BAB II KAJIAN TEORI
B. Komponen Novel Grafis
4. Teknik
Untuk memahami sebuah representasi bentuk visual ada baiknya perlu mengenal tentang aliran-aliran serta estetika dalam seni rupa. Hal tersebut menjadi faktor yang nantinya menentukan seberapa besar sebuah cita rasa karya asli Indonesia terasa dalam novel garafis.
a. Gaya Gambar Komik dan Novel Grafis.
Dalam pembuatan karya novel grafis teknik gambar akan menjadi sebuah faktor penilaian pasar, sehingga perlu di perhatikan kesesuaian pemakaian teknik gambar yang tepat sehingga produk novel grafis tetap dipandang sebagai sebuah bentuk novel grafis dan bukan komik. Meskipun tidak ingin disebut sebagai sebuah bentuk komik gaya gambar yang berpengaruh tentu saja masih berhubungan dengan cergam atau pun komik, teknik dalam komik atau cergam yang dapat membantu dalam pembuatan karya novel grafis adalah sebagai berikut :
commit to user
1) Teknik realis, atau gambar yang menyerupai bentuk aslinya, kebanyakan digunakan oleh komik-komik dan novel grafis buatan Amerika dan Cina.
2) Teknik kartun, dalam bahasa inggris kartun berarti lucu. Gambar ini menampilkan obyek jauh dari sebenarnya atau tidak nyata. Teknik kartun ini banyak digunakan pada :
a) Komik Eropa atau kartun Eropa
b) Komik Jepang dengan bentuk kartun yang biasa disebut manga c) Komik Korea yang biasa disebut manhwa
Untuk gaya komik Jepang dan Korea kartun dimodifikasi dengan bentuk yang mendekati realis, sehingga timbul gaya semi realis yang banyak digunakan oleh komikus sekarang.
b. Sketsa
Skets, menurut H.W Fowler dalam “ The Oxford Dictionary” berasal dari bahasa latin Skhedies extrempore yang berarti “begitu saja tanpa persiapan”. Sedangkan menurut Peter dan Linda Murray, Sketsa adalah
merupakan rancangan kasar dari suatu komposisi atau sebagian dari komposisi, dibuat sebagai pemuasan pribadi si seniman terhadap skala, komposisi sinar, dan sebagainya yang merupakan percobaan untuk suatu karya dengan skala sesungguhnya, tetapi hal tersebut harus benar-benar diketahui atau dikenal lewat studi (Suatmadji, 2000: 5). Sketsa merupakan awal dari sebuah goresan kasar sebagai model permulaan dari ide pemikiran si pembuat gambar.
commit to user
c. Tipografidan Balon Kata
Tipografi merupakan jenis gaya atau tipe huruf. Huruf adalah bagian terkecil dari sebuah kata. Sedangkan kata adalah sebagian kecil dari sebuah gagasan. Sebuah gagasan yang baik dan telah tersusun lewat pemilihan kata yang menarik bisa saja berakhir sia-sia karena kegagalan dalam pemlihan huruf. R.C Harvey, seorang sarjana komik menyatakan bahwa kombinasi berseni dari kata dan gambar terliput dalam semua definisi tentang komik, yang tentu saja hal tersebut berhubungan juga dengan karya novel grafis yang merupakan produk sastra dan seni rupa. Secara garis besar huruf-huruf digolongkan menjadi:
1) Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku.
a) Serif, dengan ciri memiliki serif di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, serif juga memudahkan saat huruf diukir ke batu. b) Egyptian, atau populer dengan sebutan slab serif. Cirinya adalah
kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.
c) Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
commit to user
2) Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
3) Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Kata menunjukan perasaan, sensasi, dan konsep abstrak yang tidak bias ditunjukan lewat gambar, berhubungan langsung dengan rasa dan nuansa suara manusia. Ketika kata dan gambar bergantung mereka menciptakan gagasan dan sensasi baru.
Kedinamisan gambar dan kata haruslah seimbang dan bekerja sama menjalin cerita. Biasanya dalam cerita bergambar kata dipadukan secara grafis dalam balon dialog atau kata. Balon kata disebut sebagai “alat putus asa” ; sebuah usaha” menangkap dan menampilkan elemen yang sangat halus, yaitu suara”. ( Will Eisner, 1985: 73) Balon kata tidak ada dalam
dunia nyata, namun pada komik balon kata mengapung seperti objek fisik. Balon kata umumnya berbentuk bulat atau lonjong. Beberapa menanggapi paradoks ini dengan mengurangi tampilan fisik balon menggunakan garis batas tipis atau bahkan tanpa garis. Sementara yang lain menerima balon kata dan menampilkannya dalam bentuk yang lebih bebas dan berinteraksi dengan gambar lain. (Scott McCloud, 2008: 142) Untuk menyampaikan emosi tertentu, bentuknya dapat lebih variatif lagi.
commit to user
d. Layout
Layout merupakan pengaturan untuk menempatkan berbagai unsur komposisi, misalnya huruf teks, garis, objek, gambar, dan sebagainya. Dalam layout dibagi menjadi tiga bagian:
1) Layout buku, yaitu pembagian adegan dalam sebuah buku yang disesuaikan dengan tema cerita atau alur cerita dan jumlah halaman keseluruhan.
2) Layout halaman, yaitu pembagian atau penempatan adegan cerita yang sesuai dengan alur cerita dalam satu halaman.
3) Layout panel, yaitu penempatan suatu adegan cerita dalam sebuah panel yang disesuaikan dengan plot cerita.
e. Panel
Panel adalah kotak tempat gambar diletakan. Biasanya dalam satu halaman komik terdapat beberapa panel sekaligus, namun tidak serupa dengan novel grafis yang lebih bebas dan terkadang lebih sedikit panel dalam satu halaman. Umumnya bentuk panel adalah segi empat, namun sering kali ditemukan berbagai macan variasibentuk panel. (Esvandiari Sant, 2005: 4) oleh karena buku dalam bahasa Indonesia dibaca dari kiri ke
kanan, maka arah pembuatan panel akan mengikuti huruf “Z”.
f. Closure
Closure adalah fenomena mengamati bagian-bagian dengan
memandangnya sebagai keseluruhan. Closure berfungsi sebagai penyambung cerita yang terjadi antar panel dalam sebuah cerita
commit to user
bergambar, akan saling mendukung dan tersusun menjadi satu kisah yang utuh. Beberapa closure merupakan tindakan yang disengaja oleh si pencerita untuk menciptakan ketegangan atau tantangan pada penonton. Beberapa golongan closure adalah sebagai berikut :
1) Waktu ke waktu
Peralihan ini merupakan closure yang sangat sedikit. 2) Aksi ke aksi
Peralihan satu subjek dalam suatu proses 3) Subjek ke subjek
Peralihan dala satu adegan atau gagasan yang memerlukan keikutsertaan pembaca agar peralihan tersebut bermakna.
4) Adegan ke adegan
Peralihan ini membawa kita melintasi ruang dan waktu. Peralihan jenis ini sering diperlukan pemikiran deduktif.
5) Aspek ke aspek
Peralihan ini tak mengenal waktu dan mengatur pandangan yang mengembang terhadap aspek tempat, gagasan, dan suasana hati yang berbeda. Peralihan ini tidak bertindak sebagai jembatan peristiwa yang terpisah, melainkan pembaca harus merangkai pecahan-pecahan peristiwa yang tersebar menjadi tunggal.
6) Non sequitur
Peralihan ini tidak menunjukan hubungan yang logis antara panelnya. Makin kuat closure antara panel, intepretasi pembaca pun makin
commit to user
elastis. Dengan memperlihatkan sedikit atau tidak sama sekali suatu peristiwa, dan hanya memberi petunjuk kepada pembaca, pencerita dapat membangkitkan imajinasi pembaca.
g. Warna
Warna merupakan komponen yang penting untuk mewujudkan atau menciptakan suasana yang diinginkan. Pewarnaan dalam sebuah cerita yang bergambar akan membantu memberi narasi tentang situasi yang sedang terjadi, suasana hati, serta momen yang ingin ditampilkan.
Perlu diperhatikan ketika memberi pewarnaan dalam cerita bergambar harus disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan, karena warna memiliki suasana yang berbeda-beda. beberapa contoh suasana wana yang mewakilinya:
1) Warna hangat (merah, orange) ; suasana panas dan kuat. 2) Warna Sejuk (biru, hijau) ; suasana dingin dan tenang.
3) Warna terang (warna dengan tambahan putih di dalamnya) ; suasana cerah dan kebebasan.
4) Warna gelap (warna dengan tambahan hitam di dalamnya) ; suasana suram dan mistik.
5) Warna-warni (full color) ; suasana kegembiraan dan keceriaan. Komposisi warna harus direncanakan dengan matang, sebab komposisi warna menentukan tamoilan keseluruhan dari pesan yang ingin disampaikan. Dalam cerita bergambar terdapat dua macam gaya pewarnaan, yaitu:
commit to user
1) Style datar, seperti pada film kartun Jepang (Anime). Ini merupakan teknik basic, meskipun demikian tetap perlu diperhatikan pengetahuan dan pemahaman tentang bayangan cahaya. Untuk membuat gabar tampak tiga dimensi digunakan warna gelap dan terang. Semakin banyak warna yang digunakan gambar akan semakin hidup.
2) Realistic Style, yaitu dimana komikus membuat gambar tampak hidup dan mendekati kenyataan. Biasanya colorist akan banyak memakai piranti air brush dan paint brush untuk hasil yang lebih detail.