tubuh saya terasa kaku saat
menghadapi pertandingan
.698 .000 .097 Sahih 14 7 Saya sering menggigit-gigit kaku
jari-jari
.818 .000 .097 Sahih 15 29 Saya mengalami ketegangan otot
(kram) saat pertandingan
.787 .000 .097 Sahih 16 50 Saya sering menggigit bibir saat
menghadapi pertandingan
.029 .561 .097 Gugur
4.2. Reliabilitas Alat Ukur
Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, tujuan pengujian reliabilitas adalah untuk mengetahui stabilitas internal jawaban dalam satu faktor.
Hasil perhitungan koefisien reliabilitas (keterandalan) dilakukan dengan mengunakan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) (Nie,1975), dengan jumlah responden sebanyak 406 atlet. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan formula Space Saver menunjukkan, bahwa keempat faktor memiliki koefisien reliabilitas dengan antara 0.531 sampai dengan 0.856, sedangkan dengan db = 404 pada taraf signifikansi 5% diperoleh sebesar 0.097. Dengan program SPSS perhitungan koefisien reliabilitas diperoleh antara 0.531 sampai dengan 0.856. Harga atau 0.531 dengan demikian alat ukur tersebut akan memberikan hasil pengukuran yang handal atau dipercaya.
Rangkuman koefisien reliabilitas alat ukur kecemasan olahraga pada atlet atlet Komite Olahraga Nasional Provinsi dapat dilihat pada tabel 4.5 di bawah ini.
18
Faktor Cognitively (1) (10 butir)
Affectively (2) (7 butir)
Somatically (3) (16 butir)
Motorically (4) (13 butir)
Mean 29.761 22.495 44.719 28.269
Variance 12.153 5.717 15.486 35.262
Std Dev 3.486 2.391 3.935 5.938
N of Variables 10 7 16 13
Cases 406 406 406 406
Alpha 0.557 0.624 0.531 0.856
0.097 0.097 0.097 0.097
Status Andal Andal Andal Andal
Berdasarkan hasil pengolahan data di atas, dari 54 butir pernyataan ada delapan butir pernyataan yang tidak sahih. Dengan demikian delapan butir tersebut tidak diikutsertakan kedalam alat ukur penelitian, sehingga alat ukur penelitian ini hanya terdiri dari 46 butir pernyataan. Adapun nomor urut butir yang tidak diikutsertakan kedalam alat ukur penelitian ini yaitu, nomor urut 5 (sering mencabut-cabut rumput), 8 (sering mengatup graham),19 (merasa kehilangan energi), 24 (memikirkan tentang tampil buruk), 42 (menjadi pendiam), 43 (banyak bicara), 50 (sering menggigit bibir), dan 54 (merasa tidak nyaman). Kedelapan butir tersebut peluang kesalahan lebih besar dari 0.050. Sedangkan uji reliabilitas dengan menggunakan formula Space Saver menunjukkan, bahwa keempat faktor memiliki koefisien reliabilitas dengan antara 0.531 sampai dengan 0.856, sedangkan dengan db = 404 pada taraf sinifikan 5% didapatkan 0.041. Dengan demikian, ternyata keempat faktor memenuhi persyaratan yaitu yang berarti bahwa alat ukur tersebut akan memberikan hasil yang dapat dipercaya (andal)
Setelah diadakan uji coba pertama diperoleh 46 butir pernyataan dengan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Selanjutnya ke -46 butir pernyataan tersebut diujicobakan lagi kepada subjek yang lebih banyak, pada 1000 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Acehdi Provinsi Aceh.
Hasil dari uji coba tahap kedua alat ukur kecemasan olahraga dengan 1000 subjek pada atlet klub sepak bola Provinsi Aceh, selanjutnya dianalisis kembali. Hal
19
ini untuk menjawab apakah alat ukur kecemasan olaharaga yang dikembangkan pada atlet atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh dapat digunakan oleh atlet secara valid dan reliabel? Data hasil uji coba tahap kedua dianalisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan analisis factor.
4.3. Hasil dan Pembahasan Penelitian 4.3.1.Validitas Butir
Analisis validitas butir bertujuan untuk menguji apakah setiap butir benar- benar telah mengungkap faktor yang ingin diteliti. Untuk menentukan tingkat validitas suatu alat ukur dilakukan dengan cara menghitung koefisien korelasi bagian total. Uji signifikan dilakukan dengan cara membandingkan koefisien korelasi bagian total. Uji signifikan dilakukan dengan cara membandingkan koefisien korelasi bagian total dengan koefisien korelasi dari tabel. Kaidah pengujian adalah dengan derajat keabsahan (db) adalah N-2 (Hadi, 1991: 27). Dan juga kesahihan butir dapat didasarkan pada ketentuan peluang kesalahan butir harus lebih kecil dari 0.050. Hasil perhitungan validitas butir dilakukan dengan menggunakan program Statistical Package for Social Scienses (SPSS) (Nie, 1975). Uji coba Alat ukur kecemasan olahraga tahap kedua diterapkan pada subjek sebanyak 406 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh, menunjukkan hasil sebagai berikut.
a. Faktor Kognitif
Faktor kesatu atau faktor kognitif terdiri atas sepuluh butir pernyataan, setelah dilakukan pengujian ternyata kesepuluh butir pernyataan ternyata sahih. Kesahihan butir berdasarkan pada ketentuan peluang kesalahan butir harus lebih kecil 0.050, atau didasarkan pada korelasi bagian total harus lebih besar atau sama dengan
diperoleh sebesar 0.41 berdasarkan derajat keabsahan (db) adalah N – 2, 406–2 pada peluang kesalahan 5%. Maka kesepuluh butir pernyataan pada faktor kesatu layak diikutsertakan dalam alat ukur penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor kesatu kesepuluh butir pernyataan mampu mengukur konstruk secara sahih. Bobot faktor diperoleh sebesar 21.739%, hal ini berarti sumbangan faktor kognitif terhadap konstruk kecemasan olahraga sebesar 21.739%.
hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6 di bawah ini.