• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Teknik Analisis Data

Analisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data bersifat kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif lapangan, karena data yang diperoleh merupakan keterangan-keterangan dalam bentukuraian.Kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yaitu sumber tertulis atau ungkapan dan tingkah laku dari objek yang diobservasi.

Peneliti menggunakan metode berpikir induktif yang bertolak dari khusus ke umum, yaitu berangkat dari fakta-fakta yang khusus, peristiwa yang konkret, kemudian dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus dan konkret itu ditarik generalisasi-generalisasi yang mempunyai sifat umum. Artinya, jika suatu generalisasi dikenakan pada peristiwa-peristiwa khusus dari mana generalisasi itu, maka harus ada kecocokan hakekat.

46

Berdasarkan keterangan di atas, maka dalam menganalisis data peneliti menggunakan data yang diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi dalam bentuk uraian-urain kemudian dianalisis dengan metode berpikir induktif, berangkat dari fakta-fakta khusus yang ada di lapangan tentang dampak praktik rentenir terhadap kesejahteraan pedagang di Pasar Bawah Kota Bukittinggi, yang dapat ditarik kesimpulannya yang bersifat umum.36

36Tiara Wina Citra, Skripsi:”Peran BRI Syariah KCP Metro Dalam Mengurangi

Ketergantungan Pedagang Di Pasar Kopindo Terhadap Rentenir”,(IAIN Metro Lampung,2018) Hal 36-38

47 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum BMT Al-Hijrah Bukittinggi 1. Sejarah Singkat BMT Al-Hijrah

Baitul Maal Wat Tanwil (BMT) ini merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola berdasarkan konsep Islam dibwah naungan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah atau berbadan Hukum Koperasi. BMT Al- Hijrah didirikan pada tanggal 1 Hijriah 1428 oleh 23 orang anggota dengan latar belakang:

a. Ulama Sebanyak 5 orang

b. Pemerhati kemiskinan Sebanyak 10 Orang c. Profesi Kedokteran sebanyak 2 orang d. Majelis taklim sebanyak 8 orang e. Pengurus mesjid sebanyak 3 orang

KJKS BMT Al-Hijrah didirikan dengan modal awal sebanyak Rp 66.000.000 dengan satu tujuan yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan melalui koperasi dan berpartisipasi dalam menggerakkan ekonomi masayrakat miskin yang berusaha di sektor usaha mikro/kecil melalui wadah lembaga keuangan mikro syariah yang beroperasi dengan memakai prinsip bagi hasi.BMT Al-Hijrah dilandasi dengan motivasi.Pengebangan dan pemberdayaan ekonomi ummat denagn

48

acuan syariat Islam.Hal ini diwujudkan karena melihat keadaan perekonomian masyarakat yang telahdikuasai oleh praktek-praktek ekonomi yang bertentangan denagn konsep Islam. Akta Pendirian Koperasi Baitul maal Wat Tanwil Al Hijrah Bukittinggi Akta Notaris Elfita Achtar Nomor: 55-2006. Badan Hukum dari menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia No. 188.45-333-2006 tanggal 17 September 2006. Kegiatan BMT yaitu mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil dengan anatara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang kegiatan ekonominya. Kegiatan BMT yaitu menerima ttupan BAZIS dari dana zakat, infaq, dan sadaqah dan menjalankan sesuai dengan peraturan dan amanahnya.37

2. Visi dan Misi BMT Al-Hijrah a. Visi

Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang terdepan dalam menangani permasalahan ekonomi umat yang lemah.

b. Misi

1) Melahkirkan individu yang memiliki jiwa kewirausahaan yang didukung oleh etos kerja yang tinggi

37Document File BMT Al Hijrah Tahun 2021

2) Mewujudkan umat yang berperilaku mandiri dan agamis

3) Meningkatkan perekonomian umat serta menghindarkan umat dai praktek riba.

4) Menghimpun dan menyalurkan dana masayrakat (ummat) dalam upaya pertumbuhan produktivitas usaha mandiri.

5) Menghimpun wujudkan masyarakat (ummat) yang jujur, terampil, terarah, serta mandiri dalam berusaha.

6) Mendorong masyarakat (ummat) menuju pelaksanaan kegiatan perekonomian sesuia dengan ekonomi Islam.

3. Produk-produk BMT Al-Hijrah a. Produk Pembiayaan ( Lending)

Dana yang sudah dihimpun oleh BMT dari nasabah kemudian disalurkan melalui pembiayaan sebagai pemodal dan hasil usaha atau keuntungan dibagi sesuai kesepakatan bersama.

1) Mudharabah

Dalam pembiayaan ini pemberi modal adalah pihak BMT dan pengelola modal adalah nasabah dengan keuntungan yang dibagi sesuia dengan kesepakatan bersama, berdasrkan prinsip bagi hasil serta pembiayaan dapat disalurkan dalam berbagai usaha seperti petanian, perdagangan, dan jasa.

50

2) Musyarakah

Pada pembiayaan Musyarakah nasabah dan pihak BMT sama-sama memberikan modal serta keuntungan diperoleh dari bagi hasil.

3) Qurdhul Hasan

Qurdhul Hasan adalah produk-produk yang ditawarkan oleh BMT kepada konsumen dengan jangka waktu tertentu dan dikembalikan dalam jumlah yang sama.

4) Murabahah

Murubahah adalah transaksi jual beli, dimana pihak BMT sebagai penjual dan keuntungan disebutkan diawal akad.

5) Ba’I Bitsaman Ajtil (BBA)

Ba’I bitsaman ajtil adalah sistem jual beli dimana nasabah melakukan pembiayaan secara cicilan atau angsurn.

b. Produk Penghimpun Dana (Funding) 1) Tabungan Mudharabah

Tabungan Mudharabah adalah simpang anggota mitra yang dioperasikan untuk mendapatkan keuntungan lalu keuntungan tersebut di bagi setiap bulannya antara anggota mitra dengan BMT. Syarat Pembuakaan tabungan diantaranya:

a) Mengisi formulir pembukaan tabungan

b) Foto copy kartu identitas diri yang masih berlaku

c) Photo ukuran 3X4

d) Setoran awal minimal Rp. 10.000 e) Setoran Selanjutnya Rp. 5.000

f) Saldo minimal yang harus dipelihara sebesar Rp. 1.000 2) Tabungan Mudharabah Masyarakat

Tabungan Mudharabah Masyarakat ini diperuntukkan untuk masayarakat umum. Adapun syarat-syarat pembukaan tabungan ini diantaranya:

a) Mengisi formulir pembukaan tabungan

b) Foto Copy kartu identitas diri yang masih berlaku c) Photo 3 x 4

d) Setoran awal Rp.10.000

e) Sektor selanjutnya minimal Rp. 5.000

f) Sektor minimal yang harus dipelihara Rp. 10.000 4. Stuktur Organisasi BMT Al-Hijrah

BMT Al-Hijrah akan memberikan gambaran struktur organisasi secara ringkas tentang tugas dan kewenangan masing-masin bagian yang terkait dalam sistem operasional BMT yang berlandaskan perbankan syariah.

52

Anggota

Pengawas Pengurus Pengawas

EDR Teller

Manager

Pendamping Manager Pemasaran

Account Officer Account Officer

Tabel 4.1

Struktur Organisasi BMT Al Hijrah Kota Bukittinggi

Jumlah pengurus sebagai berikut:

a. Pengurus 1) Ketua

Dr. H. Metrizal, SpA 2) Wakil Ketua

DR. Zainuddin Tanjung, MA 3) Sekretaris

H. Al Chairi 4) Wakil Sekretaris

Hj. Mardhiah 5) Bendahara

H Ismail Djohar SH. MM b. Pengawas

1) Pengawas Syariah

a) DR. H. Zulkifli Djakfar MA b) H. Gusrizal Lc. MA

c) Hj. Baitar

2) Pengawas Operasional a) Ferry AB. SE b) H. Insa Basyuni c) H. Burmal c. Pengelola

1) Damuar, S.Sos 2) Mufatis Agus BC. Ak 3) Nila Dusriani S.Pd 4) Rum Mulyani 5) Khairunnisa

Tugas masing-masing bagian yang terkait dalam sistem operasional BMT Al-Hijrah menurut gambar yang telah disediakan:

54

a. Pengawas Syariah

Melaksanakan tugas mengawasi produk dan prosedur dari BMT Al-Hijrah, sesuai dengan pedoman syariah dan tata cara bagi hasil yang diberlakukan.

b. Dewan Pengawas Operasional

Mengawasi prosedur operasional dan keuangan dari BMT Al-Hijrah layaknya pengawasana sebuah perusahaan.38

B. Peran BMT Al Hijrah Dalam Menghambat Laju Pertumbuhan Transaksi Keuangan Rentenir Dipasar Bawah Bukittinggi

Diketahui bahwa jasa rentenir yang ada di masyarakat pasar bawah sangatlah banyak saat ini. Para pelaku rentenir itu beragam, ada yang berasal dari Batak( beragama kristen) dan ada juga yang meskipun dia beragama Islam dan mengetahui dengan jelas larangan riba, tetapi dia tetap menjalankan usaha peminjaman dana dengan tambahan bunga.

Jika dilihat dari jumlah nasabah dari tahun ke tahun anggota atau nasabah BMT mengalami penurunan tiap tahunnya, dilihat dari data sampai sekarang total keseluruhan anggota BMT Al Hijrah yang melakukan pembiayaan sudah mencapai 730 orang pada tahun 2019, sedangkan pada tahun 2020 mencapai 721 orang. sebagian dari anggota BMT Al Hijrah ini pernah melakukan pinjaman kepada rentenir. Jika

38 Document File BMT Al-Hijrah Tahun 2021

dibandingkan dengan masyarakat yang sudah beralih ke BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi dilihat dari usaha nya yang melakukan pinjaman kepada rentenir memang lebih banyak. Karena dari observasi dan data yang di peroleh peneliti dilapangan dari 60 orang yang melakukan pinjaman kepada rentenir 40% dari mereka sekarang sudah beralih ke BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi, sedangkan yang lain masih bertahan di rentenir.

Hasil wawancara bersama Ibu Khairunnisa selaku AO (Account Officer) Semenjak BMT Al Hijrah ini hadir, peran dari keberadaan BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi ini sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar khususnya anggota yang sudah menjadi bagian dari BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi. Berikut peranannya:39

1. Memberdayakan ekonomi ummat khususnya anggota.

Manfaat utama yang dirasakan oleh masyarakat semenjak kehadiran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi adalahmensejahterakan ekonomi anggotanya, dengan memberikan pembiayaan bagi anggota yang membutuhka dana baik untuk modal usaha atau lain sebagainya.

Dengan tambahan modal usaha yang diberikan oleh BMT Al Hijrah kesejahteraan anggota mulai meningkat hal ini dibuktikan dengan semakin berkembangnya usaha yang dikelola oleh anggota tersebut,

39 Khairunnisa, Wawancara, AO (Account Officer) BMT Al Hijrah, 30 Agustus 2021

56

perkembangan tersebut bisa berupa produk usaha yang semakin bertambah, atau usaha yang semakin lancar.

2. Mengubah persepsi masyarakat yang menyatakan lembaga keuangan syariah dan konvensional sama saja.

Kehadiran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat yakni berupa berubahnya persepsi masyarakat tentang lembaga keuangan syariah. Pada mulanya mereka menganggap bahwa lembaga keuangan syariah sama saja dengan lembaga keuangan konvensional ataupun rentenir yang menekan masyrakat lewat bunga oinjaman yang begitu tinggi. Padahal sebenarnya kehadiran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi ialah untuk mejadi solusi masyarakat agar bisa terlepas dari jerat rentenir atau praktik ekonomi non syariah dengan cara menawarkan pembiayaan dengan margin yang lebih rendah, proses yang lebih aman dan terhindar dari praktik riba

3. Menjadi solusi atau pilihan alternatif masyarakat agar mulai menjauh dari jerat rentenir.40

Semenjak adanya kehadiran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi, masyarakat yang awalnya terlilit hutang di rentenir atau mereka yang tidak punya pilihan lain selain meminjam kepada

40 Khairunnisa, Wawancara, AO (Account Officer) BMT Al Hijrah, 30 Agustus 2021

rentenir, sekarang mempunya solusi kedua yakni dengan beralih mengajukan pembiayaan ke BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi.

4. Memberikan edukasi pendidikan kepada masyarakat serta mengajak masyarakat berpikir lebih baik untuk keberlangsungan usahanya.41 Edukasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan penjelasan berupa produk-produk BMT Al Hijrah serta bimbingan kerohanian tentang pentingnya perekonomian yang sesuai dengan akidah islam serta masyarakat agar dapat terhindar dari praktik-praktik ribawi dan sistem bunga yang diterapkan oleh rentenir.

C. Analisis Penulis tentang Peran BMT Al Hijrah Dalam Menghambat Laju Pertumbuhan Transaksi Keuangan Rentenir Dipasar Bawah Bukittinggi

Berdasarkan wawancara dengan AO Account Officer BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi masyarakat yang pernah melakukan pinjaman kepada rentenir alasannya adalah karena kebutuhan mendesak yang mereka alami baik untuk pinjaman konsumtif ataupun pinjaman yang sifatnya produktif. Mereka yang mengalami macet dalam pembayaran kepada BMT maka mereka juga terpaksa meminjam kepada rentenir karena sistem ekonomi yang sulit.

41 Khairunnisa, Wawancara, AO (Account Officer) BMT Al Hijrah, 30 Agustus 2021

58

Hal itu mereka lakukan meskipun sudah ada himbauan tegas yang di sampaikan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang bunga yakni sebagai berikut:

“praktik pembungaan saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada jaman Rasulullah Saw termasuk dalam riba nasi’ah. Dengan demikian, praktik pembungaan uang termasuk praktik riba dan riba hukumnya haram”

Sebagaimana yang terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 275

⧫❑➔→⧫

➔→



Artinya: Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu(sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Orang-orang yang melakukan praktek riba, usaha, tindakan dan seluruh keadaan mereka akan mengalami kegoncangan, jiwanya tidak tenteram. Perumpamaannya seperti orang yang dirusak akalnya oleh setan sehingga terganggu akibat gila yang dideritanya. Mereka melakukan itu, sebab mereka mengira jual-beli sama dengan riba: sama-samamengandung unsur pertukaran dan usaha. Kedua-duanya halal. Allah membantah dugaan mereka itu dengan menjelaskan bahwa masalah halal dan haram bukan urusan mereka. Dan persamaan yang mereka kira tidaklah benar.

Allah menghalalkan praktek jual-beli dan mengharamkan praktek riba.

Barangsiapa telah sampai kepadanya larangan praktek riba lalu meninggalkan, maka baginya riba yang diambilnya sebelum turun

60

larangan, dengan tidak mengembalikannya. Dan urusannya terserah kepada ampunan Allah. Dan orang yang mengulangi melakukan riba setelah diharamkan, mereka itu adalah penghuni neraka dan akan kekal di dalamnya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini adalah riba jahiliyah.

Prakteknya berupa pungutan tambahan dari utang yang diberikan sebagai imbalan menunda pelunasan. Sedikit atau banyak hukumnya tetap haram.

Imam ahmad mengatakan “tidak seorang Muslim pun berhak mengingkarinya”. Kebalikannya adalah riba dalam jual beli. Dalam sebuah sabda Rasulullah saw. Ditegaskan.

Artinya: (jual beli) emas dengan emas, perak dengan perak,gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma dan garam dengan garam( dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai.jika jenisnya berbeda,juallah sehendakmu jika dialkukan secara tunai.

Barang- barang ribawi dalam hadist di atas ada enam jenis, akan tetapi jumhur ulama berpndapat bahwa semua barang yang memiliki

‘illah(sebab) yang sama dengan keenam jenis barang di atas maka ia termasuk ke dalam barang-barang ribawi, dan ini adalah pendapat yang kuat sebab hukum selalu beredar bersama sebabnya.

Semenjak BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi hadir di tengah-tengah masyarakat hal yang pertama yang di ungkap oleh masyarakat tentang keberadaan BMT Al Hijrah selama ini adalah memberdayakan ekonomi ummat khususnya anggota, pemberdayaan ekonomi diarahkan

guna meningkatkan ekonomi masyarakat secara produktif. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan yang lebih besar. Dan upaya pemberdayaan ekonomi bisa dilakukan dengan pemberian motivasi moril ataupun tidak.

Hal ini sesuai dengan fenomena yang terjadi di BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi, upaya pemberdayaan ekonomi anggota dilakukan dengan menyalurkan pembiayaan kepada orang yang tepat. selain memberikan dukungan moril berupa pemberian modal BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi juga memberikan arahan atau pendampingan kepada anggota yang kesulitan dalam mengelola usahanya. Banyak sekali anggota yang dulunya terpuruk dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, sekarang mulai bangkit dengan cara mengembangkan usahanya agar lebih berkembang lagi.

Pihak yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan dalam penyediaan kebutuhan pokok atau modal usaha adalah masyarakat kelas menengah kebawah yang lebih cederung untuk menjatukan pilihan meminjam kepada rentenir atau keluarga yang benar-benar kesulitan dalammenyediakan kebutuhan pokok. Karena itu menurut Khairunnisa bahwa jika memang keluarga dari golongan masyarakat kelas bawah ini membutuhkan pertolongan untuk kebutuhan pokoknya, maka selayakanya orang-orang ini mendapatkan bantuan (sedekah) secara cuma-cuma bukan mendapatkan pinjaman dana yang dikemudian hari harus dikembalikan.

62

Hal tersebut sesuai dengan prinsip tolong-menolong pada alqur’an surat Al-Maidah ayat 2:

Artinya:Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa,dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa

dan pelanggaran dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Hal ini aka berbeda jika orang yang sebenarnya pantas menerima bantuan tetapi diketahui bahwa kegiatannya meminjam dana dari jasa rentenir bukan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, maka yang dilakukan adalah pendampingan dan sosialisasi tentang buruknya praktek rentenir. Usaha pendampingan ini harus dilakukan dengan cukup intens,sehingga dikemudian hari diharapkan masyarakat yang masih sering bertransaksi dengan rentenir dapat mengurangi bahkan meningggalkan kegiatan tersebut.

Selain itu, peran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi ialah mengubah persepsi masyarakat yang menganggap bahwa lembaga keuangan syariah dan konvensional sama saja. Dalam mengubah persepsi masyarakat tentang perbedaan tetang BMT dengan rentenir bukanlah hal yang mudah, mengingat sampai saat sekarang ini masih banyak sekali masyarakat yang berfikir bahwa lembaga keuangan syariah itu sama saja dengan praktek–praktek rentenir ataupun lembaga keuangan konvensional, akan tetapi sedikit demi sedikit masyarakat saat ini mulai sadar dan paham bahwa lembaga keuangan syariah seperti BMT berbeda dengan praktik rentenir, karena baik sistem pengelolaan atau manajemen BMT itu terhindar dari praktek non syariah terutama unsur gharar, maysir dan riba.

64

Cara yang dilakukan BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi dalam mengubah persepsi masyarakat adalah dengan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak negatif penggunaan jasa rentenir yang jelas-jelas mengandung unsur riba dan solusi alternatif masyarakat dengan hadirnya BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi yang mempunyai badan hukum yang jelas dan terhindar dari praktek ribawi.

Peran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi yang lainnya adalah menjadi solusi atau pilihan alternatif masyarakat agar mulaimenjauh dari jerat rentenir. Dengan cara menyalurkan dana pembiayaan ke tangan yang tepat yakni mereka yang membutuhkan dana atau modal usaha, setidaknya BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi dapat menanggulangi praktek rentenir karena masyarakat yang terjerumus kedalam praktek rentenir sedikit demi sedikit berkurang karena mereka sudah beralih mengajukan pembiayaan ke BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi.

Perlahan masyarakat sudah mulai sadar bahwa melakukan pinjaman kepada rentenir bukanlah mengatasi masalah yang mereka hadapi, justru menambah masalah untuk mereka dimasa akan datang. Karena jelas praktek rentenir merupakan praktek yang diharamkan oleh agama Islam dan mengandung unsur riba , selain itu bunga yang diminta oleh rentenir sangatlah besar. Karena itulah BMT hadir untuk memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat yang belum ataupun sudah terlanjur terjerat rentenir.

Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi di harapkan dapat meningkatkan pendapatan (kewirausahaan) sehingga kesejahteraan atau kehidupan yang lebih layak dapat dirasakan oleh masyarakat yang selama ini terbelenggu dalam praktek rentenir.

Setelah mendeskripsikan peran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi diatas, peneliti menyimpulkan bahwa peran dari keberadaan BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi sudah sesuai dengan teori fungsi danperanan BMT yakni menjauhkan masyarakat dari praktek ekonomi non- syariah, melakukan pembinaan dan pendanaan usaha kecil, melepas ketergantungan masyarakat terhadap rentenir, menjaga keadilan ekonomi masyarakat dengan distribusi yang merata.

Sejalan dengan deskripsi peran dari keberadaan BMT diatas,peran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi memang belum mampu menanggulangi praktek rentenir secara optimal dikarenakan belum adanya sosialisasi pemasaran yang dilakukan BMT Al Hijrah kepada masyarakat, akan tetapi peran dari kehadiran sudah sangat membantu ekonomi masyarakat baik mereka yang terjerat praktek rentenir ataupun tidak. Dan masyarakat yang mulai beralih ke BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi juga sudah mulai meningkat, hanya butuh waktu sedikit lebih lama lagi bagi BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi agar bisa mengoptimalkan perannya dalam menanggulangi praktek rentenir.

66

Dan faktanya, meski saat ini sudah banyak sekali lembaga-lembaga keuangan syariah yang sudah lebih dulu berdiri, bahkan juga belum mampu menanggulangi praktek rentenir yang ada disekiar masyarakat.

Dan alasan yang lain ialah karena regulasi dari pemerintah yang belum tegas tentang adanya praktek rentenir. Jika pemerintah bisa menindaklanjuti praktik rentenir dengan tegas seperti memerintah aparat negara untuk bertindak secara tegas kepada para pelaku jasa rentenir yang meresahkan masyarakat. Maka BMT akan lebih optimal dalam meminimalisir ataupun menanggulangi praktek rentenir yang ada.

66 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi, maka dapat disimpulkan bahwa peranan BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi belum berjalan sesuai harapan. Peran BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi saat ini memang belum mampu menanggulangi praktek rentenir secara optimal dikarenakan belum adanya sosialisasi yang dilakukan oleh BMT Al Hijrah akan tetapi peran dari kehadiran BMT ini sudah sangat membantu ekonomi masyarakat.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi dalam menghambat laju pertumbuhan rentenir itu lebih berfokus kepada pemasaran yakni dengan melakukaninovasi produk, layanan jemput bola, pembiayaan yang mudah dan cepat, memaksimalkan pembiayaan dengan cara menawarkan jaminan yang ringan, margin yang rendah, dan pelayanan yang mudah dan cepat, dan pemberian bonus.

Sedangkan peran dari keberadaan BMT Al Hijrah pasar bawah Bukittinggi di tengah-tengah masyarakat adalah memberdayakan ekonomi ummat khususnya anggota, mengubah persepsi masyarakat tentang lembaga keuangan dan solusi alternatif bagi masyarakat agar terbebas dari praktek rentenir.

67

B. Saran

Berdasarkan data dan informasi yang telah didapat oleh penulis, maka

Berdasarkan data dan informasi yang telah didapat oleh penulis, maka

Dokumen terkait