BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan analisis penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan data yang terlah di peroleh mengenai gejala-gejala stress pada mahasiswa yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA. Berikut ini adalah hasil pengolahan data dari penelitian melalui angket yang telah di berikan kepada 61 responden, kemudian data tersebut diolah menggunakan teknik persentase, sebagai berikut:
Diketahui:
Jumlah bobot dari frekuensi data yang di peroleh i (b) = 6074
Jumlah frekuensi dari keseluruhan data n (i) (bi) = 61 x 30 x 5 = 9150 Maka :
= i
n i 100%
=6074
9150 100%
= 66 382513 = 66%
Tabel 5 Distribusi Hasil Persentase Angket Gejala-Gejala Stres Pada Mahasiswa Yang Terlambat Menyelesaikan Skripsi di FKIP UNJA
NO
JAWABAN
JUMLAH
SS S KK J TP
F B F B F B F B F B F B %
-1 7 35 13 52 20 60 12 24 9 9 61 180 59
+2 18 18 12 24 22 66 6 24 3 15 61 147 48,2
-3 5 25 17 68 24 72 10 20 5 5 61 190 62,3
-4 3 15 18 72 11 33 12 24 17 17 61 161 52,8
+5 15 15 16 32 15 45 10 40 5 25 61 157 51,5
-6 4 20 8 32 18 54 13 26 18 18 61 150 49,2
-7 7 35 15 60 21 63 12 24 6 6 61 188 61,6
-8 8 40 20 80 20 60 4 8 9 9 61 197 64,6
-9 7 35 11 44 20 60 15 30 8 8 61 177 58
-10 9 45 14 56 20 60 13 26 5 5 61 192 63
-11 13 65 15 60 20 60 3 6 10 10 61 201 65,9
-12 8 40 8 32 23 69 9 18 13 13 61 172 56,4
-13 6 30 10 40 19 57 11 22 15 15 61 164 53,8
-14 8 40 12 48 20 60 11 22 10 10 61 180 59
-15 5 25 12 48 12 36 19 38 13 13 61 160 52,5
+16 23 23 17 34 13 39 7 28 1 5 61 129 42,3
-17 7 35 20 80 20 60 6 12 8 8 61 195 63,9
-18 8 40 17 68 18 54 12 24 6 6 61 192 63
-19 12 60 23 92 15 45 4 8 7 7 61 212 69,5
-20 7 35 7 28 10 30 12 24 25 25 61 142 46,6
-21 2 10 16 64 7 21 13 26 23 23 61 144 47,2
-22 5 25 1 4 5 15 31 62 1 1 61 107 35,1
+23 12 12 21 42 15 45 8 32 5 25 61 156 51,1
-24 11 55 16 64 19 57 10 20 5 5 61 201 65,9
+25 14 14 19 38 15 45 10 40 3 3 61 140 45,9
-26 9 45 14 56 24 72 10 20 4 4 61 197 64,6
-27 2 10 8 32 27 81 15 30 9 9 61 162 53,1
+28 10 10 25 50 17 51 7 28 2 10 61 149 48,9
+29 10 10 21 42 20 60 5 20 5 25 61 157 51,5
-30 5 25 11 44 31 93 9 18 5 5 61 185 60,7
+25 14 14 19 38 15 45 10 40 3 3 61 140 45,9
-26 9 45 14 56 24 72 10 20 4 4 61 197 64,6
-27 2 10 8 32 27 81 15 30 9 9 61 162 53,1
+28 10 10 25 50 17 51 7 28 2 10 61 149 48,9
+29 10 10 21 42 20 60 5 20 5 25 61 157 51,5
-30 5 25 11 44 31 93 9 18 5 5 61 185 60,7
6074 66,4
Berdasarkan tabel 5 di atas, di peroleh data terhadap gejala-gejala stres pada mahasiswa yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA yang di berikan kepada 61 reponden dengan jumlah item angket sebanyak 30 penyataan, sehingga di peroleh frekuensi bobot keseluruhan sebesar 6074. Hal ini menunjukkan bahwa gejala-gejala stres pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA menurut tafsiran (Sutja, 2017) di kategorikan pada frekuensi tingkat “tinggi” dengan persentase sebesar 66%. Lebih lanjut dijelaskan gejala-gejala stres pada mahasiswa yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA per-indikator sebagai berikut:
1. Gejala Mental
Tabel 6 Gejala Mental
NO
JAWABAN
JUMLAH
SS S KK J TP
F B % F B % F B % F B % F B % F B %
-1 7 35 11 13 52 21 20 60 33 12 24 20 9 9 15 61 180 59 +2 18 18 29 12 24 20 22 66 36 6 24 10 3 15 5 61 147 48,2 -3 5 25 8 17 68 28 24 72 39 10 20 18 5 5 8 61 190 62,3 Total 78 144 198 68 29 517 56,5
Berdasarkan tabel 6 di atas, di peroleh data mengenai gejala stres mental pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA yang di dapat dari 61 mahasiswa dengan jumlah item 3 pernyataan. Pada indikator ini terdapat 2 deskriptor yaitu kehilangan rasa percaya diri dan
melamun, serta memperoleh frekuensi bobot keseluruhan (∑fbi) sebesar 517 dengan persentase sebesar 56,5 %.
Hal ini menunjukkan bahwa gejala stres mental pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA di kategorikan pada tingkatan “sedang” atau sebesar 56%.
Lebih lanjut di jelaskan pada item no.1 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami gejala kehilangan rasa percaya diri yang diakui “selalu” oleh 7 mahasiswa dengan dengan persentase 11%, diakui “sering” oleh 13 mahasiswa dengan persentase 21%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 12 orang mahasiswa dengan persentase 20%, dan diakui “tidak pernah” oleh 9 mahasiswa dengan persentase 15%.
Pada item no.2 bersifat positif menyatakan mahasiswa mengalami gejala kehilangan rasa percaya diri yang diakui “selalu”
oleh 18 mahasiswa dengan dengan persentase 29%, diakui “sering”
oleh 12 mahasiswa dengan persentase 20%, diakui “kadang-kadang” oleh 22 mahasiswa dengan persentase 36%, diakui
“jarang” oleh 6 orang mahasiswa dengan persentase 10%, dan diakui “tidak pernah” oleh 3 mahasiswa dengan persentase 5%.
0 10 20 30 40 50 60 70
1 2 3
Gejala Mental
Pada item no.3 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami gejala stres mental melamun yang diakui “selalu” oleh 5 mahasiswa dengan dengan persentase 8%, diakui “sering” oleh 17 mahasiswa dengan persentase 28%, diakui “kadang-kadang”
oleh 24 mahasiswa dengan persentase 39%, diakui “jarang” oleh 10 orang mahasiswa dengan persentase 18%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Berdasarkan diagram di atas, pada indikator gejala stres mental pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA dapat dilihat bahwa deskriptor melamun pada item no.3 memperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 62,3% “saya melamun tanpa memikirkan apapun mengenai skripsi yang sedang dikerjakan pada semester 9 ini”.
Diagram 1 Persentase Gejala Mental
2. Gejala Emosional
Tabel 7 Gejala Emosional
NO
JAWABAN
JUMLAH
SS S KK J TP
F B % F B % F B % F B % F B % F B %
-4 3 15 5 18 72 30 11 33 18 12 24 20 17 17 28 61 161 52,8 +5 15 15 24 16 32 26 15 45 24 10 40 18 5 25 8 61 157 51,5 -6 4 20 6 8 32 13 18 54 30 13 26 21 18 18 30 61 150 49,2 -7 7 35 11 15 60 24 21 63 34 12 24 20 6 6 10 61 188 61,6 -8 8 40 13 20 80 33 20 60 33 4 8 6 9 9 15 61 197 64,6 -9 7 35 11 11 44 18 20 60 33 15 30 25 8 8 13 61 177 58 -10 9 45 15 14 56 23 20 60 33 13 26 21 5 5 8 61 192 63 -11 13 65 21 15 60 25 20 60 33 3 6 5 10 10 18 61 201 65,9 -12 8 40 13 8 32 13 23 69 38 9 18 15 13 13 21 61 172 56,4 +29 10 10 16 21 42 34 20 60 33 5 20 8 5 25 8 61 157 51,5 -30 5 25 8 11 44 18 31 93 51 9 18 15 5 5 8 61 185 60,7 -13 6 30 10 10 40 16 19 57 31 11 22 18 15 15 25 61 164 53,8 -14 8 40 13 12 48 20 20 60 33 11 22 18 10 10 18 61 180 59 -15 5 25 8 12 48 20 12 36 20 19 38 31 13 13 21 61 160 52,5 +16 23 23 38 17 34 28 13 39 21 7 28 12 1 5 2 61 129 42,3 -17 7 35 11 20 80 33 20 60 33 6 12 10 8 8 13 61 195 63,9 -18 8 40 13 17 68 28 18 54 30 12 24 20 6 6 10 61 192 63 -19 12 60 20 23 92 38 15 45 25 4 8 6 7 7 12 61 212 69,5 Total 598 964 1008 394 205 3169 57,7
Berdasarkan tabel 7 diatas, di peroleh data mengenai gejala stres emosional pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA yang di dapat dari 61 mahasiswa dengan jumlah item 18 pernyataan. Pada indikator ini terdapat 2 deskriptor yaitu penurunan mood dan pandangan negatif terhadap diri sendiri, serta memperoleh frekuensi bobot keseluruhan (∑fbi) sebesar 3169 dengan persentase sebesar 57,7 %.
Hal ini menunjukkan bahwa gejala stres emosional pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA di kategorikan pada tingkatan “sedang” atau sebesar 58%.
Lebih lanjut di jelaskan pada item no.4 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui
“selalu” oleh 3 mahasiswa dengan dengan persentase 5%, diakui
“sering” oleh 18 mahasiswa dengan persentase 30%, diakui
“kadang-kadang” oleh 11 mahasiswa dengan persentase 18%, diakui “jarang” oleh 12 orang mahasiswa dengan persentase 20%, dan diakui “tidak pernah” oleh 17 mahasiswa dengan persentase 28%.
Pada item no.5 bersifat positif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 15 mahasiswa dengan dengan persentase 25%, diakui “sering” oleh 16 mahasiswa dengan persentase 26%, diakui “kadang-kadang” oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%, diakui “jarang” oleh 10 orang mahasiswa dengan persentase 18%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Pada item no.6 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 4 mahasiswa dengan dengan persentase 6%, diakui “sering” oleh 8
mahasiswa dengan persentase 13%, diakui “kadang-kadang” oleh 18 mahasiswa dengan persentase 30%, diakui “jarang” oleh 13 orang mahasiswa dengan persentase 21%, dan diakui “tidak pernah” oleh 18 mahasiswa dengan persentase 30%.
Pada item no.7 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 7 mahasiswa dengan dengan persentase 11%, diakui “sering” oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%, diakui “kadang-kadang” oleh 21 mahasiswa dengan persentase 34%, diakui “jarang” oleh 12 orang mahasiswa dengan persentase 20%, dan diakui “tidak pernah” oleh 6 mahasiswa dengan persentase 10%.
Pada item no.8 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 8 mahasiswa dengan dengan persentase 13%, diakui “sering” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 4 orang mahasiswa dengan persentase 6%, dan diakui “tidak pernah” oleh 9 mahasiswa dengan persentase 15%.
Pada item no.9 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 7 mahasiswa dengan dengan persentase 11%, diakui “sering” oleh 11 mahasiswa dengan persentase 18%, diakui “kadang-kadang” oleh
20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 15 orang mahasiswa dengan persentase 25%, dan diakui “tidak pernah” oleh 8 mahasiswa dengan persentase 13%.
Pada item no.10 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 9 mahasiswa dengan dengan persentase 15%, diakui “sering” oleh 14 mahasiswa dengan persentase 23%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 13 orang mahasiswa dengan persentase 21%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Pada item no.11 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 13 mahasiswa dengan dengan persentase 21%, diakui “sering” oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 3 orang mahasiswa dengan persentase 5%, dan diakui “tidak pernah” oleh 10 mahasiswa dengan persentase 16%.
Pada item no.12 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 8 mahasiswa dengan dengan persentase 13%, diakui “sering” oleh 8 mahasiswa dengan persentase 13%, diakui “kadang-kadang” oleh 23 mahasiswa dengan persentase 38%, diakui “jarang” oleh 9 orang
mahasiswa dengan persentase 15%, dan diakui “tidak pernah” oleh 13 mahasiswa dengan persentase 21%.
Pada item no.29 bersifat positif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 10 mahasiswa dengan dengan persentase 16%, diakui “sering” oleh 21 mahasiswa dengan persentase 34%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 5 orang mahasiswa dengan persentase 8%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Pada item no.30 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami penurunan mood yang diakui “selalu” oleh 5 mahasiswa dengan dengan persentase 8%, diakui “sering” oleh 11 mahasiswa dengan persentase 18%, diakui “kadang-kadang” oleh 31 mahasiswa dengan persentase 51%, diakui “jarang” oleh 9 orang mahasiswa dengan persentase 15%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Pada item no.13 bersifat negatif dengan pernyataan pandangan negatif terhadap diri sendiri yang diakui “selalu” oleh 6 mahasiswa dengan dengan persentase 10%, diakui “sering” oleh 10 mahasiswa dengan persentase 16%, diakui “kadang-kadang” oleh 19 mahasiswa dengan persentase 31%, diakui “jarang” oleh 11
orang mahasiswa dengan persentase 18%, dan diakui “tidak pernah” oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%.
Pada item no.14 bersifat negatif dengan pernyataan pandangan negatif terhadap diri sendiri yang diakui “selalu” oleh 8 mahasiswa dengan dengan persentase 13%, diakui “sering” oleh 12 mahasiswa dengan persentase 20%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 11 orang mahasiswa dengan persentase 18%, dan diakui “tidak pernah” oleh 10 mahasiswa dengan persentase 16%.
Pada item no.15 bersifat negatif dengan pernyataan pandangan negatif terhadap diri sendiri yang diakui “selalu” oleh 5 mahasiswa dengan dengan persentase 8%, diakui “sering” oleh 12 mahasiswa dengan persentase 20%, diakui “kadang-kadang” oleh 12 mahasiswa dengan persentase 20%, diakui “jarang” oleh 19 orang mahasiswa dengan persentase 31%, dan diakui “tidak pernah” oleh 13 mahasiswa dengan persentase 21%.
Pada item no.16 bersifat positif dengan pernyataan pandangan negatif terhadap diri sendiri yang diakui “selalu” oleh 23 mahasiswa dengan dengan persentase 38%, diakui “sering” oleh 17 mahasiswa dengan persentase 28%, diakui “kadang-kadang”
oleh 13 mahasiswa dengan persentase 21%, diakui “jarang” oleh 7
orang mahasiswa dengan persentase 11%, dan diakui “tidak pernah” oleh 1 mahasiswa dengan persentase 2%.
Pada item no.17 bersifat negatif yang menyatakan pandangan negatif terhadap diri sendiri diakui “selalu” oleh 7 mahasiswa dengan dengan persentase 11%, diakui “sering” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “kadang-kadang” oleh 20 mahasiswa dengan persentase 33%, diakui “jarang” oleh 6 orang mahasiswa dengan persentase 10%, dan diakui “tidak pernah” oleh 8 mahasiswa dengan persentase 13%.
Pada item no.18 bersifat negatif dengan pernyataan pandangan negatif terhadap diri sendiri yang diakui “selalu” oleh 8 mahasiswa dengan dengan persentase 13%, diakui “sering” oleh 17 mahasiswa dengan persentase 28%, diakui “kadang-kadang” oleh 18 mahasiswa dengan persentase 30%, diakui “jarang” oleh 12 orang mahasiswa dengan persentase 20%, dan diakui “tidak pernah” oleh 6 mahasiswa dengan persentase 10%.
Pada item no.19 bersifat negatif dengan pernyataan pandangan negatif terhadap diri sendiri yang diakui “selalu” oleh 12 mahasiswa dengan dengan persentase 20%, diakui “sering” oleh 23 mahasiswa dengan persentase 38%, diakui “kadang-kadang”
oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%, diakui “jarang” oleh 4
0 10 20 30 40 50 60 70 80
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Gejala Emosional
orang mahasiswa dengan persentase 6%, dan diakui “tidak pernah”
oleh 7 mahasiswa dengan persentase 11%.
Berdasarkan diagram di atas, pada indikator gejala stres emosional pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaiakan skripsi di FKIP UNJA dapat dilihat bahwa deskriptor pandangan negatif terhadap diri sendiri pada item no.19 memperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 69,5% “saya merasa dorongan dalam diri yang menjadi masalah ketika terlambat menyelesaikan skripsi pada semester 8”.
3. Gejala Fisik
Tabel 8 Gejala Fisik
NO
JAWABAN
JUMLAH
SS S KK J TP
F B % F B % F B % F B % F B % F B %
-20 7 35 11 7 28 11 10 30 16 12 24 20 25 25 41 61 142 46,6
-21 2 10 3 16 64 26 7 21 12 13 26 21 23 23 38 61 144 47,2
-24 11 55 18 16 64 26 19 57 31 10 20 16 5 5 8 61 201 65,9
+25 14 14 23 19 38 31 15 45 25 10 40 16 3 3 5 61 140 45,9
Total 114 194 153 110 56 627 51,4
Diagram 2 Persentase Gejala Emosional
Berdasarkan tabel 8 di atas, diperoleh data mengenai gejala stres fisik pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA yang di dapat dari 61 mahasiswa dengan jumlah item 4 pernyataan. Pada indikator ini terdapat 3 deskriptor yaitu telapak tangan berkeringat, kurang tidur dan tangan gemetar, serta memperoleh frekuensi bobot keseluruhan (∑fbi) sebesar 627 dengan persentase sebesar 51,4 %.
Hal ini menunjukkan bahwa gejala stres fisik pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA di kategorikan pada tingkatan “sedang” atau sebesar 51%.
Lebih lanjut di jelaskan pada item no.20 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami telapak tangan berkeringat yang diakui “selalu” oleh 7 mahasiswa dengan dengan persentase 11%, diakui “sering” oleh 7 mahasiswa dengan persentase 11%, diakui “kadang-kadang” oleh 10 mahasiswa dengan persentase 16%, diakui “jarang” oleh 12 orang mahasiswa dengan persentase 20%, dan diakui “tidak pernah” oleh 25 mahasiswa dengan persentase 41%.
Pada item no.21 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami tangan gemetar yang diakui “selalu” oleh 2 mahasiswa dengan dengan persentase 3%, diakui “sering” oleh 16 mahasiswa
0 20 40 60 80
1 2 3 4
Gejala Fisik
dengan persentase 26%, diakui “kadang-kadang” oleh 7 mahasiswa dengan persentase 11%, diakui “jarang” oleh 13 orang mahasiswa dengan persentase 21%, dan diakui “tidak pernah” oleh 23 mahasiswa dengan persentase 38%.
Pada item no.24 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami kurang tidur yang diakui “selalu” oleh 11 mahasiswa dengan dengan persentase 18%, diakui “sering” oleh 16 mahasiswa dengan persentase 26%, diakui “kadang-kadang” oleh 19 mahasiswa dengan persentase 31%, diakui “jarang” oleh 10 orang mahasiswa dengan persentase 16%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Pada item no.25 bersifat positif menyatakan mahasiswa mengalami kurang tidur yang diakui “selalu” oleh 14 mahasiswa dengan dengan persentase 23%, diakui “sering” oleh 19 mahasiswa dengan persentase 31%, diakui “kadang-kadang” oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%, diakui “jarang” oleh 10 orang mahasiswa dengan persentase 16%, dan diakui “tidak pernah” oleh 3 mahasiswa dengan persentase 5%.
Diagram 3 Persentase Gejala Fisik
Berdasarkan diagram di atas, pada indikator gejala stres fisik pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaiakan skripsi di FKIP UNJA dapat dilihat bahwa deskriptor kurang tidur pada item no.24 memperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 65,9% “saya merasa sedikit tidur selama mengerjakan skripsi di rumah”.
4. Gejala Perilaku
Tabel 9 Gejala Perilaku
NO
JAWABAN
JUMLAH
SS S KK J TP
F B % F B % F B % F B % F B % F B %
-22 5 25 8 1 4 2 5 15 8 31 62 51 1 1 2 61 107 35,1 +23 12 12 20 21 42 34 15 45 25 8 32 13 5 25 8 61 156 51,1 -26 9 45 15 14 56 23 24 72 39 10 20 16 4 4 7 61 197 64,6 -27 2 10 3 8 32 13 27 81 44 15 30 25 9 9 15 61 162 53,1 +28 10 10 16 25 50 41 17 51 28 7 28 12 2 10 3 61 149 48,9 Total 102 184 264 172 49 771 50,6
Berdasarkan tabel 9 di atas, di peroleh data mengenai gejala perilaku pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA yang di dapat dari 61 mahasiswa dengan jumlah item 5 pernyataan. Pada indikator ini terdapat 2 deskriptor yaitu menyendiri dan malas serta memperoleh frekuensi bobot keseluruhan (∑fbi) sebesar 771 dengan persentase sebesar 50,6 %.
Hal ini menunjukkan bahwa gejala stres dilihat dari gejala perilaku pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang
terlambat dalam menyelesaikan skripsi di FKIP UNJA di kategorikan pada tingkatan “sedang” atau sebesar 51%.
Lebih lanjut di jelaskan pada item no.22 bersifat negatif menyatakan mahasiswa menyendiri yang diakui “selalu” oleh 5 mahasiswa dengan dengan persentase 8%, diakui “sering” oleh 1 mahasiswa dengan persentase 2%, diakui “kadang-kadang” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%, diakui “jarang” oleh 31 orang mahasiswa dengan persentase 51%, dan diakui “tidak pernah” oleh 1 mahasiswa dengan persentase 2%.
Pada item no.23 bersifat positif menyatakan mahasiswa menyendiri yang diakui “selalu” oleh 12 mahasiswa dengan dengan persentase 20%, diakui “sering” oleh 21 mahasiswa dengan persentase 34%, diakui “kadang-kadang” oleh 15 mahasiswa dengan persentase 25%, diakui “jarang” oleh 8 orang mahasiswa dengan persentase 13%, dan diakui “tidak pernah” oleh 5 mahasiswa dengan persentase 8%.
Pada item no.26 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami malas yang diakui “selalu” oleh 9 mahasiswa dengan dengan persentase 15%, diakui “sering” oleh 14 mahasiswa dengan persentase 23%, diakui “kadang-kadang” oleh 24 mahasiswa dengan persentase 39%, diakui “jarang” oleh 10 orang mahasiswa
0 10 20 30 40 50 60 70
1 2 3 4 5
Gejala Perilaku
dengan persentase 16%, dan diakui “tidak pernah” oleh 4 mahasiswa dengan persentase 6%.
Pada item no.27 bersifat negatif menyatakan mahasiswa mengalami malas yang diakui “selalu” oleh 2 mahasiswa dengan dengan persentase 3%, diakui “sering” oleh 8 mahasiswa dengan persentase 13%, diakui “kadang-kadang” oleh 27 mahasiswa dengan persentase 44%, diakui “jarang” oleh 15 orang mahasiswa dengan persentase 25%, dan diakui “tidak pernah” oleh 9 mahasiswa dengan persentase 15%.
Pada item no.28 bersifat positif menyatakan mahasiswa mengalami malas yang diakui “selalu” oleh 10 mahasiswa dengan dengan persentase 16%, diakui “sering” oleh 25 mahasiswa dengan persentase 41%, diakui “kadang-kadang” oleh 17 mahasiswa dengan persentase 28%, diakui “jarang” oleh 7 orang mahasiswa dengan persentase 11%, dan diakui “tidak pernah” oleh 2 mahasiswa dengan persentase 3%.
Diagram 4 Persentase Gejala Perilaku
Berdasarkan diagram di atas, pada indikator gejala stres perilaku pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang terlambat dalam menyelesaiakan skripsi di FKIP UNJA dapat dilihat bahwa deskriptor malas pada item no.26 memperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 64,6% “saya merasa malas untuk mengerjakan skripsi yang sedang dikerjakan di rumah”.