• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I Pendahuluan

1.8 Metodologi Penelitian

1.8.4 Teknik Analisis Data

Williams berpandangan bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah. Penelitian kualitatif lebih mengutamakan latar alamiah, metode alamiah, dan dilakukan oleh yang mempunyai

23Ibid.

perhatian alamiah.24 Teknik Pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis analisi data kualitatif, yaitu tanpa menggunakan alat bantu rumus statistik .penelitian ini bersifat deskriptif dengan tujuan memberi gambaran mengenai situasi atau kejadian yang terjadi.

Penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah.25Penulis mengumpulkan data-data dari buku-buku, dokumen dan situs internet yang berisi tentang rekrutmen partai politik khususnya partai demokrat, kemudian melakukukan wawancara dari pengurus serta tokoh-tokoh yang berkaitan dengan partai demokrat. Dari data-data yang sudah terkumpul dieksplorasi dan Selanjutnya akan ditarik kesimpulan berdasarkan yang telah dirumuskanuntuk menjawab permasalahan yang ada yaitu bagaimana Rekrutmen Calon Legislatif Perempuan Partai Demokrat Dewan Pimpinan Cabang Batu Bara Pada Pemilihan Legislatif 2019.

1.8.5 Sistematika Penelitian

Dalam suatu penelitian, perlu adanya sistematika penulisan agar dapat diperoleh suatu gambaran yang jelas dan terperinci. Adapun yang menjadi sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah :

24LexyJ. Moleong. 1994.MetodologiPenelitianKualitatif .Bandung:PT.RemajaRosdakarya. hal.hal.5.

25Ibid.hal.3.

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini terdiri dari latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, pembatasan masalah, study terdahulu, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II: PROFIL KABUPATEN BATU BARA DAN PARTAI DEMOKRAT DEWAN PIMPINAN CABANG BATU BARA

Bab ini berisikan gambaran umum tentang Kabupaten Batu Bara danPartai Demokrat secara umum serta Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Batu Bara secara khusus, sebagai objek dalam penelitian ini.

BAB III: REKRUTMEN CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN PARTAI DEMOKRAT DEWAN PIMPINAN CABANG KABUPATEN BATU BARA

Padababini membahas dan menganalisi tentang kriteria, proses serta pola dalam merekrut calon Anggota legislatif perempuan dari DPC partai Demokrat kabupaten Batu Bara .

BAB IV: PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan tentang Rekrutmen Perempuan Calon Anggota Legislatif dari partai Demokrat DPC Batu Bara Pada Pemilu 2019 dan berisi saran untuk DPC Partai Demokrat Batu Bara.

BAB II

PROFIL KABUPATEN BATU BARA DAN DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI DEMOKRAT KABUPATEN BATU BARA

2.1 Profil Kabupaten Batu Bara

2.1.1 Sejarah Kabupaten Batu Bara26

Wilayah Batu Bara telah dihuni oleh penduduk sejak tahun 1720 M, ketika itu di Batu Bara terdapat 5 (lima) suku penduduk yaitu “Lima Laras, Tanah Datar, Pesisir, Lima Puluh dan Suku Boga”. Kelima suku tersebut masing-masing dipimpin oleh seorang Datuk yang juga memimpin wilayah teritorial tertentu.Ketika itu Batu Bara menjadi bagian dari kerajaan Siak dan Johor.Untuk mewakili kerajaan Siak dan mengepalai Datuk-Datuk seluruh Batu Bara diangkat seorang Bendahara secara turun temurun.Setiap Datuk kepala suku mendapat pengangkatan dan capnya dari Sultan Siak.Susunan pimpinan Batu Bara pada waktu itu ialah Bendahara dan di bawahnya terdapat sebuah Dewan yang anggota-anggotanya dipilih oleh Datuk-Datuk kepala suku bersama-sama. Anggota Dewan ini adalah:

1. Seorang Syahbandar, tetap dipilih orang yang berasal dari suku Tanah Datar.

2. Juru Tulis, dipilih yang berasal dari suku Lima Puluh.

26Diakses Dari Hhtp://Id.Wikipedia.Org. Kabupaten Batu Bara. Pada Tanggal 12 September 2019 Pada Pukul 19.30 WIB

3. Mata-Mata, dipilih orang yang berasal dari suku Lima Laras.

4. Penghulu Batangan, dipilih orang yang berasal dari suku Pesisir.

Nama Batu Bara (Batubahara) sudah tercantum dalam literatur di abad ke-16 yang membayar upeti kepada Haru. Laporan Pemerintah Inggris dari Penang, Jhon Anderson, mengunjungi Batu Bara pada tahun 1823 dalam bukunya “ Mission to The Eastcoast of Sumatra” sebagai berikut:“Di hulu sungai Batu Bara ada sebuah bangunan batu yang tidak ada tercatat bila dibangun di kalangan penduduk.

Bangunan itu dilukiskan sebagai bentuk empat persegi, dan di salah satu sudutnya ada tiang yang sangat tinggi, mungkin tiang bendera.jajahan Datuk Lima Puluh dari Batu Bara yang kemudian tunduk pula kepada Siak.Dalam tahun 1885, Pemerintah Hindia Belanda membayar ganti rugi kepafa Pemerintah Kerajaan Siak sehingga kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur Lepas dari kerajaan Siak dan berhubungan langsung dengan Pemerintah Hindia Belanda yang diikat dengan perjanjian Politik Contract (27 pasal).

Perjanjian Politik Contract tersebut meliputi beberapa kerajaan seperti Langkat, Serdang, Deli, Asahan, Siak, Pelalawan (Riau), termasuk juga kerajaan-kerajaan kecil seperti Tanah Karo, Simalungun, Indragiri dan Batu Bara serta Labuhan Batu. Pada tahun 1889 residensi Sumatera Timur terbentuk dan beribukota di Medan, residen Sumatera Timur ini terdiri dari 5 (lima) Afdeling yaitu:

1. Afdeling Deli yang langsung di bawah Residen di Medan.

2. Afdeling Batu Bara berkedudukan di Labuhan Ruku.

3. Afdeling Asahan berkedudukan di Tanjung Balai.

4. Afdeling Labuhan Batu berkedudukan di Labuhan Batu.

5. Afdeling Bengkalis berkedudukan di Bengkalis.

Wilayah Batu Bara saat itu merupakan Afdeling (Kabupaten) tersendiri beribukota di Labuhan Ruku di samping Afdeling (Kabupaten) Asahan.Afdeling Batu Bara itu terdiri dari 8 (delapan) Landschap (setara dengan Kecamatan).Masing-masing landschap ini dipimpin oleh seorang raja. Di dalam Afdeling Batu bara termasuk di dalamnya wilayah Batak di perdalaman (Simalungun).

Berdasarkan Sensus Penduduk yang diselenggarakan Pemerintah Hindia Belanda tahun 1933, penduduk asli Batu Bara berjumlah 32.052 jiwa.

Pada saat Indonesia merdeka wilayah Batu Bara berubah nama. Sebutan Landschap menjadi Kecamatan.Khusus Batu Bara lebih dahulu digelar namanya Kewedanan.Kewedanan Batu Bara beribukota Labuhan Ruku yang waktu itu membawahi 5 (lima) Kecamatan yaitu: Kecamatan Talawi, Tanjung Tiram, Lima Puluh, Air Putih dan Medang Deras. Hal ini terjadi hingga 4 (empat) masa kepemimpinan Kewedanan, nama Kewedanan dicabut sehingga yang ada hanya 5 (lima) kantor camat dan tergabung dengan wilayah Asahan dengan nama Kabupaten Asahan yang beribukota di Kisaran.

Pada tahun 1969 masyarakat Batu Bara pernah membentuk Panitia Penuntut Otonom Batu Bara (PPOB) yang diketuai oleh Abdul Karim AS, seorang tokoh masyarakat dan pernah menjadi anggota DPRD Asahan. PPOB ini berkedudukan di Jalan Merdeka Kecamatan Tanjung Tiram, tetapi karena Undang-Undang Otonomi belum dikeluarkan Pemerintah sehingga perjuangan ini kandas sebelum berhasil terbentuk Kabupaten Batu Bara yang otonom. Pada era reformasi lebih kurang 30 tahun setelah terbakarnya kantor PPOB di Tanjung Tiram, dengan adanya Ketetapan MPR No.XV/MPR/1998 yang meminta kepada Presiden untuk dilakukannya penyelenggaraan Otonomi Daerah, tepatnya pasca lahir Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang semakin mempertegas makna penyelenggaraan Otonomi Daerah yang nyata dan bertanggungjawab serta membenarkan adanya pemekaran atau pembentukan suatu daerah menjadi lebih satu daerah, sebagaimana tertuang dalam pasal 6 ayat 2 yang berbunyi “Daerah dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah”.

Undang-Undang ini menjadi landasan perjuangan masyarakat Batu Bara untuk kembali menuntut menjadi wilayah Batu Bara menjadi sebuah daerah Kabupaten yang otonom yang bisa mengatur dirinya sendiri dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dalam kemandirian.Badan Pekerja Persiapan Pembentukan Kabupaten Batu Bara (BP3KB) yang berkedudukan di

Medan berupaya untuk meneliti dan menjajaki lebih lanjut kemungkinan terbentuknya Kabupaten Batu Bara yang otonom.Sejalan dengan itu di kecamatan-kecamatan lahir pula gerakan masyarakat yang menuntut dibentuknya Kabupaten Batu Bara yang menamakan diri sebagai Gemkara “Gerakan Masyarakat Menuju Kabupaten Batu Bara”.

Kabupaten Batu Bara akhirnya terbentuk setelah pihak legislative (DPR-RI) dalam Sidang Paripurna pada hari Jum’at tanggal 8 Desember 2006 membahas tentang pembentukan Kabupaten Batu Bara dan dinyatakan syah menjadi sebuah Kabupaten melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Batu Bara di Propinsi Sumatera Utara dan Lampiran Negara Nomor 7 Tahun 2007.Kabupaten Batu Bara ini diresmikan tepatnya pada 15 Juni 2007, Dengan berslogan “Sejahtera Berjaya”. Berikut adalah Daftar Bupati Kabupaten Batu Bara yang merupakan para pejabat Kepala Daerah Kabupaten Batubara sejak dibentuk pada tanggal 15 Juni 2007 sampai saat ini :

Tabel 2.1:

Daftar Nama Bupati Kabupaten Batu Bara 2007-2018

No Nama Priode Keterangan

1 H. Sofyan Nasution S.H., M.M 2007-2008 1 Tahun 2 Drs. Syaiful Syafri Sipahutar MM 2008-2008 6 Bulan

3 H. OK Arya Zulkarnaen S.H., M.M 2008-2018 2 Priode

4 Ir. H. Zahir M. AP 2018 Sampai sekarang

Sumber:Hhtp://Id.Wikipedia.Org. Kabupaten Batu Bara

2.1.2 Makna Lambang Kabupaten Batu Bara

Kabupaten Batu Bara sudah berdiri selama 12 tahun dan telah mengikuti 3 kali pemilihan umum. Kabupaten batu bara memiliki lambang dan arti atau makna, antar lain:

Gambar 1.1

Lambang Kabupaten Batu Bara

Sumber: Diakses Dari Hhtp://Id.Wikipedia.Org. Kabupaten Batu Bara.

Makna Lambang:

1. Perisai bersegi empat Lonjong kebawah berbentuk mahkota piala, Bagian atas daftar bertuliskan BATU BARA dengan Warna dasar Biru Muda dan Kuning Gading berbingkaikan warna hitam.

Keterangan gambar:

 Perisai berbentuk mahkota piala melambangkan Kabupaten Batu Bara adalah hasil perjuangan gigih masyarakat Batu Bara

 Tujuh Bintang bersegi lima mengandung makna bahwa pemekaran Kabupaten Batu Bara berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2007

 Bunga Kapas berjumlah delapan kuntum, padi yang berjumlah dua belas butir dan segi enam melambangkan bahwa Kabupaten Batu Bara dilambangkan pada tanggal 8 Bulan Desember Tahun 2006

 Pita Merah dengan tulisan Putih “Sejahtera Berjaya” melambangkan bahwa ikatan persaudaraan dan kesatuan dari berbagai etnis, agama dan budaya serta macam aktivitas masyarakatnya yang bersatu padu dan bersama berjuang mewujudkan masyarakatnya Kabupaten Batu Bara yang sejahtera lahir dan batin serta berjaya/berhasil dibidang pembangunan teritorial Kabupaten Batu Bara didalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keterangan gambar di dalam bagian-bagian :

 Tepak Siri dan Tengkuluk melambangkan bahwa segala adat istiadat dan etnis mengalami pembauran yang dinamis dengan masyarakatnya

yang sehat jiwa raga terwujud kerukunan dengan Pemerintahan, membangun bahu membahu dalam menyongsong kemakmuran bersama

 Buku melambangkan bahwa pendidikan di Kabupaten Batu Bara sebagai modal dasar untuk mencerdaskan masyarakat dalam upaya meningkatkan sumber daya menusia agar dapat benar-benar mengurus dan membangun di Negeri sendiri secara terencana, mandiri dan berkeadilan.

 Keris malambangkan bahwa segala apapun yang dicanangkan bagi Kabupaten Batu Bara hendaklah tetap berjuang di bawah norma-norma hukum yang berlaku serta adat istiadat sebagai bagian kehidupan masyarakat Kabupaten Batu Bara dan gambar meriam melambangkan pertahanan dan keamanan Daerah Kabupaten Batu Bara agar tidak mudah disusupi unsur-unsur yang bertentangan dengan azas kehidupan bangsa Indonesia.

 Roda Gerigi dan Pabrik melambangkan bahwa Kabupaten Batu Bara sangat berpotensi dalam pengembangan industry

 Perahu Ikan dan Laut melambangkan bahwa Kabupaten Batu Bara di sektor kelautan dan wisata bahari untuk menunjang pendapatan Daerah

 Hamparan Sawah malambangankan bahwa Kabupaten Batu Bara di sektor pertanian dapat mencukupi kebutuhan masyarakat swasembada pangan untuk bidang pertanian

 Pohon Karet dan Sawit malambangkan bahwa jenis usaha dibidang perkebunan yang ada di Kabupaten Batu Bara dengan harapan hasil yang maksimal untuk kehidupan masyarakatnya dan mendukung devisi Negera.

2.1.3 Geografi Kabupaten Batu Bara27

Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang baru terbentuk pada tahun 2007 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 15 Juni 2007, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Asahan. Kabupaten Batu Bara berada pada Kawasan Pantai Timur Sumatera Utara yang berbatasan dengan Selat Malaka. Kabupaten Batu Bara terletak diantara 2003’00”– 3026’00” Lintang Utara dan 99001’ - 100000’ Bujur Timur, dengan batas-batas sebagai berikut :

1. Utara : Kabupaten Serdang Bedagai 2. Timur : Selat Malaka

3. Selatan : Kabupaten Asahan 4. Barat : Kabupaten Simalungun

27Badan Pusat statistika Kabupaten Batu Bara

Luas wilayah Kabupaten Batu Bara keseluruhanya 904.96 Km2 (90496 ha).Dengan ketinggian 0 sampai dengan 50 meter dpl.Secara administratif Kabupaten Batu Bara terdiri dari 7 kecamatan, 141 desa dan 10 kelurahan definitif.Seperti umumnya daerah-daerah lainya yang berada di kawasan Sumatera Utara, Kabupaten Batu Bara termasuk daerah yang beriklim tropis dan memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musin hujan. Menurut catatan pos pengukutran PT.PP LONSUM INDONESIA.Tbk Perkebunan Dolok, pada tahun 2012 terdapat 99 hari hujan dengan volume curah hujan sebanyak 1422 mm. curah hujan terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 215 mm dengan 10 hari hujan. Sedanglkn curah hujan terkecil terjadi pada bulan juni yaitu 26 mm dengan 3 hari hujan. Ratarata curah hujan 2012 mencapai 118,5 mm/bulan. Berikut ini luas Wilayah masing-masing kecamatan di Kabupaten Batu Bara:

Tabel 2.2:

Luas Wilayah Kecamatan dan Rasio Terhadap Luas Kabupaten

Kecamatan Luas (Km2) Rasio Terhadap Luas

Total (%)

Sei Balai 92,64 10,24

Tanjung Tiram 173,79 19,20

Talawi 89,80 9,93

Lima Puluh 239,55 26,47

Air Putih 72,24 7,98

Sei Suka 171,47 18,95

Medang Deras 65,47 7,23

Total 904,96 100,00

Sumber: Badan Pusat statistika Kabupaten Batu Bara

Kabupaten Batu Bara yang memiliki luas sekitar 904,96 Km2 ini, terdapat beberapa perusahaan perkebunan. Perusahaan perkebunan adalah suatu perusahaan berbentuk badan usaha/badan hukum yang bergerak dalam kegiatan budidaya tanaman perkebunan diatas lahan yang dikuasai, dengan tujuan ekonomi/komersial dan mendapat izin usaha dari instansi yang berwenang dalam pemberian izin usaha perkebunan.Usaha budidaya tanaman perkebunan diluar bentuk badan usaha, seperti yang diusahakan perorangan tanpa izin usaha atau diusahakan oleh rumah tangga petani tidak termasuk dalam konsep ini dan biasanya disebut usaha perkebunan rakyat.Bentuk produksi perkebunan adalah; karet kering (karet), daun kering (teh dan tembakau), biji kering (kopi dan coklat), kulit kering (kayu manis dan kina), serat kering (rami), bunga kering (cengkeh), refined sugar (tebu dari perkebunan besar), gula mangkok (tebu dari perkebunan rakyat), ekivalen kopra (kopra), biji dan bunga (pala) serta minyak daun (sereh).

Tabel2.3:

Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Batu Bara, 2014-2018

Jenis Tanaman

2014 2015 2016 2017 2018

Karet 2.47 4.85 4.85 7.91 7.91

Kelapa Sawit 165.875 174.197 174.197 186.551 168.236

Kelapa 21.023 47.051 47.051 47.506 47.506

Coklat 1.731 1..797 1.797 1.806 1.806

Kopi - - - - -

Aren - - - - -

Kemiri - - - - -

Pinang 1.48 1.48 1.48 1.48 1.48

Kapuk - - - - -

Sumber: Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Batu Bara

Masyarakat di Batu Bara sebagian besarnya juga bekerja di bidang pertanian, yang lebih tepatnya bercocok tanam padi.Dengan keseluruhan luas keseluruhan persawahan di Batu Bara 17.245 Ha. Berikut luas di masing-masing Kecamatan.

Tabel 2.4:

Luas Lahan Pertanian Untuk Persawahan Menurut Kecamatan di Kabupaten Batu Bara (Ha)

Kecamatan Lahan Pertanian Sawah

Sei Balai 2.035

Tanjung Tiram 850

Talawi 1.283

Lima Puluh 3.961

Air Putih 4.294

Sei Suka 1.551

Medang Deras 3.271

Batu Bara 17.245

Sumber: Badan Pusat Statistika Kabupaten Batu Bara

Perairan di Kabupaten Batu Bara merupakan bagian dari Selat Malaka yang terletak di Kabupaten Batu Bara.Karena letaknya tersebut, karakteristik perairan ini dipengaruhi oleh karakteristik Selat Malaka yang menghubungkan Laut Andaman dengan Paparan Sunda yaitu bagian selatan Laut Cina Selatan dan Barat Laut Jawa (Rizal et al., 2012). Perpindahan massa air yang berlangsung dari kedua laut tersebut mengakibatkan perairan Selat Malaka memiliki karakteristik yang dinamis.

Kabupaten Batu Bara merupakan kabupaten baru yang memiliki wilayah pesisir.Sehingga untuk pengelolaan dan pengembangan wilayah pesisirnya diperlukan kajian kondisi perairannya. Hempasan dari gelombang laut dan distribusi energi yang

ditimbulkannya memberi pengaruh yang besar terhadap infrastruktur yang akan dibangun.

2.1.4 Demografi Kabupaten Batu Bara28

Kepadatan penduduk Kabupaten Batu Bara pada tahun 2011 adalah 419 per km2, dan pada tahun 2012 adalah 421 per km2 , yang berarti terjadi peningkatan sebanyak 2 per km2. Kepadatan penduduk Kabupaten Batu Bara Tahun 2013 adalah 423 per km2, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 438 per km2. Pada tahun 2015 kepadatan penduduk Kabupaten Batu Bara terus meningkat menjadi 443 per km2, dimana setiap tahun mengalami kenaikan karena terjadi peningkatan jumlah penduduk sekitar 4.324 jiwa atau terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 1% dari tahun 2014. Jumlah penduduk besar bukan hanya merupakan modal tetapi juga merupakan beban dalam pembangunan, karena pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.

Penduduk Kabupaten Batubara didominasi oleh etnis Jawa, kemudian diikuti oleh orang-orang Melayu, dan Suku Batak.Orang Mandailing merupakan sub-etnis Batak yang paling banyak bermukim disini.Pada masa kolonial, untuk memperoleh prestise serta jabatan dari sultan-sultan Melayu, banyak di antara orang-orang Mandailing yang mengubah identitasnya dan memilih menjadi seorang Melayu.Etnis

28Pusat Statistika Kabupaten Batu Bara

Jawa atau yang dikenal dengan Pujakesuma (Putra Jawa Keturunan Sumatra) mencapai 43% dari keseluruhan penduduk Batubara.Mereka merupakan keturunan kuli-kuli perkebunan yang dibawa para pekebun Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Selain itu orang Minangkabau juga banyak ditemui di kabupaten ini.Sejak abad ke-18, Batubara telah menjadi pangkalan bagi orang-orang kaya Minangkabau yang melakukan perdagangan lintas selat.Mereka membawa hasil-hasil bumi dari pedalaman Sumatera, untuk dijual kepada orang-orang Eropa di Penang dan Singapura.Seperti halnya Pelalawan, Siak, dan Jambi; Batubara merupakan koloni dagang orang-orang Minang di pesisir timur Sumatra. Dari lima suku (klan) asli yang terdapat di Batubara yakni Lima Laras, Tanah Datar, Pesisir, Lima Puluh dan Suku Boga, dua di antaranya teridentifikasi sebagai nama luhak di Minangkabau, yang diperkirakan sebagai tempat asal masyarakat suku tersebut.

Berdasarkan Sensus Penduduk, persentase agama penduduk Kabupaten Batu Bara adalah Islam 87.40%, Kristen Protestan 9.94%, Katolik 2.34%, Budha 0.31%

dan Hindu 0.02%. Jika dilihat dari status pekerjaannya lebih dari sepertiga (34,03%) penduduk yang bekerja adalah buruh/karyawan. Penduduk yang berusaha sendiri sebesar 20,58%, sedangkan penduduk berusaha dibantu buruh tidak tetap mencapai 20,37%. Penduduk sebagai pekerja bebas dan pekerja keluarga/tidak dibayar

masing-masing sebesar 16,92% dan 4,77 persen, sedangkan sisanya 2,33% adalah pengusaha yang mempekerjakan buruh tetap/dibayar.

Kabupaten Batu Bara yang memiliki 7 kecamatan antara lain kecamatan Sei Balai, Kecamatan Tanjung Tiram, Kecamatan Talawi, Kecamatan Air Putih, Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Medang Deras dan Kecamatan Lima Puluh.

Kecamatan lima puluh yang menjadi ibu kota kabupaten Batu Bara. Untuk jumlah penduduk di kabupaten Batu Bara dapat kita lihat sebagai berikut:

Tabel 2.5:

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Batu Bara (Jiwa)

Kecamatan 2013 2014 2015 2016

Sei Balai 27.211 27.609 27.827 28.038

Tanjung Tiram 64.321 66.749 67.492 68.210

Talawi 54.722 57.128 57.860 58.569

Lima Puluh 86.517 89.033 89.864 90.667

Air Putih 47.411 49.217 49.776 50.317

Sei Suka 53.476 55.045 55.570 56.078

Medang Deras 49.302 51.698 52.414 53.109 Total 382.960 396.479 400.803 404.988 Sumber : Proyeksi Penduduk Indonesia

Tabel 2.6:

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Batu Bara

No Kelompok Umur (Tahun)

Jenis Kelamin

Laki-laki perempuan Jumlah

1 0-4 23.774 22.503 46.277

2 5-9 22.802 21.683 44.485

3 10-14 20.829 20.424 41.253

4 15-19 20.114 18.697 38.811

5 20‒24 17.038 15.987 33.025

6 25‒29 15.603 15.283 30.886

7 30‒34 14.219 14.235 28.454

8 35‒39 13.231 13.327 26.558

9 40‒44 12.043 12.407 24.450

10 45‒49 11.094 11.604 22.698

11 50‒54 10.080 9.946 20.026

12 55‒59 8.009 7.955 15.964

13 60‒64 5.292 5.389 10.681

14 65+ 7.569 9.666 17.235

Jumlah 201.697 199.106 400.803

Sumber:Badan Pusat Statistika kabupaten Batu Bara

Tabel 2.7:

Jumlah pemilih Tetap pada Pemilihan UmumTahun 2018

Kecamatan

6 Sumber: Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Batu Bara

Keterangan Difabel:

Presentase Tingkat Pendidikan Masyarakat Kabupaten Batu Bara Tahun 2014-2017

No Tingkat Pendidikan 2014 2015 2016 2017

1 Tidak/Belum Pernah Sekolah

2,19 2,14 1,41 1,34

2 Tidak Tamat SD 23,11 23,43 23,35 23,85

3 SD dan Sederajat 31,26 30,89 29,59 26,04

4 SLTP dan Sederajat 20,99 20,82 22,04 25,48

5 SLTA dan Sederajat 19,09 19,81 19,84 20,01

6 Diploma I, II dan III 1,36 1,52 1,46 1,17

7 Sarjana/Pasca Sarjana 1,99 3,39 2,31 2,11

Sumber: Badan Pusat Statistika Kabupaten Batu Bara

2.1.5 Infrastruktur Kabupaten Batu Bara

Kabupaten Batu Bara merupakan hasil pemekaran wilayah Kabupaten Asahan dan menjadi salah satu daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Seiring dengan tujuan dan harapan masyarakat Kabupaten Batu Bara, pembentukan Kabupaten Batu Bara diharapkan mampu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakatnya. Perkembangan pembangunan Kabupaten Batu Bara sampai dengan saat ini telah dirasakan peningkatan hasil dan manfaatnya bagi masyarakat.Seiring dengan dinamika pembangunan, kebutuhan masyarakat, dan tantangan pada masa mendatang diperlukan keterpaduan dan keberlanjutan pembangunan sehingga tujuan dan harapan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batu Bara dapat tercapai.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batu Bara adalah dengan

menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Batu Bara, yakni meningkatkan investasi, pembangunan sarana dan prasarana inprastruktur dan sarana publik lainnya.

Hal ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan seluruh sumber daya yang ada guna meningkatkan efektivitas usaha dan membuka kesempatan kerja sebanyak-banyaknya.

Kabupaten Batu Bara telah menjadi penggerak pengembangan ekonomi Sumatera Utara seperti kita ketahui bahwa keberadaan PT. INALUM yang akan berakhir di 2013 dan komitmen Kementerian Perindustrian akan mengembangan Industri Aluminium dari hulu hingga hilir di Kabupaten Batu Bara serta pengolahan Aluminium di Batu Bara hal ini akan lahirnya industri berbasis aluminium khususnya produk rumah tangga, suku cadang mesin, peralatan perumahan dan produk-produk lainnya yang berbahan dasar aluminium. Kabupaten Batu Bara juga akan menjadi Pemasok kebutuhan bahan baku sawit di KISM dan Kabupaten Batu Bara menyediakan sarana transportasi Kereta Api dari KISM menuju Pelabuhan Kuala Tanjung yang secara bertahap pembangunannya akan dilakukan pada tahun 2012 hingga tahun 2025 menjadi Global Hub.

Seperti kita ketahui bahwa kewenangan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang semakin luas dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan potensi sumber daya alam untuk tujuan kemakmuran rakyat disamping itu setiap kabupaten berusaha untuk meningkatkan pendapatan daerahnya dengan menggerakkan potensi

perekonomian melalui pengembangan komoditi yaitu dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan potensi Seiring dengan diberlakukannya undang-undang No.

perekonomian melalui pengembangan komoditi yaitu dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan potensi Seiring dengan diberlakukannya undang-undang No.

Dokumen terkait