G. Prosedur Penelitian
I. Teknik Analisis Data
1. Analisis Aktivitas Belajar
a. Analisis Hasil Observasi Aktivitas Belajar Akuntansi
Data Aktivitas Belajar Akuntansi dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi dan angket Aktivitas Belajar Akuntansi. Aktivitas Belajar Akuntansi diamati peneliti pada waktu pembelajaran berlangsung di kelas eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil dari lembar observasi selanjutnya data dianalisis dengan cara menghitung indikator yang muncul, kemudian diberikan skor penilaian sesuai kriteria yang ditetapkan oleh peneliti dan dibagi dengan skor maksimal. Selanjutnya hasil skor aktivitas belajar dihitung dengan rumus:
% � � � � � = � � � � � � � � � � × % � � = � � � � × ×
b. Analisis Angket Aktivitas Belajar Akuntansi
Hasil angket Aktivitas Belajar Akuntansi dianalisis dengan cara mencari persentase hasil dari keseluruhan jawaban. Persentase hasil angket dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
� � � � � � = × %
Keterangan:
NP : Nilai persen Aktivitas Belajar Akuntansi yang dicari atau diharapkan
R : Skor Aktivitas Belajar Akuntansi yang diperoleh siswa SM : Skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan
� � � � × ×
100 : Bilangan tetap
(Ngalim Purwanto 2013: 102) 2. Analisis Hasil Belajar Akuntansi
Perhitungan rata-rata nilai kelas Hasil Belajar Akuntansi adalah menggunakan rumus sebagai berikut:
� =∑
Keterangan:
Me : Rata – rata (mean) Σxi : Jumlah semua nilai N : Jumlah individu
(Sugiyono, 2010: 49) Selain rumus di atas, dilakukan pula analisis untuk mengetahui persentase ketuntasan nilai Hasil Belajar Akuntansi siswa dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:
= × %
Keterangan:
KB : ketuntasan belajar
T : jumlah siswa yang memenuhi KKM Tt : jumlah siswa yang mengikuti tes
3. Uji Normalitas
Sebelum melakukan uji hipotesis, perlu dipastikan terlebih dahulu data yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Menurut Sugiyono (2010: 76) suatu data yang membentuk distribusi normal bila jumlah data di atas dan di bawah rata-rata adalah sama, demikian juga dengan simpangan bakunya. Uji normalitas ini dilakukan terhadap data
pre test, post test dan Angket Aktivitas Belajar Akuntansi siswa. Menurut
Algifari (1997: 101) salah satu instrumen uji statistik untuk mengukur ketepatan (goodness of fit) suatu distribusi frekuensi teoritis adalah uji Kolmogorov-Smirnov (Uji K-S). Uji K-S diberi simbol Dn yang dapat diperoleh dengan rumus berikut:
Dn = max |Fe– F0| Dn : deviasi absolut yang tertinggi
Fe : frekuensi harapan Fo : frekuensi observasi
(Algifari: 1997: 101) Pengujian normalitas data One Sample Kolmogorov-Smirnov Test
dalam penelitian ini menggunakan bantuan analisis program SPSS 16.0. Data yang berdistribusi normal merupakan data yang mempunyai sebaran yang normal pula. Dalam output One Sample Kolmogorov-Smirnov Test
dilihat pada baris Asyimp. Sig (2-tailed). Jika nilainya kurang dari taraf signifikansi, yakni 5%, maka data tersebut tidak berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai Asyimp. Sig lebih dari 5% maka data berdistribusi normal (Ali Muhson, 2005: 58).
4. Uji Homogenitas
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang diambil mempunyai varian yang sama atau tidak dengan cara membandingkan kedua varian. Uji homogenitas ini dilakukan terhadap data pre test, post test dan Angket Aktivitas Belajar Akuntansi siswa, pengujianya menggunakan uji F dengan rumus sebagai berikut:
= � � � � � � � � �
(Sugiyono, 2010: 175) Harga Fhitung tesebut kemudian dibandingkan dengan harga Ftabel
dengan dk pembilang = n2 – 1 dan dk penyebut = n1 – 1 dan taraf kesalahan 5%. Bila Fhitung < Ftabel maka varians data yang akan dianalisis homogen, sebaliknya jika Fhitung > Ftabel maka varians data yang akan dianalisis tidak homogen (Sugiyono, 2010: 175).
Pengujian homogenitas dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis levene’s test menggunakan SPSS 16.0. persyaratan homogenitas jika probabilitas (sig) > 0,05 dan jika probabilitas (sig) < 0,05 maka data tersebut tidak homogen (Ali Muhson, 2005: 31).
5. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan yang signifikan dari Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji statistik parametris rumus t-test. Menurut Burhan Nurgiyantoro, (2012: 182) t-test digunakan untuk memastikan ada atau tidaknya perbedaan
yang mungkin hanya bersifat kebetulan atau memang signifikan secara statistik. Jika nilai pengujian F dalam uji prasyarat analisis (uji homogenitas) Fhitung > Ftabel maka varians data yang akan dianalisis tidak homogen, sehingga uji t yang digunakan adalah separated varians
dengan rumus sebagai berikut:
= ̅̅̅ − ̅̅̅
√
Sedangkan jika nilai pengujian F dalam uji prasyarat analisis (uji homogenitas) Fhitung < Ftabel maka varians data yang akan dianalisis homogen, sehingga uji t yang digunakan adalah pooled varians dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan: ̅̅̅ : Rata-rata sampel 1 ̅̅̅ : Rata-rata sampel 2 : Varians sampel 1 : Varians sampel 2 : Jumlah sampel 1 : Jumlah sampel 2 (Sugiyono, 2010:138) Nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel. Jika didapatkan hasil thitung < ttabel maka terdapat perbedaan yang signifikan antara Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis data dari hasil kedua kelas diolah dengan uji t sampel bebas (independent t test) menggunakan bantuan analisis program SPSS 16.0. Menurut Ali Muhson, (2005: 31) kriteria pengujian hipotesis adalah jika nilai sig <
0,05 maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan jika nilai sig > 0,05 maka H0 diterima atau tidak ada perbedaan antara Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi kelas eksperimen dan kelas kontrol.
69
SMK Negeri 1 Pengasih Kulon Progo adalah sebuah sekolah menengah kejuruan yang berlokasi di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. SMK Negeri 1 Pengasih didirikan pada bulan Januari pada tahun 1968 dengan berdasarkan SK No.162/UKK.3/1968. Visi dan misi dari SMK Negeri 1 Pengasih yaitu:
1. Visi Sekolah
Menjadi Lembaga Diklat bertaraf Internasional untuk menghasilkan SDM yang taqwa, profesional, mempunyai unjuk kerja dan mampu berkompetisi di tingkat Nasional maupun Internasional.
2. Misi Sekolah
a. Melaksanakan pendidikan dan latihan yang berwawasan keunggulan, dengan adanya:
1) Pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten
2) Kurikulum yang sesuai dengan pasar kerja nasional dan internasional
3) sarana dan prasarana yang memadai serta lingkungan yang kondusif
b. Melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan (Competency Based
Training) CBT, (Project Based Teaching) PBT, dan lifeskill untuk
membentuk tamatan yang profesional.
c. Melaksanakan pembinaan kesiswaan yang terstruktur untuk membentuk insan yang taqwa.
d. Melaksanakan pengabdian masyarakat.
e. Menerapkan manajemen berbasis Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000
SMK N 1 Pengasih adalah suatu lembaga telah melakukan deklarasi Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2000 pada tanggal 17 Juli 2008. Sekolah ini memiliki 6 program keahlian yang disesuaikan dengan kondisi lapangan kerja saat ini, yaitu:
Tabel 11. Kompetensi keahlian SMK N 1 Pengasih (per angkatan)
Jurusan Kelas X Kelas XI Kelas XII Akuntansi Administrasi Perkantoran Pemasaran Multi Media Busana Butik Akomodasi Perhotelan 2 kelas 2 kelas 2 kelas 1 kelas 2 kelas 1 kelas 2 kelas 2 kelas 2 kelas 2 kelas 1 kelas 1 kelas 2 kelas 2 kelas 2 kelas 1 kelas 1 kelas 1 kelas
Jumlah 10 kelas 10 kelas 9 kelas
Sumber: Data SMK N 1 Pengasih
Jumlah kelas di SMK N 1 Pengasih ada 9 kelas untuk kelas XII 10 kelas untuk kelas X dan XI, dengan jumlah siswa 32-36 di setiap kelas. Sekolah ini menggunakan sistem moving class agar dapat memenuhi kegiatan belajar mengajar. SMK N 1 Pengasih didukung oleh tenaga pengajar sebanyak 79 guru dan karyawan yang berjumlah 27 orang.
Peneliti menggunakan kelas X AK 1 dan X AK 2 sebagai subjek penelitian. Kelas X AK 1 dan X AK 2 SMK N 1 Pengasih Tahun Ajaran 2014/2015 adalah salah satu kelas dalam Jurusan Akuntansi dengan jumlah siswa di masing-masing kelas sebanyak 32 siswa yang keseluruhannya merupakan siswa perempuan. Pada saat penelitian, kelas X AK 2 bertempat di ruang teori 212, sedangkan kelas X AK 1 bertempat di ruang teori 213. Kedua ruang tersebut terletak di lantai 2, sarana dan prasarana dalam ruang 212 dan ruang 213 di tiap kelasnya antara lain 16 meja untuk siswa dan 1 meja untuk guru, 32 kursi siswa dan 1 kursi untuk guru, 1 white board, LCD, proyektor, spidol, penghapus, serta terdapat rak tempat penyimpanan format latihan siklus akuntansi di ruang 212. Adanya rak tersebut menyebabkan beberapa siswa dari kelas lain yang sering keluar-masuk ruang 212 untuk mengambil format latihan siklus akuntansi, namun hal tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran yang berlangsung di kelas X AK 2.
Format penataan tempat duduk siswa saat pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan Model Pembelajaran Numbered Heads
Together (NHT) Berbantu Media Kartu di kelas X AK 2 di desain berbeda
yaitu 1 meja dikelilingi oleh 4 orang siswa yang telah dikelompokkan secara heterogen sebelumnya. Hal tersebut dilakukan agar dalam proses pembelajaran yang di dalamnya termasuk Aktivitas Belajar Akuntansi siswa dapat terpantau dengan baik oleh peneliti dan para observer serta memudahkan para siswa untuk melakukan diskusi kelompok dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Hal yang sama juga terjadi di
kelas X AK 1, yang membedakan hanya siswa dalam berkelompok tidak ditentukan secara heterogen sebelumnya oleh guru.