BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan suatu analisis terhadap data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti melalui perangkat metodologi tertentu. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yakni sesuai dengan analisis framing model analisis framing Robert Entman. Mulanya data primer berupa dokumen-dokumen mengenai tayangan President’s Corner dikumpulkan dengan lengkap.
Kemudian tayangan tersebut akan diidentifikasi, dan dianalisis untuk melihat konstruksi tayangan sesuai dengan analsis framing model analisis Robert Entman.
Adapun sebelumnya, peneliti megumpulkan dan mendokumentasi tayangan-tayangan President’s Corner sejak tanggal 5 Januari – 30 April 2018.
Kemudian peneliti akan mengambil dua episode tayangan yang mewakili keseluruhan tayangan President’s Corner. Selanjutnya, peneliti memulai menganalisis tayangan menggunakan analisis framing model Robert Entman untuk melihat bagaimana kecenderungan konstrtuksi berita tersebut dengan acuan model Entman.
Peneliti akan memusatkan pada penelitian kualitatif dengan metode analisis framing. dalam penelitian ini. Teknik analisisnya akan diuraikan sesuai analisis framing model Entman (Eryanto, 2002: 221-227) sebagai berikut:
a. Define Problem atau defenisi masalah adalah elemen pertama kali dapat kita lihat dalam analisis framing. Di tahapan inilah awal berita di konstruksi
b. Diagonose Causes atau memperkirakan sumber masalah adalah bagaimana sebuah media membungkus siapakah aktor atau pelaku yang menyebabkan sebuah masalah timbul
c. Make a Moral Judgement atau keputusan moral adalah elemen framing yang dipakai untuk membenarkan atau memberikan argument atas pendefenisian masalah yang telah dibuat.
d. Treatment Recommendation atau menekankan penyelesaian merupakan elemen framing yang dipakai untuk menilai apa yang dikehendaki oleh wartawan.
BAB IV
Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil Penelitian
Tayangan President’s Corner yang disiarkan di salah satu televisi swasta nasional Metro TV akan dianalisis menggunakan analisis framing dengan merujuk pada konsep Robert Entman. Konsep ini melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek realitas.
Kedua faktor ini dapat lebih mempertajam framing berita melalui proses seleksi isu yang layak ditampilkan dan penekanan isi beritanya. Peneliti akan meneliti dua episode yang mewakili sekian banyak episode tayangan President’s Corner yaitu episode 30 Maret 2018 dan episode 5 April 2018. Selanjutnya, kedua episode tersebut akan dianalisis berdasarkan segmen demi segmen dari kedua episode tersebut.
Tayangan dipilih untuk dilihat pembingkaian atau framing-nya (define problem, causal interpretative, moral evaluation, dan treatment recommendation). Tayangan akan dideskripsikan dengan merujuk pada bingkai yang telah dianalisis.
Tabel 4.1
President’s Corner Episode 30 Maret 2018 No Segmen Durasi Judul
1 Satu 2 menit Sarapan Bersama di Kedai Soto Langganan
2 Dua 4 menit Curhatan Untuk Jokowi 3 Tiga 4 menit 17
detik
Menyoroti Film Nasional
4 Empat 3 menit 11 detik
Kondisi Nyak Sandang
5 Lima 3 menit 8 detik
Nikahan Mantan Ajudan
(sumber: peneliti)
Tabel 4.2
Tayangan President’s Corner Episode 06 April 2018 No Segmen Durasi Judul
6 Satu 2 menit Jokowi Bercengkrama dengan Anak-Anak Penderita Kanker 7 Dua 3 menit 32
detik
Silaturahmi Bersama Budayawan
8 Tiga 7 menit 25 detik
Diplomasi Selfie Jokowi
9 Empat 3 menit 25 detik
Jokowi Momong Cucu
(sumber: peneliti)
4.1.1 Analisis Framing Episode 30 Maret 2018
1. Segmen Pertama: Sarapan Bersama Di Kedai Soto Langganan
• Berdasarkan Seleksi Isu
Gambar 4.1
Segmen Sarapan Keluarga Jokowi (sumber: www.metrotvnews.com)
Tabel 4.3
Frame 1: Sarapan Keluarga Jokowi Define Problems
(Identifikasi Masalah)
Jokowi menghabiskan waktu liburan akhir pekan
Jokowi sosok yang sederhana dan dekat dengan warga
TreatmentRecommendation (Menekankan Penyelesaian)
Jokowi sempatkan mengobrol dengan warga
(sumber: peneliti)
Define Problems (identifikasi masalah) yang digambarkan dalam segmen pertama tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini adalah terkait waktu akhir pekan yang dilewati oleh Jokowi dan keluarga. Dalam tayangan tampak Jokowi dan sekeluarga menikmati sarapan di sebuah Kedai soto langganan mereka. Hal itu semakin dijelaskan oleh kalimat pembuka yang diucapkan oleh Host.
“Pemirsa libur panjang akhir pekan dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi untuk bercengkerama dengan keluarga dan pulang ke Solo, Jawa Tengah. Salah satu agenda Presiden beserta keluarga saat berada di Solo adalah pergi ke kedai soto langganan”.
Diagnose Causes (sumber masalah) dalam tayangan tersebut adalah Presiden dan keluarga. Presiden dan keluarga merupakan sorotan utama yang menjadi bahan pemberitaan dalam segmen pertama dalam tayangan Presisent’s Corner episode 30 Maret 2018. Hal yang disoroti adalah kegiatan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan keluarga selama berakhir pekan di Solo, Jawa Tengah.
“Sambil menggendong cucunya Jan Ethes, Jokowi memasuki kedai soto diiringi suara antusias warga yang bertemu Jokowi dan keluarga. Selain keluarga Jokowi, para Paspampres dan ajudan Jokowi juga ikut serta sarapan bersama di kedai soto”.
Tayangan President’s Corner membahas tentang keseharian yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan ditayangkan dalam sudut pandang yang positif. Jurnalis memilih peristiwa ini untuk disiarkan untuk menggiring persepsi masyarakat terkait sosok presiden Jokowi yang rendah hati dan menyayangi keluarga.
Make Moral Judgement (membuat keputusan moral) Jokowi dianggap sebagai sosok yang menyayangi keluarga dan sosok yang sederhana, selain itu Presiden Jokowi juga dianggap sebagai Kepala Negara yang hangat dan dekat dengan warga masyarakat.
“Meski tak sampai setengah jam berada di kedai soto, usai sarapan Jokowi masih menyempatkan ngobrol dengan pegawai kedai dan masyarakat lainnya. Jokowi juga meladeni permintaan masyarakat untuk berswafoto”.
Keputusan moral yang bisa dilihat dalam segmen ini adalah bagaimana Jokowi Presiden yang sangat sederhana, hangat, dan menyayangi keluarga. Hal itu dilihat dari cara jurnalis menyediakan tayangan dalam segmen ini yang menceritakan terkait akhir pekan Jokowi dan keluarga yang diisi dengan akan bersama di sebuah warung sederhana. Pemilihan kata kedai yang dapat menggiring persepsi masyarakat akan kesederhanaan seorang Presiden Jokowi dan keluarga.
Treatment Recommendation (menekankan penyelesaian) yang dilakukan dalam segmen ini adalah bagaimana pada akhirnya Presiden Jokowi menyempatkan mengobrol dengan warga sekitar dan meladeni permintaan masyarakat untuk melakukan swafoto bersama disela-sela aktivitas yang ia habiskan bersama keluarganya selama akhir pekan.
• Berdasarkan Penonjolan Aspek Tertentu dari Suatu Isu
Menurut Eryanto (2002: 236), penonjolan aspek tertentu dalam framing dalam sebuah isu berkaitan dengan penulisan fakta. Proses ini mau tidak mau sangat berkaitan dengan pemakaian bahasa dalam menulisakan realitasuntuk dibaca oleh khalayak. Pilihan kata-kata tertentu yang dipakai tidak sekedar kaidah jurnalistik akan tetapi juga terkait dengan politik bahasa.
Segmen pertama dalam tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 membahas tentang aktivtas akhir pekan Presiden Jokowi dan keluarga selama di Solo. Pembahasan mengenai aktivitas akhir pekan Presiden Jokowi dan keluarga ditayangkan selama dua menit diawal episode. Meskipun hanya berdurasi selama dua menit akan tetapi penempatan isu ini di segmen pertama episode ini mejadi sesuatu hal yang bisa menarik perhatian khalayak. Penempatan isu ini diawal segmen menunjukkan bahwa pemberitaan terkait akhir pekan Presiden Jokowi dan keluarga dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk diketahui khalayak.
Dalam segmen ini digambarkan bagaiman Jokowi dan keluarga menghabiskan waktu bersama di Solo saat akhir pekan. Jokowi dan keluarga menghabiskan liburan akhir pekan dengan bercengkerama di salah satu pusat perbelanjaan di Solo, jalan pagi bersama warga solo, hingga sarapan bersama di kedai soto langganan Presiden Jokowi. Segmen pertama tayangan ini fokus kepada aktivitas keseharain Jokowi diluar statusnya sebagai kepala negara.
2. Segmen Kedua: Curhatan Untuk Jokowi
• Berdasarkan Seleksi Isu
Gambar 4.2
Segmen Curhatan untuk Jokowi (sumber: www.metrotvnews.com)
Tabel 4.4
Frame 2: Curhatan Untuk Jokowi Define Problem
(Identifikasi Masalah)
Dialog Jokowi dan nasabah Bank Wakaf Mikro
Diagnose Causes (Sumber Masalah)
Dialog berubah menjadi curhatan
Make a Moral Judgemnet (Membuat Keputusan Moral)
Pertemuan dengan Presiden adalah kesempatan langka
Treatment Recommendation (Menekankan Penyelesaian)
Jokowi melanjutkan sambutannya dan membeli semua dagangan nasabah bank Wakaf Mikro (sumber: peneliti)
Segmen kedua tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini mengambil topik “Curhatan Untuk Jokowi”. Topik ini tentu saja menyoroti hal yang unik yang terjadi disela-sela pekerjaan yang dilakukan oleh Jokowi sebagai kepala negara. Dalam video yang berdurasi empat menit tersebut tampak Jokowi menyampaikan pidatonya di depan para nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Kepresidenan.
“Saya dapat melihat nasabah Bank Wakaf Mikro memamerkan produknya, tadi ada yang berjualan gorengan, saya tanya, minggu sebelumnya jualan apa? Ya jualan gorangan Pak”.
Begitulah suasana dialog Presiden Joko Widodo bersama dengan para pedagang yang juga nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Negara. Masalah yang disoroti dalam pertemuan ini adalah terkait kendala dalam pendampingan Bank Wakaf Mikro. Presiden pun meminta masukan terkait kendala pelaksanaan dan pendampingan Bank Wakaf Mikro.
Sumber masalah yang terdapat dalam segmen kedua ini adalah dialog yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan para nasabah Bank Wakaf Mikro berubah menjadi ajang curhat kepada presiden. Dialog yang seharusnya membahas tentang kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha nasabah Bank Wakaf Mikro
berubah menjadi ajang curhat. Hal ini terjadi saat presiden megundang beberapa nasabah untuk berdialog bersama. Seperti yang dilakukan oleh nasabah perempuan bernama Yani, yang berasal dari Yogyakarta.
“Pak, saya pekerjaannya hanya tukang urut, saya mohon saya bisa setiap semester tapi tidak mungkinkan cicilan saya sudah seperti itu”.
Selanjutnya ada seorang warga berasal dari yang mengungkapkan curahan hatinya yang meminta bantuan uang kuliah anaknya hingga kompor.
“Setiap hari saya sampe bingung, gorengan saya kurang diminati.
katanya kurang panas dan saya meminta bantuan untuk dibelikan kompor dan uang kuliah anak saya”.
Keputusan Moral yang diambil oleh jurnalis untuk dalamkonsep pembingkaian segmen kedua ini adalah kesempatan untuk bertemu Presiden merupakan hal yang langka. Hal itu membuat setiap mereka yang bertemu dengan Presiden melakukan hal yang mereka ingin lakukan dalam kesempatan langka tersebut. Seperti pada pesan pembuka Host, Fitri Megantara yang menyatakan bahwa kesempatan tersebut digunakan oleh warga curhat kepada presiden.
“Sejumlah warga mengakui bahwa bertemu dengan presiden jokowi adalah kesempatan langka. Kesempatan ini pun digunakan warga untuk curhat hingga meminta modal usaha bukan lagi meminta hadiah sepeda dari presiden”.
Penyelesaian masalah dalam segmen kedua President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini menggambarkan tindakan baik yang dilakukan oleh Jokowi kepada para pelaku usaha sekaligus nasabah Bank Wakaf Mikro. Jokowi dalam pidato sambutannya menyatakan bahwa Ia berterimaksih kepada para nasabah yang melakukan kegiatan usaha dan melihat berbagai hasil usaha yang diproduksi para nasabah dan akan membeli semuanya.
“Ada yang jualan gorengan, ada yang jualan bakso, ada yang jualan sayur, dan ada yang jualan camilan, nanti tak borong semua”.
• Berdasarkan Penonjolan Aspek Tertentu dari Suatu Isu.
Penonjolan aspek tertentu yang tampak dalam segmen ini dapat dilihat dari pemakaian kata yang digunakan oleh jurnalis untuk menjelaskan suatu peristiwa.
Hal ini disebabkan karena bahasa merupakan sesuatu yang penting dalam mengonstruksikan realitas. Dalam segmen ini dapat dilihat dengan jelas pemakaian kata yang menggambarkan pembingkaian yang dilakukan oleh
jurnalis. Segmen ini mengambil judul “Curhatan Untuk Jokowi”. Kata curhat sendiri memang bukan bahasa baku dalam bahaa Indonesia yang baik dan benar melainkan bahasa porkem yang familiar digunakan oleh masyarakat Indonesia sehari-hari. Kata curhat disini berarti mengungkaapkan dan mencurahkan isi hati sebagaimana kepanjangan dari kata “curhat” itu sendiri yang berarti Curahan Hati.
Pemilihan kata tersebut menjadikan judul segmen ini menjadi legih ringan, dan menarik untuk diikuti. Curahan hati atau kata “Curhat” mengindikasikan sebuah kedekatan, karena biasanya individu akan mengungkapakan isi hati kepada orang terdekatnya saja. Penonjolan dalam bentuk pemakaian dan pemilihan kata tergambar dengan jelas dalam segmen ini.
Meski ditayangkan pada segmen kedua dalam program ini, hal itu tidak mengurangi sisi penting dari segmen ini beserta dengan isinya. Segmen kedua ini memiliki durasi yang lumayan panjang yaitu sekitar empat menit yang menunjukkan bahwa banyak hal yang hendak disampaikan segmen ini kepada khalayak penonton dan durasi yang digunakan dalam segmen ini membuktikan bahwa segmen ini tak kalah penting dari segmen awal episode 30 Maret 2018.
3. Segmen Ketiga: Menyoroti Film Nasional
• Berdasarkan Seleksi Isu
Gambar 4.3
Segmen Menyoroti Film Nasional (sumber: www.metrotvnews.com)
Tabel 4.5
Frame 3: Menyoroti Film Nasional Define Problems
(Identifikasi Masalah)
Film Nasional turut menjadi sorotan Presiden Jokowi
Diagnose Causes (Sumber Masalah)
Kurangnya kru film ditengah meningkatnya produksi fillm nasional
Make a Moral Judgment (Membuat Keputusan Moral)
Presiden apresiasi film nasional
Treatment Recommendation (Menekankan Penyelesaian)
Memberikan peluang kepada filmmaker Indonesia
(sumber: peneliti)
Masalah yang disoroti atau define problems dalam segmen ketiga President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini adalah terkait sorotan Presiden Jokowi terhadap Film nasional. Hal itu dengan jelas disampaikan oleh Host di awal pembukaan tayangan.
“Pemirsa 30 Maret diperingati sebagai hari film nasional. Film nasional pun turut mendapatkan sorotan dari Presiden Jokowi termasuk permasalahn kurangnya kru film ditengah meningkatnya Produksi film nasional”.
Masalah yang dibahas dalam segmen ini adalah bagaimana perfilman Indonesia yang mulai berkembang tetapi memiliki kendala dari segi sumber daya manusia. Tayangan ini membingakai presiden Jokowi dari sisi yang positif. Pesan membuka mengisyaratkan kepedualian dan perhatian Presiden Jokowi dalam mengembangkan perfilman Indonesia.
Sumber masalah dalam segmen ketiga tayangan President’s Corner yakni terkait perfilman nasional yang semakin meningkat tetapi kurang secara sumber daya manusia.
“Dari data KFI jumlah penonton Indonesia ditahun 2017 meningkat lima juta penonton dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara data jumlah gedung bioskop dan layar Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat
dari tahun 2012, yakni sebanyak 263 gedung bioskop dan 1.412 layar di tahun 2017 dan 145 gedung bioskop da 609 layar ditahun 2012.
harapannya peningkatan ini bisa diiringi dengan sumber daya manusia yang bisa mengisi kekurangan tersebut”.
Make Moral Judgement (membuat keputusan moral) Jokowi dianggap sebagai presiden yang mengapresiasi perfilman Indonesia. Hal itu dilihat dari muculnya Jokowi dalam beberapa kesempatan untuk menonton film Indonesia di beberapa bioskop tanah air. Selain itu, pada saat diwawancarai para jurnalis Jokowi mengungkapkan apresiasinya terhadap suburnya pertumbuhan perfilman nasional.
“Kesempatan dan memberi peluang bagi para pembuat film atau filmmaker Indonesia semakin tumbuh dengan baik karena jumlah penonton juga semakin naik”.
Dalam tayangan ini jelas bahwa Jokowi dianggap sebagai pemimpin negara yang mendukung film karya anak bangsa. Jurnalis menggiring masyarakat agar memiliki persepsi bahwa beliau merupakan presiden yang peduli terhadap karya anak bangsa dan hal itu dapat meningkatkan citra Jokowi
Penyelesaian masalah dalam program Presdent’s Corner Metro TV dalam segmen ketiga episode 30 Maret 2018 ini menekankan pada hal-hal ang harus dilakukan agar perfilman Indonesia semakin meningkat kedepannya. Hal itu tak tak terlepas dari peran pemerintah untuk memberikan berbagai peluang bagi pembuat film Indonesia hal itu dinyatakan oleh Presiden Jokowi dalam wawancara bersama sejumlah wartawan.
“Perlu perbaikan sarana prasarana dan guru- guru yang ada sehingga persoalan kru dalam pembuatan film dapat diatasi secepatnya”.
Penyelesaian masalah yang dapat dilihat dari segmen ini adalah Jokowi digambarkan sebagai sosok yang peduli terhadap karya anak bangsa. Apresiasi yang diberikan oleh presiden Jokowi serta tayangan yang menunjukkan pendapat presiden terhadap perkembangan film di Indonesia tentu sesuatu hal yang dapat melambungan citra presiden di mata khalayak.
• Berdasarkan Penonjolan Aspek Tertentu dari Suatu Isu
Tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 segmen ketiga ini membahas masalah perfilman nasional. Tayangan ini menyoroti tentang masalah yang sedang dihadapi oleh insan perfilman Indonesia, yakni kurangnya sumber daya manusia untuk mengimbangi pertumbuhan perfilman nasional yang terbilang baik. Segmen ketiga ini diberi judul “Menyoroti Film Nasional” dengan durasi empat menit.
Segmen ketiga ini lebih condong membahas tentang apresiasi yang diberikan oleh Presiden Jokowi terhadap perfilman Indonesi dan kesan Presiden Jokowi terhadap perfilman Indonesia. Diceritakan dalam segmen ini bahwa presiden Jokowi menonton sebuah film nasional dan memberikan pendapatnya tentang film yang baru ia tonton tersebut. Selain itu, ada pula infografis tentang peningkatan jumlah penonton, gedung bioskop, layar di bioskop serta film apa saja yang sudah ditonton oleh Presiden selama setahun terakhir.
Meskipun diletakkan di segmen kedua, namun durasi penayangan segmen ketiga ini cukup panjang yakni selama empat menit. Hal ini menunjukkan bahwa segmen ketiga yang membahas tentang apresiasi yang diberikan Presiden Joko Widodo terhadap perfilman nasional juga sesuatu yang penting untuk dibahas dan ditayangkan.
4. Segmen Keempat: Kondisi Nyak Sandang
• Analisis Berdasarkan Seleksi Isu
Gambar 4.4
Segmen Kondisi Nyak Sandang (sumber: www.metrotvnews.com)
Tabel 4.6
Frame 4: Kondisi Nyak Sandang Define Problems
(Identifikasi Masalah)
Kondisi Nyak Sandang pasca operasi katarak
Diagnose Causes (Sumber Masalah)
Nyak Sandang
Make Moral Judgement (Membuat Keputusan Moral)
Operasi Katarak Nyak Sandang dibantu oleh Jokowi
Treatment Recommendation (Menekankan Penyelesaian)
Keluarga berterimakasih kepada Jokowi
(sumber: peneliti)
Identifikasi Masalah atau hal yang disoroti dalam segmen keempat program tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini adalah kondisi kesehatanya Nyak Sandang. Nyak Sandang sudah selesai menjalankan operasi katarak dan kini kondisinya sudah dapat melihat lagi.
“Nyak Sandang sudah selesai menjalankan operasi katarak dan kini sudah dapat melihat kembali. Nyak Sandang melakukan operasi katarak pada Rabu, 25 Maret 2018 selama 30 menit. rasa syukur tak henti-hentinya diucapkan keluarga atas berhasilnya operasi tersebut”.
Sumber masalah atau aktor yang menjadi bahan pemberitaan dalam segmen keempat ini adalah Nyak Sandang. Seorang warga negara Indonesia asal Aceh yang pernah menyumbangkan hartanya sebagai bentuk partisipasinya dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia pada tahun 1950. Hal itu diucapkan Host pada pesan pembuka dalam mengawali segmen ini.
“Pemirsa, masih ingatkah anda dengan Nyak Sandang? Salah satu warga yang menyumbangkan hartanya untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia. 21 Maret lalu, Nyak Sandang dan anaknya diterima Presiden Jokowi di Istana negara. Nyak Sandang juga berharap bisa diberi giliran untuk naik haji dan dibangunnya masjid di kampungnya, Aceh”.
Keputusan Moral yang tampak dilakukan oleh jurnalis dalam segmen keempat tayangan ini adalah bantuan yang diberikan oleh Presiden Jokowi terhadap Nyak Sandang. Tayangan terkait bantuan yang diberikan oleh Presiden Jokowi terhadap Nyak Sandang tentu sesuatu yang dapat menaikkan citranya dimata khalayak. Martudi, selaku anak dari Nyak Sandang mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan dari presiden.
“Alhamdulilah perjuangan yang ditempuh oleh tim dokter RSPAD dan dokter dari tim kepresidenan dari RSCM telah berhasil dioperasi dan beliau langsung di tes melalui gerakan tangan satu dua tiga dalam jarak satu meter dan beliau dapat melihat wajah dengan jelas”.
Treatment Recomendation yang terdapat dalam segmen ini keluarga berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada Nyak Sandang sehingga Nyak Sandang dapat melihat kembali.
“Terimakasih kepada bapak Presiden Indoesia, Bapak Joko Widodo yang telah berkenan membantu pengobatan Ayah kami Nyak Sandang, sehingga sudah dapat melihat dengan sempurna”.
Selanjutnya dengan terbata, Nyak Sandang mengungkapkan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Presiden Jokowi.
“Karena saya sudah bisa melihat lagi saya ingin ketemu dengan Presiden dan kemarin hanya bisa menyalamnya saja tidak bisa melihat wajahnya”.
• Analisis Berdasarkan Penonjolan Tertentu dari Suatu Isu
Segmen ke empat ini membahas tentang kondisi dari seorang warga negara asal Aceh yang mendapat bantuan dalam operasi katarak yang sudah dilaluinya. Isu ini ditayangkan di segmen ke empat dan merupakan berita follow up dari episode sebelumnya yang juga membahas topik yang sama. Durasi tayangan ini sendiri tiga menit sebelas detik dan diberi judul “Kondisi Nyak Sandang”.
Kondisi Nyak Sandang sudah membaik dan sudah dapat melihat dengan sempurna pasca menjalani operasi katarak di RSPAD. Sebelumnya, Nyak Sandang didampingi oleh anaknya sudah bertemu dengan Presiden Jokowi di Jakarta. Ada tiga hal yang diminta oleh Nyak Sandang kepada Presiden Jokowi
yakni, bantuan untuk operasi mata, bantuan agar dapat naik haji dan meminta dibangunkan masjid di kampung halamannya, Aceh. Hal yang sudah diwujudkan oleh Presiden Jokowi adalah membantu pelaksanaan operasi mata Nyak Sandang.
Meskipun judul yang dimuat diawal penayangan segmen ini adalah
“Kondisi Nyak Sandang” akan tetapi, segmen ini tak luput untuk memberitakan tentang kebaikan hati Presiden Jokowi yang telah memberikan bantuan dalam pengobatan mata Nyak Sandang. Hal itu terbukti dari konten tayangan yang menayangkan ulang bagaimana Presiden bertemu dengan Nyak Sandang beberapa waktu lalu, dan mengulas kembali isi permintaan Nyak Sandang kepada Presiden Jokowi.
5. Segmen Kelima: Nikahan Mantan Ajudan
• Berdasarkan Seleksi Isu
Gambar 4.5
Segmen Nikahan Mantan Ajudan (sumber: www.metrotvnews.com)
Tabel 4.7
Frame 5: Nikahan Mantan Ajudan Define Problems
(Identifikasi Masalah)
Perhatian Jokowi untuk orang disekitarnya
Diagnose Causes (Sumber Masalah)
Mantan ajudan Jokowi menikah di Kalimantan
Make Moral Judgement (Membuat Keputusan Moral)
Mantan ajudan Jokowi mengetahui sosok Jokowi lebih dalam
Treatment Reacomendation (Menekankan Penyelesaian)
Mantan ajudan Jokowi mengucapkan terimakasih atas kedatangan keluarga presiden Jokowi dalam pernikahannya
(sumber: peneliti)
Identifikasi masalah yang terdaapat dalam segmen terakhir dalam tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini membahas tentang
Identifikasi masalah yang terdaapat dalam segmen terakhir dalam tayangan President’s Corner episode 30 Maret 2018 ini membahas tentang