• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

1. Uji Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka instrument harus mempunyai skala pengukuran. 61

Metode skala likert bergradasi lima digunakan untuk penelitian kuantitatif dalam butir pertanyaan dan pertanyaan yang ada dalam kuesioner untuk mengukur faktor-faktor produksi dalam pengembangan industri batu bata di Nagari Panampuang Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Setiap item pertanyaan dalam angket disediakan lima pilihan jawaban dalam penyusunan angket ini disusun menurut skala likert dengan diberi skor atau nilai sebagai berikut :

Sangat Setuju (SS) = 5

Setuju (S) = 4

Ragu-Ragu (RR) = 3

60 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan…,hal 199.

61 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D), (Jakarta :Alfabeta,2010). hal 131.

Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1

Tabel 3.1 Instrumen Penelitian

No Variabel Defenisi Operasional Pernyataan 1 Faktor-Faktor Produksi

tidak

sesuai dengan

pengrajin batu bata

yang dihasilkan berkualitas bagus.

31. Produksi batu bata yang hasilkan bisa memenuhi target dari industri.

32. Produksi batu bata yang dihasilkan tepat waktu.

a. Uji Validitas

Validitas adalah kebenaran dan keabsahan instrument penelitian yang digunakan. Setiap penelitian selalu dipertanyakan alat yang digunakan. 62Uji validitas pada penelitian ini dilakukan guna mengukur valid atau tidaknya kuesioner yang telah di isi oleh responden, yang mengunakan rumus Product Momen Karel Person sebagai berikut :

r = N ( Σ XY ) – ( ΣX) (ΣY )

(N ΣX2- (ΣX)2 )– ( NΣY2 – (Y)2 )

b. Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan secara eksternal dan internal. Uji reliabilitas pada penelitian ini yaitu dengan

62 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D)…, hal 136.

internal konsisten yaitu pengujian sekali saja.63 Dalam penelitian ini untuk menentukan kuesioner reliable atau tidak reliable menggunakan alpha cronbach dengan rumus yaitu :

r11 = k 1 - Σσ2b

k – 1 σ21

Keterangan :

r11 = Reliabilitas instrumen k = Jumlah kuesioner Σσ2b = Jumlah varians butir

σ2

1 = Varians total

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinieritas

Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen.64 Jika ada korelasi yang tinggi antara variabel independen tersebut, maka hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menjadi terganggu. Model regresi yang baik

63 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D)…, hal 137.

64 Ianatut Thoifah, Statistika Pendidikan dan Metode Penelitian Kuantitatif, (Malang:

Madani, 2015), hal 221.

seharusnya tidak terjadi multikolinieritas. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF (Variance Infalation Factor). 65

VIF = 1 = 1

TOL 1 – R2j

Jika hubungan linear antar peubah bebas X dalam model regresi ganda adalah korelasi sempurna maka peubah-peubah tersebut berkolinearitas ganda sempurna (perfect multicollinearity).

b. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk membuktikan bahwa data yang dipergunakan berdistribusi normal. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan nilai kritisnya. Metode klasik dalam pengujian normalitas suatu data tidak begitu rumit. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka (n > 30), maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal.

Biasa dikatakan sebagai sampel besar.

Namun untuk memberikan kepastian, data yang dimiliki berdistribusi normal atau tidak, sebaiknya digunakan uji statistik normalitas. Karena belum tentu data yang lebih dari 30 bisa dipastikan berdistribusi normal, demikian sebaliknya data yang banyaknya kurang dari 30 belum tentu tidak berdistribusi normal,

65 Setiawan dan Dwi Endah Kusrini, Ekonometrika, (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2010) hal 93.

untuk itu perlu suatu pembuktian. Dasar pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan probabilitas yaitu :

a. Jika probabiltas > 0.05 maka populasi berdistribusi normal.

b. Jika probabilitas < 0.05 maka populasi tidak berdistribusi normal.66Uji statistic normalitas yang dapat digunakan di antaranya adalah, Kolmogorov Smirnov :

Z = X1 - X │FT - FS│ SD

FS = Banyaknya angka sampai angka ke ni Banyaknya seluruh angka pada data

Keterangan :

X1 = Angka pada data

Z =Transformasi dari angka ke notasi pada distribusi normal FT = Probabilitas komulatif normal

FS = Probabilitas kumultif empiris

Dimana :

1) Jika nilai │FT – FS│terbesar kurang dari nol tabel kolmogrov smirnov maka HO diterima, Ha ditolak.

2) Jika nilai │ FT – FS│terbesar lebih besar dari nilai tabel Kolmogorov smirnov maka HO ditolak, Ha diterima.

c. Uji Autokorelasi

66 Ianatut Thoifah, Statistika Pendidikan dan Metode Penelitian Kuantitatif…, hal 221.

Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson (Uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut :67

Tabel 3.2 Klasifikasi Nilai d68

Nilai d Keterangan

< 1,10 Ada autokorelasi

1,10 – 1,54 Tidak ada kesimpulan

1,55 – 2,46 Tidak ada autokorelasi

2,46 – 2,90 Tidak ada kesimpulan

> 2,91 Ada autokorelasi

Selanjutnya dapat dihitung dengan formula sebagai berikut : N

DW = ∑ (ut - ut – 1) 2 t=2

N ∑ ut2 t=2

67 Agus Tri Basuki. Analisis Regresi dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis, (Jakarta:

Rajawali Pres, 2017) hal 60.

68 Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, (Jakarta: PT.

Bumi Aksara, 2013) hal 108.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan variabel, sumber daya alam (X1), modal (X2), tenaga kerja (X3) terhadap pengembanga industri batu bata (Y). Persamaan regresi yang dipakai adalah :

Y = β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e Keterangan :

Y = Pengembangan industri

Β1 =Koefisien regresi dari variabel X1 (sumber daya alam) X1 = Sumber daya alam

Β2 = Koefisien regresi dari variabel X2 (modal)

X2 = Modal

Β3 = Koefisien regresi dari variabel X3 (tenaga kerja) X3 = Tenaga kerja

e = Standar error

4. Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi digunakan untuk menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linear dan arah dua variabel acak.69 Rumus koefisien korelasi adalah :

r = n (Σ XY) – (Σ X) (Σ Y)

( n (Σ x 2) – (Σ x )2 ( n (Σ y2)- ( Σ y)2 Keterangan :

r = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat n = Banyaknya sampel

x = Skor setiap item y = Skor total variabel

5. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel Xi terhadap Y. Sebelum mengetahui besarnya koefisien determinasi, terlebih dahulu ditentukan berapa koefisien korelasinya ( r ). Rumus koefisien determinasi :

R2 = ( r )2 X 100

6. Uji Hipotesis

69 Basillius Redan Werang, Pendekatan Kuantitatif dan Pendekatan Sosial, (Yogyakarta:

Calpulis, 2015), hal 153.

a. Uji t (Uji Parsial)

Uji t bertujuan untuk mengetahui signifikan pengaruh masing-masing variabel independent secara individual (parsial) terhadap variabel dependent. Rumus yang digunakan uji t adalah :

Thit = r n – 2

1 – r2 Keterangan :

T = T hitung r = Korelasi r2 = Determinan n = Jumlah sampel

Dengan kaidah pengambilan keputusan sebagai berikut :70

1) Jika thitung > ttabel pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05), maka terbukti bahwa variabel faktor sumber daya alam, modal dan tenaga kerja secara parsial mempengaruhi pengembangan industri.

2) Jika thitung < ttabel pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) maka terbukti bahwa variabel faktor sumber daya alam, modal dan tenaga kerja secara parsial tidak mempengaruhi pengembangan industri.

70 Algifari, Statistik Indukdutif untuk Ekonomi Dan Bisnis, ( Yogyakarta: UPP AMP, 2006), hal 230.

b. Uji F (Uji serentak)

Uji-F (uji serentak) adalah untuk melihat apakah variabel independen secara bersama-sama (serentak) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependen.71

Dimana :

Ho = Secara bersama-sama (serentak) tidak berpengaruh positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

Ha = Secara bersama-sama (serentak) pengaruh positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan rumus :

F = R2 N – M – 1 L (1 – R 2) Keterangan :

F = Hitung R2 = Determinasi N = Jumlah responden m = Jumlah variabel bebas

Dengan demikian kaidah pengambilan keputusan sebagai berikut : 1) Jika Fhitung > Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05), maka

terbukti bahwa faktor sumber daya alam, modal dan tenaga kerja tersebut secara simultan mempengaruhi pengembangan industri

71 Algifari, Statistik Indukdutif untuk Ekonomi Dan Bisnis…, hal 232.

batu bata. Dengan demikian hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis mula-mula (H0) ditolak.

2) Jika Fhitung < Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) maka terbukti bahwa faktor sumber daya alam, modal dan tenaga kerja tersebut secara simultan tidak mempengaruhi pengembangan industri batu bata. Dengan demikian hipotesis alternative (Ha) ditolak dan hipotesis mula-mula (H0) diterima.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Daerah Penelitian

Dokumen terkait