• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

E. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif berdasarkan jenis data dan tujuan analisis. Metode kuantitatif menggunakan statistik deskripsi dan statistik inferensial. Statistik deskripsi untuk menggambarkan kemampuan berpikir secara grafik dan tabel, seperti deskripsi rata-rata kemampuan komunikasi matematis dan N-gain setiap jenis penalaran berdasarkan pendekatan belajar. Statistik inferensial digunakan untuk melihat pengaruh variabel utama secara tunggal dan interaksi antara variabel dalam meningkatkan kemampuan berpikir. Semua metode analisis statistik yang digunakan menggunakan program SPSS.

Signifikansi adanya perbedaan antara dua kelompok data yang diperbandingkan dikarakterisasi dengan suatu ukuran effect size. Menurut Morgen et al. (2004); Leech et al. (2005), hasil analisis mengenai adanya perbedaan yang signifikan tidak memberikan informasi tentang kualitas perbedaan antara dua kelompok data. Oleh karena itu, Cohen (Morgen et al., 2004; Leech et al., 2005) merekomendasikan lima kategori kualitas adanya perbedaan yang signifikan, yaitu: 1) sangat kecil, 2) kecil, 3) sedang, 4) besar; dan 5) sangat besar (Tabel 3.4) dengan dua jenis effect size. Untuk dua kelompok data yang berpasangan menggunakan ukuran effect size jenis r, sedangkan untuk dua kelompok data yang independen, menggunakan ukuran effect size jenis d yang formulasinya ditunjukkan pada persamaan 3.4 dan persamaan 3.5.

Tabel 3.4. Ukuran effect size dan interpretasi kualitas perbedaan signifikan dan Interpretasi kekuatan hubungan antara dua variabel

effect Size (jenis d) Effect Size jenis r

Nilai d Interpretasi Nilai r Interpretasi

d≥ 1,0 Sangat besar r≥ 0,7 Sangat kuat

0,8 ≤ d < 1,0 Besar 0,5 ≤ r < 0,7 Kuat

74 0,2 ≤ d < 0,5 Kecil 0,1 ≤ r < 0,3 Lemah

d < 0,2 Sangat kecil r < 0,1 Sangat lemah Ket: pengelompokan dan interpretasi menurut Cohen (Leech et al., 2005)

, (untuk N yang sama) ……… (3.4)

, (untuk N yang berbeda) ……….. (3.5)

Metode kualitatif lebih banyak digunakan dalam pengembangan bahan ajar untuk menentukan konsep-konsep matematika yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan belajar konsep kimia kuantitatif, dan karakteristik subyek sasaran bahan ajar. Pada implementasi bahan ajar MSK, metode kualitatif digunakan untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang ada pada lembar kerja mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, serta kualitas peningkatan (N-gain) kemampuan berpikir matematis.

Peningkatan kemampuan berpikir matematis (N-gain) dikarakterisasi ke dalam tiga kategori menurut Hake (1999) yaitu, rendah, sedang, dan tinggi (Tabel 3.5). Penggunaan kategori N-gain (capain yang dinormalisasi) merefleksikan suatu perspektif bahwa peningkatan yang sama berdasarkan perbedaan nilia natara postes dan pretes mempunyai kualitas yang berbeda jika nilai pretesnya berbeda. Oleh karena itu, setiap mahasiswa memperoleh peluang yang sama dalam memberdayakan kemampuannya untuk memperoleh peningkatan dalam berpikir matematis secara optimal (N-gain maksimal = 1).

Tabel 3.5. Ukuran N-gain dan interpretasi kualitas

Nilai N-gain Kategori kualitas

N-gain < 0,3 Rendah

75

N-gain > 0,7 Tinggi

Ket: Kategori N-gain menurut Hake (1999) dan Melzert (2002).

Mengacu pada sejumlah variabel independent dan variabel yang diukur

(dependent), serta penggunaan statistik inferensial dalam penelitian ini, maka

dirumuskan sejumlah hipotesis, meliputi :

1. Pengaruh pendekatan belajar terhadap peningkatan pemahaman materi MSK dan kemampuan berpikir matematis

a. Perbedaan N-gain pemahaman materi MSK antara hasil pembelajaran menggunakan pendekatan latihan dan tanya jawab (PLTJ) dengan pendekatan konstruktivis kelompok kecil (PKoK).

: =

Skor rata-rata N-gain pemahaman konsep MSK hasil pembelajaran menggunakan PLTJ ( tidak berbeda dengan skor rata-rata N-gain

hasil pembelajaran menggunakan PKoK ( .

: ≠

Skor rata-rata N-gain pemahaman konsep MSK hasil pembelajaran dengan PLTJ ( berbeda secara signifikan dengan skor rata-rata N-gain

pemahaman materi MSK dari hasil pembelajaran dengan PKoK ( . b. Perbedaan N-gain kemampuan berpikir matematis antara hasil pembelajaran

MSK menggunakan PLTJ dengan menggunakan PKoK

: =

Skor rata-rata N-gain kemampuan berpikir matematis hasil pembelajaran menggunakan PLTJ ( tidak berbeda dengan skor rata-rata N-gain

kemampuan berpikir matematis hasil pembelajaran menggunakan PKoK ( .

:

2. Perbedaan N-gain pemahaman konsep antara materi bahan ajar MSK :

: minimal ada satu yang berbeda Ket:

76 = nilai rata-rata N-gain pemahaman materi nilai pendekatan dan

perbandingan

= nilai rata-rata N-gain pemahaman materi (prinsip) aljabar

= nilai rata-rata N-gain pemahaman materi fungsi

= nilai rata-rata N-gain pemahaman materi penyelesaian sistem

persamaan

= nilai rata-rata N-gain pemahaman materi diferensial = nilai rata-rata N-gain pemahaman materi integral

3. Perbedaan N-gain antara kemampuan berpikir LoM, KoM, dan PM

:

: minimal ada satu yang berbeda Ket:

= nilai rata-rata N-gain kemampuan berpikir LoM = nilai rata-rata N-gain kemampuan KoM

= nilai rata-rata N-gain kemampuan PM 4. Perbedaan N-gain antara jenis kemampuan KoM

:

: minimal ada satu yang berbeda Ket:

= nilai rata-rata N-gain kemampuan interpretasi tabel

= nilai rata-rata N-gain kemampuan interpretasi model matematis

= nilai rata-rata N-gain kemampuan komunikasi model matematis dari

pernyataan verbal

= nilai rata-rata N-gain kemampuan representasi grafik dari pernyataan verbal

= nilai rata-rata N-gain kemampuan representasi grafik dari

komunikasi model matematis

= nilai rata-rata N-gain kemampuan komunikasi model matematis dari representasi grafik

5. Perbedaan N-gain antara jenis berpikir LoM :

: minimal ada satu yang berbeda Ket:

= nilai rata-rata N-gain kemampuan analogi

77 = nilai rata-rata N-gain kemampuan deduksi implisit

= nilai rata-rata N-gain kemampuan operasi matematis

6. Korelasi antara N-gain jenis materi MSK, dan antara N-gain jenis KBM

a. Korelasi antara N-gain jenis materi MSK : = 0

Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara N-gain dari keenam jenis materi bahan ajar MSK

: > 0

Terdapat korelasi yang signifikan antara N-gain pemahaman konsep dari keenam jenis materi bahan ajar MSK

b. Korelasi antara N-gain kemampuan berpikir LoM, KoM, dan PM

: = 0

Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara N-gain kemampuan berpikir LoM, KoM, dan PM dari mahasiswa kimia

: > 0

Terdapat korelasi yang signifikan antara N-gain kemampuan berpikir LoM, KoM, dan PM dari mahasiswa kimia.

Fahyuddin, 2014

Perkuliahan matematika kimia untuk meningkatkan kemampuan berpikir

logis,matematis,,komunikasi matematis,dan pemecahan masalah kimia kuantitatif

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

Dokumen terkait