BAB III METODOLOGI PENELITAN
F. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini data yang sudah diperoleh akan dideskripsikan menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah satistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam penelitian ini peneliti mengolah data menggunakan aplikasi SPSS. Pengujian instrument dilakukan dengan menguji:
1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Sebelum mengolah instrument, maka perlu dilakukan pengujian valditas dan reliabilitas instrument karena instrument dapat dikatakan memenuhi persyaratan sebagai alat pengumpul data apabila sekurang-kurangnya instrument tersebut valid dan reliable. Valid artinya shahih, suatu alat pengukur dikatan valid jika alat itu mengukur apa yang harus diukur oleh alat itu. Sedangkan reliable artinya dipercaya, suatu alat pengukur dikatakan reliable bila alat itu dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlianan sennatiasa menunjukkan hasil yang sama. Maka dari itu alat ukur atau sebuah instrument yang akan dilakukan penelitian untuk menjadi alat ukur yang bisa diterima atau standar alat ukur tersebut harus melalui uji validitas dan reliabilitas dari data.45
a. Uji Validitas
45 Aziz Alimul H, Menyusun Instrumen Penelitian & Uji Validitas Reliabilitas, (Surabaya: Health Books Publishing, 2021), hal. 12.
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukam fungsi ukurannya. Validitas atau keshahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang diukur ( a valid measure if it sucesfully measure the phenomenon). Selain itu validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti. Untuk uji validitas menggunakan teknik Product Moment Person, dengan rumusnya yaitu:
Keterangan:
rxy = Koefisien Korelasi n = Jumlah Responden X = Variabel Pertama (Bebas) Y = Variabel Kedua (Terikat)
∑ 𝑥 = Jumlah skor item/nilai setiap item
∑ 𝑦 = Jumlah total item/nilai total item
∑ 𝑥𝑦 = Jumlah hasil antar skor tiap item dengan skor total
∑ 2𝑥 = Jumlah kuadrat skor item
∑ 2𝑦 = Jumlah kuadrat skor total
Setelah melakukan perhitungan tersebut, selanjutnya membandingkan r hitung dengan r tabel. Untuk mengerahui nilai r tabel maka ditentukan terlebih dahulu derajat bebas (db) dan taraf signifikanny (α). Untuk menghitung derajat bebas (db) dapat menggunakan rumus berikut:
Db = n – 2 Keterangan:
N = Jumlah Sampel.
Sebelum angket diberikan kepada peserta didik yang menjadi sampel penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji validitas instrument untuk mengetahui intrumen tersebut valid atau tidak. pada penelitian ini uji validitas dilakukan oleh satu dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Dra. Zikri Neni Iska, M.Psi, angket tersebut divalidasi dan dinyatakan layak atau tidak untuk dijadikan instrument penelitian. Hasilnya pada 30 butir pertanyaan yang terdapat pada angket tersebut dinyatakan layak untuk dijadikan instrument penelitian dan tanpa revisi.
Setelah itu butir-butir pertanyaan pada angket tersebut diuji validitasnya untuk mengetahui pertanyaan tersebut valid atau tidak. Untuk mencari validitas soal angket peneliti menggunakan bantuan program aplikasi IBM SPSS 20.0 for windows. Apabila rhitung > rtabel maka data dinyatakan valid. Nilai rtabel daoat dilihat pada tabel nilai r product moment. Adapun hasil perhitungan uji validitas soal angket tersebut sebagai berikut:
1) Pengaruh Game Online
Dalam uji validitas angket peneliti menggunakan aplikasi IMB SPSS 20,0 for windows. Berikut adalah hasil pemaparan uji validitas variabel game online menggunakan 34 responden.
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Variabel Game Online
Item R hitung R tabel Keterangan
11 0,153 0,339 Tidak Valid
12 0,600 0,339 Valid
13 0,635 0,339 Valid
Hasil dari uji validitas diatas menggunakan aplikasi spss, dapat dilihat dari besarnya nilai r hitung > r tabel. Pada tabel diatas jumlah responden 34 maka sesuai dengan signifikan 0,05 % (df = n-2) maka dikatakan valid apabila hasil lebih dari 0,339. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini berdasarkan hasil uji validitas diatas menunjukkan terdapat 10 butir pernyataan yang valid dan 3 butir pernyataan yang tidak valid.
2) Motivasi Belajar
Dalam uji validitas angket peneliti menggunakan aplikasi IMB SPSS 20,0 for windows. Berikut adalah hasil pemaparan uji validitas variabel motivasi belajar menggunakan 34 responden.
Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Belajar
Item R hitung R tabel Keterangan
1 0,563 0,339 Valid
2 0,586 0,339 Valid
3 0,719 0,339 Valid
4 0,590 0,339 Valid
5 0,440 0,339 Valid
6 0,613 0,339 Valid
7 0,692 0,339 Valid
8 0,490 0,339 Valid
9 0,638 0,339 Valid
10 0,691 0,339 Valid
11 0,696 0,339 Valid
12 0,714 0,339 Valid
Hasil dari uji validitas diatas menggunakan aplikasi spss, dapat dilihat dari besarnya nilai r hitung > r tabel. Pada tabel diatas jumlah responden 34 maka sesuai dengan signifikan 0,05 % (df = n-2) maka dikatakan valid apabila hasil lebih dari 0,339. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini berdasarkan hasil uji validitas diatas menunjukkan terdapat 15 butir pernyataan yang valid dan 2 butir pernyataan yang tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata reliability. Pengertian dari reliability (reliabilitas) adalah keajegan pengukuran. Sugiharto dan Situnjak menyatakan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya dilapangan. Ghozali menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliable.
Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan
skala bertingkat. Tahapan perhitungan reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach sebagai berikut :
1) Menentukan nilai varian setiap butir pertanyaan.
2) Menentukan nilai varian total.
3) Menentukan reliabilitas instrument menggunakan rumus berikut:
Keterangan :
rx : Reliabilitas yang dicari n : Jumlah item pertanyaan : Jumlah varians skor tiap item
: Varians total
Rentang Nilai Alpha Cronbach's:
- alpha < 0.50 reliabilitas rendah
- 0.50 < alpha < 0.70 reliabilitas moderat
- alpha > 0.70 maka reliabilitas mencukupi (sufficient reliability)
- alpha > 0.80 maka reliabilitas kuat - alpha > 0.90 maka reliabilitas sempurna
Semakin kecil nilai alpha menunjukkan semakin banyak item yang tidak reliabel. Standar yang digunakan adalah alpha >
0.70 (sufficient reliability).
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah item soal tersebut reliable secara konsisten memberikan hasil ukur sama. Hasil uji coba reliabilitas intrumen kemudian dikonsultasikan dengan rtabel sebagai berikut:
Tabel 3.5 Tabel Interpretasi Reliabilitas Dengan Rumus Alpha
Besarnya Nilai r Interpretasi
0,00-0,20 Kurang reliable
0,21-0,40 Agak reliable
0,41-0,60 Cukup reliable
0,61-0,80 Reliable
0,81-1,00 Sangat reliable
Berikut hasil hasil perhitungan uji instrument penelitian menggunakan Alpha Cronbach dalam SPSS 20,0 for windows.
Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Pengaruh Game Online
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
.770 13
Berdasarkan tabel 4.6 diatas, hasil uji reliabilitas nilai Alpha Cronbach maka rtabel senilai 0.770 dan tergolong nilai 0,61-0,80, maka hasil tersebut dinyatakan reliable.
Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Motivasi Belajar
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
.853 17
Berdasarkan tabel 4.6 diatas, hasil uji reliabilitas nilai Alpha Cronbach maka rtabel senilai 0.853 dan tergolong nilai 0,81-1,00, maka hasil tersebut dinyatakan sangat reliable.
2. Uji Prasyarat
Uji prasyarat analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang dikimpulkan memenuhi persyaratan untuk dianalisis dengan teknik yang telah direncanakan. Uji tersebut diantaranya uji Normalitas yaitu uji yang digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang akan dianalisis berdistribusi normal begitu juga dengan semua variabel yang diteliti berdistribusi normal.Dan selanjutnya yaitu uji linearitas yaitu uji yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel X sebagai predictor mempunyai hubungan yang linear atau tidak dengan variabel terikat Y.
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak.
Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Metode klasik dalam pengujian normalitas suatu data tidak begitu rumit. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka (n > 30), maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal. Biasa dikatakan sebagai sampel besar.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode uji Chi-Square dalam uji normalitas. Metode Chi-Square atau X2 untuk Uji Goodness of fit Distribusi Normal menggunakan pendekatan penjumlahan penyimpangan data observasi tiap kelas dengan nilai yang diharapkan.
Rumus uji normalitas metode Chi-Square adalah sebagai berikut:
Keterangan :
Oi = Frekuensi Observasi Ei = Frekuensi H
Kriteria pengujian uji normalitas yaitu:
a. Jika nilai signifikansi variabel > 0,05, maka H0 diterima.
b. Jika nilai signifikansi variabel < 0,05, maka H0 ditolak.
b. Uji Lineraitas
Lineritas adalah kemampuan metode analisis memberikan respon proporsional terhadap konsentrasi analit dalam sampel. Lineritas biasanya dinyatakan dalam istilah variansi sekitar arah garis regresi yang dihitung berdasarkan persamaan matematika data yang diperoleh dari hasil uji analit dalam sampel dengan berbagai konsentrasi analit.46 Uji linearitas digunakan untuk memilih model regresi yang akan digunakan. Uji linearitas dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan secara linear antar variabel dependen terhadap setiap variabel independen yang hendak diuji.47 Jika suatu model tidak memenuhin syarat linearitas maka model regresi linear tidak nisa digunakan. Untuk menguji linearitas suatu model dapat digunakan uji lienaritas dengan melakukan regresi terhadap model yang ingin diuji. Aturan untuk keputusan linearitas dapat dengan membandingkan nilai signifikansi dari deviation from linearity yang dihasilkan dari uji linearitas (menggunakan bantuan SPSS) dengan nilai alpha yang digunakan. Jika nilai signifikansi dari Deviation from Linearity > alpha (0,05) maka nilai tersebut linear.
46 Riyanto, Validasi dan Verifikasi Metode Uji, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2019), hal. 52.
47 M Djazari, Diana dan Mahendra, “Pengaruh Sikap Menghindari Risiko Sharing dan Knowledge Self-Efficacy terhadap Informal Knowledge Sharing pada Mahasiswa FISE UNY”, Jurnal Nominal, Vol. 2 No. 2 tahun 2013, hal. 195.
3. Uji Hipotesis Penelitian a. Regresi Linear Sederhana
Model regresi linear sederhana adalah model probabilistic yang menyatakan hubungan linier antara dua variabel dimana salah satu variabel dianggap mempengaruhi variabel yang lain. Variabel yang mempengaruhi dinamakan variabel independent dan variabel yang dipengaruhi dinamakan variabel dependent.48 Analisis regresi adalah suatu metode statistic yang mengamati hubungan antar variabel bebas X1,…,Xp. Tujuan dari metode ini adalah untuk memprediksi nilai Y untuk nilai X yang diberikan. Model regresi linear sederhana adalah model regresi yang paling sederhana yang hanya memiliki satu variabel X.49 Persamaan regresi linear sederhana merupakan suatu model persamaan yang menggambarkan hubungan atau variabel bebas/predictor (X) dengan satu variabel tak bebas (Y). Analisis regresi memiliki beberapa kegunaan, salah satunya untuk melakukan prediksi terhadap variabel terikat Y. Persamaan untuk model regresi linear sederhana adalah sebagai berikut.
Y = a + bX
Y adalah variabel terikat yang diramalakan, X adalah variabel bebas, a adalah intercep, yaitu nilai Y pada saat X=0, dan b adalah slope, yaitu perubahan rata-rata Y terhadap perubahan satu unit X.
48 Suyono, Analisis Regresi untuk Penelitian, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2018), hal. 5.
49 Astria H, Kurnia M dan Erlina A, “Implementasi Metode Regresi Linear Sederhana pada Penyajian Hasil Prediksi Pemakaman Air Bersih PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung dengan Sistem Informasi Gegografis”, Jurnal Informatika Mulawarman, Vol. 11 No. 2, September 2016.
BAB IV PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Sekolah 1. Profil Sekolah
Nama Sekolah : MI Ta’allamul Huda
NSM : 111232010153
NPSN : 60706842
Status : Swasta
Alamat : Jl. Permata No. 19 Desa Curug
Kelurahan : Curug
Kecamatan : Gunung Sindur
Kotamdya : Bogor
Provinsi : Jawa Barat
Kode Pos : 16340
Nomor Telepon : (0251) 8614072
Tanggal SK Pendirian : 1957 Tanggal SK Izin Operasional : 1959
Kurikulum : 2013
Status Terakreditasi : Terakreditasi A
Madrasah Ibtidaiyah Ta’allamul Huda adalah sebuah sekolah dasar yang didirikan sejak 1957. Kemudian mendapat izin operasional pada tahun 1959 kemudian izin operasinal tersebut diperbarui kembali pada tahun 1991. MI Ta’allamul Huda berlokasi di Jl. Permata No.19 Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Madrasah Ibtidaiyah dibawahi oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghozali. MI Ta’allamul Huda memiliki 2 gedung yang saling berhadapan dan salah satunya adalah gedung tingkat.
2. Sejarah Singkat Berdirinya MI Ta’allamul Huda
MI Ta’allamul Huda awal didirikan pada tahun 1957, kemudian mendapat izin operasional pada tahun 1959 dan izin operasioanl kembali diperbarui pada tahun 1991. MI Ta’allamul Huda didirikan oleh para sesepuh, diantaranya Bapak Asnawi, Bapak Sanusi dll. Didirkan di tanah wakaf yang diberikan oleh H.
Nawawi seluas 1.200 m2. Kemduian seiring perkembangan zaman di tahun 2004, MI Ta’allamul Huda hanya terdiri 6 rombel kelas, kemudian berkembang hingga saat ini terdapat 14 rombel kelas/ruang belajar. Pada tahun 2004 jumlah siswa kurang lebih 130 peserta dan saat ini jumlahnya mencapai 409 siswa. MI Ta’allamul Huda berada di dalam Yayasan Pondok Modern Al-Ghozali. Jumlah guru yang ada di MI Ta’allamul Huda adalah 28 orang, yang terdaftar MIS atau Dapodik 21 guru dan yang belum masuk MIS atau Dapodik 7 guru ditambah dengan tenaga kependidikan ada 3 yaitu Tata Usaha (TU), Bendahara dan Operator.
3. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah a. Visi
Terwujudnya pendidikan yang berkualitas yang dilandasi dengan Iman dan Taqwa (Imtaq ). Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Indikator visi: 1) Menjadikan generasi muslim yang berilmu, beramal sholeh, dan berakhalqul karimah.
2) Memiliki keterampilankreatif , mandiri dan bertanggung jawab. , 3) Memiliki Pengetahuan yang Luas
4) Kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan
5) Memiliki lingkungan Madrasah yang nyaman dan kondusif untuk belajar.
b. Misi
1) Meningkatkan kualitas keilmuan yang dimiliki siswa, ketaqwaan,mandiri,kreatif dan tanggap terhadap perubahan zaman.
2) Mengembangkan dan mengamalkan nilai-nilai akhlaqul karimah yang sesuai dengan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
3) Meningkatkan kualitas kerja/etos kerja guru dan karyawan 4) Meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan.
5) Meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar lingkungan sekolah.
c. Tujuan
Lembaga Pendidikan/Madrasah dapat mencetak peserta didik sebagai generasi bangsa yang berakhlakul karimah, bertaqwa kepada Allah SWT., cerdas, dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar serta bermanfaat bagi Nusa, Bangsa, Agama dan orang-orang di sekitarnya.
4. Guru dan Tenaga Kependidikan
Di MI Ta’allamul Huda terdapat 28 guru. 21 adalah guru yang sudah terdaftar di MIS atau Dapodik dan 7 guru lainnya belum terdaftar. Guru-guru tersebut terdiri dari wali kelas, pendamping dan juga guru mata pelajaran khusus, seperti guru Agama, olahraga, TIK, Bahasa Arab dll. Selain guru terdapat juga 3 tenaga kependidikan diantaranya yaitu Bendahara Sekolah, Tata Usaha dan Operator Sekolah. Adapun datanya sebagai berikut:
Jabatan Jumlah Guru
Kepala Sekolah 1 orang
Wali Kelas 14 orang
Pendamping Wali Kelas 5 orang
Guru Mata Pelajaran 4 orang
Bendahara 1 orang
Operator Sekolah 1 orang
Tata Usaha 1 orang
B. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan Penelitian pada Siswa di MI Ta’allamul Huda
Dalam penelitian ini untuk memperoleh data mengenai pengaruh game online terhadap motivasi belajar peserta didik di MI Ta’allamul Huda, peneliti mengajukan surat izin untuk melakukan penelitian terlebih dahulu kepada Kepala
Sekolah pada tanggal 3 Agustus 2021, surat izin tersebut langsung diserahkan kepada bagian Tata Usaha MI Ta’allamul Huda.
Pada tanggal 13 Agustus 2021, peneliti mulai melakukan penelitian di MI Ta’allamul Huda, teknik pertama yang dilakukan peneliti adalah dengan menyebarkan angket mengani pengaruh game online terhadap motivasi belajar peserta didik. Peneliti menyebarkan angket kepada peserta didik untuk diisi sesuai dengan petunjuk yang ada, pengisian angket dilakukan secara offline di sekolah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game online terhadap motivasi belajar peserta didik MI Ta’allamul Huda. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Ta’allamul Huda yang berlokasi di Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur, Bogor. Teknik pengambilan sample yang digunakan oleh peneliti adalah teknik sampling jenuh. Sampling jenuh adalah adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Yang menjadi sample peenelitian adalah peserta didik kelas IV. Jumlah peserta didik yang duduk dibangku kelas IV adalah 34 orang. Yang terdiri dari 16 laki-laki dan 18 perempuan. Data yang diperoleh dan dianalisis pada penelitian ini diperoleh dari pengisian angket yang berjumlah 30 butir pernyataan. Data ini diolah dengan menggunakan aplikasi IMB SPSS Staristics 20 dan Microsoft excel.
2. Nilai Angket
Angket yang digunakan untuk mengumpulkan data pengaruh game online terhadap motivasi belajar peserta didik yakni menggunakan tipe pilhan yang terdiri dari 30 item pertanyaan dengan rincian 13 pertanyaan yang berkaitan dengan game online dan 17 pertanyaan berkaitan dengan motivasi belajar peserta didik. Dari skor angket masing-masing terdiri 5 alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, kadang-kadang, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Jawaban sangat setuju mendapat skor 5, setuju skor 4, kadang-kadang skor 3, tidak setuju skor 2, sangat tidak setuju skor 1. Berikut ini adalah data skor hasil dari jawaban angket pengaruh game online terhadap motivasi belajar peserta didik.
44
3. Pengujian Prasyarat dan Pengujian Hipotesis
Sebelum melakukan pengujian hipotesis, maka perlu dilakukan perhitungan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji linearitas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas ini dimaksudkan untuk mengetahui bahwa distribusi penilaian tidak menyimpang secara signifikan dari distribusi normal. Dalam menguji normalitas ini peneliti menggunakan aplikasi IMB SPSS 20.0 for windows.
Uji normalitas ini memiliki kriteria jika Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 maka, data berdistribusi normal. Sedangkan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 maka, distribusi tidak normal.50
Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar
50 Sofyan Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif, (Semarang: Kencana Prenada Media), 2014, Hal. 159.
Tests of Normality
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Dari tabel diatas pada kolom Shapiro Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel Game Online adalah (p) = 0,448 dan nilai signifikansi variabel motivasi belajar adalah (p) = 0,084. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki nilai (p) > 0,05 yang berarti data game online dan motivasi belajar peserta didik berdistribusi normal.
b. Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel memiliki hubungan linear atau tidak secara signifikan. Jika linear maka analisis regresi dapat dilakukan. Pengujian ini dilakukan pada masing-masing variabel menggunakan Test for Linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Pengujian linearitas menggunakan bantuan software SPSS versi 24 dengan langkah sebagai berikut: pilih menu Analyze – Compare Means – Means – Memasukan variabel Y ke Dependen List dan X ke Independen List – klik Options – pilih Test for Linearity – klik Continue lalu OK. Variabel dinyatakan linear jika signifikansi kurang dari 0,05 sehinggauji regresi yang dilakukan bersifat linear demikian pula sebaliknya.
Tabel 4.2 Hasil Uji Linearitas Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar
Berdasarkan hasil uji linearitas diketahui nilai sig. deviation of linearity sebesar 0,457. Hal ini menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki nilai signifikansi > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara game online dengan motivas belajar peserta didik.
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hal ini digunakan agar penelitian ini dapat menggambarkan hubungan anatara game online dengan motivasi belajar peserta didik, mengatahui presentase pengaruh yang terjadi antara game online terhadap motivasi belajar peserta didik, serta menggambarkan seberapa besar pengaruh yang terjadi antara game online terhadap motivasi belajar peserta didik.
1) Analisis Regresi Linear
Pengujian hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel game online terhadap motivasi belajar peserta didik digunakan analisis regresi sederhana. Pelaksanaan uji hipotesis ini dilakukan dengan bantuan program SPSS Windows versi 24. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. Langkah pengujiannya menggunakan SPSS yaitu : klik Analyze – Regression – Linear – memasukkan variabel X ke Independen dan variabel Y ke Dependen – klik Continue lalu OK .
Tabel 4.3 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar
D a
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai t hitung adalah sebesar 15,134 dengan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel Game Online atau dengan kata lain terdapat pengaruh variabel Game Online (X) terhadap variabel motivasi belajar (Y). Dan nilai konstanta pada tabel diatas adalah sebesar 84,736. Mengandung arti bahwa nilai koefisien variabel Motivasi Belajar adalah sebesar 84,736. Sedangkan koefisien regresi X sebesar -0,458 yang mengandung nilai negative.
B
B B e
Berdasarkan hasil tabel model summary uji regresi linear sederhana diatas dapat diketahui bahwa besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,429. Dari output tersebut diperoleh koofisien determinasi atau R square sebesar 0,184. Yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (game online) terhadap variabel terikat (motivasi belajar) adalah sebesar 18,4 %. Dengan begitu kita dapat mengetahui bahwa besarnya nilai pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 18,4%.
Model Unstandardized
Tabel 4.4 Tabel Model Summary Uji Regresi Linear Sederhana Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar
4. Hasil Wawancara dan Observasi
a. Motivasi Belajar Peserta Didik di Kelas
Tingkat motivasi belajar peserta didik MI Ta’allamul Huda sangatlah baik ketika kegiatan belajar mengajar mulai dilakukan di Sekolah. Mayoritas peserta Didik kelas 4 MI Ta’allamul Huda sangat antusias ketika pembelajaran mulai offline. Semangat dan motivasi mereka tumbuh karena pembelajaran sudah kembali normal setelah satu tahun lebih pembelajaran dilakukan secara online.
mereka bersemangat untuk datang ke Sekolah, mengerjakan tugas, bertemu dengan guru dan lain sebagainya. Namun ada pula beberapa peserta didik yang
mereka bersemangat untuk datang ke Sekolah, mengerjakan tugas, bertemu dengan guru dan lain sebagainya. Namun ada pula beberapa peserta didik yang