• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses penyederhanaan data dan penyajian data dengan mengelompokkannya dalam suatu bentuk yang mudah dibaca dan diinterpretasi.

Analisis berarti kategorisasi, penataan, manipulasi, dan peringkatan data untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. Kegunaan analisis ialah

mereduksikan data menjadi perwujudan yang dapat dipahami dan ditafsir dengan cara tertentu hingga relasi masalah penelitian dapat ditelaah serta diuji (Silalahi, 2009:332).

Menurut Miles dan Huberman (Silalahi, 2009:339) kegiatan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu:

1. Reduksi Data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Kegiatan melakukan reduksi data berlangsung secara terus-menerus, terutama selama proyek yang berorientasi kualitatif berlangsung atau selama pengumpulan data.

2. Penyajian Data

Penyajian data yaitu sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data yang paling sering digunakan untuk data kualitatif adalah dalam bentuk teks naratif, guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih.

3. Menarik Kesimpulan

Ketika kegiatan pengumpulan data dilakukan, seorang peneliti kualitatif mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat, dan proposisi. Mula-mula kesimpulan belum jelas, tetapi kemudian kian meningkat menjadi lebih terperinci.

47 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap 6 orang informan, dimana diantaranya adalah orang 4 orang guru bimbingan dan konseling (BK) dan 2 orang siswa SMP Negeri 2 Sunggal. Para informan yang terpilih adalah individu-individu yang sesuai dengan teknik penarikan sample, yaitu purposive sample yang mana memiliki kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti, yaitu informan merupakan guru bimbingan dan konseling (BK) di SMP Negeri 2 Sunggal dan siswa SMP Negeri Sunggal yang pernah dibimbing oleh guru BK dalam menangani permasalahannya, dengan pertimbangan pernah mengalami pengarahan dan bimbingan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) dalam menangani permasalahan yang dihadapi, hingga sampai menemukan data jenuh.

Peneliti memilih sekolah SMP Negeri 2 Sunggal sebagai tempat penelitian karena SMP Negeri 2 Sunggal merupakan sekolah yang telah meraih banyak prestasi, dan memiliki Akreditasi A. Selain itu sekolah SMP Negeri 2 Sunggal juga merupakan sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih, serta lingkungan yang indah.

4.1.1 Deskripsi Tempat Penelitian 4.1.1.1 SMP Negeri 2 Sunggal

1. Sejarah SMP Negeri 2 Sunggal

SMP Negeri 2 Sunggal berdiri pada Tahun 1984 yang dulunya bernama SMP Negeri 2 Diski. Pejabat pelaksanaan harian adalah Harun Sirait, penerimaan siswa baru (PSB) Tahun Pelajaran 1985/1986 menumpang di SMP Negeri 1 Diski Kecamatan Sunggal. Izin Operasional dari Kanwil Depdikbud Provinsi Sumatera Utara Nomor : 0567/0/1986 tertanggal 20 September 1986.

Pada awal Tahun Pelajaran 1987/1988 Kanwil Depdikbud Provinsi Sumatera. Jarak antara sekolah dengan jalan raya ± 2,5 KM. Pada saat

kepemimpinan Paulus Girsang SMP Negeri 2 Diski terkenal dengan kebersihannya, sekolah dipandang anggun, berseri, asri, damai, indah.

Penduduk disekitarnya rata-rata karyawan perusahaan dan daya sosial ekonominya lemah.

Latar belakang tapak tanah SMP Negeri 2 Diski adalah hasil perjuangan seorang Paulus Girsang dari tanah HGU PTPN IX Sei Semayang menjadi Agraria/Bupati Deli Serdang dengan Nomor : 594-235/06/1984 tertanggal 25 Juni 1984. Luas tanah pertapakan SMP Negeri 2 Diski 9702 M² berbatas dengan: Utara berbatas dengan tanah Jl. Aglik 100 M², Timur berbatas dengan tanah Jl. Pendidikan I 97,02 M², Selatan berbatas dengan tanah Penduduk 100 M², Barat berbatas dengan tanah Jl. Pendidikan II 97,02 M².

Paulus Girsang Menjabat Kepala Sekolah selama 2 Tahun 6 Bulan.

Terakhir Paulus Girsang menjabat sebagai Kepala Sekolah pada tanggal 30 Juni 1989 karena menjalani pensiun. Paulus Girsang terkenal arif dan bijaksana.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang mempromosikan Dra. Mary Sembiring, M.Pd Kepala SMP Negeri 1 Sibolangit menjadi Kepala SMP Negeri 2 Sunggal TMT 11 September 2008.

Dra.Mary Sembiring, M.Pd telah banyak membuat gebrakan-gebrakan serta banyak mendapatkan relasi tentang pemberian bantuan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang maupun dari Pusat.

Berbagai macam kegiatan dan prestasi yang diraih seperti : 1. Juara II Cerdas Terampil Tingkat Kabupaten Deli Serdang.

2. Juara I Footsal Tingkat Binjai dan Sunggal 3. Juara Harapan I Tingkat Kabupaten Deli Serdang 4. Juara I Catur Popsi Tingkat Kecamatan Sunggal 5. Juara I Volly Putri Tingkat Kecamatan Sunggal 6. Juara II Volly Putra Tingkat Kecamatan Sunggal

7. Juara I Lomba Baris Berbaris Tingkat Kecamatan Sunggal 8. Juara I SKJ Tingkat Sub Rayon 04

9. Juara I Lomba Masak Nasi Goreng Tingkat Dinas Dikpora Deli Serdang 10. Juara I Lomba Merangkai Bunga Tingkat Dinas Dikpora Deli Serdang 11. Juara I Lomba Tari Balon Tingkat Dinas Dikpora Deli Serdang

12. Juara III Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Deli Serdang 13. Anugerah “Adiwiyatah” Nominasi Terbaik Tingkat Nasional 14. Juara I UKS Tingkat Kecamatan Sunggal

15. Juara I UKS Tingkat Kabupaten Deli Serdang 16. Juara I UKS Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

17. Juara I Adiwiyata Tingkat Nasional 18. Adiwiyata Tingkat Provinsi

19. Juara III Go Green Tingkat Provinsi 20. Olimpiade Sains Harapan I

2. Visi, Misi dan Tujuan SMP Negeri 2 Sunggal

 Visi SMP Negeri 2 Sunggal

“Berakhlak mulia, cerdas, berbudaya, berwawasan lingkungan dan bernuansa pendidikan keluarga”

 Misi SMP Negeri 2 Sunggal

1. Menumbuhkan pribadi yang taqwa, terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Menjadikan siswa berfikir cerdas dalam teknologi dan berwawasan lingkungan.

3. Menumbuhkan pribadi yang jujur, berdisiplin, beretika dan berbudi pekerti luhur.

4. Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berseri.

5. Mengembangkan sikap kreatif, berdedikasi dan peduli lingkungan.

6. Memberdayakan sampah menjadi komoditas lingkungan hijau, subur, sejuk dan menyenangkan.

 Tujuan SMP Negeri 2 Sunggal

1. Meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah.

2. Menumbuhkembangkan keterampilan hidup (life skill) agar peserta didik memiliki keterampilan, sikap, dan periaku adaptif, kooperatif

dalam menghadapi tantangan dan peluang kehidupan sehari-hari secara produktif.

3. Mendorong wawasan, sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia.

4. Menunjang kelestarian beragama-budaya.

5. Mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan gender.

6. Orangtua/masyarakat pro aktif terlibat langsung pada program/kegiatan sekolah.

3. Identitas Sekolah

1. Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 SUNGGAL

2. No. Statistik Sekolah/NDS/NPSN : 201070103239/200050/10213899

3. Tipe Sekolah : A

4. Alamat Sekolah : JL. MEDAN – BINJAI KM. 12,5 : (Kecamatan) SUNGGAL

: (Kab/Kota) DELI SERDANG : (Propinsi) SUMATERA UTARA

5. Telepon/HP/Fax : 061- 8465747

6. Status Sekolah : Negeri

7. Nilai Akreditasi Sekolah : A Skor = 94 8. Luas Lahan, dan jumlah rombel

Luas Lahan : 9702 m2

Jumlah ruang pada lantai 1 : 24 Jumlah ruang pada lantai 2 : - Jumlah ruang pada lantai 3 : -

Jumlah Rombel : 27

9. Nilai Akreditasi Sekolah : A

4.1.2 Proses Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu mencari informasi tentang sekolah SMP Negeri 2 Sunggal melalui salah satu siswa, peneliti mencari informasi tentang jadwal ujian, jadwal libur semester, dan jadwal masuk sekolah

tahun ajaran baru. Karena peneliti merasa bahwa hal itu akan sangat berhubungan dengan proses penelitian yang akan peneliti lakukan. Namun informasi yang peneliti dapatkan sangat tidak sesuai dengan yang peneliti harapkan, dimana sekolah SMP Negeri 2 Sunggal akan libur semester 3 minggu yang akan datang.

Pada minggu pertama, sekolah akan libur pembukaan ibadah puasa, pada minggu kedua sekolah akan mengadakan ujian semester, dan pada minggu ketiga sekolah akan mengadakan minggu tenang dimana siswa akan tetap ke sekolah, namun tidak ada proses belajar mengajar sampai pada tanggal 02 Juni 2018, yaitu pembagian rapor siswa.

Mendengar informasi tersebut, peneliti merasa bahwa tidak akan mungkin peneliti melakukan penelitian pada masa-masa ujian. Akhirnya peneliti berniat untuk melakukan observasi singkat ke salah satu sekolah lain di kota Medan.

Namun menurut peneliti sekolah tersebut kurang dapat menjawab permasalahan pada penelitian ini. Akhirnya peneliti memutuskan untuk tetap melakukan penelitian di SMP Negeri 2 Sunggal. Kemudian pada tanggal 16 Mei 2018 peneliti melakukan observasi secara singkat sesuai dengan judul penelitian yang akan diangkat, yaitu komunikasi antarpribadi guru BK dalam memahami permasalahan siswa di SMP Negeri 2 Sunggal.

Ketika melakukan observasi singkat, peneliti bertemu dengan wakil kepala sekolah, yaitu Bapak M. Sidebang S.Pd. Peneliti berbincang-bincang dengan beliau terkait judul yang akan peneliti teliti. Beliau juga berbagi tentang kondisi guru BK di SMP Negeri 2 Sunggal, mulai dari jumlah dan kinerja. Selain itu, peneliti juga berdiskusi dengan beliau terkait jadwal penelitian yang akan peneliti lakukan, dan peneliti mendapat izin melakukan penelitian di masa ujian dimana observasi boleh dilakukan selama atau sesudah proses ujian selesai, dan untuk wawancara mendalam dilakukan dengan cara memanfaatkan jam istirahat dan jam pulang sekolah, agar tidak mengganggu proses ujian yang berlangsung. Peneliti juga menanyakan terkait surat izin penelitian yang seharusnya sudah di ajukan terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian. Namun dengan sedikit negosiasi dengan bapak M. Sidebang, akhirnya beliau menyetujui agar surat izin penelitian diserahkan di hari pertama melakukan penelitian.

Pada hari selasa tanggal 22 Mei 2018, peneliti melakukan penelitian di hari pertama. Peneliti sampai di sekolah SMP Negeri 2 Sunggal pada pukul 09.10 WIB, dan pertama sekali peneliti harus meminta izin dengan satpam sekolah.

Setelah menjelaskan bahwa tujuan kedatangan peneliti adalah untuk melakukan penelitian, maka beliau mempertemukan peneliti dengan bapak M. Sidebang, dan kemudian peneliti memberikan surat izin penelitian tersebut kepada beliau. Saat itu proses ujian sedang berlangsung, sehingga tidak memungkinkan bagi peneliti untuk langsung melakukan penelitian. Sehingga sembari menunggu guru BK selesai mengawas ujian, peneliti mengenalkan diri dan berinteraksi dengan guru-guru yang ada di sana.

Pada jam istirahat, yaitu pada pukul 09.30 guru-guru mulai memasuki ruang guru, begitu pula dengan guru BK. Saat itu peneliti berkenalan dengan mereka, dan memulai interaksi singkat. Kemudian peneliti juga menghampiri guru-guru BK, kemudian memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan kedatangan peneliti, menjelaskan secara singkat tentang judul penelitian dan membuat janji untuk melakukan jadwal wawancara mendalam.

Pada pukul 10.00 proses ujian kembali berlangsung, dan saat itu salah satu guru BK yaitu ibu Maya Fitria Siska Harahap S.Psi sedang tidak mengawas, sehingga peneliti memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan wawancara mendalam dengannya. Sebelum melakukan wawancara mendalam, peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada beliau, peneliti juga menjelaskan tentang judul penelitian yang akan diteliti, dan memberikan proposal penelitian untuk beliau baca. Peneliti dan ibu Maya juga berbincang-bincang terlebih dahulu dengan dua orang guru lainnya. Setelah mengetahui bahwa peneliti adalah alumni dari SMP Negeri 2 Sunggal, peneliti dan guru-guru tersebut masih tetap melanjutkan perbincangan kami, bahkan mereka juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait guru-guru yang masih saya ingat yang pada masa saya SMP sampai saat ini masih mengajar, mereka juga bertanya tahun berapa saya masuk ke sekolah SMP Negeri 2 Sunggal dan tahun berapa saya lulus, kemudian dahulu saat SMP saya ada di lokal atau kelas berapa.

Setelah selesai berbincang-bincang, tepat pada pukul 10.07 akhirnya peneliti memulai wawancara mendalam dengan informan pertama. Pada saat itu informan menggunakan pakaian dinas berwarna coklat dengan jilbab berwarna hitam.

Ketika melakukan wawancara peneliti merasa gugup, karena wawancara dengan ibu Maya merupakan wawancara pertama yang peneliti lakukan dalam penelitian ini. Namun sejak awal memulai wawancara, ibu Maya selalu tersenyum sambil menjawab pertanyaan saya. Bahkan ketika beberapa kalimat peneliti sulit untuk dipahami, beliau dengan lembut dan tersenyum menanyakan kembali pertanyaan yang peneliti ajukan. Selain itu, suara ibu Maya yang lembut juga membuat rasa gugup peneliti semakin berkurang dan membuat peneliti semakin percaya diri, dan merasa nyaman selama melakukan wawancara.

Wawancara dengan informan kedua dilaksanakan pada hari yang sama dengan ibu Maya, yaitu pada hari selasa tanggal 22 Mei 2018. Guru BK yang menjadi informan kedua dalam penelitian ini adalah ibu Channy Siska Florida S.Pd. pada saat itu, beliau memakai kemeja putih dengan rambut yang tergerai. Beliau adalah pribadi yang lucu, ramah, dan mudah mendekatkan diri dengan orang lain. Ketika melakukan wawancara, beliau mengaku bahwa ia selalu menempatkan dirinya sebagai teman atau sahabat bagi setiap siswa yang ia tangani. Dan hal itu, juga peneliti rasakan sepanjang wawancara berlangsung. Sebelum melakukan wawancara, peneliti melakukan hal yang sama seperti kepada informan pertama.

Peneliti memperkenalkan diri secara singkat, menjelaskan judul penelitian, dan memberikan proposal penelitian saya untuk beliau baca.

Tanpa terlalu banyak berbincang-bincang, tepat pada pukul 10.46 wawancara di mulai dengan informan kedua. Karakter humoris ibu Channy membuat wawancara yang berlangsung sama sekali tidak tegang, melainkan penuh dengan candaan. Bahkan di sela-sela wawancara kami banyak bercerita tentang masa peneliti masih SMP, dimana peneliti juga pernah dibimbing oleh beliau karena terlambat datang ke sekolah, dan karena pernah memiliki konflik dengan teman satu kelas. Selain itu beliau juga bertanya tentang perasaan peneliti selaku siswa yang pernah di bimbing beliau, dan dampak yang peneliti rasakan. Sepanjang wawancara berlangsung peneliti merasa sangat nyaman dan senang, karena peneliti merasa seperti sedang bercerita dengan seorang teman. Hal itu karena

sepanjang wawancara ada keterbukaan yang peneliti rasakan antara peneliti dan informan, dan karena sifatnya timbal balik.

Setelah selesai melakukan wawancara dengan ibu Channy, peneliti akan melanjutkan wawancara dengan informan ketiga yaitu ibu Afnizar S.Pd. Namun sejak peneliti melakukan wawancara dengan informan pertama, beliau sudah terlihat sibuk dengan beberapa kegiatan. Karena sebelumnya peneliti telah membuat janji untuk wawancara pada hari itu, peneliti berniat untuk menunggu beliau. Namun setelah sekitar 30 menit peneliti menunggu, akhirnya bapak M.Sidebang menyarankan untuk melanjutkan wawancara di keesokan harinya.

Namun karena sudah terlanjur membuat janji dengan informan ketiga, peneliti merasa enggan untuk pulang tanpa izin terlebih dahulu dengan beliau. Akhirnya sembari menunggu, peneliti berniat berjalan-jalan sambil melihat-lihat lingkungan sekolah. Ketika melihat-lihat lingkungan sekolah, akhirnya peneliti bertemu dengan informan ketiga yaitu ibu Afnizar, namun beliau terlihat masih sibuk. Hal ini disebabkan karena selain menjadi guru BK, beliau juga merupakan Pembantu Kepala Sekolah (PKS) sehingga peneliti menyarankan untuk melakukan wawancara di hari berikutnya. Namun beliau menyarankan peneliti untuk datang di hari kamis pada tanggal 24 Mei, karena pada hari rabu beliau tidak memiliki jadwal mengajar.

Pada hari kamis tanggl 24 Mei 2018, adalah hari kedua peneliti melakukan penelitian. Peneliti sampai di sekolah pada pukul 10.45 dan proses ujian telah selesai. Sesuai janji yang telah disepakati dengan ibu Afni, peneliti akan mewawancari beliau pada hari itu. Namun setelah sampai, peneliti langsung menuju ke arah kantor guru, namun peneliti tidak menemukan ibu Afni.

Kemudian peneliti menemui bapak M.Sidebang dan bertanya kepada beliau tentang keberadaan ibu Afnizar. Namun beliau mengatakan bahwa ibu Afnizar tidak masuk selama dua hari yaitu pada hari kamis dan jumat karena sedang ada tugas di luar sekolah. Mendengar hal tersebut peneliti sempat merasa kecewa, namun peneliti mengingat bahwa peneliti masih harus mewawancara dua informan lagi. Akhirnya peneliti berinisiatif untuk mencari ibu Siti Nurbaya S.Pd selaku guru BK di SMP Negeri 2 Sunggal. Pada saat itu, beliau sedang melakukan rekapitulasi absen di kantor guru. Namun setelah saya menemui beliau,

memperkenalkan diri, dan menyampaikan tujuan kedatangan saya, akhirnya beliau bersedia di wawancarai pada hari itu. Namun agar kondisi wawancara kondusif, akhirnya beliau mengajak peneliti untuk melakukan wawancara di ruang bimbingan dan konseling (BK).

Sesampainya di ruang BK, akhirnya beliau memperkenalkan secara singkat tentang ruang BK. Setelah itu, peneliti menjelaskan judul yang akan diteliti, dan memberikan proposal penelitian kepada beliau untuk dibaca. Tepat pada pukul 10.50 WIB, wawancara bersama informan ketiga dimulai. Sepanjang wawancara peneliti cukup tenang, karena paras ibu Siti yang keibuan. Selain itu, beliau yang juga senang bercerita membuat suasana wawancara tidak tegang, dan alur wawancara mengalir secara alami seperti hanya sedang berbincang-bincang saja.

Ibu Siti juga sangat pengertian ketika saya meminta waktu beliau untuk melakukan wawancara, di tengah-tengah kondisi beliau yang sedang mengerjakan rekapitulasi absen.

Setelah selesai melakukan wawancara, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian di hari berikutnya. Pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2018, peneliti datang ke sekolah SMP Negeri 2 Sunggal untuk melakukan observasi. Peneliti melihat-lihat kondisi di lingkungan sekolah. Saat itu peneliti sampai di sekolah pada pukul 10.08 WIB, berhubung karena pada hari itu ujian hanya satu bidang studi dan sudah berakhir sekitar pukul 08.30 WIB, maka peneliti hanya berbincang-bincang dengan beberapa siswa yang masih ada di lingkungan sekolah. Saat itu peneliti juga memanfaatkan waktu untuk berkomunikasi dengan satpam sekolah, dan bertanya tentang jam masuk dan jam pulang sekolah sepanjang masa ujian. Berhubung karena lingkungan sekolah sudah mulai sepi, peneliti memutuskan untuk pulang dan kembali keesokan harinya.

Pada hari sabtu tanggal 26 Mei 2018, peneliti datang ke sekolah SMP Negeri 2 Sunggal untuk melakukan wawancara dengan informan keempat yaitu Ibu Afnizar S.Pd . Peneliti sampai di sekolah pada pukul 08.10 WIB dan menuju kantor guru.

Sesampainya disana peneliti tidak menemukan ibu Afnizar, kemudian peneliti bertanya kepada Bapak Banjarnahor salah satu guru olahraga di SMP Negeri 2 Sunggal. Namun beliau tidak mengetahui keberadaan ibu Afnizar dan

menyarankan untuk menghubungi beliau. Kemudian bapak Banjarnahor memberikan nomor telepon ibu Afni kepada peneliti lalu peneliti menguhubungi beliau. Pada saat dihubungi oleh peneliti, ibu Afni mengatakan bahwa beliau dalam keadaan kurang sehat. Setelah itu peneliti kembali ke kantor guru dan menemui Bapak M.Sidebang, peneliti menanyakan terkait profil sekolah yang dibutuhkan sebagai pelengkap penelitian. Namun karena kondisi guru tata usaha yang sedang sibuk, akhirnya beliau menyarankan kepada peneliti untuk meminta pada hari senin.

Pada hari senin tanggal 28 Mei 2018, peneliti kembali melanjutkan penelitian di sekolah SMP Negeri 2 Sunggal. Peneliti sampai di sekolah pada pukul 08.05 WIB. Peneliti berniat untuk mewawancarai siswa yang pernah dibimbing oleh guru BK dalam mengatasi permasalahannya. Saat itu, peneliti bertemu dengan dua orang siswa dari kelas VII-1, yaitu Mutia dan Risma, dan peneliti langsung memperkenalkan diri. Sebelum melakukan wawancara, peneliti terlebih dahulu mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka terkait karakteristik informan, yaitu siswa yang pernah dibimbing oleh guru BK dalam mengatasi permasalahannya. Ternyata mereka sesuai dengan karakteristik informan dalam penelitian ini. Kemudian peneliti juga bertanya kepada mereka mengenai tempat yang mereka rasa nyaman ketika melakukan wawancara. Akhirnya mereka menyarankan di pondok sekolah. Sepanjang perjalanan menuju pondok sekolah, peneliti mengajak mereka untuk berbincang-bincang agar mereka tidak merasa takut. Peneliti memulai perbincangan dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan peneliti. Selain itu, peneliti juga menyampaikan bahwa peneliti juga alumni SMP Negeri 2 Sunggal, dan berbagi sedikit pengalaman dengan mereka. Akhirnya Mutia dan Risma tidak lagi begitu canggung ketika berkomunikasi dengan peneliti. Sesampainya di pondok sekolah, banyak siswa yang merasa penasaran dan akhirnya menghampiri kami. Saat itu kondisi menjadi sangat tidak kondusif, karena banyak siswa yang berkerumun. Namun dengan sifatnya yang humoris, akhirnya Mutia mampu memahamkan teman-temannya lewat candaanya.

Setelah kondisi sudah mulai kondusif, akhirnya pada pukul 08.41 WIB, wawancara dengan informan keempat yaitu Risma Pandiangan dimulai.

Sepanjang wawancara informan cukup terbuka kepada peneliti, meskipun awalnya informan terlihat gugup saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti. Agar suasana saat wawancara tidak terasa tegang, akhirnya peneliti menanyakan beberapa pertanyaan di luar draft pertanyaan, agar terkesan seperti sedang bercerita dengannya. Setelah itu, informan tampak lebih santai dan lebih nyaman ketika menjawab pertanyaan dari peneliti. Disepanjang wawancara peneliti juga merasa sangat senang, karena informan bersedia untuk terbuka kepada peneliti.

Namun disisi lain, peneliti juga merasa empati mendengar kondisi keluarga informan. Akhirnya peneliti memberikan semangat kepada informan.

Setelah selesai melakukan wawancara dengan Risma, peneliti langsung melanjutkan wawancara dengan Mutia Azzahra. Berhubung karena sebelumnya telah berkenalan dan berbincang-bincang dengan Risma dan Mutia, maka wawancara dengan Mutia langsung dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB. Namun pada pertengahan wawancara, peneliti menyadari bahwa Mutia tidak sesuai dengan karakteristik informan, namun karena Mutia merupakan sekretaris kelas dan sering berkomunikasi dengan guru BK, maka peneliti tetap melanjutkan wawancara dengannya, meskipun akhirnya Mutia tidak menjadi informan dalam penelitian ini.

Setelah selesai melakukan wawancara dengan informan mutia, peneliti kembali lagi ke kantor guru untuk menemui ibu Afnizar. Namun ternyata ibu Afnizar belum sampai di sekolah. Kemudian informan menunggu beliau, dan sekitar 1 jam kemudian beliau datang. Kemudian peneliti langsung menghampiri beliau dan meminta waktu untuk melakukan wawancara. Peneliti terlebih dahulu

Setelah selesai melakukan wawancara dengan informan mutia, peneliti kembali lagi ke kantor guru untuk menemui ibu Afnizar. Namun ternyata ibu Afnizar belum sampai di sekolah. Kemudian informan menunggu beliau, dan sekitar 1 jam kemudian beliau datang. Kemudian peneliti langsung menghampiri beliau dan meminta waktu untuk melakukan wawancara. Peneliti terlebih dahulu

Dokumen terkait