• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen tesis risprapti prasetyowati S831208072 (Halaman 115-123)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, meliputi : analisis kelayakan dan analisis data hasil tes belajar.

1. Analisis kebutuhan

Data kualitatif yang diperoleh pada saat analisis kebutuhan dianalisis secara kualitatif menghasilkan data yang mendukung dikembangkan produk berupa modul berbasis inkuri terbimbing.

2. Analisis Validasi Desain

Teknik analisis angket adalah analisis data untuk validasi silabus, RPP, kisi- kisi soal pretest-postest dan kelayakan modul menggunakan skala likert (Sugiyono, 2010: 134) menyatakan bahwa skala likert digunakan untuk sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial yang ditetapkan dalam suatu penelitian. Langkah analisis data menggunakan skala likert adalah:

a. Tabulasi semua data yang diperoleh dari para validator untuk setiap komponen, sub komponen dari butir penilaian yang tersedia dalam instrumen penilaian

b. Menghitung skor total rata rata dari setiap komponen dengan menggunakan rumus :

n

x

x

 Dengan: 

x = skor rata rata

x = jumlah skor n = jumlah penilai

c. Mengubah skor rata menjadi nilai dengan kriteria

Kualitas modul dapat diketahui dari hasil pengembangan baik dari aspek materi maupun aspek desain, serta untuk mengetahui respon siswa terhadap modul, maka dari data yang mula-mula berupa skor, diubah menjadi data kualitatif (data interval) dengan skala empat (Sugiyono, 2010:137).

Adapun acuan pengubahan skor menjadi skala empat tersebut sebagai berikut :

Untuk mengetahui rentang skala menggunakan rumus :

penilaian kriteria banyaknya dah skor teren - nggi skor terti skala rentang 

Jadi rentang skala untuk setiap kategori jawaban Rentang skala = (4-1) : 4 = 0,75

Tabel 3.5 konversi data kuantitatif ke data kualitatif dengan skala empat

Kategori

Skor

Angka Kriteria penilaian

Sangat Baik 4 3,25 < X≤ 4,0

Baik 3 2,5 < X≤ 3,25

Tidak Baik 2 1,75 < X≤ 2,5

Sangat Tidak Baik 1 1 < X≤ 1,75

3. Uji skala kecil

Data kualitatif yang diperoleh pada saat uji coba skala kecil dianalisis secara kualitatif kemudian dikonversi ke skala 4, menghasilkan data yang mendukung

dikembangkannya produk berupa modul berbasis inkuiri terbimbing dari segi keterbacaan dan kemudahan dalam memahami materi yang disampaikan.

Angket disediakan empat pilihan untuk memberikan tanggapan tentang kualitas produk modul yang dikembangkan yaitu jika siswa memberikan tanggapan sangat baik pada suatu butir pertanyaan atau pernyataan maka skor petanyaan atau pernyataan bernilai 4 demikian dan seterusnya. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala empat dengan acuan seperti pada tabel 3.5.

4. Uji skala besar

Hasil data tes berupa data pretest, postest dan gain untuk mengetahui penguasaan konsep tekanan dan kelayakan modul. Data hasil uji coba produk di kelas kemudian dikonversikan berupa nilai dengan menggunakan rumus (Anas Sudijono, 1995)

Analisis data hasil uji coba di kelas sebagai berikut : a. Uji data pretest dan postest

Data pretest dan postest diuji normalitas dan homogenitas data. Pengujian ditujukan sebagai bentuk uji prasyarat analisis. Data yang digunakan berupa data rasio yang termasuk dalam data kuantitatif. Hasil dari uji prasyarat digunakan sebagai dasar analisis lebih lanjut terhadap pengaruh modul. Seluruh pengujian dalam analisis menggunakan program SPSS statistik.

x100% soal jumlah benar jawaban jumlah nilai an Ketercapai  commit to user

1) Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kenormalan distribusi data, data berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini perhitungan uji normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS Statistik versi 18. Pengujian diawali dengan memberikan hipotesis terhadap nilai signifikansi.

Ho: data terdistribusi normal H1: data tidak terdistribusi normal

Pengambilan keputusan hipotesis yaitu dengan cara :

a) Nilai Sig atau signifikansi atau nilai probabilitas ≤ 0,05 maka distribusinya adalah tidak normal

b) Nilai Sig atau signifikansi atau nilai probabilitas ≥ 0,05 maka distribusinya adalah normal

Data dikatakan berdistribusi normal pada taraf signifikansinya 5% apabila harga probabilitas perhitungan lebih besar dari 0,05.

2) Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui sampel yang diambil secara acak berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Uji yang dilakukan adalah uji homogenitas varians. Dalam penelitian ini perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan statistic uji homogenitas varian dalam SPSS statistik versi 18. Pengujian diawali dengan memberikan hipotesis pada data yang dilihat variannya.

Ho: Varian data homogen H1: Varian data tidak homogen

Pengambilan keputusan hipotesis yaitu dengan cara :

a) Nilai Sig atau signifikansi atau nilai probabilitas ≤ 0,05 maka varian data tidak homogen

b) Nilai Sig atau signifikansi atau nilai probabilitas ≥ 0,05 maka varian data homogen

Sehingga sampel penelitian dapat dikatakan berasal dari populasi yang homogen pada taraf signifikansi 5% apabila hasil probabilitas perhitungan lebih besar daripada 0,05.

3) Uji Wilcoxon

Data yang diperoleh dari uji prasyarat didapat bahwa data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, sehingga pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data berbeda atau tidak. Wilcoxon signed Rank test ini digunakan hanya untuk data bertipe interval atau ratio, namun datanya tidak mengikuti distribusi normal. Uji hipotesis :

Ho = tidak ada perbedaan nilai tes sebelum dan sesudah menggunakan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing.

H1 = ada perbedaan nilai tes sebelum dan sesudah menggunakan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing.

Sampel penelitian dapat dikatakan tidak ada perbedaan pada taraf signifikansi 5% apabila hasil probabilitas perhitungan lebih besar daripada 0,05.

b. Analisis data test kognitif

Analisis data hasil tes yang digunakan adalah analisis data untuk penguasaan konsep tekanan dan kelayakan modul yang dilakukan dengan mengukur nilai pretest dan postest, kedua nilai tersebut digunakan untuk memperoleh skor gain standar (N-Gain),

= Dengan : N-gain : skor postest : skor pretest : skor maksimum

Uji perbedaan dua rerata gain menggunakan uji t-test untuk menguji kelayakan dan penguasaan konsep siswa melalui modul IPA berbasis inkuiri terbimbing.

c. Analisis data hasil belajar psikomotorik

Data yang digunakan adalah data hasil belajar psikomotorik berupa nilai aktivitas siswa selama pembelajaran. Nilai aktivitas siswa dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Penilaian yang digunakan merupakan jumlah skor perolehan (Asep jihad : 2013:172).

Kategori nilai psikomotorik dan afektif dapat diketahui dari data yang mula- mula berupa skor, diubah menjadi data kualitatif (data interval) dengan skala

empat. Adapun acuan pengubahan skor menjadi skala empat tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.6 Kriteria Skor Rata Rata menjadi Nilai dengan Kriteria

Rentang skor (i) Kategori

Mi + 1,5 SDi≤ M ≤ Mi + 3 SDi M≤ M < Mi + 1,5 SDi Mi - 1,5 SDi≤ M < M Mi - 3 SDi ≤ M < Mi - 1,5 SDi Sangat Baik Baik Cukup Kurang Keterangan : Mi = mean ideal =       2 1

skor maksimum–skor minimum)

SDi = standar deviasi ideal =             3 1 2 1

(skor maksimum–skor minimum)

Skor maksimum =∑ butirkriteria x skor maksimum Skor minimum =∑ butir kriteria x skor minimum

d. Analisis data hasil belajar afektif

Prestasi belajar afektif diperoleh melalui pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Nilai aktivitas siswa dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Rumus yang digunakan untuk jumlah skor perolehan. Penilaian yang digunakan merupakan jumlah skor perolehan dan kategori nilai seperti yang ditunjukkan pada tabel 3.6.

106

Dalam dokumen tesis risprapti prasetyowati S831208072 (Halaman 115-123)

Dokumen terkait