BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil penelitian pretest dan posttest
Hasil penelitian pada kelas eksperimen sebelum memberikan perlakuan berupa penggunaan metode proyek dengan kegiatan membuat karya dari tanah liat dan percobaan mencampur warna pada anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghaniyyu Kabupaten Gowa menggambarkan bahwa kemampuan pemecahan masalah anak belum berkembang dengan baik. Data pada penelitian diperoleh dari hasil observasi pada saat anak sedang beraktivitas baik pada saat belajar maupun bermain.
Kemampuan pemecahan masalah anak digambarkan melalui observasi dengan menggunakan instrumen penilaian kemampuan kognitif (belajar dan pemecahan masalah) anak usia 4-5 tahun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indinesia Nomor 137 Tahun 2014.
Hasil penilaian pretest dan posttest ditentukan berdasarkan instrument penilaian yang terdiri dari skala penilaian BB (Belum Berkembang), MB (Mulai Berkembang), BSH (Berkembang Sesuai Harapan), BSB (Berkembang Sangat Baik).
Hasil observasi terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun ditentukan dengan skor 1–4, dimana skor 1 (anak belum mampu melakukan indikator kemampuan memecahkan masalah), skor 2 (anak mampu melakukan indikator kemampuan pemecahan masalah namun masih ragu), skor 3 (anak mampu melakukan indikator kemampuan pemecahan masalah dengan bantuan), skor 4 (anak mampu melakukan indikator kemampuan pemecahan masalah tanpa bantuan). Anak yang melakukan pretest dan posttest sebanyak 12 anak yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 4 perempuan. Hasil penelitian mengenai penggunaan metode proyek terhadap
kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghaniyyu dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghnaiyyu Kabupaten Gowa pretest dan posttest
No. Nama Peserta Didik Nilai pretest Nilai posttest
1. As 17 32
2. In 16 34
3. Aml 23 35
4. Aly 14 30
5. Abz 17 32
6. Dw 15 33
7. Faz 24 36
24 Khf 18 34
9. Rfsy 16 35
10. Ryn 20 35
11. Fdl 26 36
12. Rfq 16 29
Tabel tersebut menunjukkan hasil penilaian terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghaniyyu ,tampak perbedaan nilai sebelum dan setelah menggunakan metode proyek, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan membuat karya dari tanah liat dan percobaan mencampur warna yang diterapkan memberi pengaruh terhadap kemampuan anak pemecahan masalah anak 4-5 tahun yang mencakup kemampuan mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenal benda berdasarkan fungsinya, mengenal konsep banyak sedikit, dan mengamati benda dengan gejala rasa ingin tahu.
Tabel 4.2
Kategori pretest perkembangan kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghaniyyu Kabupaten Gowa
No. Nama
Kategori postest perkembangan kemampuan pemecahan
masalah anak usia 4-5 tahun Jum
1 2 3 4
1. As BB MB MB BSH BSH MB BB BB MB 17
2. In BB MB BSH MB MB MB BB BB MB 16
3. Aml MB BSH BSH MB BSB BSH MB MB MB 23
4. Aly BB MB BB BSH BB BB BB MB MB 14
5. Abz BB MB MB BSH BSH MB MB BB BB 17
6. Dw MB BB MB BSH MB BB MB BB BB 15
7. Faz MB MB BSH BSH BSB BSH MB MB BSH 24
8. Khf MB BB BSH BSH MB BB MB MB MB 18
9. Rfsy BB BSH BB BSH MB MB BB BB MB 16
10. Ryyn BB MB MB BSH BSH BSH MB MB MB 20 11. Fdl BSH BSH BSH BSB BSH MB MB BSH BSH 26
12. Rfq BB BB BSH MB BSH MB MB BB BB 16
222 Table tersebut menunjukkan kategori kemampuan pemecahan masalah anak di TK Al Ghaniyyu Kabupaten Gowa dengan rentan usia 4-5 tahun sebelum penggunaan metode proyek dalam membuat karya dari tanah liat dan mencampur warna primer. Setiap anak yang dikategorikan belum berkembang (BB) pada masing-masing indikator diberi skor 1, mulai berkembang (MB) pada masing-masing-masing-masing indikator diberi skor 2, berkembang sesuai harapan (BSH) pada masing-masing indikator diberi skor 3, dan berkembang sangat baik (BSB) pada masing-masing indikator diberi skor 4. Indikator 1 mencakup kemampuan mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari mencakup kemampuan dalam mengenal konsep warna dan kemampuan mengenal benda dan sifatnya. Indikator 2 mencakup kemampuan mengenal benda berdasrkan fungsinya dalam dalam mengelompokkan dan menggunakan benda sesuai fungsinya. Indikator 3 mencakup kemampuan mengenal konsep banyak sedikit dalam mengurutkan benda sesuai ukurannya dan mengenal benda berat dan ringan. Indikator 4 mencakup kemampuan mengamati benda dan gejala rasa ingi tahu dalam menyimak kegiatan, mengemukakan pendapat, dan melakukan percobaan sederhana.
Tabel 4.3
Kategori postest kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghaniyyu Kabupaten Gowa
No. Nama
Kategori postest perkembangan kemampuan pemecahan
masalah anak usia 4-5 tahun Jum
1 2 3 4
1. As BSH BSB BSH BSB BSB BSB BSH BSH BSB 32 2. In BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSH BSH BSB 34 3. Aml BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSH BSB 35 4. Aly BSB BSB BSH BSB MB BSH MB BSB BSB 30 5. Abz BSH BSB BSH BSB BSB BSB BSB BSH BSH 32 6. Dw BSB BSH BSB BSB BSH BSB BSB BSH BSB 33 7. Faz BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB 36 8. Khf BSB BSH BSB BSB BSB BSH BSB BSB BSB 34 9. Rfsy BSB BSB BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSB 35 10. Ryyn BSB BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB 35 11. Fdl BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB 36 12. Rfq BSH BSH BSB BSB BSB BSH BSB MB MB 29 401 Table tersebut menunjukkan kategori kemampuan pemecahan masalah anak di TK Al Ghaniyyu Kabupaten Gowa dengan rentan usia 4-5 tahun sesudah penggunaan metode proyek dengan kegiatan membuat karya dari tanah liat dan mencampur warna primer. Setiap anak yang dikategorikan belum berkembang (BB)
pada masing indikator diberi skor 1, mulai bekembang (MB) pada masing indikator diberi skor 2, berkembang sesuai harapan (BSH) pada masing indikator diberi skor 3, dan berkembang sangat baik (BSB) pada masing-masing indikator diberi skor 4. Indikator 1 mencakup kemampuan mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari mencakup kemampuan dalam mengenal konsep warna dan kemampuan mengenal benda dan sifatnya. Indikator 2 mencakup kemampuan mengenal benda berdasrkan fungsinya dalam dalam mengelompokkan dan menggunakan benda sesuai fungsinya. Indikator 3 mencakup kemampuan mengenal konsep banyak sedikit dalam mengurutkan benda sesuai ukurannya dan mengenal benda berat dan ringan. Indikator 4 mencakup kemampuan mengamati benda dan gejala rasa ingi tahu dalam menyimak kegiatan, mengemukakan pendapat, dan melakukan percobaan sederhana.
Tabel 4.4
Nilai statistik deskriptif hasil pretest dan posttes kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di tahun di TK Al Ghaniyyu Kabupaten Gowa
Statistik
Nilai Statistik
Pretest Posttest
Nilai terendah 14 29
Nilai tertinggi 26 36
Nilai rata-rata 18,50 33,42
Standar deviasi 3,873 2,275
Tabel tersebut menunjukkan nilai yang diperoleh peserta didik sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dan dapat disimpulkan bahwa nilai terendah pada pretest adalah 14 serta nilai tertinggi 26 dengan nilai rata-rata 18,50 dan standar deviasi yang diperoleh adalah 3,873. Nilai terendah yang diperoleh pada posttest yaitu 29 serta nilai tertinggi 36 dengan nilai rata-rata yang diperoleh 33,42 dan standar deviasi 2,275. Hasil penelitian yang digambarkan pada tabel tersebut menunjukkan adanya perbedaan kemampuan anak dalam memecahkan masalah sebelum dan setelah penggunaan metode proyek terhadap kemampuan pemecahan masalah pada anak.
Kemampuan pemecahan masalah pada anak dalam penelitian ini dapat dikategorikan dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi sehingga diperoleh frekuensi dan persentase setelah pemberian pretest dan posttest. Kategori dan persentase tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Kategorisasi presentase hasil pretest
No Tingkat Penguasaan Kategori Frekuensi Persentase (%)
1 X < 15 Rendah 1 8%
2 15 ≤ X < 23 Sedang 8 67%
3 23 ≤ X Tinggi 3 25%
Jumlah 12 100%
Tabel tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pada anak sebelum diberikan perlakuan terdapat 1 anak yang berada pada kategori rendah (8%), 8 anak pada kategori sedang (67%), dan 3 anak pada kategori tinggi (25%)
sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase hasil pretest berada pada kategori sedang.
Tabel 4.6
Kategorisasi presentase hasil posttest
No Tingkat Penguasaan Kategori Frekuensi Persentase (%)
1 X < 31 Rendah 2 17%
2 31 ≤ X < 35 Sedang 5 41%
3 35 ≤ X Tinggi 5 42%
Jumlah 12 100%
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa kemampuan pemecahan masalah anak setelah perlakuan yaitu ada 2 anak (17%) yang masuk dalam kategori rendah, 5 anak (41%) kategori sedang, dan 5 anak (42%) kategori tinggi. Hasil persentase yang diperoleh berdasarkan hasil postest dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan anak setelah perlakuan berada pada kategori tinggi.
2. Perbedaan hasil kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun sebelum dan setelah penggunaan metode proyek
Penelitian ini menggunakan statistik inferensial untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun sebelum dan setelah penggunaan metode proyek di TK Al Ghaniyyu. Peneliti akan melakukan uji normalitas untuk mengetahui hasil dari pretest dan posttest berdistribusi normal atau tidak. Kemudian setelah itu peneliti kembali melakukan uji homogenitas untuk
mengetahui data homogen atau tidak lalu peneliti akan melakukan tahap uji hipotesis untuk melihat apakah terdapat pengaruh atau perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Peneliti menganalisis data dengan menggunakan bantuan SPSS.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan peneliti untuk mengetahui apakah hasil pretest dan posttest berdistribusi normal atau tidak kemudian disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.7
Uji normalitas hasil pretest dan postest
Kelompok K-SZ Signifikasi Keterangan
Pretest 0,234 0,068 Normal
Posttest 0,185 0,200 Normal
Berdasarkan tabel uji normalitas dengan bantuan SPSS dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest maupun posttest berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Peneliti melakukan uji homogenitas untuk mengetahui apakah data yang diperoleh bersifat homogen atau tidak. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel:
Tabel 4.8 Uji homogenitas data
Kelompok M F Signifikasi Keterangan
Pretest 22.722 3.963 0.076 Homogen
Posttest 4.531 0.658 0.718 Homogen
Berdasarkan uji homogenitas diatas diketahui nila sigifikan dari based on mean sebesar 0,064 > 0,05 yang artinya data yang diperoleh bersifat homogen.
c. Uji Hipotesis
Peneliti melakukan uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode proyek terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun. Hasil pengujian tersebut disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.9 Uji hipotesis
Kelompok T Signifikan Keterangan
Pretest – posttest -18,821 0.000 Terdapat perbedaan Berdasarkan tabel uji hipotesis tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000 artinya 0,000 < 0,05. Nilai t yang diperoleh adalah -18,821. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan metode proyek terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Ghaniyyu.