• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Kelurahan Bagan Barat Kota Bagansiapiapi

Bagansiapiapi terletak di pantai timur Sumatera-Indonesia. Pada zaman kolonial dikenal sebagai onderafdeling Bagansiapiapi yang setara dengan kecamatan pada era sekarang ini. kawasannya terdiri dari tiga onderdistrik yaitu Bangko, Kubu, dan Tanah Putih.114 Bagansiapiapi terletak di muara sungai Rokan, nama Bagansiapiapi berasal dari bahasa malayu dari kata “Bagan” yang berarti tempat atau daerah sedangkan kata “ apiapi” yakni sejenis mangrove yang banyak terdapat dimuara sungai Rokan. Berdasarkan versi perantau Cina yang biasa menyebut Bagansiapiapi dengan “Bagan api” berasal penemuan mereka melihat adanya api yang menyala dari kejauahan, ketika didekati dijumpai sisa-sisa api unggun para nelayan dari Rokan yang bermalam di bedeng-bedeng untuk menjemur hasil ikan, dimana Bagansiapiapi merupakan penghasil ikan terbesar kedua di dunia pada saat itu.115 Secara umum, suku melayu merupakan masyarakat asal dari kawasan onderafdeeling Bagansiapiapi. Mereka adalah pemegang kuasa awal.

Struktur sosial masyarakat melayu onderafdeeling Bagansiapiapi dibangun daripada dasar ajaran islam. Ini dapat dibuktikan daripada kedudukan masjid emas yang dibina pada tahun 1800. Masjid ini terletak di kawasan sedinginan-onderdistrict tanah putih. Di belakang masjid emas terdapat makam tua yang dinamakan makam Aceh. Begitu juga makam datuk kancil di teluk merbau-kubu.

Datuk kancil ialah seorang penasehat agama datuk raja hitam, pendiri negeri kubu pada tahun 1667. Seterusnya, makam tuan syeikh zainuddin terletak di tanah putih.

Beliau guru dari mertua guru Abdul Wahab Rokan yang merupakan pendiri pusat pesantren tarekat babussalam Langkat Sumatera Utara. Beliau meninggal tahun

114 Yudi Andoni, Jaringan Kebangsaan Antar-Nusa, Prosiding Seminal Nasional 71 Tahun Indonesia Merdeka, (Padang: Labor Sejarah Universitas Andalas, 2016), hlm. 25.

115 Repi, “Perkembangan Struktur dan Bentuk Ruang Kota Bagansiapiapi”, Vol. 1, No. 2.

hlm. 76

47 1926 ketika berusia 76 tahun. Makam datuk batu hampar yang terletak di desa Bentayan-Bangko, 30 km dari kota bagansiapiapi.116

Datuk batu hampar yang mempunyai nama asal, Syarif Ali penguasa dinasti tujuh handuk dan pendiri negeri bangko. Dasar ajaran islam merupakan pedoman masyarakat dan pola hidup penduduk tempatan dibina daripada ketaatan mereka terhadap agama islam. kemudian, masuknya islam ke Onderafdeeling Bagansiapiapi pada abad ke-15 semasa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1459-1477), dan perkembangan islam dimulai di selat melaka. Sebagian besar masyarakat Bagansiapiapi berprofesi sebagai nelayan pribumi, pendatang cina, sedangkan etnik Minangkabau, Batak, Jawa, dan India memilih pekerjaan yang berbeda, seperti pedagang, dan pegawai belanda pada masa itu.117

Pendatang Cina telah menjadi kelompok yang dominan akibat jumlah mereka yang banyak dan peranannya sebagai pemasar hasil bumi di Onderafdeeling Bagansiapiapi dibanding dengan suku Jawa, Batak, Minangkabau dan India.

Pendatang Cina tidak hanya menguasai pemasaran bidang perikanan, akan tetapi telah meluas hingga pada bidang-bidang lainnya. Penduduk setempat yang menangkap ikan dengan memasang jermal-jermal didepan muara Sungai Rokan dibuatnya terdesak, karena teknik mencari ikan hanya menggunakan alat tangkapan jala dan kail. Kegiatan lainnya ialah membekalkan keperluan perikanan seperti tiang jajar bagi jermal, keranjang rajut kecil untuk mengepak belacan dan pekerjaan di luar perikanan. Boleh dikatakan penangkapan ikan bagi orang Melayu menjadi tidak begitu penting. Secara sosial penduduk tempatan yang bekerja sebagai produsen dan pendatang peribumi umumnya paling bawah dalam struktur sosial.

Hal ini merupakan permasalahan dan potensi konflik kerana penduduk tempatan adalah pemegang awal kuasa di kawasan Onderafdeeling Bagansiapiapi.

Kemudian, sumber ekonomi yang ada di Onderafileeling Bagan Siapiapi tidak lagi dikuasai oleh penduduk tempatan.118

116 Yudi Andoni, op.cit., hlm. 33.

117 Ibid., hlm. 34-35.

118 Ibid.

48 Singkat cerita, setelah pengakuan kedaulatan indonesia oleh belanda, pemerintah indonesia melaksanakan nasionalisasi ekonomi dan program banteng.

Seiring dengan pelaksanaan program ini, terjadi pembatasan terhadap pendatang china dalam bidang ekonomi, ketika ini eforia keindonesiaan sangatlah tinggi.

Pemerintah Soekarno mengiringi kebijakan ini dengan politik berdikari. Tidak memerlukan waktu lama, di Bagansiapiapi kebijakan nasional diatas telah memberikan pengaruh. Akhirnya, pendatang cina itu hanya dapat ditundukan dengan bantuan tentara republik.

Bekas wilayah kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta ditambah kecamatan pemekaran yaitu Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kabupaten Baru di Provinsi Riau sesuai dengan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999. Selanjutnya dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 ditetapkan Bagansiapiapi sebagai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir. Kabupaten Rokan Hilir telah memiliki beberapa Kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Bangko, Kecamatan Bangko Pusako, Kecamatan Rimba Melintang, Kecamatan Kubu, Kecamatan Kubu Babussalam, Kecamatan Tanah Putih, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Pujud, Kecamatan Batu Hampar, Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Rantau Kopar, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Sinaboi, dan Kecamatan Pekaitan.

Kelurahan Bagan Barat merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. Dari awalnya berdirinya Kelurahan Bagan Barat telah berganti 10 (sepuluh) kali pejabat Lurah untuk memimpin di wilayah Kelurahan Bagan Barat, dengan jumlah penduduk mencapai 13.268 pada tahun 2021,119 sumber terbaru mengatakan bahwa penduduk kelurahan bagan barat mencapai 13.808/ bulan Mei 2022.120 Kemudian terbagi menjadi wilayah lingkungan sosial terkecil 6 RW dan 24 RT.121

119 Data Agregat Kependudukan Semester II Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2021.

120 Data Kependudukan Kelurahan Bagan barat 9 juni 2022

121 Dokumen Profil Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir 2022.

49 Lurah yang bertugas di Kelurahan Bagan Barat adalah:122

1. Bustam Siman (alm) 2. Azhar Naji (alm) 3. Nazif Taman (alm) 4. Syafrudin, S.H 5. Juhrizal

6. Binhar Jamil (alm) 7. Julianda, S. Sos

8. Andika Pratama, S. Stp 9. Abdul Salam, S.E 10. Rustinawati, S.Hut

Dokumen terkait