BAB II KAJIAN TEORI
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Peningkatan Pemahaman Dalam Mata Pelajaran Pkn Materi Lembaga-Lembaga Negara Menggunakan Media Bagan Pohon Di
Kelas IV MI Islamiyah Kepoh.
a. Siklus I
Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran menggunakan media bagan pohon yang telah dilaksanakan pada siklus I ini, telah menunjukkan bahwa media bagan pohon dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan pada saat itu, yaitu tentang lembaga-lembaga Negara. Untuk mengukur pemahaman siswa, guru memberikan tes tulis kepada siswa. Ketika mengerjakan soal, siswa tidak boleh membuka buku pelajaran atau materi yang telah diberikan oleh guru. Kegiatan ini berlagsung dengan kondusif, meskipun ada beberapa anak yang masih menoleh kebelakang atau kekanan dan kekiri.
Peningkatan hasil tes pemahaman siswa juga dapat diartikan bahwasanya penerapan media bagan pohon dapat membantu siswa dalam memahami materi lembaga-lembaga negara. Hal ini terbukti dengan adanya prosentase ketuntasan belajar siswa dalam mengerjakan tes (soal) pada siklus I yaitu 73,68%, artinya dari 19 siswa, hanya 14 siswa yang tuntas, dan 5 siswa lainnya belum tuntas. Dan diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 73,42. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa peingkatan pemahaman siswa dalam mata pelajaran PKn Materi
lembaga Negara menggunaan media bagan pohon pada siklus I ini dalam kategori cukup.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perlu adanya
peningkatan pada siklus berikutnya, karena indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah jika prosentase kelulusan atau ketuntasan mencapai angka lebih dari 80%. Dari perolehan persentase ketuntasan hasil belajar tersebut, menurut tingkat keberhasilan hasil belajar menunjukkan bahwa pemahaman siswa dalam materi lembaga Negara masih pada kategori cukup. Karena persentase ketuntasan belum mencapai indicator keberhasilan, maka penelitian ini akan dilanjutkan pada siklus II
b. Siklus II
Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, pada siklus II ini guru juga memberikan soal uraian kepada siswa. Hanya saja bobot soal lebih mudah dari pada siklus I. pada siklus II ini, prosentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan menjadi 89,47%, artinya dari 19 siswa, ada 17 siswa yang tuntas, dan 2 siswa yang belum tuntas. Dan diperoleh rata-rata kelas yaitu 89,21.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran PKn materi lembaga Negara dengan menggunakan media bagan pohon pada siklus II ini terjadi peningkatan yang cukup pesat
antara siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari jumlah nilai pada siklus I yaitu sebesar 1436 dan nilai rata-ratanya adalah 75,58. Dan pada siklus II diketahui jumlah nilai siswa sebesar 1695, jika dibagi dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa maka ditemukan nilai rata-rata siswa pada siklus II sebesar 89,21.
Ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I ada 14 siswa yang tuntas dan 5 siswa yang belum tuntas. Jika jumlah siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa dibagi dengan jumlah siswa dalam satu kelas yaitu sebanyak 19 siswa, kemudian hasilnya dikalikan 100% maka hasil prosentase ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 73,68%. Adapun pada siklus II, jumlah siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa. Jika jumlah siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa dibagi dengan jumlah siswa dalam satu kelas yaitu 19, kemudian hasilnya dikalikan 100% maka hasil prosentase ketuntasan siswa pada siklus II sebesar 89,47%
Hasil tersebut menunjukkan bahwa klasikal nilai yang dicapai siswa sudah mencapai kriteria dari presentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 80%. Dari perolehan presentase ketuntasan hasil belajar tersebut, maka penerapan media bagan pohon dalam meningkatkan pemahaman materi lembaga Negara
mata pelajaran PKn di kelas IV dapat dikategorikan baik dan meningkat dari siklus yang pertama.
Berikut adalah grafik peningkatan belajar siswa secara klasikal: 0 20 40 60 80 100 Siklus I Siklus II East North
Pada grafik 4.2 menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari silus I ke siklus II. Dimana prosentase pada siklus I dari 73,68%, kemudian meningkat menjadi 89,47% pada siklus II. Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman kelas IV pada mata pelajaran PKn materi lembaga negara setelah menggunakan media bagan pohon mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.
Adanya peningkatan pemahaman setelah menggunakan media bagan pohon sesuai dengan pengertian media menurut buku
Grafik 4.2
Grafik peningkatan prosentase ketuntasan siswa secara klasikal
yang ditulis oleh Yunus anggawa, beliau memaparkan bahwa
media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyalurkan pesan, juga dapat merangsang pikiran, perasaan, sehingga mendorong terciptanya proses pada peserta didik tersebut. Dengan terciptanya proses yang baik, tericpta pula respon yang baik antara peserta didik dan guru sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Pada siklus II , nilai siswa mengalami peningkatan karena peneliti memperhatikan kekurangan-kekurangan yang sebelumnya pada siklus I yang kurang maksimal selama proses pembelajaran dan berusaha memaksimalkan di siklus II agar pembelajaran lebih maksimal. Meningkatnya nilai siswa juga mempengaruhi nilai rata-rata siswa, selain itu meningkatnya nilai siswa juga disebabkan karena adanya komunikasi dan sumber informasi. Berikut adalah grafik peningkatan nilai rata-rata siswa.
Grafik 4.3
0 20 40 60 80 100 Siklus I Siklus II East North
Grafik 4.3 menunjukkan nilai rata-rata pada siklus I 73,42 kemudian meningkat menjadi 89,21 pada siklus II. Meningkatnya nilai rata-rata siswa juga dapat diartikan bahwa meningkat pula pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat diartikan bahwa pemahaman siswa terhadap materi lembaga negara sudah baik dan tidak perlu diulang lagi pada siklus berikutnya. Dengan demikian, maka penerapan media bagan pohon dapat meningkatkan pemahaman materi lembaga-lembaga mata pelajaran PKn siswa kelas IV MI Islamiyah Kepoh.
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peningkatan Pemahaman materi lembaga-lembaga negara siswa kelas IV MI Islamiyah Kepoh, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Penerapan media bagan pohon dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa materi lembaga-lemabaga Negara pada siswa kelas IV MI Islamiyah Kepoh telah diterapkan dengan baik dan sesuai yang diharapkan karena terjadi peningkatan prosentase keaktifan siswa dan guru dari siklus I ke siklus II. Dengan prosentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 68,75% menjadi 93% di siklus II, dan prosentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 64,91% menjadi 91,66% di siklus II. Hal ini juga mempengaruhi prosentasi ketuntasan belajar siswa yang meningkat. Pada siklus I masih terdapat beberapa kendala dan kurang maksimal sehingga guru dan peneliti berdiskusi untuk melakukan perbaikan di siklus II untuk memaksimalkan penerapan media bagan pohon
2. Pemahaman siswa mengenai materi lembaga-lembaga negara setelah diterapkannya media bagan pohon pada siswa kelas IV MI Islamiyah Kepoh mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II dengan prosentase ketuntasan
belajar di siklus I sebesar 73,68% dan rata-rata nilai sebesar 73,42. Sedangkan di siklus II prosentase ketuntasan belajar sebesar 89,47% dan rata-rata nilai sebesar 89,21 . Maka, hal ini dapat dikategorikan baik.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di MI Islamiyah Kepoh ,ada beberapa saran yang dapat membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di MI Islamiyah Kepoh, yaitu:
1. Dalam proses belajar mengajar sebaiknya menggunakan model, metode dan media pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan SK, KD, dan indikator-indikator yang akan dicapai siswa, sehingga siswa akan lebih semangat dan aktif dalam belajar serta kualitas pemahaman siswa akan meningkat.
2. Dari pihak sekolah diharapkan dapat memfasilitasi proses pembelajaran dengan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
3. Penerapan media bagan pohon seyogyanya diterapkan secara
kesinambungan oleh guru dalam pembelajaran khususnya pada pelajaran PKn
4. Penerapan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif seyogyanya harus lebih ditingkatkan lagi, agar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa menjadi lebih aktif.