BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diukur. Terdiri dari variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah “Bimbingan rohani” sedangkan variabel terikatnya yaitu “ kemampuan komunikasi antarpribadi”.
2. Definisi Konseptual Variabel
Berdasarkan kajian pustaka yang dipaparkan pada BAB II, maka definisi konseptual untuk variabel bimbingan rohani (X) adalah hubungan tetap antara dua orang di mana yang satu mencari pengaruh dari yang lain dalam perkembangan hidup rohani. Pengaruh itu ditujukan kepada kedewasaan rohani yaitu kepada kedewasaan pribadi di mana orang dapat dengan sadar dan bebas melaksanakan diri menurut nilai-nilai manusiawi yang sekaligus menjadi norma dan daya penarik baginya. Nilai dan norma itu tidak dipelajari secara teoritis tetapi dalam hubungan pribadi dengan pembimbing.
Definisi konseptual untuk kemampuan komunikasi antarpribadi (Y) yaitu interaksi tatap muka antar dua orang atau lebih, di mana pengirim pesan (komunikator) dapat menyampaikan pesan dan penerima pesan dapat menerima
dan menanggapi pesan. Dewasa ini orang-orang berkomunikasi melalui media misalnya media cetak, media visual, media auditif maupun media audio-visual.
2. Definisi Operasional Variabel a. Bimbingan Rohani
Bimbingan rohani yang dilaksanakan dalam pembinaan religius adalah merupakan perjumpaan pribadi antara pembimbing dan terbimbing secara rutin dan intensif dalam sharing pengalaman serta mengolah pengalaman itu adapun maksud bimbingan rohani ini adalah supaya terbimbing mencapai kedewasaan manusiawi maupun spiritual.
b. Kemampuan Komunikasi Antarpribadi
Kemampuan komunikasi antarpribadi adalah keterampilan di mana seseorang dapat menerima dan mengirim pesan secara tepat dan jelas, maka orang-orang yang berkomunikasi diandaikan memiliki kesamaan paham dan pengetahuan akan sesuatu hal sehingga interaksi di antara mereka dikatakan komunikatif dan menghasilkan umpan balik yang tepat.
4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Instrumen yang didistribusikan kepada para suster yunior dan para suster kaul kekal usia lima tahun dalam Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia Pematangsiantar. Instrumen yang didistribusikan kepada para suster
yunior dan kaul kekal usia lima tahun Pematangsiantar sebagai sampel sekaligus populasi penelitian.
5. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah skala diferensial semantik. Skala diferensial semantik atau skala perbandingan semantik berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub) untuk mengungkapkan indikator dari variabel bebas dan variabel terikat (Riduwan, 2010: 92). Instrumen ini bersifat tertutup, artinya jawaban untuk pernyataan sudah disediakan pada kolom jawaban. Responden tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang sesuai.
Instrumen skala diferensial semantik meliputi pertanyaan dan pernyataan tertulis mengenai bimbingan rohani (X) dan kemampuan komunikasi antarpribadi (Y). Adapun rincian pernyataan setiap variabel sebanyak 30 pernyataan. Terdapat satu alternatif jawaban pada pernyataan variabel x dan y pada skala diferensial semantik, yaitu; selalu- tidak pernahdengan bobot nilai berjenjang yaitu; 5,4,2,1. Kecuali item, 40,47 yang berisi pernyataan negatif (unfavorable) sehingga penilaiannya dibalik yaitu; 1, 2, 4, 5. Jadi nilai maksimum yang dapat diperoleh tiap item pernyataan adalah 5 poin, dan terendah 1 poin.
Tabel 2: Skor alternatif variabel Skor Alternatif jawaban Skor
6. Kisi-kisi Instrumen
Tabel 3
Kisi-Kisi Instrumen Variabel Bimbingan Rohani
No Sub Variabel Indikator Item
Soal
Jumlah Soal 1. Pembimbing Mampu mendengarkan. 2
1-7
Mampu berdialog. 1
Mampu menangkap bahasa nonverbal.
2 Mampu menangkap karya Roh dalam jiwa terbimbing.
2 2. Proses Ada jadwal yang teratur dan
rutin untuk bimbingan rohani. 2
8-19 Menggunakan metode yang
mendukung proses bimbingan rohani.
1 Menggunakan sarana yang
mendukung bimbingan rohani. 1 Menggunakan langkah - langkah dalam bimbingan yakni bagian pembuka, inti dan penutup
5 Menggunakan model-model
bimbingan yakni informatif, kebapaan/keibuan serta model persahabatan.
3
3. Terbimbing Memiliki kerinduan untuk
berkembang secara rohani. 1
20-25 Melakukan latihan rohani.
3 Terbuka dan jujur kepada
pembimbing. 2
4. Tujuan Menunjukkan tanda-tanda rohani
dari terbimbing. 4 26-30
Tanda-tanda rohani dari pengamatan pembimbing.
1
Tabel 4
Kisi-Kisi Instrumen Variabel Kemampuan komunikasi antarpribadi.
No. Sub Variabel Indikator Item
Soal No Item 1. Menerima
pesan.
Memahami latar belakang lawan bicara.
2 31-38 Menangkap bahasa verbal dan
nonverbal dari lawan bicara dengan tepat dan benar.
5
Memberikan tanggapan dengan tepat. 1 2 Menyampaikan Pesan. Menunjukkan Integritas 3 39-48 Menunjukkan komitmen. 2
Menyampaikan pesan dengan medium yang tepat. 5
3 Suasana Penuh persahabatan. 4 49-60
Terbuka. 5 Memperhatikan tempat dan
waktu yang tepat.
3
Jumlah Total 30
Butir yang didistribusikan kepada responden untuk diisi berjumlah 60 eksemplar. Eksemplar yang kembali tiga minggu berikutnya sejumlah 60 eksemplar. Keseluruhan instrumen memiliki jawaban yang lengkap sehingga layak untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut.
7. Pengembangan Instrumen a. Uji Coba Terpakai
Uji coba instrumen ini bersifat ujicoba terpakai dalam arti peneliti hanya satu kali menyebarkan instrumen untuk dipakai dalam mengumpulkan data
penelitian. Butir instrumen yang sudah diisi oleh responden akan diuji tingkat validitas dan reliabilitas rendah akan dibuang dan tidak dipakai dalam analisa data. Sedangkan yang memenuhi syarat dalam uji validitas dan reliabilitas akan dipakai untuk menguji hipotesis.
b. Uji Validitas
Suatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan informasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Oleh karena itu agar kesimpulan tidak keliru dan tidak memberikan gambaran yang jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya diperlukan uji validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian.
Menurut Hadi (1990: 102) validitas adalah seberapa jauh alat ukur dapat mengungkap dengan benar gejala atau sebagian gejala yang hendak diukur, artinya tes tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam uji coba terpakai menggunakan validitas butir dengan taraf signifikansi 0,05 dengan N 60 orang, maka butir yang memiliki koefisien korelasi lebih besar atau sama dengan 0,254 dianggap valid dan layak digunakan dalam penelitian ini. Uji validitas dalam penelitian ini perhitungan dibantu dengan program SPSS 16.0 for windows.
Hasil validitas butir pada bimbingan rohani dari 30 soal yang di uji terdapat rentang hasil validitas yang di peroleh adalah 0,41 - 0,75. Semua soal valid dengan demikian 30 soal tersebut layak di analisis kebih lanjut
Pada variabel kemampuan komunikasi antarpribadi, nilai hasil uji validitas, memiliki rentang dari 0,03-0,66. Dari 30 soal terdapat satu butir soal yang tidak valid karena memiliki nilai kurang dari 0,240 yaitu nomor 43 (0,03). Dengan demikian terdapat 29 butir soal pada variabel kemampuan komunikasi antarpribadi yang dinyatakan valid dan layak untuk dianalisis lebih lanjut.
c. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk mendapatkan tingkat ketepatan alat pengumpul data yang digunakan (Riduwan, 2010: 213). Uji reliabilitas dalam penelitian ini mengukur konsistensi internal, yaitu apakah item-item dari skala yang dipakai berhubungan satu dengan yang lainnya. Besar koefisien reliabilitas berkisar antara 0,00 sampai dengan 1.00. Jika koefisien semakin mendekati 1.00 maka hasil pengukuran mendekati taraf sempurna. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan tehnik formula Alpha Cronbach menggunakan program SPSS 16.0 for windows.
8. Deskripsi Data
Analisis deskriptif dilakukan untuk memperoleh nilai rata-rata variabel dengan mengklasifikasikan data variabel menurut tingkat tertentu, Deskripsi data
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
tersebut meliputi rata-rata (mean), standar deviasi, rentang skor (range), skor minimun dan maksimum, nilai yang sering muncul (modus), skor total (sum) dan frekuensi dari skala yang digunakan dalam penelitian ini. Deskripsi data tersebut berdasarkan kategori dari setiap variabel.
a. Bimbingan rohani
Penentuan kategori butir ini ditentukan dengan rumus sebagai berikut: Keterangan:
Smak : skor maksimal Smin : skor minimal
N : rentang skala tiap item instrumen
Dari 30 butir dengan skala 1-5 dari instrumen yang ada diperoleh skor tertinggi adalah 150, skor terendah adalah 30, sedangkan interval adalah 5
Maka: 150– 30 = 24 5
Tabel 6. Kriteria kategori variabel X
Kategori Interval
Sangat Baik 127-150
Baik 103-126
Kurang baik 79-102
Tidak baik 55-78
Sangat tidak baik 30-54
Smak - Smin
b. Kemampuan Komunikasi Antarpribadi
Dari 29 butir dengan skala 1-5 dari instrumen yang ada, diperoleh skor tertinggi adalah 145, skor terendah adalah 29, sedangkan interval adalah 5
Maka: 145– 29 = 23 5
Tabel 7. Kriteria kategori variabel Y
Kategori Interval Sangat Baik 123-145 Baik 100-122 Cukup 77-99 Kurang 54-76 Sangat kurang 29-53