• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis

Dalam dokumen PEMANFAATAN ANGGARAN PENJUALAN SEBAGAI A (Halaman 38-46)

BAB III METODE PENELITIAN

C. Teknik Analisis

Hubungan antara variabel – variabel yang digunakan dalam melakukan penelitian perlu dianalisis agar dapat melakukan pengambilan simpulan.

Analisis data ini bersifat kualitatif yang didasarkan pada pertimbangan – pertimbangan yang mengacu pada unsur – unsur yang mendukung variabel. Untuk menganalisis ada atau tidak adanya hubungan antara penyusunan anggaran dengan efektivitas penjualan, maka penulis menggunakan analisis deskriptif secara umum.

31

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan persentase, yaitu dengan menghitung jumlah total jawaban “Ya” kemudian dilakukan perhitungan dengan cara sebagai berikut :

Hasil jawaban diperoleh dengan cara perhitungan di atas berguna untuk pengambilan simpulan, seperti yang telah dikemukakan oleh (Dean J. Champion, 1981: 302), yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.1 Tabel Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi Interpretasi 0% - 25% 26% - 50% 51% - 75% 76% - 100%

No Association or Low Association (Weak Association) Moderately Low Association (moderately weak association) Moderately High Association (moderately strong association) High Association (strong association) up to perfect association Penilaian hasil persentase yang disesuaikan dengan kriteria yang dikemukakan oleh (Dean J. Champion 1981: 302), yaitu sebagai berikut :

H1: Pemanfaatan anggaran penjualan tidak/kurang mendukung efektivitas penjualan perusahaan.

H2: Pemanfaatan anggaran penjualan sedikit mendukung efektivitas penjualan perusahaan

H3: Pemanfaatan anggaran penjualan cukup mendukung efektivitas penjualan perusahaan.

H4: Pemanfaatan anggaran penjualan sangat mendukung efektivitas penjualan perusahaan.

Dalam pengujian hipotesis, dapat dilihat dari perhitungan persentase. Jika hasil perhitungan persentase 76% - 100% maka hipotesis yang diajukan dapat diterima.

DAFTAR PUSTAKA

Nafarin,M.2007.Penganggaran Perusahaan.Jakarta:Salemba Empat.

Darsono Prawironegoro dan Ari Purwanti. Akuntansi manajemen. Edisi ke-2. Penrebit : Mitra Wacana Media. Jakarta, 2008.

Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Tendi Haruman dan Sri Rahayu. Penyusunan Anggaran. Penerbit :Graha Ilmu, Yogyakarta, 2007.

Siagian, Sondang (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan 15). Jakarta: Bumi Aksara.

Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia, cetakan Pertama, Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Bertha Elvina TR. 2004. Skripsi: Pemanfaatan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan ( Studi Kasus

pada CV. Petra Jaya Lestari ). Universitas Widyatama

Trimanto S. Wardoyo. 2011. Jurnal: Peranan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Penjualan (Studi Kasus Pada Pt Perkebunan Nusantara Viii, Bandung). Universitas Kristen Maranatha

Champion, Dean J. 1981. Basic Statistic for Social Research, New York : Macmllian Publishing Co

penyusunan anggaran : 1) Menganalisis informasi

masa lalu dan perubahan lingkungan eksternal.

(1) Apakah perusahaan dalam menyusun anggaran

menganalisis informasi masa lalu?

(2) Apakah perusahaan dalam menyususn anggaran menganalisis perubanahan lingkungan eksternal? 2) Menentukan perencanaan

strategik. (3) Apakah anggaran yang disusun mengarah pada pencapaian tujuan organisasi? (4) Apakah anggaran yang

disusun ikut

mempertimbangkan rencana jangka panjang perusahaan? 3) Mengkomunikasikan tujuan

organisasi dan rencana jangka panjang.

(5) Apakah Manajer Divisi ikut terlibat dalam penyusunan anggaran penjualan? (6) Apakah tujuan perusahaan

dan tujuan jangka panjang dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang dalam menyusun anggaran

penjualan? 4) Memilih taktik,

mengkoordinasikan kegiatan dan mengawasi kegiatan.

(7) Apakah kegiatan penjualan dikoordinasikan dan diawasi oleh staff marketing? 5) Menyusun usulan anggaran (8) Apakah kegiatan penjualan

dikoordinasikan dan diawasi oleh staff marketing? 6) Menyetujui dan merakit

menjadi anggaran perusahaan.

(9) Apakah revisi usulan anggaran disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi? (10) Apakah hasil revisi usulan

anggaran dikomunikasikan ke bagian di bawahnya?

2. Karakteristik Anggaran 1) Dinyatakan dalam satuan

uang. (11) Apakah anggaran yang disusun telah cukup akurat jumlahnya berdasarkan jumlah unit dan hasil penjualan berdasarkan Rupiah?

2) Adanya jangka waktu

tertentu. (12) Apakah anggaran penjualan pada perusahaan disusun untuk jangka waktu satu tahun dibagi menjadi 12 bulan? 3) Melibatkan elemen

manajemen.

(13) Apakah anggaran penjualan yang dibuat telah melibatkan semua anggota manajemen

dari level atas sampai level bawah?

4)Adanya pengukuran atas pelaksanaan penjualan.

(14) Apakah anggaran penjualan selalu dibandingkan dengan realisasi penjualan secara kontinyu?

3. Berfungsinya anggaran secara nominatif dalam :

1) Perencanaan (15) Apakah anggaran penjualan disusun untuk mencapai rencana jangka panjang perusahaan di bidang pemasaran?

(16) Apakah anggaran penjualan selalu dijadikan acuan dalam menyusun anggaran lain? 2) Koordinasi (17) Apakah dalam menyusun

anggaran penjualan selalu disesuaikan dengan kemampuan produksinya? (18) Apakah dalam menyusun

anggaran penjualan salesman selalu dimintai pendapatnya? 3) Pengawasan (19) Apakah anggaran merupakan

alat bantu manajemen dalam pengawasan?

(20) Apakah kegiatan penjualan yang dilaksanakan salesman telah diawasi dengan ketat? 4) Penilaian (21) Apakah anggaran penjualan

selalu dibandingkan dengan realisasi penjualan?

(22) Apakah anggaran penjualan dijadikan sebagai alat untuk mengukur prestasi kerja kegiatan penjualan?

LAMPIRAN 2 : Daftar Kuisioner Variabel Dependen

Indikator Pertanyaan Ya Tidak

1. Proses penjualan

1) Menetapkan anggaran penjualan

(23) Apakah prosedur penjualan perusahaan telah cukup jelas dan memadai?

menetapkan toleransi penyimpangan dari anggaran dalam presentase tertentu? 3) Menganalisis sebab - sebab

penyimpangan. (27) Apabila terjadi penyimpanganantara realisasi dengan anggaran, apakah dicari penyebabnya terjadinya penyimpangan?

(28) Apakah anggaran penjualan digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui

peyimpangan yang terjadi? 4) Mengambil tindakan

perbaikan (29) Apabila realisasi penjualan dibawah anggaran, apakah selalu dicari dan dipilih tindakan koreksi yang dianggap sesuai?

(30) Apakah anggaran penjualan yang telah dikoreksi digunakan sebagai pedoman pengawasan berikutnya untuk menilai efektivitas dari tindakan koreksi tersebut? 2. Pelaksanaan Anggaran

1) Target penjualan dengan kualitas yang dikehendaki

(31) Apakah perusahaan perlu menetapkan target penjualan yang akan dicapai untuk satu tahun anggaran tersebut? (32) Apakah perlu disusun suatu

rencana kegiatan penjualan untuk mencapai target penjualan yang ditetapkan? 2) Penerapan kebijaksanaan

metode dan prosedur yang mendukung target penjualan

(33) Apakah kebijaksanaan perusahaan dibidang pemasaran atau penjualan mengacu kepada tujuan untuk mencapai volume penjualan yang dikehendaki?

(34) Apakah kebijaksanaan pemasaran atau penjualan yang ditetapkan telah diterapkan dengan baik dalam pelaksanaannya?

3) Efisiensi biaya penjualan dalam mencapai volume penjualan yang

dikehendaki

(35) Apakah dalam pengawasan penjualan perlu

dipertimbangkan biaya penjualan yang terjadi? (36) Apakah pengawasan

penjualan yang dilakukan tidak mengurangi efisiensi biaya penjualan yang dikehendaki?

4) Pencapaian hasil pengembalian yang diharapkan atas investasi

(37) Apakah dalam pengawasan penjualan perlu investasi? (38) Apakah pengawasan

penjualan yang dilakukan dapat menghasilkan laba kotor yang diharapkan untuk mencapai hasil pengembalian yang diharapkan atas

4. Siapakah yang berwenang dalam pengawasan penjualan?

5. Berapakah persentase batas toleransi penyimpangan yang telah ditetapkan oleh perusahaan?

Dalam dokumen PEMANFAATAN ANGGARAN PENJUALAN SEBAGAI A (Halaman 38-46)

Dokumen terkait