BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
H. Teknik Analisis Data
Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Data yang berupa hasil observasi pada evaluasi konteks dan proses dianalisis menggunakan analisis data kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan memberi penjelasan terhadap data yang didapatkan.
2. Data yang berupa hasil tes diagnostik pada evaluasi input dan hasil tes akhir pada evaluasi produk dianalisis menggunakan statistik deskriptif.
1
Nilai hasil belajar dikategorisasikan dengan menggunakan kategorisasi skala lima berdasarkan teknik kategorisasi standar yang diterapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dinyatakan sebagai berikut:
Tabel 1.Teknik Kategori Penilaian Standar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.
Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian pada proses pembelajaran peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model evaluasi CIPP (CIPP Evaluation Model) pada siswa kelas VIII. SMP Negeri 2 Sungguminasa. Adapun yang dianalisis adalah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II.
A. Deskripsi Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal, peneliti berkunjung ke SMP SMP Negeri 2 Sungguminasa berkaitan dengan penerapan model evaluasi CIPP pada pembelajaran siswa kelas VIII . Dari hasil wawancara dengan guru kelas VIII.
SMP Negeri 2 Sungguminasa kabupaten gowa, maka ditetapkanlah pelaksanaan observasi pratindakan proses pembelajaran dengan evaluasi pembelajaran pada saat mengikuti jadwal yang ada di sekolah tersebut.
1. Orientasi terhadap proses belajar mengajar
Gambaran awal pelaksanaan proses belajar mengajar dengan pokok materi keterampilan membaca yaitu peneliti memberikan materi wacana secara individu sebagai tes awal pemahaman membaca dengan menjawab soal-soal sesuai materi bacaan.
26
2. Analisi dan Refleksi Awal
Hasil pengamatan (orientasi awal) pelaksanaan interaksi proses belajar mengajar yang dilaksanakan membuktikan bahwa kondisi pembelajaran keterampilan membaca siswa masih rendah. Adapun data hasil pemberian tes awal dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 2. Hasil Tes Kemampuan Awal (pra tindakan) Kelas VIII.B SMP Karya Ikhlas Kecematan Belo Kab. Bima.
Nilai Jumlah Siswa Kategori 0 – 34 tingkat hasil belajar bahasa Indonesia dalam hal keterampilan membaca pada kategori masih sangat rendah, pada kategori rendah terdapat 11 siswa,kemudian pada kategori sedang terdapat 17 siswa pada kategori tinggi terdapat 4 siswa, dan pada kategori sangat tinggi terdapat 1 siswa.
B. Pelaksanaan Siklus
Data setiap siklus dipaparkan secara terpisah untuk melihat adanya persamaan, perbedaan, dan perkembangan setiap siklus.
1. Siklus I (Pertama)
Siklus pertama terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
a. Perencanaan (Planning)
1) Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk menentukan standar kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan model evaluasi CIPP (CIPP Evaluation Model)
2) Membuat rencana pembelajaran model evaluasi CIPP (CIPP Evaluation Model)
3) Membuat lembar kerja siswa
4) Membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK 5) Menggunakan alat evaluasi pembelajaran
b. Pelaksanaan (Acting)
Siklus I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan 1 kali untuk pelaksanaan tes siklus I dengan menerapkan model evaluasi CIPP.
Pada awal pertemuan peneliti menilai kesiapan siswa dalam melakukan proses belajar mengajar dalam hal ini lingkungan sekolah dan lebih khusus ruangan (kelas). Untuk memudahkan peneliti menilai
keaktifan dalam proses belajar siswa maka peneliti membagi kelompok asal dibentuk berdasarkan kemampuan siswa yang heterogen, asal, dan latar belakang keluarga yang berbeda. Peneliti memberikan motivasi kepada siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran sekaligus menyajikan informasi (materi) melalui bahan bacaan.
Setelah informasi (materi) dibagikan pada kelompok asal, anggota kelompok asal dengan yang sama tergabung dalam kelompok ahli untuk diskusi.
Pada proses berlangsungnya diskusi kelompok ahli, peneliti (guru) memantau setiap kelompok, membimbing, serta mengarahkan dan menjelaskan materi atau persoalan yang belum dimengerti atau dipahami.
Setelah kembali dari kelompok ahli setiap anggota kelompok mempersiapkan untuk menyampaikan hasil tugasnya pada anggota kelompok asalnya masing-masing dan secara bergiliran siswa menyampaikan apa yang telah dibahas pada kelompok ahli. Dalam hal ini, guru menekankan pentingnya kerjasama dan kekompakan dalam kelompoknya.
c. Observasi dan Evaluasi
Di awal pertemuan siklus pertama, selama proses belajar mengajar dengan model evaluasi CIPP belum bisa mengikuti pembelajaran ini dengan baik. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa dengan proses evaluasi pembelajaran ini.
Data hasil observasi selama proses pelaksanaan siklus I tercermin pada lembar observasi di bawah ini:
Tabel 3: Hasil Observasi Siswa Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus
1 Jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran
33 35 34 37
2 Siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran
20 23 21 35
3 Siswa yang aktif dalam pembelajaran 8 13 11 12 4 Siswa yang masih perlu bimbingan
dalam membaca
30 10 11 10
5 Siswa yang kurang terampil dalam membaca
15 13 4 4
6 Siswa yang mampu membaca dengan baik dan benar
4 4 6 3
7 Siswa yang melakukan aktifitas negatif pada saat pembelajaran
Pada tabel 3 di atas diperoleh bahwa pada siklus I dari 40 siswa, yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran sebanyak 85,00 %, siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran sebanyak 65,00 %, siswa yang aktif dalam pembelajaran 27,50 %, siswa yang masih perlu bimbingan sebanyak 38,12 %, siswa yang kurang terampil dalam membaca sebanyak 22,50 %, siswa yang mampu membaca dengan baik dam benar sebanyak 10,62 %, siswa yang melakukan aktifitas negatif selama proses pembelajaran (main-main, ribut, keluar masuk kelas, menganggu, dan lain-lain) mencapai 14,38 %.
Pada data hasil tes siklus I terdapat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4. Data Hasil Evaluasi Peningkatan Keterampilan Membaca Siswa Kelas VIII.B SMA Karya Ikhlas Kecematan Belo Kab. Bima pada Siklus 1
Dari tes siklus I di atas tergambar bahwa dari 40 siswa kelas VIII.B SMP Karya Ikhlas Kecematan Belo Kab. Bima, 7 siswa pada kategori rendah; pada kategori sedang mencapai 15 siswa, kemudian pada
Nilai
kategori tinggi sebanyak 13 siswa, sedangkan pada kategori sangat tinggi hanya 5 siswa.
Jadi, dari tabel 3 di atas dapat disimpulkan bahwa yang mencapai batas ketuntasan sekitar 18 siswa, sedangkan siswa yang belum mencapai batas ketuntasan yaitu 22 siswa.
d. Refleksi
Di awal pertemuan pertama dan kedua sebagian siswa belum dapat mengikuti pembelajaran ini dengan baik, hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dengan pembelajaran model evaluasi CIPP dan masih perlu beradaptasi. Dari hasil pengamatan sering terjadi keributan terutama dalam pembagian kelompok, perpindahan untuk diskusi baik dari kelompok asal ke kelompok ahli maupun sebaliknya, selain menimbulkan keributan juga membutuhkan waktu yang banyak untuk mengarahkan siswa untuk berdiskusi pada tempatnya, penyebab yang lain adalah banyaknya waktu yang terbuang karena siswa masih bingung dengan pembelajaran ini.
Secara umum selama penelitian berlangsung hingga akhir siklus I semangat belajar siswa semakin nampak, mereka semakin biasa bekerjasama dengan anggota kelompoknya meskipun masih ada beberapa kelompok yang masih belum bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik. Pada akhir siklus I siswa diberi tes untuk menentukan sejauh mana kemampuan mereka atas materi yang telah diberikan dan dibahas selama
siklus I. Pelaksanaan berjalan dengan lancar meskipun masih ada siswa yang bekerjasama dengan temannya. Demikian pula pada proses belajar mengajar masih terlihat siswa yang masih pasif, siswa yang demikian umumnya kurang memahami materi yang diberikan.
Maka dari itu, perlu dilanjutkan pada siklus II, dengan perencanaan sebagai berikut:
a) Memberikan motivasi kepada kelompok agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.
b) Lebih intensif membimbing kelompok yang mengalami kesulitan.
c) Memberikan pengakuan dan penghargaan (reward) 2. Siklus II (Kedua)
Seperti pada siklus pertama, siklus kedua ini terdiri dari perencanan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi.
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan pada siklus kedua didasarkan pada perencanaan siklus pertama, yaitu:
1) Memberikan motivasi kepada kelompok agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.
2) Lebih intensif membimbing kelompok yang mengalami kesulitan.
3) Memberikan pengakuan dan penghargaan.
4) Membuat perangkat pembelajaran dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang lebih mudah dipahami siswa.
b. Pelaksanaan (Acting)
Aktivitas yang dilakukan pada siklus II merupakan tindak lanjut dari siklus I. Pelaksanaan siklus II dilaksanakan sebagai perbaikan dari siklus sebelumnya dengan tindakan-tindakan yang didasari oleh hasil observasi dan evaluasi serta refleksi. Pelaksanaan siklus II berlangsung 4 kali pertemuan, termasuk 1 kali pertemuan tes siklus II.
c. Observasi dan Evaluasi
Pada siklus II, model evaluasi CIPP yang diterapkan mengalami peningkatan, siswa mulai beradaptasi dengan kelompoknya, kerjasama sudah mulai terorganisir dengan baik, sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Hal tersebut bisa dilihat pada data hasil observasi di bawah ini:
Tabel 5. Data Hasil Obsevasi Siswa Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus II
1 Jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan
pembelajaran 35 38
34 36 2 Siswa yang memperhatikan pada saat proses
pembelajaran
4 Siswa yang masih perlu bimbingan dalam membaca
6 Siswa yang mampu membaca dengan baik dan benar
7. Siswa yang melakukan aktifitas negatif pada saat pembelajaran
(main-main, ribut, sering keluar masuk kelas, menganggu, dan lain-lain)
Pada tabel 5 di atas diperoleh bahwa pada siklus II dari 40 siswa, yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran sebanyak 89,38 %, siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran sebanyak 58,12 %, siswa yang aktif dalam pembelajaran 35,00 %, siswa yang masih perlu bimbingan sebanyak 33,14 %, siswa yang kurang terampil dalam membaca sebanyak 13,12 %, siswa yang mampu membaca dengan baik dan benar mencapai 18,75 %, siswa yang melakukan aktifitas negatif selama proses pembelajaran (main-main, ribut, keluar masuk kelas, menganggu, dan lain-lain) mencapai 16,88 %. Sedangkan data hasil tes siklus II tergambar pada tabel di
Dari tes siklus II di atas tergambar bahwa dari 40 siswa kelas VIII.B SMP Karya Ikhlas Kecematan Belo Kab. Bima, 3 siswa atau 7,50
% siswa yang tingkat hasil belajar bahasa Indonesia dalam hal keterampilan membaca pada kategori sedang, pada kategori tinggi mencapai 13 siswa atau 32,50 %; kemudian pada kategori sangat tinggi sebanyak 24 siswa atau 60,00 %.
Jadi, dari tabel 5 di atas dapat disimpulkan bahwa yang mencapai batas ketuntasan sekitar 37 siswa, sedangkan siswa yang belum mencapai batas ketuntasan hanya 3 siswa.
d. Refleksi
Siklus II berlangsung 4 kali pertemuan, termasuk tes siklus II.
Pada siklus kedua ini, siswa sudah bisa melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunaan model evaluasi CIPP. Kerjasama mulai terorganisir dengan baik sehingga kegiatan diskusi kelompok terlihat kompak dan berlangsung dengan tertib, suasana yang biasanya ribut dan menyita banyak waktu mulai berkurang.
Pada siklus kedua ini, kendala-kendala yang dihadapi siklus I sudah bisa teratasi, siswa yang biasanya melakukan kegiatan di luar materi pembelajaran mulai berkurang, bahkan siswa yang tadinya pasif sudah mulai aktif.
Dari hasil pengamatan ini, memberikan indikasi bahwa perinsip pembelajaran dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang mengarah pada kerjasama, saling ketergantungan yang positif dapat terpenuhi.
C. Deskripsi Kegiatan Akhir
Seperti yang telah disebutkan pada teknik pengumpulan data pada poin kedua bagian keempat, bahwa apabila tes hasil siklus II sudah mencapai batas ketuntasan, dalam artian 85% siswa yang sudah mencapai nilai 65 ke atas, maka tidak perlu dilakukan evaluasi tes akhir (tes pasca tindakan).
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa:
1. Model evaluasi CIPP adalah salah satu model penilaiaan yang memandang program yang dievaluasi sebagai sebuah sistem yang terdiri dari context evaluation (Evaluasi terhadap konteks), input evaluation (Evaluasi terhadap masukan), procces evaluation (Evaluasi terhadap proses), product evaluation (Evaluasi terhadap hasil) kesemuanya memiliki keterkaitan aspek-aspek yang ada pada setiap komponen. Demikian pula menilai komponen penilaian tidak terpisah dari komponen tujuan, bahan, siswa dan guru.
2. Pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan dalam mengikutui langkah-langkah model evaluasi CIPP akan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam hal keterampilan membaca serta menumbuhkan sikap yang positif, sehingga prestasi belajar siswa akan lebih baik.
38
3. Kualitas pemahaman keterampialn membaca siswa kelas VIII.B SMP Karya Ikhlas kecematan Belo Kabupaten Bima menjadi meningkat melalui penerapan model evaluasi CIPP.
B. Saran
Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada peningkatan keterampilan membaca disarankan : 1. Guru hendaknya menggunakan berbagai macam strategi pembelajaran.
2. Untuk menghindari kegaduhan dan meminimalisir kehilangan waktu, pembentukan kelompok direncanakan sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung.
3. Guru harus lebih memotivasi siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Jakarta : Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi, 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Edisi Revisi, Cet.
III, Jakarta: Bumi Aksara).
Arikunto, Suharsimi dan Cepi Safruddin Abdul Jafar,2007. Evaluasi Program Pendidikan;Pedoman Teoritis Praktis bagi Praktisi Pendidikan.Jakarta:
PT BumiAksara
Bahri Djamarah, Syaiful dan Aswan Zain, 2002. Strategi Belajar Mengajar Jakarta:
Rineka Cipta.
Hasan, M. Iqbal, 1999. Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensial), Jakarta : Bumi Aksara.
Hudojo, Herman, 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.
Malang: JICA, FMIPA Universitas Negeri Malang.
Kalsum,2007. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Pada Siswa Kelas VIII MTs. Muallimin Muhammadiyah Makassar. (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar)
Muhammad Zainal Abidin, 2007. Efektivitas Penggunaan Maple terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kec. Bone-Bone Kab.
Luwu Utara.Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan keguruan, UIN Alauddin.
Mulyasa, 2008. Menjadi Guru Profesional; Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Syahid, Ahmad, 2008. Evaluasi Pembelajaran. Makassar, UMI.
Sudjana, Nana, 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, Nana,2008. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Suherman, Erman,2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.
Universitas Pendidikan Indonesia.
Sudjatmiko, Ponco, 2004. Matematika Kreatif, Konsep dan Terapannya. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Syah, Muhibbin,2000 Psikologi Pendidikan, dengan Pendekatan Baru.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1994 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Tiro, Arif, 2003. Dasar-dasar Statistika Edisi Revisi; Makassar: State University of Makassar Press.
DAFTAR HADIR SIKLUS I DAN SIKLUS II
24 Irdayanti a
25 Irwan junaidin a a
26 Jumriyati
27 Jumita
28 Nur Iksan Hamid
29 Nilawati a
30 Mir’atun Syarifah
31 Parman a a a
32 Fajraini
33 Farhan a
34 Rahmat Awal
35 Rahayu pratiwi
36 Subhan a a
37 Arani Husniati
38 Faturahman a a
39 Erwin a
40 Yuliana Keyza a
HASIL TES KEMAMPUAN AWAL ( PRA TINDAKAN ) KELAS VIII
22 Firdaus 34
23 Indar 49
24 Irdayanti 54
25 Irwan junaidin 60
26 Jumriyati 63
27 Jumita 60
28 Nur Iksan Hamid 60
29 Nilawati 63
30 Mir’atun Syarifah 85
31 Parman 53
32 Fajriani 63
33 Farhan 52
34 Rahmat Awal 50
35 Rahayu pratiwi 75
36 Subhan 53
37 Arani Husniati 60
38 Faturahman 52
39 Erwin 50
40 Yuliana Keyza 63
HASIL TES KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII.B SMP KARYA Nama Siswa Pertemuan SIKLUS I SIKLUS II
1 Abi setia aryadin 55 85
2 Dedi saputra 65 90
18 Ilham Arijaya 68 75
19 Ika Dianti Nasir 57 68
20 Intan Sari 65 83
21 Fery ardiansyah 60 60
22 Firdaus 63 86
23 Indar 56 67
24 Irdayanti 75 89
25 Irwan junaidin 55 85
26 Jumriyati 65 88
27 Jumita 60 86
28 Nur Iksan Hamid 69 90
29 Nilawati 55 86
30 Mir’atun Syarifah 63 90
31 Parman 56 85
32 Fajriani 70 98
33 Farhan 85 87
34 Rahmat Awal 80 68
35 Rahayu pratiwi 85 87
36 Subhan 64 85
37 Arani husniati 87 86
38 Faturahman 61 67
39 Erwin 70 85
40 Yuliana Keyza 63 84
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas/Semester : VIII.B
Alokasi Waktu : 2x45 Menit
Nama Sekolah : SMP KARYA IKHLAS
1. Standar Kompetensi
` Berbicara
1.1 Mengapresiasi kutipan novel remaja ( Asli atau terjemahan ) melalui kegiatan diskusi
2. Kompetensi Dasar
2.1 Mengomentari kutipan novel remaja ( Asli atau terjemahan ) 3. Indikator
3.1 Mampu mendata masalah-masalah yang perlu di komentari 3.2 Mampu mengomentari novel dengan logis
4. Kegiatan Pembelajaran
4.1 Membaca kutipan novel remaja terjemahan kemudian bertanya jawab tentang masalah yang ada dalam kutipan
4.2 Menunjukan keunggulan, kekurangan, pendapat, kritik, ataupun saran dengan alasan yang logis
5. Meteri Pembelajaran
5.1 Cara mengomentari kutipan novel remaja asli atau terjemahan 6. Metode Pembelajaran
Guru memberikan pertanyaan mengenai materi untuk merangsang mulai
pembelajaran
15
7.2 Kegiatan Inti
Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok secara heterogen dimasukan sebagai evaluasi input
Siswa mendiskusikan novel yang telah di berikan / di bacakan oleh guru
Guru menilai keaktifan siswa dalam diskusi kemudian dimasukkan dalam Evaluasi proses
50
7.3 Kegiatan akhir
Siswa menyimpulkan hasil diskusi
Siswa memberikan gambaran mengenai hasil diskusinya pada kelompok lai
25
8. Sumber Pembelajaran 8.1 Buku teks 8.2 Gambar 8.3 Foto
8.4 Lingkungan 9. Penilaian
Jenis tagihan 9.1 Tugas individu Bentuk instrumen
9.2 Dokumen puisi ( Draft 1 ) dan yang sudah di perbaiki berdasarkan masukan teman/ guru
Contoh instrument
9.3 Tuliskan sebuah puisi berdasarkan objek tertentu dan dengan pilihan kata yang tepat
9.4 Suntinglah puisimu sehingga menjadi lebih puitis
9.5 Cermatilah komentar gurumu atau temanmu untuk perbaikan puisi yang kamu hasilkan.
Makassar, Agustus 2010 Mengetahui
Guru Pamong Mahasiswa
Juliati S.Pd Abidin Disetujui oleh
Kepala Sekolah Muh. Salahuddin, SE
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Abidin, lahir di Bima pada tanggal 15 Mei 1987. Buah cinta dari ayahanda H.
Hamdon dan ibunda Hamisa. Memperoleh ijazah SD di SDN 1 Ncera pada tahun 1999, tamat di MTs Muhammadiyah Tolobali Bima pada tahun 2002, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Kota Bima dan tamat pada tahun 2005.
Karena rasa penasaraan yang sangat luar biasa terhaadap pengetahuan penulis mmelannjutkan lagi pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi UNISMUH Makassar dan mendapat gelar S.Pd pada tahun 2010.
PROSES PEMBELAJARAN SIKLUS 1
PROSES PEMBELAJARAN SIKLUS II
Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi, 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Edisi Revisi, Cet.
III, Jakarta: Bumi Aksara).
Arikunto, Suharsimi dan Cepi Safruddin Abdul Jafar,2007. Evaluasi Program Pendidikan;Pedoman Teoritis Praktis bagi Praktisi Pendidikan.Jakarta:
PT BumiAksara
Bahri Djamarah, Syaiful dan Aswan Zain, 2002. Strategi Belajar Mengajar Jakarta:
Rineka Cipta.
Hasan, M. Iqbal, 1999. Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensial), Jakarta : Bumi Aksara.
Hudojo, Herman, 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.
Malang: JICA, FMIPA Universitas Negeri Malang.
Kalsum,2007. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Pada Siswa Kelas VIII MTs. Muallimin Muhammadiyah Makassar. (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar)
Muhammad Zainal Abidin, 2007. Efektivitas Penggunaan Maple terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kec. Bone-Bone Kab.
Luwu Utara.Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan keguruan, UIN Alauddin.
Mulyasa, 2008. Menjadi Guru Profesional; Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Syahid, Ahmad, 2008. Evaluasi Pembelajaran. Makassar, UMI.
Sudjana, Nana, 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, Nana,2008. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Syah, Muhibbin,2000 Psikologi Pendidikan, dengan Pendekatan Baru.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1994 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Tiro, Arif, 2003. Dasar-dasar Statistika Edisi Revisi; Makassar: State University of Makassar Press.
Pertemuan
27 Jumita ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
28 Nur Iksan Hamid ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
29 Nilawati ¸ a ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
30 Mir’atun Syarifah ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
31 Parman a ¸ a ¸ ¸ ¸ a ¸
32 Fajraini ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
33 Farhan ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ a
34 Rahmat Awal ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
35 Rahayu pratiwi ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
36 Subhan ¸ ¸ a ¸ ¸ ¸ a ¸
37 Arani Husniati ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸ ¸
38 Faturahman a ¸ ¸ a ¸ ¸ ¸ ¸
39 Erwin ¸ ¸ ¸ ¸ a ¸ ¸ ¸
40 Yuliana Keyza ¸ ¸ ¸ ¸ a ¸ ¸ ¸
No Nama Siswa Pertemuan AWAL
1 Abi setia aryadin 55
2 Dedi saputra 65
3 Dita Ayu Pratiwi .S 64
4 Dahlan 34
5 Erna Pratiwi 60
6 Fadli Arsalam 60
7 Fitriani Ibrahim 60
8 Fatimah 64
9 Firmansyah 30
10 Gunawan 58
11 Haidar Bahar 64
12 Hermanto 55
13 Hari Darmawan 32
14 Hasrawati 54
15 Helmianti Aris 64
16 Irmawati 60
17 Siti syah 78
18 Ilham Arijaya 34
19 Ika Dianti Nasir 60
20 Intan Sari 54
21 Fery ardiansyah 33
26 Jumriyati 63
27 Jumita 60
28 Nur Iksan Hamid 60
29 Nilawati 63
30 Mir’atun Syarifah 85
31 Parman 53
32 Fajriani 63
33 Farhan 52
34 Rahmat Awal 50
35 Rahayu pratiwi 75
36 Subhan 53
37 Arani Husniati 60
38 Faturahman 52
39 Erwin 50
40 Yuliana Keyza 63
No Nama Siswa Pertemuan SIKLUS I SIKLUS II
1 Abi setia aryadin 55 85
2 Dedi saputra 65 90
3 Dita Ayu Pratiwi .S 70 90
4 Dahlan 53 65
5 Erna Pratiwi 60 85
6 Fadli Arsalam 50 53
7 Fitriani Ibrahim 86 90
8 Fatimah 80 85
9 Firmansyah 50 65
10 Gunawan 54 68
11 Haidar Bahar 65 80
12 Hermanto 50 54
13 Hari Darmawan 52 70
14 Hasrawati 85 88
15 Helmianti Aris 60 82
16 Irmawati 53 85
17 Siti. Syah 70 89
18 Ilham Arijaya 68 75
19 Ika Dianti Nasir 57 68
20 Intan Sari 65 83
21 Fery ardiansyah 60 60
22 Firdaus 63 86
27 Jumita 60 86
28 Nur Iksan Hamid 69 90
29 Nilawati 55 86
30 Mir’atun Syarifah 63 90
31 Parman 56 85
32 Fajriani 70 98
33 Farhan 85 87
34 Rahmat Awal 80 68
35 Rahayu pratiwi 85 87
36 Subhan 64 85
37 Arani husniati 87 86
38 Faturahman 61 67
39 Erwin 70 85
40 Yuliana Keyza 63 84
Kelas/Semester : VIII.B Alokasi Waktu : 2x45 Menit
Nama Sekolah : SMP KARYA IKHLAS
1. Standar Kompetensi
` Berbicara
1.1 Mengapresiasi kutipan novel remaja ( Asli atau terjemahan ) melalui kegiatan diskusi
2. Kompetensi Dasar
2.1 Mengomentari kutipan novel remaja ( Asli atau terjemahan ) 3. Indikator
3.1 Mampu mendata masalah-masalah yang perlu di komentari 3.2 Mampu mengomentari novel dengan logis
4. Kegiatan Pembelajaran
4.1 Membaca kutipan novel remaja terjemahan kemudian bertanya jawab tentang masalah yang ada dalam kutipan
4.2 Menunjukan keunggulan, kekurangan, pendapat, kritik, ataupun saran dengan alasan yang logis
6.1 Diskusi 6.2 Tanya jawab
7. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu
7.1 Langkah Awal
∑ Guru memberikan pertanyaan mengenai materi untuk merangsang mulai
pembelajaran
15
7.2 Kegiatan Inti
∑ Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok secara heterogen dimasukan sebagai evaluasi input
∑ Siswa mendiskusikan novel yang telah di berikan / di bacakan oleh guru
∑ Guru menilai keaktifan siswa dalam diskusi kemudian dimasukkan dalam Evaluasi proses
50
7.3 Kegiatan akhir
∑ Siswa menyimpulkan hasil diskusi
∑ Siswa memberikan gambaran mengenai hasil diskusinya pada kelompok lai
25
8.3 Foto
8.4 Lingkungan 9. Penilaian
Jenis tagihan 9.1 Tugas individu Bentuk instrumen
9.2 Dokumen puisi ( Draft 1 ) dan yang sudah di perbaiki berdasarkan masukan teman/ guru
9.4 Suntinglah puisimu sehingga menjadi lebih puitis
9.5 Cermatilah komentar gurumu atau temanmu untuk perbaikan puisi yang kamu hasilkan.
Makassar, Agustus 2010 Mengetahui
Guru Pamong Mahasiswa
Juliati S.Pd Abidin
Disetujui oleh Kepala Sekolah Muh. Salahuddin, SE
Hamdon dan ibunda Hamisa. Memperoleh ijazah SD di SDN 1 Ncera pada tahun 1999, tamat di MTs Muhammadiyah Tolobali Bima pada tahun 2002, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Kota Bima dan tamat pada tahun 2005.
Karena rasa penasaraan yang sangat luar biasa terhaadap pengetahuan penulis mmelannjutkan lagi pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi UNISMUH Makassar dan mendapat gelar S.Pd pada tahun 2010.