• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Jenis penelitian dan karakteristik data pada penelitian ini bersifat kualitatif. Maka teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif. Teknik analisa deskriptif kualitatif yaitu suatu analisa yang melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian berdasarkan fakta yang ada dan hasil akhirnyaberupa kata-kata, uraian atau ulasan. Pembahasan hasil penelitian dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif nantinya dapat dilakukan dengan cara tabulasi data melalui tabel tunggal, tabel silang dan tabel frekuensi.

commit to user

dimana pada tabel tersebut terstruktur dan diurutkan jumlah responden, sedangkan pada box head ditempatkan berjenis-jenis variabel. Tabel ini bentuknya panjang sekali dan dapat digunakan berlembar-lembar”.

Agar lebih mudah dibaca dalam menggeneralisasikan data dapat pula dibuat tabel frekuensi dengan prosentase. Menurut Wim Van Zanten dalam Aris Widodo (2004 : 33) bahwa :

“ Tabel frekuensi adalah tabel sebuah nilai variabel diurutkan menurut besarnya dan di belakang tipe nilai dicantumkan frekuensi nilai itu.

Kemudian pengelompokan dan menggolongkan nilai ke dalam kelas-kelas yang nyata pada setiap kelasnya. Terdiri dari sejumlah nilai-nilai yang berurutan dan dihitung beberapa kali dalam suatu nilai tergolong dalam kelas tertentu”.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu mempermudah analisis data.

Data yang terkumpul dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner diperiksa kelengkapanya, dicocokan, disusun, diklasifikasikan dan dianalisis.

Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan langkah-langkah cara tabulasi data yang merupakan bagian dari teknik analisis deskriptif kualitatif, untuk kemudian data-data tersebut yang telah dimuat ke dalam tabel dapat di intepretasikan untuk ditarik kesimpulannya sebagai pembahasan dari hasil penelitian.

Adapun teknik analisis tersebut di atas dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang menjadi tujuan penelitian dalam peneliltian ini yaitu:

1. Analisis Dampak Industri Pengolahan Karet Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Dampak industri pengolahan karet terhadap penyerapan tenaga kerja khususnya di Kecamatan Kerjo dapat diketahui melalui factor-faktor penyerapan tenaga kerja yang dicerminkan oleh variable-variabel penelitian yang diteliti.

Analisis dilakukan melalui data-data yang diperoleh atau dikumpulkan untuk kemudian dihitung atau diukur dan dikaji guna menganalisa Dampak Industri Pengolahan Karet terhadap penyerapan tenaga kerja antara lain :

a. Menghitung Jumlah Tenaga Kerja yang Dibutuhkan di Industri Pengolahan Karet di Kecamatan Kerjo.

commit to user

industri pengolahan karet secara tidak langsung mencerminkan tingkat penyerapan tenaga kerjanya. Sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja di Industri pengolahan karet khususnya di Kecamatan Kerjo, maka perlu diketahui jumlah seluruh tenaga kerja pada perusahaan tersebut khususnya yang bekerja di wilayah kerja Kecamatan Kerjo.

Hal tersebut dapat diketahui melalui perhitungan data sekunder dari arsip/dokumen atau buku kerja perusahaan yang bersangkutan. Adapun data-data jumlah tenaga kerja keseluruhan digeneralisasikan terhadap tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan karet khususnya pada wilayah kerja di Kecamatan Kerjo berdasarkan status kepegawaiannya.

b. Menghitung Penyerapan Tenaga Kerja di Industri Pengolahan Karet.

Penyerapan tenaga kerja adalah banyaknya kesempatan kerja bagi seseorang untuk dapat ambil bagian atau bekerja pada suatu kegiatan atau proses kerja baik pada industri rumah tangga, kecil, sedang maupun industri besar. Hal tersebut dapat dihitung dengan membandingkan jumlah tenaga kerja industri pengolahan karet di Kecamatan Kerjo dengan jumlah penduduk usia produktif (15 – 65 tahun) di Kecamatan Kerjo dengan menggunakan rumus :

D = (Rusdiyanto, 1995 : 63)

D = Daya serap tenaga kerja di industri pengolahan karet ( dalam % ) n = Jumlah tenaga kerja di industri pengolahan karet Kecamatan Kerjo m = Jumlah seluruh tenaga kerja usia produktif (15 – 65 tahun) di

Kecamatan Kerjo

c. Mengenali Karakteristik Tenaga Kerja yang Diserap Industri Pengolahan Karet Hal itu dilakukan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja yang dibutuhkan di Industri Pengolahan Karet terkait dengan perannya dalam usaha penyerapan tenaga kerja. Sekaligus untuk mengetahui faktor-faktor pendukung yang berperan dalam usaha penyerapan tenaga kerja pada perusahaan yang bersangkutan. Karakteristik tenaga kerja Industri Pengolahan Karet diperoleh dari diketahui dengan cara mentabulasikan data yang diperoleh dari jawaban

commit to user

tingkat frekuensinya sehingga dapat mempermudah analisis sekaligus menguatkan intepretasi datanya. Adapun data yang dianalisis antara lain :

1) Status pekerjaan tenaga kerja terkait dengan pekerjaannya di industri pengolahan karet (sebagai pekerjaan pokok atau pekerjaan sampingan), serta kepemilikan akan pekerjaan lain (pekerjaan sampingan yang ditekuni oleh tenaga kerja).

2) Jumlah tenaga kerja yang bekerja di Industri pengolahan karet menurut jenis kelaminnya.

3) Jumlah tenaga kerja yang bekerja di Industri pengolahan karet menurut usia/umur.

4) Jumlah tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan karet menurut status kepegawaiannya.

5) Jumlah tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan karet menurut tingkat pendidikan yang terakhir .

6) Pembagian jumlah tenaga kerja industri pengolahan karet menurut klasifikasi atau bidang kerjanya/fungsi kerja/klasifikasi kerjanya.

7) Masa bekerja atau lama pengabdian tenaga kerja industri pengolahan karet.

8) Motivasi atau alasan-alasan ketertarikan bekerja di Industri Pengolahan Karet.

9) Jarak antara tempat tinggal dengan lokasi bekerja, guna mengetahui tingkat penyerapan tenaga kerjanya terkait dengan daerah asal tenaga kerja (domisili).

2. Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Tenaga Kerja Industri Pengolahan Karet

Karakteristik kondisi sosial ekonomi tenaga kerja industri pengolahan karet berbeda-beda dari satu induvidu dengan individu yang lain. Kondisi sosial ekonomi erat kaitanya dengan kesejahteraan, untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi tenaga kerja digunakan beberapa indikator. Data yang dianalisis untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi tenaga kerja diperoleh dari jawaban

commit to user

mengetahui kondisi sosial ekonomi tenaga kerja pada penelitian ini antara lain : a. Tingkat pendidikan yaitu pendidikan terakhir yang ditamatkan oleh responden

atau tenaga kerja industri pengolahan karet. Analisisnya adalah bahwa suatu jenjang pendidikan yang berhasil ditamatkan seseorang turut mencerminkan kondisi sosialnya.

b. Keadaan Keluarga yaitu data mengenai jumlah beban tanggungan, meliputi jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang masih sekolah, jumlah anggota keluarga yang telah berpenghasilan. Analisanya adalah kondisi sosial ekonomi suatu keluarga dalam kelompok masyarakat turut dipengaruhi oleh rata-rata jumlah anggota keluarga yang masih menjadi beban tanggungan.

c. Indikator pendapatan adalah upah atau hasil berupa uang yang diterima dari hasil menekuni suatu pekerjaan. Pendapatan tersebut dapat diperoleh dari pekerjaan pokok dan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sampingan bagi yang mempunyai, baik yang ditekuni oleh responden maupun anggota keluarga responden. Analisanya adalah tingkat pendapatan atau penghasilan serta usaha atau kegiatan untuk mendapatkannya, merupakan cerminan perolehan secara material oleh individu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu maupun keluarganya.

Data-data tersebut di atas selanjutnya ditabulasikan untuk dapat di buat tabel tunggal dan tebel frekuensinya. Dari tabel tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif yaitu mengkaji secara jelas gambaran kondisi sosial ekonomi tenaga kerja industri pengolahan karet.

H. Prosedur Penelitian

Dokumen terkait