SEMINAR AKUNTANSI MANAJEMEN USULAN PROPOSAL PENELITIAN
PEMANFAATAN ANGGARAN PENJUALAN SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM MENDUKUNG EFEKTIVITAS PENJUALAN
PADA PT XXX
OLEH :
I WAYAN TANGKAS WIDYA ADHIGUNA 1215644092
PROGRAM STUDI AKUNTASI MANAJERIAL
POLITEKNIK NEGERI BALI BADUNG
kekuatan dalam menyelesaikan usulan proposal penelitian ini dengan tepat waktu.
Penulisan usulan proposal penelitian ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
guna mengikuti mata kuliah Seminar Akuntansi Manajemen pada program studi
Akuntansi Manajerial di Politeknik Negeri Bali. Adapun judul usulan proposal
penelitian ini adalah “Pemanfaatan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu
Manajemen Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan Pada PT XXX”.
Penyusunan usulan proposal penelitian ini tidak terlepas dari bantuan dan
kerjasama dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh
karenanya dengan tidak mengurangi rasa hormat, pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ir. Made Mudhina, MT., selaku Direktur Politeknik Negeri Bali yang telah
memberikan kesempatan menuntut pendidikan di Politeknik Negeri Bali. 2. Drs. I Ketut Suandi, M.Pd., Ak., selaku Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik
Negeri Bali yang telah memberikan pengarahan dan petunjuk dalam
menyelesaikan studi di Politeknik Negeri Bali.
3. I Made Sudana, S.E., M.Si., selaku dosen pembimbing mata kuliah Seminar
Akuntansi Manajemen.
4. Para dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali yang telah memberikan
bekal ilmu sehingga penulis bisa menerapkannya dalam penulisan usulan
proposal penelitian ini.
5. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan bantuan dukungan material
dan moral.
6. Teman-teman yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan usulan
7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah
banyak membantu penulis.
Semoga Tuhan berkenan membalas kebaikan semua pihak yang telah
memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis sehingga usulan proposal
penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa usulan proposal penelitian ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu penulis menerima segala kritik dan saran yang
membangun bagi penulis. Akhir kata penulis berharap semoga usulan proposal
penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua.
Jimbaran, September 2015
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iv
DAFTAR TABEL...vi
DAFTAR GAMBAR...vii
DAFTAR LAMPIRAN...viii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang Masalah...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan Penelitian...3
D. Manfaat Penelitian...3
E. Sistematika Penelitian...4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...5
A. Landasan Teori...5
1. Pengertian Anggaran...5
2. Karakteristik Anggaran...8
3. Jenis dan Fungsi Anggaran...9
4. Hubungan Anggaran Dengan Manajemen...15
6. Fungsi Dasar Anggaran Penjualan...17
7. Faktor – Faktor yang Memengaruhi Penyusunan Anggaran Penjualan. .19 8. Langkah – Langkah Penyusunan Anggaran Penjualan...20
9. Pengertian Efektivitas...22
10. Hubungan Anggaran Penjualan dengan Efektivitas Penjualan...23
B. Devinisi Operasional Variabel Penelitian...25
C. Hasil Penilitian Sebelumnya...25
D. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian...27
BAB III METODE PENELITIAN...28
A. Jenis dan Sumber Data...28
B. Prosedur Pengumpulan Data...29
C. Teknik Analisis...31
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia perekonomian saat ini sejalan dengan
perkembangan perekonomian Indonesia. Akhir – akhir ini Rupiah Indonesia
melemah terhadap Dollar AS. Hal ini menyebabkan turunnya penjualan
karena daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat terus berkurang karena
harga jual melambung tinggi. Untuk dapat bersaing para pengusaha harus
berusaha untuk memperbaiki perusahaannya agar dapat bertahan dalam
situasi yang kurang menguntungkan untuk pihak perusahaan dagang.
Perusahaan dagang memegang peranan yang cukup penting dalam
pembangunan. Dengan semakin luasnya kesempatan berusaha dalam bidang
perdagangan, dibutuhkan manajemen perusahaan yang mampu untuk
berpikiran ke depan agar tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dapat
tercapai untuk memperoleh laba dan mempertahankan kelangsungan hidup
perusahaan di tengah – tengah melemahnya Rupiah saat ini.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan pengelolaan yang
efektif terhadap seluruh aspek kegiatan perusahaan, sehingga produk yang
dihasilkan dapat diserap pasar dengan jumlah besar dan harga yang sesuai di
tengah persingan yang semakin ketat, demi terjaminnya kelangsungan hidup,
dan mengembangkan perusahaan.
Anggaran khususnya anggaran penjualan pada waktu penyusunan harus
dapat melihat banyak faktor yang berhubungan dengan aktivitas penjualan.
Anggaran disusun agar manajemen dapat melaksanakan tujuan yang telah
ditetapkan perusahaan dapat dicapai dengan sebaik mungkin. Dalam
menjalankan suatu anggaran yang telah ditetapkan agar dapat berjalan dengan
baik, maka sudah menjadi tugas manajemen untuk dapat mengawasi terhadap
penyimpangan - penyimpangan dari anggaran yang telah ditetapkan.
Salah satu unsur Efektivitas penjualan adalah rencana penjualan yang
realistis berdasarkan analisis terhadap penjualan di masa lalu dan keadaan
pada masa kini.
Dengan berdasarkan pertimbangan diatas, maka penulis dalam
membuat usulan proposal penelitian memilih judul “ Pemanfaatan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan pada PT XXX”.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah proses penyusunan anggaran penjualan di PT XXX ?
2. Apakah pelaksanaan anggaran penjualan perusahaan telah efektif pada
PT XXX ?
3. Bagaimana pemanfaatan anggaran penjualan sebagai alat bantu
3
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan anggaran penjulan pada
PT XXX
2. Untuk mengetahui Efektivitas penjualan pada PT XXX
3. Untuk mengetahui pemanfaatan anggaran penjualan sebagai alat bantu
manajemen
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi Penulis
Diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis dalam masalah
pemanfaatan anggaran penjulan sebagai alat bantu manajemen dalam
mendukung Efektivitas penjualan.
2. Bagi Perusahaan PT XXX
Diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi perusahaan
dalam penyusunan anggaran penjualan untuk meningkatkan Efektivitas
penjualan dan sebagai bahan masukan atau perbandingan dalam
melaksanakan anggaran selanjutnya.
3. Bagi Politeknik Negeri Bali
Diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai
E. Sistematika Penelitian
Untuk memberikan gambaran dari masalah yang akan penulis sampaikan
dalam skripsi ini, maka penulis perlu menyusun sistematika penyajian.
Adapun sistematika penyajian, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, dan sistematika penyajian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini berisikan landasan teori, definisi operasional variabel
penelitian, penelitian sebelumnya, dan kerangka konseptual. Dalam landasan
teori berisikan penjelasan mengenai biaya pokok produksi, sistem full costing,
dan activity-based costing system.
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisikan jenis data dan sumber data, prosedur pengumpulan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan salah satu alat bantu bagi manajemen dalam
melaksanakan fungsinya terutama dalam perencanaan dan pengendalian.
Nilai suatu anggaran tergantung pada perencanaan dan pengendalian
anggaran, apabila terjadi penyimpangan atas pelaksanaan anggaran
dikarenakan terlalu tinggi dalam penetapannya, maka diperlukan cara untuk
mengendalikannya yaitu dengan cara meninjau kembali hasil penetapan
anggaran sebelumnya sehingga pada saat pelaksanaan dapat terwujud dengan
baik serta dijadikan sebagai masukan bagi perusahaan dalam melaksanakan
perencanaan dan pengendalian anggaran tersebut sehingga pada periode yang
akan datang dapat dijadikan sebagai perbaikan yang positif. Anggaran juga
merupakan alat bantu bagi perusahaan dalam mencapai tujuan utamanya yaitu
memperoleh laba dengan memproduksi barang atau jasa untuk dijual kepada
konsumen sehingga perusahaan memperoleh penghasilan yang optimal.
Anggaran atau lebih sering disebut sebagai “ budget “ mempunyai
definisi yang beragam, namun apabila dicermati lebih teliti masing-masing
definisi tersebut mempunyai definisi yang sama.
Pengertian anggaran menurut (M. Nafarin, 2007 : 9), yaitu:
“ Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun
berdasarkan program-program yang telah disahkan “.
Sedangkan menurut (Darsono dan Ari Purwanti ,2008:1) terdapat
beberapa macam pengertian tentang anggaran antara lain sebagai berikut :
a. Anggaran dapat berupa anggaran fisik dan anggaran keuangan.
Anggaran lazim disebut rencana kerja yang dituangkan secara tertulis
dalam bentuk angka-angka keuangan, lazim disebut anggaran formal.
b. Anggaran lazim disebut perencanaan dan pengendalian laba, yaitu
proses yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam perencanaan
dan pengendalian secara efektif.
c. Anggaran ialah suatu perencanaan laba strategis jangka panjang, suatu
perencanaan taktis laba jangka pendek; suatu sistem akuntansi
berdasarkan tanggungjawab; suatu penggunaan prinsip pengecualian
yang berkesinambungan, sebagai alat untuk mencapai tujuan dan
sasaran suatu organisasi.
d. Anggaran ialah rencana tentang kegiatan perusahaan yang mencakup
berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling
mempengaruhi satu sama lain sebagai pedoman untuk mencapai tujuan
dan sasaran suatu organisasi. Pada umumnya disusun secara tertulis.
e. Anggaran dapat dianggap sebagai sistem yang memiliki kekhususan
tersendiri atau sebagai sub-sistem yang memerlukan hubungan dengan
7
f. Anggaran dianggap sebagai yang otonom karena mempunyai sasaran
serta cara-cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang
berbeda dengan sasaran serta cara kerja sistem lain yang ada dalam
perusahaan; anggaran sekaligus juga disebut su-sistem.
g. Anggaran sebagai suatu system tersiri dari tiga lapisan yaitu : inti
system, sub-sistem penunjang, sub-sistem lingkungan. Inti sistem ialah
sasaran laba; sub-sistem penunjang ialah berbagai aktivitas yang
membantu kelancaraan kerjanya inti system seperti struktur organisasi,
administrasi, analisis data, angka-angka standard dan sebagainya.
Sub-sistem lingkungan ialah lingkungan eksternal organisasi seperti
ekonomi, sosial, politik, budaya dan sebagainya yang mempengaruhi
bekerja suatu sistem organisasi.
h. Anggaran atau budget adalah sama dengan profit planning. Perencanaan
laba meliputi : perencanaan penjualan, perencanaan produksi,
perencanaan penggunaan bahan baku, perencanaan tenaga kerja
langsung, perencanaan biaya overhead, perencanaan biaya pemasaran,
perencanaan biaya umum dan admistrasi dan seterusnya. Modal
tersebut pada umumnya disebut anggaran berkala yang lengkap atau
master budget.
Selain itu menurut (Mulyadi, 2001 : 488), menjelaskan anggaran
“ Anggaran adalah suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif
yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang
mencakup jangka waktu satu tahun “.
Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
anggaran merupakan suatu rencana manajemen mengenai perolehan dan
penggunaan sumber daya perusahaan yang dinyatakan secara formal dan
terperinci dalam bentuk kuantitas dan dalam suatu periode tertentu.
2. Karakteristik Anggaran
Adapun karakteristik umum dari anggaran adalah sebagai berikut :
a. Anggaran mengestimasi potensi laba satuan bisnis
b. Anggaran dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter dapat saja ditunjang oleh jumlah non moneter (missalnya,
unit yang dijual atau diproduksi).
c. Mencakup periode satu tahun.
d. Anggaran merupakan komitmen manajemen; manajer sepakat
untuk mengemban tanggung jawab atas pencapaian tujuan yang
dianggarkan.
e. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh otoritas yang lebih
tinggi ketimbang oleh pihak yang menganggarkan (budget).
f. Begitu disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi yang
ditetapkan.
g. Secara berkala, kinerja finansial sesungguhnya dibandingkan
9
3. Jenis dan Fungsi Anggaran
a. Jenis-Jenis Anggaran
Berikut ini adalah jenis-jenis anggaran, diantaranya:
1) Anggaran Penjualan
Anggaran ini memuat mengenai rencana penjualan selama
periode/waktu anggaran (pada umumnya satu tahun), yang
dinyatakan dalam satuan uang dan juga kuantitas penjualan.
Anggaran ini disusun berdasarkan Proyeksi Penjualan yang
dibuat oleh perusahaan. Anggaran Penjualan sering disebut
juga sebagai anggaran kunci dalam proses penyusunan
anggaran, sebab anggaran tersebut merupakan dasar dari
penyusunan jenis-jenis anggaran yang lain, diantaranya
yaitu: Anggaran Produksi, Anggaran Kas , Anggaran Biaya
Nonproduksi, serta Anggaran Rugi-Laba.
Definisi dari anggaran penjualan adalah suatu anggaran
yang menerangkan secara terperinci dan juga teliti tentang
penjualan perusahaan dimasa dating, dimana didalamnya
terdapat rencana tentang jenis-jenis barang, jumlah, harga,
waktu maupun tempat penjualan barang tersebut.
2) Anggaran Produksi
Anggaran ini memuat mengenai rencana-rencana unit yang
diproduksi selama periode anggaran. Taksiran produksi ini
persediaan yang diharapkan. Anggaran produksi merupakan
dasar dari penyusunan anggaran biaya produksi,
diantaranya yaitu anggaran: biaya overhead pabrik, biaya
bahan baku dan juga biaya tenaga kerja langsung. Anggaran
produksi dapat juga dipakai sebagai dasar penyusunan
Anggaran Persediaan ataupun sebaliknya.
3) Anggaran Biaya Bahan Baku
Anggaran ini mengenai taksiran bahan baku yang
dibutuhkan dalam proses produksi, yang dinyatakan dalam
satuan uang dan kuantitas bahan baku. Lalu dari anggaran
ini akan diketahui pembelian bahan baku yang dianggarkan,
yang selanjutnya dipakai sebagai dasar penyusunan
Anggaran Kas dan Rugi-Laba.
4) Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Anggaran ini mengenai taksiran biaya tenaga kerja
langsung selama waktu (priode) anggaran, yang selanjutnya
dipakai sebagai dasar dalam penyusunan Anggaran Kas dan
Rugi-Laba. Biasanya untuk menyusun perhitungan biaya
tenaga kerja langsung ini dikenal 2 (dua) macam dasar
perhitungan, diantaranya upah per unit produk, serta upah
11
5) Anggaran overhead pabrik
Anggaran ini mengenai taksiran biaya overhead pabrik
selama periode anggaran yang dipakai dalam penyusunan
Anggaran kas dan Rugi-Laba.
6) Anggaran Persediaaan
Anggaran ini mengenai persediaan perusahan dalam satu
periode (waktu) tertentu. Anggaran persediaan yaitu
merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci
dan jelas berapa nilai persediaan ada periode yang akan
datang. Sedangkan pada perusahaan manufaktur persediaan
yang ada terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu persediaan material
persediaan barang setengah jadi, dan juga persediaan
barang jadi.
7) Anggaran Biaya Produksi
Anggaran ini terdiri dari Anggaran biaya pemasaran dan
juga anggaran biaya administrasi serta umum yang
masing-masing memuat mengenai taksiran biaya pemasaran, biaya
administrasi dan juga umum. Anggaran ini juga dipakai
sebagai dasar penyusunan anggaran kas dan rugi-laba.
8) Anggaran Program
Adalah anggaran operasi yang disusun berdasarkan
berbagai program utama perusahaan yang berupa jenis
juga pengembangan). Anggaran program pada umumnya
dipakai untuk menganalisis keselarasan diantara berbagai
program perusahaan.
9) Anggaran Pertanggung Jawaban
Adalah anggaran operasi yang disusun berdasarkan pusat
pertanggung jawaban yang terdapat di dalam perusahaan.
Program pertanggung jawaban ini digunakan sebagai alat
pengendalian setiap manajer dan juga sebagai pusat
pertanggung jawaban yang dipimpinnya.
10) Anggaran Pengeluaran Modal
Anggaran ini berisi mengenai rencana perubahan aktiva
tetap perusahaan selama periode (waktu) anggaran.
Anggaran ini disusun berdasarkan dari proyeksi penjualan,
serta dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran: kas,
biaya overhead pabrik, dan biaya nonproduksi.
11) Anggaran Kas
Anggaran ini memuat taksiran sumber dan juga penggunaan
kas selama periode (waktu) anggaran. Anggaran ini disusun
dari anggaran operasi dan pengeluaran modal, dan juga
dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran Neraca. Serta
penyusunan anggaran kas bagi suatu perusahaan sangatlah
penting sekali, artinya bagi penjagaan likuiditas perusahaan
13
12) Anggaran Rugi-Laba
Anggaran ini berisi mengenai taksiran rugi maupun laba
perusahaan selam periode (waktu) anggaran. Anggaran
rugi-laba ini disusun dari anggaran operasi, danjuga dipakai
sebagai dasar penyusunan anggaran neraca.
13) Anggaran Neraca
Anggaran yang berisi mengenai rencana posisi keuangan
(aktiva, utang, dan modal) perusahaan pada awal dan akhir
periode anggaran. Anggaran neraca ini disusun dari
anggaran kas dan anggaran rugi-laba, dan dipakai untuk
dasar penyusunan anggaran perubahan posisi keuangan.
14) Anggaran Perubahan Posisi Keuangan
Anggaran ini isinyat mengenai rencana perubahan utang,
aktiva, modal perusahaan selama periode (waktu) anggaran.
Anggaran ini disusun dari anggaran neraca.
b. Fungsi Anggaran
Sedangkan fungsi dari anggaran adalah sebagai berikut :
1) Anggaran sebagai alat perencanaan
Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan
tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, berapa
biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang diperoleh
2) Anggaran sebagai alat pengendalian
Sebagai alat pengendalian, anggaran memberikan rencana
detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar
pembelanjaan yang dilakukan dapat
dipertanggungjawabkan kepada publik. Tanpa anggaran
pemerintah tidak dapat mengendalikan
pemborosan-pemborosan pengeluaran. Bahkan tidak berlebihan jika
dikatakan bahwa setiap oknum pemerintah dapat
dikendalikan oleh anggaran
Anggaran sebagai instrumen pengendalian digunakan untuk
menghindari adanya overspending, underspending dan
salah sasaran dalam pengalokasian anggaran pada bidang
lain yang bukan merupakan prioritas.
3) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal
Anggaran dapat digunakan sebagai alat menstabilkan
ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
4) Anggaran sebagai alat politik
Anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk
komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas
penggunaan dana publik.
5) Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi
Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian
15
berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam
lingkungan eksekutif.
6) Anggaran sebagai alat penilaian kinerja
Kinerja eksekutif dinilai berdasarkan pencapaian target
anggaran dan efisiensi anggaran.
7) Anggaran sebagai alat motivasi
Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi
manajer, dan stafnya agar bekerja secara ekonomis, efektif,
dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi
yang telah ditetapkan.
8) Anggaran sebagai alat untuk menciptakan ruang publik
Masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi, dan berbagai
organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam proses
penganggaran publik.
4. Hubungan Anggaran Dengan Manajemen
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya , fungsi (kegunaan)
anggaran yang pokok adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat
pengkoordinasian kerja serta sebagai alat pengawasan kerja. Bilamana
dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing,
directing, coordinating, controling maka anggaran mempunyai kaitan yang
sangat erat. Khususnya yang berhubungan dengan penyusunan rencana
(controling ). Dengan demikian terlihat bahwa anggaran adalah alat bagi
manajemen untuk membantu menjalankanfungsi-fungsinya.
5. Anggaran Penjualan
Pengertian anggaran penjualan menurut (M. Nafarin, 2007:166)
yaitu :
“ Anggaran penjualan merupakan rencana tertulis yang dinyatakan dalam
angka dari produk yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu ”.
Selain itu menurut (Darsono dan Ari Purwanti, 2008:15) anggaran
penjualan adalah :
“ Anggaran Penjualan ialah rencana pendapatan (revenue) perusahaan
dalam kurun waktu satu tahun atau lebih ”.
Sedangkan Menurut (Tendi Haruman dan Sri Rahayu, 2007:45)
pengertian anggaran penjualan adalah sebagai berikut :
”Anggaran Penjualan ialah budget yang direncanakan secara lebih
terperinci penjualan perusahaan selama periode yang akan datang yang di
dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan di
jual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu penjualan serta tempat atau
daerah penjualannya.
Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa anggaran
penjualan merupakan dasar penyusunan anggaran lainnya dan umumnya
disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya. Oleh karena
itu, anggaran penjualan sering disebut dengan anggaran kunci. Berhasil
17
penjualan dalam meningkatkan penjualannya. Penjualan merupakan ujung
tombak dalam mencapai tujuan perusahaan mencari laba secara maksimal.
Kesalahan dalam penyusunan anggaran penjualan mengakibatkan
kesalahan pada anggaran yang lain.
6. Fungsi Dasar Anggaran Penjualan
Rencana anggaran penjualan dapat dipergunakan untuk menyusun
pembuatan bagian-bagian dari anggaran-anggaran lainnya. Tujuan utama dari
anggaran penjualan adalah :
a. Mengurangi ketidakpastian dimasa depan
b. Memasukkan pertimbangan / keputusan manajemen dalam proses
perencanaan
c. Memberikan informasi dalam profit planing control
d. Untuk mempermudah pengendalian penjualan
Secara umum, semua anggaran termasuk anggaran penjualan,
mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat
pengkoordinasian kerja, dan sebagai alat pengawasan kerja yang membantu
manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan. Secara khusus, anggaran
penjualan berguna sebagai dasar penyusunan semua anggaran dalam
perusahaan, sebab bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing,
lain. Fungsi dari anggaran penjualan dalam suatu perusahaan dapat
disimpulkan sebagai berikut :
a. Anggaran penjualan adalah dasar perencanaan atas kegiatan
perusahaan pada umumnya. Anggaran penjualan terlebih dulu
disusun baru kemudian komponen-komponen anggaran lainnya,
sehingga dapat menggambarkan suatu rencana anggaran
komprehensip. Kemudian tahap berikutnya segara dapat menyusun
anggaran produksi untuk memenuhi jumlah barang jadi yang harus
segera diproduksikan untuk memenuhi target penjualan.
b. Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi dan mengarahkan
setiap pelaksanaan divisi Pemasaran. Anggaran penjualan sebagai
alat koordinasi adalah untuk memantau tugas terhadap divisi
produksi supaya jangan kehabisan persediaan barang jadi dan
sebaliknya anggaran produksi memantau ke bagian pembelian,
sehingga terdapat keserasian dalam membentuk anggaran
komprehensip.
c. Anggaran penjualan sebagai alat pengorganisasian. Anggaran
penjualan berarti penetapan target-target penjualan atas setiap
anatomi organisasi pemasaran yang dilakukan oleh para penjual,
pengawas penjual, dan manajer-manajer pemasaran. Pihak-pihak
yang disebutkan tadi perlu diorganisasikan sesuai dengan
daerah-daerah pemasaran guna mencapai target penjualan yang tertera
19
d. Anggaran penjualan sebagai alat pengawasan bagi manajemen.
Keberhasilan suatu anggaran komprehensif dalam suatu perusahaan
tergantung pada keberhasilan anggaran penjualan. Sebaliknya
dengan tersusunnya anggaran penjualan secara terperinci
memungkinkan manajemen lebih mudah untuk menyusun anggaran
lainnya adalah berpedoman pada anggaran penjualan.
7. Faktor – Faktor yang Memengaruhi Penyusunan Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan merupakan salah satu bagian atau komponen
financial plan dari anggaran komprehensif. Dalam suatu perusahaan
anggaran penjualan sebagai komponen dari anggaran perusahaan mempunya
manfaat secara umum dan secara khusus serta di pengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. yang dimaksud dengan faktor
intern adalah penilaian data yang berasal dari dalam perusahaan yang
mempengaruhi anggaran penjualan Faktor intern yang di maksud di sini
dapat berupa :
a. Penjualan tahun – tahun yang telah lalu
b. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah
perusahaan.
c. Kapasitas produksi dan kemungkinan perluasannya.
d. Tenaga kerja yang dimiliki.
e. Modal yang tersedia.
g. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah fungsi
– fungsi operasional.
Sedangkan faktor ekstern yang mempengaruhi anggaran penjualan
yang di maksud adalah, sekumpulan data yang berasal dari luar perusahaan
yang mempengaruhi anggaran penjualan perusahaan, faktor ekstern yang
mempengaruhi dapat berupa :
a. Keadaan persaingan di pasar.
b. Posisi perusahaan dalam persaingan.
c. Tingkat pertumbuhan penduduk.
d. Tingkat penghasilan masyarakat.
8. Langkah – Langkah Penyusunan Anggaran Penjualan
Dalam menyusun anggaran penjualan, langkah yang perlu dilakukan,
meliputi :
a. Penentuan dasar-dasar anggaran
1) Penentuan relevant variabel yang mempengaruhi penjualan.
2) Penentuan tujuan umum dan khusus yang diinginkan.
3) Penentuan strategi pemasaran yang dipakai.
b. Penyusunan rencana penjualan
1) Analisa ekonomi, dengan mengadakan proyeksi terhadap
aspek- aspek makro, seperti moneter, kependudukan,
kebijaksanaan, kebijaksanaan pemerintah di bidang
ekonomi, teknologi dan menilai akibatnya terhadap
21
2) Melakukan analisa industria
Analisa ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan
masyarakat menyerap produk sejenis yang dihasilkan oleh
industri.
3) Melakukan analisa prestasi penjualan yang lalu.
Analisa ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan
masyarakat menerap produk sejenis yang dihasilkan oleh
industri.
4) Analisa penentuan prestasi penjualan yang akan datang.
Analisa ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan
perusahaan mencapai target penjualan di masa depan,
dengan memperhatikan faktor- faktor produksi, seperti
bahan mentah, tenaga kerja, kapasitas produksi, keadaan
pemodalan.
5) Menyusun forecast penjualanyaitu meramalkan jumlah
penjualan yang diharapkan dengan anggapan segala sesuatu
berjalan seperti masa yang lalu (forecasted sales).
6) Menentukan jumlah penjualan yang di anggarkan (budgeted
sales)
7) Menghitung rugi/ laba yang mungkin di peroleh (budgeted
profit)
8) Mengkomunikasikan rencana penjualan yang telah di
c. Penyusunan Rencana
1) Penyusunan Tentative Sales Budget
2) Penyusunan Projected Income Statement
3) Komunikasi antar departemen, untuk menyesuaikan masing
- masing anggaran.
9. Pengertian Efektivitas
Menurut (Sondang, 2008: 4) , efektivitas adalah pemanfaatan
sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara
sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas
jasa kegiatan yang dijalankannya. Efektivitas menunjukkan keberhasilan
dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil
kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya.
Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut (Abdurahmat, 2006: 7),
efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam
jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk
menghasilkan sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya. Dapat
disimpulkan bahwa efektivitas berkaitan dengan terlaksananya semua
tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan partisipasi aktif dari
anggota serta merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang
dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang
23
10. Hubungan Anggaran Penjualan dengan Efektivitas Penjualan
Secara umum, anggaran penjualan mempunyai manfaat sebagai
pedoaman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, dan juga sebagai alat
pengawasan kerja. Pada prinsipnya, manajemen perusahaan memanfaatkan
anggaran adalah untuk memudahkan dalam mengawasi suatu kegiatan
menuju tujuan yang akan dicapai.
Dengan memanfaatkan anggaran penjualan maka perusahaan
mempunyai perencanaan penjualan yang baik dan terarah, karena
didalamnya terkandung tujuan bersama yang telah disepakati oleh tiap
bagian yang terkait dalam penyusunan anggaran penjualan sehingga
perusahaan memiliki pedoman kerja. Anggaran penjualan dijadikan dasar
penyusunan anggaran lain yang ada di perusahaan dimana mencakup
bagian-bagian yang terkait satu sama lain sehingga dalam pelaksanaannya
terjadi koordinasi yang baik. Dalam hal pengawasan, anggaran penjualan
mendukung pelaksanaan efektivitas penjualan di perusahaan, yaitu sebagai
dasar perbandingan dasar analisis.
Dengan adanya anggaran penjualan sebagai dasar perbandingan
dan analisis dalam efektivitas penjualan, manajemen perusahaan dapat
melakukan analisis dan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya
penyimpangan-penyimpangan dan kemudian dari penyimpangan tersebut
dilakukan tindakan koreksi dengan segera yang disesuaikan situasi dan
kondisi intern maupun ekstern perusahaan, sehingga pengawasan
Penyimpangan-penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi dan prestasi yang
dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan
datang.
Umpan maju memberikan dasar bagi pelaksanaan pengawasan saat
kegiatan dilaksanakan sedangkan umpan balik memberikan dasar bagi
pengukuran efektivitas penjualan setelah suatu kegiatan dilaksanakan.
Pada saat anggaran tersebut dilaksanakan maka pengawasan harus mulai
diterapkan untuk mengukur kemajuan di anggaran tersebut.
Jadi anggaran penjualan yang digunakan sebagai alat perencanaan
dan pengawasan, sangat mendukung pelaksanaan efektivitas penjualan
oleh manajemen pada perusahaan. Perencanaan yang baik tanpa didukung
oleh pengawasan yang efektif mengakibatkan pemborosan dana dan
waktu, demikian juga sebaliknya, tanpa perencanaan maka tidak dapat
dilakukan pengawasan ke arah tujuan yang ingin dicapai.
Apabila anggaran penjualan yang telah disahkan oleh pimpinan
perusahaan dapat tercapai mengandung arti bahwa aktivitas perusahaan
secara operasional telah berjalan dengan baik. Disamping itu mengandung
arti pula bahwa penyimpangan yang terjadi di pelaksanaan anggaran
penjualan tersebut sangat kecil, sehingga tujuan anggaran penjualan dapat
tercapai walaupun mungkin tidak seratus persen terpenuhi karena
25
Dengan demikian anggaran penjualan memberikan manfaat bagi
manajemen perusahaan dalam mendukung pelaksanaan efektivitas
penjualan.
B. Devinisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan
anggaran penjualan untuk menentukan efektivitas pengendalian penjualan
pada PT XXX. Adapun definisi operasional variabel adalah sebagai berikut:.
1. Variabel Independen
Yaitu variabel yang mempengaruhi atau menghubungkan suatu akibat dan
berfungsi menerangkan variabel lainnya. Data informasi yang menjadi
variabel bebas adalah “Pemanfaatan Anggaran Penjualan”.
2. Variabel Dependen
Yaitu variabel yang dipengaruhi atau tergantung oleh variabel lainnya.
Data informasi yang menjadi variabel tidak bebas adalah “Efektivitas
Pengendalian Penjualan”.
C. Hasil Penilitian Sebelumnya
Bertha Elvina TR (2004) dalam penelitian yang berjudul
“Pemanfaatan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam
Mendukung Efektivitas Penjualan ( Studi Kasus pada CV. Petra Jaya
Lestari )”. CV. Petra Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam
kesimpulan bahwa penyusunan anggaran penjualan perusahaan sudah
memadai, proses penjualan yang dilakukan perusahaan sudah efektif dan
anggaran penjualan bermanfaat dalam mendukung efektivitas penjualan
pada perusahaan.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Bertha dengan penelitian
yang dilakukan oleh peneliti saat ini adalah bahwa dalam penelitian yang
dilakukan oleh Bertha menggunakan perusahaan manufaktur khususnya
garmen sedangkan yang digunakan oleh peneliti adalah perusahaan
dagang.
(Trimanto S. Wardoyo, 2011) dalam penelitian yang berjudul
“Peranan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam
Menunjang Efektivitas Pengendalian Penjualan (Studi Kasus Pada PT
Perkebunan Nusantara VIII, Bandung)”. PT Perkebunan Nusantara
merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pertanian dan
perkebunan yang dikelola oleh pemerintah dalam bentuk BUMN.
Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa anggaran penjualan
pada PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) telah disusun dan
diterapkan secara memadai.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Trimanto dengan
penelitian yang dilakukan oleh peneliti saat ini adalah bahwa dalam
penelitian yang dilakukan oleh Trimanto menggunakan perusahaan yang
dikelola oleh pemerintah yaitu BUMN sedangkan yang digunakan oleh
peneliti adalah perusahaan dagang.
27
Berdasarkan penelitian ini, penulis menggunakan kerangka
konseptual untuk membantu melakukan pemahaman dan pembahasan
masalah, sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
Prosedur Penyusunan
Anggaran
Anggaran Penjualan Realisasi Anggaran
Efektivitas Penjualan
A. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Data Kualitatif
Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari dalam perusahaan
yang bukan dalam bentuk angka-angka tetapi dalam bentuk lisan
maupun tertulis seperti gambaran umum perusahaan,
prosedur-prosedur perusahaan, dan pembagian tugas masing-masing dalam
perusahaan.
Dalam hal ini data yang diperlukan adalah data tentang sejarah
berdirinya perusahaan, struktur organisasi dan uraian tugas
perusahaan, dan lain sebagainya. b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif yaitu data atau informasi yang diperoleh dari
perusahaan dalam bentuk angka-angka, seperti data anggaran dan
realisasi penjualan pada perusahaan.
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan penulis dalam penulisan proposal penelitian
ini adalah:
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dengan mengadakan
pengamatan secara langsung pada perusahaan serta melakukan
wawancara langsung dengan pihak pimpinan dan sejumlah personil
yang bertanggung jawab terhadap unsur-unsur yang berkaitan
dengan penyusunan anggaran dalam perusahaan. Yang termasuk
29
dalam penelitian ini adalah Manajer Marketing, Manajer Distribusi,
Manajer Akuntansi dan Keuangan dan Manajer Produksi. b. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan jalan
mengumpulkan dokumen-dokumen serta arsip-arsip perusahaan
yang ada kaitannya dengan penulisan proposal penelitian ini.
B. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam proposal penelitian ini
adalah:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Yaitu pengumpulan data yang berasal dari literatur yang
berhubungan erat dengan materi yang dibahas dalam penelitian ini.
Sumber data yang digunakan dalam landasan teoritis dalam memperoleh
evaluasi yang baik terhadap sumber data dari objek studi. Pengumpulan
data seperti ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder.
2. Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu pengumpulan data dengan cara menghubungi secara langsung
perusahaan yang menjadi objek penelitian yang biasanya dilakukan
dengan cara sebagai berikut: a. Observasi
Yaitu mengamati dan mencatat sumber data yang dianalisis guna
melengkapi keterangan-keterangan yang diperlukan. Dalam
penelitian ini yang dianalisis adalah prosedur penyusunan anggaran
penjualan dan efektivitas penjualan pada perusahaan tersebut yang
nantinya akan berguna untuk menganalisis keadaan anggaran
b. Wawancara
Yaitu mengumpulkan data dengan cara mengadakan tanya jawab
dengan pihak-pihak yang berwenang memberikan keterangan dan
data yang diperlukan. Dalam penelitian ini yang diwawancarai
adalah Manajer Marketing, Manajer Penjualan, Manajer Akuntansi
dan Keuangan, dan beberapa karyawan pada perusahaan itu. Data
yang diperoleh oleh penulis adalah anggaran penjualan dan
realisasi anggaran pada perusahaan. c. Kuisioner
Yaitu cara pengumpulan data dengan memberikan daftar
pertanyaan yang dibagikan pada responden untuk dijawab. Dalam
penelitian ini penulis menentukan beberapa karyawan sebagai
responden untuk mengisi kuisioner dan Manajer Marketing,
Manajer Penjualan, Manajer Produksi dan Manajer Akuntansi dan
Keuangan.
C. Teknik Analisis
Hubungan antara variabel – variabel yang digunakan dalam
melakukan penelitian perlu dianalisis agar dapat melakukan pengambilan
simpulan.
Analisis data ini bersifat kualitatif yang didasarkan pada pertimbangan
– pertimbangan yang mengacu pada unsur – unsur yang mendukung variabel.
Untuk menganalisis ada atau tidak adanya hubungan antara penyusunan
anggaran dengan efektivitas penjualan, maka penulis menggunakan analisis
31
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan
persentase, yaitu dengan menghitung jumlah total jawaban “Ya” kemudian
dilakukan perhitungan dengan cara sebagai berikut :
Hasil jawaban diperoleh dengan cara perhitungan di atas berguna
untuk pengambilan simpulan, seperti yang telah dikemukakan oleh (Dean J.
Tabel 3.1 Tabel Koefisien Korelasi
Koefisien
Korelasi Interpretasi
0% - 25% 26% - 50% 51% - 75% 76% - 100%
No Association or Low Association (Weak Association) Moderately Low Association (moderately weak association) Moderately High Association (moderately strong association) High Association (strong association) up to perfect association
Penilaian hasil persentase yang disesuaikan dengan kriteria yang
dikemukakan oleh (Dean J. Champion 1981: 302), yaitu sebagai berikut : H1: Pemanfaatan anggaran penjualan tidak/kurang mendukung
efektivitas penjualan perusahaan.
H2: Pemanfaatan anggaran penjualan sedikit mendukung efektivitas
penjualan perusahaan
H3: Pemanfaatan anggaran penjualan cukup mendukung efektivitas
penjualan perusahaan.
H4: Pemanfaatan anggaran penjualan sangat mendukung efektivitas
penjualan perusahaan.
Dalam pengujian hipotesis, dapat dilihat dari perhitungan persentase.
Jika hasil perhitungan persentase 76% - 100% maka hipotesis yang diajukan
DAFTAR PUSTAKA
Nafarin,M.2007.Penganggaran Perusahaan.Jakarta:Salemba Empat.
Darsono Prawironegoro dan Ari Purwanti. Akuntansi manajemen. Edisi ke-2. Penrebit : Mitra Wacana Media. Jakarta, 2008.
Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Tendi Haruman dan Sri Rahayu. Penyusunan Anggaran. Penerbit :Graha Ilmu, Yogyakarta, 2007.
Siagian, Sondang (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan 15). Jakarta: Bumi Aksara.
Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia, cetakan Pertama, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Bertha Elvina TR. 2004. Skripsi: Pemanfaatan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan ( Studi Kasus
pada CV. Petra Jaya Lestari ). Universitas Widyatama
Trimanto S. Wardoyo. 2011. Jurnal: Peranan Anggaran Penjualan Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Penjualan (Studi Kasus Pada Pt Perkebunan Nusantara Viii, Bandung). Universitas Kristen Maranatha
Champion, Dean J. 1981. Basic Statistic for Social Research, New York : Macmllian Publishing Co
penyusunan anggaran : 1) Menganalisis informasi
masa lalu dan perubahan lingkungan eksternal.
(1) Apakah perusahaan dalam menyusun anggaran
menganalisis informasi masa lalu?
(2) Apakah perusahaan dalam menyususn anggaran menganalisis perubanahan lingkungan eksternal? 2) Menentukan perencanaan
strategik. (3) Apakah anggaran yang disusun mengarah pada pencapaian tujuan organisasi? (4) Apakah anggaran yang
disusun ikut
(5) Apakah Manajer Divisi ikut terlibat dalam penyusunan anggaran penjualan? (6) Apakah tujuan perusahaan
dan tujuan jangka panjang dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang dalam menyusun anggaran
(7) Apakah kegiatan penjualan dikoordinasikan dan diawasi oleh staff marketing?
5) Menyusun usulan anggaran (8) Apakah kegiatan penjualan dikoordinasikan dan diawasi oleh staff marketing? 6) Menyetujui dan merakit
menjadi anggaran perusahaan.
(9) Apakah revisi usulan anggaran disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi? (10) Apakah hasil revisi usulan
anggaran dikomunikasikan ke bagian di bawahnya?
2. Karakteristik Anggaran 1) Dinyatakan dalam satuan
uang. (11) Apakah anggaran yang disusun telah cukup akurat jumlahnya berdasarkan jumlah unit dan hasil penjualan berdasarkan Rupiah?
2) Adanya jangka waktu
tertentu. (12) Apakah anggaran penjualan pada perusahaan disusun untuk jangka waktu satu tahun dibagi menjadi 12 bulan?
3) Melibatkan elemen manajemen.
dari level atas sampai level bawah?
4)Adanya pengukuran atas pelaksanaan penjualan.
(14) Apakah anggaran penjualan selalu dibandingkan dengan realisasi penjualan secara kontinyu?
3. Berfungsinya anggaran secara nominatif dalam :
1) Perencanaan (15) Apakah anggaran penjualan disusun untuk mencapai rencana jangka panjang perusahaan di bidang pemasaran?
(16) Apakah anggaran penjualan selalu dijadikan acuan dalam menyusun anggaran lain? 2) Koordinasi (17) Apakah dalam menyusun
anggaran penjualan selalu disesuaikan dengan kemampuan produksinya? (18) Apakah dalam menyusun
anggaran penjualan salesman selalu dimintai pendapatnya? 3) Pengawasan (19) Apakah anggaran merupakan
alat bantu manajemen dalam pengawasan?
(20) Apakah kegiatan penjualan yang dilaksanakan salesman telah diawasi dengan ketat? 4) Penilaian (21) Apakah anggaran penjualan
selalu dibandingkan dengan realisasi penjualan?
(22) Apakah anggaran penjualan dijadikan sebagai alat untuk mengukur prestasi kerja kegiatan penjualan?
LAMPIRAN 2 : Daftar Kuisioner Variabel Dependen
Indikator Pertanyaan Ya Tidak
1. Proses penjualan
1) Menetapkan anggaran penjualan
(23) Apakah prosedur penjualan perusahaan telah cukup jelas dan memadai?
menetapkan toleransi penyimpangan dari anggaran dalam presentase tertentu? 3) Menganalisis sebab - sebab
penyimpangan. (27) Apabila terjadi penyimpanganantara realisasi dengan anggaran, apakah dicari penyebabnya terjadinya penyimpangan?
(28) Apakah anggaran penjualan digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui
peyimpangan yang terjadi? 4) Mengambil tindakan
perbaikan (29) Apabila realisasi penjualan dibawah anggaran, apakah selalu dicari dan dipilih tindakan koreksi yang dianggap sesuai?
(30) Apakah anggaran penjualan yang telah dikoreksi
(31) Apakah perusahaan perlu menetapkan target penjualan yang akan dicapai untuk satu tahun anggaran tersebut? (32) Apakah perlu disusun suatu
rencana kegiatan penjualan mengacu kepada tujuan untuk mencapai volume penjualan
4) Pencapaian hasil pengembalian yang diharapkan atas investasi
(37) Apakah dalam pengawasan penjualan perlu investasi? (38) Apakah pengawasan
penjualan yang dilakukan dapat menghasilkan laba kotor yang diharapkan untuk mencapai hasil pengembalian yang diharapkan atas
4. Siapakah yang berwenang dalam pengawasan penjualan?
5. Berapakah persentase batas toleransi penyimpangan yang telah ditetapkan