• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis data dilakukan untuk mengukur ketercapaian proses pembelajaran dan melihat perbedaan hasil belajar dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun langkah-langkah perhitungan statistika yang dilakukan untuk mengolah data hasil penelitian adalah sebagai berikut:

3.6.1Tes Hasil Belajar

Tes hasil belajar merupakan data penelitian dalam bentuk kuantitatif berupa data skor tes yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa.

Skor tes yang dimaksud adalah skor pre test dan post test. Pengolahan data tersebut meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pemberian Skor Jawaban

Skor untuk soal bentuk pilihan ganda (pre test maupun post test) ditentukan berdasarkan metode Rights Only, yaitu jawaban benar diberi skor satu dan jawabna salah atau tidak dijawab diberi skor nol. Skor setiap siswa ditentukan dengan menghitung jumlah jawaban yang benar. Untuk menghitung skor pilihan ganda digunakan rumus berikut:

…………...(5)

dengan keterangan: S = Skor siswa

R = Jumlah jawaban siswa yang benar N = Jumlah soal

2. Pengujian Hipotesis

Sudjana (2005:219) memaparkan bahwa “Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya”. Jika asumsi atau dugaan itu dikhususkan mengenai populasi, umumnya mengenai nilai-nilai parameter populasi, maka hipotesis tersebut disebut hipotesis statistik.

Setiap hipotesis bisa benar atau tidak benar dan karenanya perlu diadakan penelitian sebelum hipotesis itu diterima atau ditolak.

“Langkah atau prosedur untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesis dinamakan pengujian hipotesis” (Sudjana, 2005:219).

Dalam penelitian ini, kelas eksperimen dan kelas kontrol diasumsikan memiliki kemampuan awal yang sama, karena kedua kelompok tersebut belum mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Kemudian kedua kelompok tersebut diberi perlakuan yang berbeda melalui proses pembelajaran dengan penerapan teknik yang berbeda, dilakukan untuk melihat kemampuan akhir kedua kelompok. Sesuai

dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu “Hasil

belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran IMPROVE

berbasis multimedia interaktif yang mengacu pada Intrapersonal Intelligences lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional”.

a. Uji Normalitas

Pengujian hipotesis dilakukan setelah dilakukannya pengujian normalitas data. Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui pengujian statistik mana yang akan digunakan. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan pada data skor tes awal, tes akhir dan gain pada kelompok eksperimen dan kontrol. Dalam uji normalitas ini digunakan uji chi-kuadrat dengan taraf signifikansi 1%. Jika data bersdistribusi normal, maka uji statistik parametrik yang digunakan, namun jika data tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji statistik non-parametrik yang digunakan. Adapun langkah-langkah perhitungannya sebagai berikut:

1. Menemukan rentang data (R), (Sudjana, 2005:91):

…….……..(6)

2. Menentukan banyaknya kelas interval dengan menggunakan aturan Struges (Sudjana, 2005:47), yaitu:

…...(7)

Keterangan: n = jumlah siswa

rentang = data terbesar – data terkecil

3. Menentukan rentang interval (p), (Sudjana, 2005:47):

………..….(8)

4. Membuat daftar distribusi frekuensi berdasarkan rentang data, jumlah kelas, dan rentang interval yang telah ditentukan.

5. Menghitung nilai varians (S2), (Sudjana, 2005:95):

………….(9)

Keterangan: = rata-rata

= nilai ujian (skor)

= frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian n = jumlah siswa

6. Membuat tabel distribusi harga yang diperlukan dalam Chi-Kuadrat

7. Menentukan batas atas dan batas bawah setiap kelas interval. Batas atas diperoleh dari ujung kelas atas ditambah 0,5 sedangkan batas bawah diperoleh dari ujung kelas bawah dikurangi 0,5.

8. Menghitung z skor batas nyata masing-masing kelas interval dengan menggunakan rumus (Sudjana, 2005:138):

……...…. (10)

Keterangan : X = batas nyata

µ = parameter rata-rata untuk distribusi

9. Menentukan frekuensi ekspetasi (Ei) dengan rumus (Sudjana, 2005:293): ……...…. (11) Keterangan: Ei =frekuensi ekspetasi n = jumlah siswa

I = luas kelas interval

10.Menentukan harga Chi-Kuadrat (x2), (Sudjana, 2005:273):

……...…. (12) Keterangan: �2 = Chi kuadrat Oi = frekuensi observasi Ei = frekuensi ekspetasi 11.Penentuan normalitas

Kriteria pengujian normalitas adalah data berdistribusi normal bila x2hitung < x2tabel dengan derajat kebebasan (dk=kelas interval-3), dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal maka untuk pengolahan data selanjutnya dapat menggunakan statistic parametrik. Tetapi, jika x2hitung >

x2tabel data tidak berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas varians dilakukan untuk mengetahui apakah kedua sampel yang diambil yaitu kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai varians yang homogen atau tidak. Untuk menguji homogenitas digunakan uji Levene dengan taraf signifikansi 1%, dengan rumus dalam Sudjana (2005:205):

………… (13) Kriteria pengujian jika:

Fhitung < Ftabel = data skor kedua kelompok homogen

Fhitung > Ftabel = data skor kedua kelompok tidak homogen

c.Uji perbedaan dua rata-rata

Uji perbedaan dua rata-rata dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata (mean) secara signifikan antara dua populasi dengan melihat rata-rata dua sampelnya. Jika data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen maka pengujiannya dilakukan dengan uji t. Uji t dilakukan untuk dapat mengambil kesimpulan dalam penerimaan hipotesis penelitian. Terdapat dua rumus t-test yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen, yaitu sebagai berikut:

1. Separated Varians, (Sudjana, 2005:239) :

……...…. (14)

2. Polled Varians, (Sugiyono, 2011:138) :

……… (15) Akan tetapi, untuk bisa menghitung t dengan rumus Separated Varians, diperlukan s2 yaitu dengan menggunakan rumus dalam Sudjana (2005:239):

……...…. (16)

Terdapat beberapa pertimbangan dalam memilih rumus t-test

a. Apakah dua rata-rata itu berasal dari dua sampel yang jumlahnya sama atau tidak ?

b. Apakah varians data dari dua sampel itu homogen atau tidak? Untuk menjawab itu perlu pengujian homogenitas varians. Berdasarkan dua hal tersebut di atas, maka berikut ini diberikan petunjuk untuk memilih rumus t-test.

(a) Bila jumlah anggota sampel n1 = n2 dan varians homogen (=

σ22), maka dapat digunakan rumus t-test, baik untuk separated maupun polled varians. Untuk mengetahui t tabel digunakan dk yang besarnya dk = n1+ n2 - 2.

(b) Bila n1 ≠ n2, varians homogen (= σ22) dapat digunakan t-test

dengan polled varians. Besarnya dk = n1+ n2 – 2.

(c) Bila n1 = n2, varians tidak homogen (≠ σ22) dapat digunakan rumus separated maupun polled varians, dengan dk = n1 – 1 atau dk = n2 -1. Jadi derajat kebebasan (dk) bukan n1+ n2 – 2 (Phopan, 1973).

(d) Bila n1 ≠ n2 dan varians tidak homogen (≠ σ22). Untuk ini digunakan rumus separated varians. Harga t sebagai pengganti harga t tabel dihitung dari selisih harga t tabel dengan dk = n1 – 1 dan dk = n2 -1, dibagi dua dan kemudian ditambah dengan harga t yang terkecil.

Sesuai dengan kriteria pengujian, untuk uji hipotesis pre test, jika -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel, maka H0 diterima yang berarti kemampuan pemecahan masalah kedua kelompok sama. Namun, untuk uji hipotesis post test, jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

3. Analisis Data Indeks Gain

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode pembelajaran IMPROVE berbasis multimedia interaktif yang mengacu pada Intrapersonal Intelligences dan yang mendapatkan

pembelajaran konvensional. Selain itu, uji gain ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Untuk perhitungan nilai gain yang dinormalisasi dan pengklasifikasiannya akan digunakan dari Meltzer (2002:1260) sebagai berikut:

……….(17) Hasil perhitungan diinterprestasikan dengan menggunakan gain ternomalisasi dengan klasifikasi sebagai berikut:

Tabel 3.5 Kriteria Indeks Gain

Indeks Gain Kriteria

g > 0,70 Tinggi

0,30 < g ≤ 0,70 Sedang

g ≤ 0,30 Rendah

(Hake, 1998:2)

3.6.2Data Kualitatif

Dalam penelitian ini, data kualitatif yang digunakan adalah data dari lembar observasi dan angket. Untuk menghitung lembar observasi dan angket digunakan penilaian menggunakan skala Likert.

Dalam lembar observasi, skala ini disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh dua respon yang menunjukan tingkatan. Jawaban setiap instrument yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif.

Sedangkan untuk angket, skala ini disusun dalam bentuk suatu pernyataan positif dan negatif yang diikuti oleh empat respon yang menunjukan tingkatan penilaian. Peningkatan indikator intrapersonal intelligences dapat dilihat dari hasil perhitungan skor total dari beberapa pernyataan di setiap indikatornya.

Untuk menghitung presentasi skor rata-rata data yang dihimpun dapat digunakan rumus berikut:

….. (18)

3.7 Multimedia Pembelajaran

Dokumen terkait