• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.7 Teknik Analisis Data

Data hakikatnya adalah segala sesuatu yang sudah dicatat (recorded). Segala sesuatu ini sebenarnya adalah fakta (fact), dan selalu ada (exist). Data yang telah melalui proses pengolahan akan berubah menjadi sebuah informasi.

Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif, data kualitatif adalah data yang berupa non angka, seperti kalimat-kalimat, catatan, rekaman suara dan gambar.

1. Riset Kualitatif

Riset Kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam dalamnya. Riset ini mengutamakan besarnya populasi atau sampling. Jika data yang terkumpul sudah mendalam dan menjelaskan fenomena ang diteliti, maka tidak perlu mencari sampling lainnya. Jadi disini yang lebih penting adalah

kedalaman kualitas data bukan kuantitas data. Penulis akan menullis seluas luasnya agar penelititan ini lebih medalam dan bukan berdasarkan angka – angka statistik. Dengan demikian penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menjelaskan strategi periklanan yang dilakukan oleh pihak LINE dalam rangka repositioning brand dan menancapkan produk mereka dalam benak konsumen. 2. Unit analisis dan narasumber

Unit analisis adalah orang orang yang dianggap penting dan memiliki kaitan dengan penelitian yang sedang dibuat . untuk memperoleh data yang akurat, objektif dan valid maka dalam penelitian ini dipilih beberapa unit analisis yang penulis nilai memiliki kaitan dan peran dalam penelitian ini. Berdasarkan jenis dan bentuknya, data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara yang berasal dari beberapa narasumber yang dinilai terkait dengan peneilitian ini selain sumber data primer terdapat juga sumber data sekunder, namun keberadaannya hanya bersifat komplementer terhadap data primer. Yang termasuk unit analisis dan narasumber dalam penelitian ini adalah seorang praktisi iklan, dan dua pengguna media sosial LINE.

Analisis data dalam penelitian deskriptif kualitatif terdapat beberapa model. Diantaranya, model penelitian yang bersifat kepustakaan (library research) dan model penelitian yang bersifat lapangan (field research). (Widodo, 2000: 123) Aktivitas dalam analisis data, yaitu:

1. Data reduction, 2. Data Display,

3. Conclusion drawing/verification

Tiga hal tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Data reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

Dalam mereduksi data, setiap peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, kalau peneliti dalam melakukan penelitian, menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data.

Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakuan reduksi data dapat mendiskusikan kepada teman atau orang lain yang dipandang ahli. Melalui diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang, sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.

2. Data Display (Penyajian Data)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie card, pictogram dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman menyatakan “the most frequent form of display data for qualitative research data in the past has been narrative text”. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

“looking at displays help us to understand what is happening and to do some thing-further analysis or caution on that understanding”. (Dengan menyajikan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut). Miles and Huberman

Dalam prakteknya tidak semudah ilustrasi yang diberikan, karena fenomena sosial bersifat kompleks, dan dinamis, sehingga apa yang ditemukan pada saat memasuki lapangan dan setelah berlangsung agak lama di lapangan akan mengalami perkembangan data. Untuk itu maka peneliti harus selalu menguji apa yang telah ditemukan pada saat memasuki laangan yang masih bersifat hipotek itu berkembang atau tidak. Bila setelah lama memasuki lapangan ternyata hipotesis yang dirumuskan selalu didukung oleh data pada saat dikumpulkan dilapangan,

maka hipotesis tersebut terbukti, dan akan berkembang menjadi teori yang grounded. Teori grounded adalah teori yang ditemukan di lapangan, dan selanjutnya diuji melalui pengumpulan data yang terus-menerus.

Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selama penelitian, maka pola tersebut sudah menjadi pola yang baku yang tidak lagi berubah. Pola tersebut selanjutnya disajikan pada laporan akhir penelitian.

3. Conclusion drawing/verification

Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah

diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Data display yang dikemukakan pada gambar telah didukung oleh data-data yang mantap, maka dapat dijadikan kesimpulan yang kredibel.

BAB IV

Dokumen terkait