• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: METODE PENELITIAN

3.7 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk memeriksa keabsahan data.

Menurut (dalam Moleong, 2006: 78). Teknik untuk mengukur tingkat kepercayaan data penelitian ini dilakukan denga beberapa cara, yaitu :

1. Ketekunan Pengamatan

Peneliti mengamati dan mencermati secara lebih mendalam semua aspek yang diteliti, semua data yang diperoleh, dan wawancara yang dilakukan. Pengamatan didasarkan pada fokus penelitian ini.

Sehingga setiap proses yang dilakukan dapat dilihat kredibilitasnya.

Ini sangat membantu terhadap keterbatasan waktu penelitian ini.

2. Triangulasi Data

Untuk mengecek kebenaran data dengan membandingkan data dari sumber lain. Untuk mengecek kebenaran informasi, dilakukan wawancara dengan subyek yang diteliti.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

Hasil dan pembahasan dalam penelitian kualitatif agak sulit untuk dibedakan dan dipisahkan, karena sifat dari informasi yang diperoleh, maka bagian hasil dan bagian pembahasan disatukan. Ada tiga pembahasan dalam penelitian ini yaitu bagaimana peneliti mencari tau seberapa besar pengaruh komunikasi visual mural terhadap minat kunjung di kafe Bangi Kopi.

Pengambilan data dengan wawancara mendalam ini dilakukan guna menghasilkan informasi yang memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi dan dapat menggambarkan informasi yang sesungguhnya terjadi di pada kafe Bangi Kopi.

Proses yang dilakukan peneliti adalah dengan melakukan observasi terhadap tempat penelitian, mengamati pengunjung serta mengamati apa saja yang ada didalam kafe Bangi Kopi agar hasil dari penelitian lebih akurat dalam penelitian ini, serta mencari tahu aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung.

Berikut penjelasan mengenai tiga pembahasan cara peneliti melakukan penelitian kualitatif yang dilakukan pada kafe Bangi Kopi di jalan Ir. Juanda nomor 45 Medan.

1. Observasi

Tahap awal sebelum peneliti memutuskan untuk mewawancarai seseorang atau informan, lalu melakukan observasi. Dengan adanya observasi membuat peneliti lebih mengetahui objek yang akan diteliti, baik dari informan pengunjung, pihak pengelola kafe Bangi Kopi serta kondisi pada kafe Bangi Kopi itu sendiri. Observasi ini dilakukan peneliti dengan mendatangi langsung tempat yang akan di teliti, selanjutnya dengan adanya persetujuan yang telah di koordinasikan oleh pihak Bangi Kopi. Dengan adanya persetujuan yang telah dikonfirmasi oleh pihak pengelola kafe Bangi Kopi peneliti kembali melanjutkan penelitian. Setelah mendapatkan waktu yang telah di

tentukan, peneliti melakukan wawancara kepada informan yang sedang berkunjung pada kafe Bangi Kopi serta pihak pengelola kafe Bangi Kopi.

2. Wawancara

Wawancara merupakan bagian dari teknik yang peneliti gunakan di dalam penelitian, hal ini peneliti anggap sebagai keadaan dimana informasi diperoleh dengan melanjutkan teknik pengamatan yaitu wawancara atau dengan memberikan pertanyaan kepada informan guna menghasilkan informasi yang mampu menjawab permasalahan di dalam penelitian ini. Pada tahapan ini peneliti dalam menghimpun data ialah melakukan wawancara tahap selanjutnya melakukan wawancara . Pelaksanaan wawancara mendalam ditujukan kepada pengunjung kafe Bangi Kopi, pihak pengelola kafe Bangi Kopi, serta tokoh- tokoh yang dianggap penting dalam penelitian ini, seperti seniman mural kota Medan dan pemerhati ruang dan desain arsitektur.

Pelaksanaan wawancara mendalam dilakukan untuk menambah data-data yang telah didapatkan sebelumnya melalui observasi.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan bagian yang tidak terlepas dari teknik yang dijalankan di dalam penelitian ini seperti observasi dan wawancara.

Dokumentasi sendiri berperan sebagai penguat informasi dari hasil wawancara ataupun dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama penelitian berlangsung dari awal hingga diakhir penelitian.

Informasi yang peneliti peroleh dari dokumentasi merupakan penggambaran dari apa yang peneliti amati, telusuri, dan didapatkan secara sengaja guna mendokumentasikan perjalanan penelitian seperti diantaranya foto dari lokasi penelitan, foto dari informan yang teridentifikasi, foto kegiatan – kegiatan pada kafe Bangi Kopi.

4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1.1 Alamat Instansi

Bisnis kuliner saat ini terus berkembang. Setiap saat ada saja pemain baru meramaikan bisnis kuliner ini. Bahkan, tak sedikit pemain asing turut meramaikannya. Banyak dari mereka juga gencar menawarkan waralaba atau kemitraan. Salah satunya Bangi Kopitiam asal Malaysia.

Bangi Kopi dijalan Ir.Juanda merupakan salah satu cabang dari Bangi Kopitiam. Kafe Bangi Kopi sebuah tempat makan yang memadukan konsep kedai kopi dan restoran yang bersuasana heritage serta menggunakan seni kontemporer mural pada dinding ruanganya menambah kesan klasik dan nyentrik.

4.1.1.2 Sejarah Instansi

Bangi Kopitiam merupakan usaha bisnis kuliner yang terbesar di Asia ini aslinya berasal dari Malaysia. Usaha yang berdiri tahun 2006 ini resmi masuk Indonesia tahun 2011 lalu. Sampai hari ini, terdapat 34 cabang Bangi Kopi Tiam di seluruh Indonesia. Di antaranya ada di Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Surabaya, Cirebon, Lampung, Medan, dan Makassar. "Tiga cabang di antaranya milik kantor pusat," kata Peter Halim, Director Of Franchise Bangi Kopitiam Indonesia.Setidaknya ada 100 menu makanan dan 100 menu minuman yang dijual di tempat ini.

Menu makanan itu terdiri dari cuttle fish nasi lemak, reddish chicken whiterice, chicken chop rice, dan mak teh dagang rice. Sementara minumannya ada icemilo, aunty yee ice white coffee, dan chilled coffee special. Menu makanan di tempat ini dibanderol mulai harga Rp 20.000 - Rp 30.000 per porsi. Sementara minuman mulai Rp 10.000 - Rp 20.000 per gelas. Bangi juga menyediakan makanan ringan berupa aneka olahan roti yang dibanderol seharga mulai Rp 10.000 - Rp 20.000 per porsi. Peter bilang, meskipun dari Malaysia, sekitar 90% bahan baku yang digunakan

Bangi Indonesia sudah diproduksi di dalam negeri. Bahkan, ia mengklaim, kualitas makanan dan minuman Bangi Indonesia lebih baik ketimbang induknya di Negeri Jiran.

Bagi yang berminat menjadi mitra, Bangi Kopitiam menawarkan satu paket waralaba dengan investasi Rp 1,4 miliar. Investasi itu sudah termasuk kontrak kerjasama lima tahun, perlengkapan restoran seperti meja dan kursi, peralatan masak, izin usaha, dan lain-lain. Mitra hanya perlu menyiapkan tempat seluas 200 meter persegi. Mitra juga masih harus menyiapkan biaya lagi buat renovasi tempat dan bahan baku awal. Peter memperkirakan, mitra Bangi Kopitiam bisa meraup omzet sekitar Rp 300 juta per bulan, dengan profit di atas 20%. Syaratnya, mitra harus mencari lokasi yang strategis. Menurutnya, lokasi ini sangat mempengaruhi kunjungan jumlah pelanggan. Dengan royalty fee 5% dari omzet bulanan, Peter menjanjikan mitra akan balik modal dalam waktu kurang lebih dua tahun setelah beroperasi.

Valentino Dinsi, wakil ketua Asosiasi Waralaba Indonesia mengatakan, bisnis kopitiam merupakan bisnis lifestyle. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila tertarik untuk menjalankan usaha kopitiam ini. Di antaranya adalah menentukan segmen pasar yang ingin dibidik.

Lokasi usaha dan konsep kafe harus disesuaikan dengan segmen pasar tersebut. Menurut Valentino, kompetitor utama bisnis kopitiam adalah Starbucks, kedai kopi asal Amerika Serikat. Produk yang ditawarkan tergolong hampir sama. Makanya, ia menyarankan, Bangi Kopi melakukan diferensiasi agar tidak kalah saing dengan kafe-kafe lain.

4.1.1.3 Visi dan Misi Instansi

Adanya visi dan misi yang dibuat oleh instansi/perusahan merupakan syarat wajib bagi suatu instansi/perusahan seperti bisnis kuliner Bangi Kopitiam. Setiap instansi/perusahan memiliki visi dan misi yang berbeda – beda, semua tergantung dengan tujuan yang akan dicapai oleh bisnis kuliner masing – masing.

Biasanya visi dan misi dan misi dibuat saat instansi/perusahan akan dibangun, karena visi dan misi merupakan landasan dasar dari suatu instansi/perusahan. Oleh karena itu visi dan misi merupakan pernanan penting bagi instansi/perusahan seperti Bangi Kopitiam ini.

Visi

Perusahan bisnis kuliner Bangi Kopitiam menjadi perusahan bisnis kuliner terbesar di Asia.

Misi

1. Memperkenalkan makanan kuliner Malaysia/Melayu ke Indonesia

2. Tidak memandang ras dalam berkumpul, Kopitiam tidaklah asing bagi Asia

3. Menciptakan tempat beristarahat bernuansakan rumah klasik

4.1.1.4 Logo Bangi Kopi

Gambar 4.1 : Logo Bangi Kopi Sumber : https://www.bangikopitiam.com/

1. Tulisan Bangi Kopi

Bangi Kopi Tiam mempunyai arti tempat minum kopi berasal dari bahasa Malaysia, dan sebagian menu makanannya berasal dari Malaysia.

2. Logo Cangkir

Gambar cangkir yang merupakan bagian logo Bangi Kopitiam yang berada di sebelah kanan memiliki arti bahwa Bangi Kopitiam merupakan tempat minum kopi.

3. Tulisan kecil Let’s eat together – gether

Adapun hal penyampaian pesan dalam logo Bangi Kopitiam yang bertuliskan Lets eat together – gether diambil dari arti sebuah foto yang bingkai besar didalamnya terdapat enam orang dewasa

berkumpul diantaranya lima orang lelaki dan satu perempuan yang yang selalu ada dimanapun otlet – outlet resmi Bangi Kopitiam.

Terdapat tulisan “Muhibbah” yang memiliki arti kebersamaan atau perkumpulan yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya dan agama yang berbeda – berda berkumpul bersama. Dan istilah itu merupakan cikal bakal dari slogan “ Bangi Kopitiam Lets Eat Together – Eether “ yang memiliki arti mari makan bersama – sama.

Gambar 4.2 : Foto Muhibbah Sumber : https://www.bangikopitiam.com/

4.1.4.5 Instagram Kafe Bangi Kopi

Gambar 4.3 : Instagram Bangi Kopi

Sumber : https://www.instagram.com/bangijuanda/?hl=en

Media sosial memiliki peran penting terhadap berkembangnya suatu bisnis kuliner, oleh karena itu kafe Bangi Kopi juga memanfaatkan media sosial instagram sebagai media promosi kreatif untuk berinteraksi serta memberikan informasi mengenai kafe Bangi Kopi, serta memberikan alamat lengkap dan kontak nomor telepon yang siap untuk melayani.

Penggunaan media sosial sangat berpengaruh terhadap promosi bisnis dalam konteks untuk memberitahukan identitas, Hal ini telihat jelas dalam akun instagram yang dikelola oleh pihak kafe Bangi Kopi, terlihat jelas bahwa Instagram Bangi Kopi aktif memberikan informasi nya, instagram Bangi Kopi /@BangiJuanda yang sudah dibuat sejak bulan Februari 2017 ini sudah melakukan postingan sebanyak 772 postingan foto, Serta memiliki pengikut 902 dan mengikuti 7.448 orang dalam instagram.

4.1.2 Proses Penelitian

Proses penelitian ini dimulai sejak bulan Agustus 2017 tahun sebelumnya. Peneliti melakukan observasi langsung kekafe Bangi Kopi untuk mengamati aktivitas pengunjung serta memperhatikan setiap dinding yang memiliki mural dan lebih mendekatkan peneliti kepada informan agar wawancara dapat dilakukan. Penelitian memiliki kendala disaat pertama kali meminta izin untuk melakukan penelitian dikafe Bangi Kopi. Hal ini terlihat jelas ketika peneliti mencoba untuk mendapatkan informasi mengenai data pengunjung dan meminta sedikit cerita dibalik Bangi Kopi dijalan Juanda kota Medan.

Kecurigaaan pihak pengelola terhadap peneliti dikarenakan takut terjadinya salah paham untuk persaingan bisnis kuliner. Pihak pengelola mengira peniliti akan memberikan dampak buruk terhadap kafe Bangi Kopi.

Setelah peneliti menjelaskan maksud dan tujuan melakukan penelitian, pihak pengelola Bangi Kopi memberikan informasi mengenai daftar pengunjung setiap hari nya.

Proses penelitian ini berlangsung cukup lama. Peneliti sangat banyak membuang waktu untuk melakukan penelitian, banyak kesalahan penyusunan

dan pengetikan serta metode dan teori yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti juga harus membagi waktu antara mengerjakan penelitian dan melakukan pekerjaannya.

Selain mencari tahu informasi mengenai persepsi pengunjung terhadap komunikasi visual mural pada kafe Bangi Kopi serta aktivitas yang ada pada kafe Bangi Kopi, peneliti juga melakukan wawancara kepada pihak pengelola kafe Bangi Kopi dan tidak lupa melakukan wawancara kepada tokoh – tokoh yang dianggap penting untuk mendukung data peneliti yaitu seniman mural kota Medan, dan pemerhati ruang desain arsitektur. Setelah memastikan semua data yang cukup untuk membuat penyusunan pengerjaan proposal penelitian, lalu peneliti melakukan seminar hasil. Penelitian ini dilaksanakan di kafe Bangi Kopi dijalan Ir. Juanda nomor 45 Medan.

Memasuki tahun ajaran baru pada tahun 2018, peneliti kembali melakukan observasi agar mencari tahu lebih banyak lagi mengenai kafe Bangi Kopi dan beberapa teori sebagai acuan yang sejalan dengan judul peneliti, dan tidak lupa untuk mempelajari cara penyusunan proposal yang baik dan benar dengan menggunakan buku Pedoman Penulisan Proposal Penelitian Dan Skripsi yang dipinjam peneliti di perpustakaan Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Sumatera Utara.

Setelah mempelajari gambaran umum mengenai kafe Bangi Kopi di media sosial instagram dan beberapa teori sebagai acuan untuk membedah penelitian ini. Penelitian ini di laksanakan kembali pada tanggal 18 mei 2018, peneliti diizinkan oleh pihak pengelola kafe Bangi Kopi yaitu ibu Zaitun untuk bercengkrama dengan pengunjung tanpa adanya unsur pemaksaan untuk mengganggu pengunjung yang sedang menikmati menu dan suasana dikafe Bangi Kopi, peneliti langsung melakukan tugasnya untuk mewawancarai pengunjung dengan sangat berhati- hati dan ramah sehingga mendapatkan “feedback” yang baik dari pengunjung.

Peneliti melakukan observasi dan wawancara pada hari jumat, 18 Mei 2018 dari jam 14.00 WIB hingga sore hari. Peneliti menghampiri salah satu meja yang berisikan sekelompok remaja yang pas untuk dijadikan informan

yang berada di teras kafe Bangi Kopi. Sebelum melakukan wawancara, peneliti memberikan gambaran singkat mengenai penelitian yang akan dilaksanakan dan poin-poin apa saja yang sekiranya akan peneliti tanyakan.

Setelah mendapat cukup gambaran mengenai penelitian tersebut, wawancara secara mendalam ini dilakukan dengan sangat santai dimana peneliti mendapatkan sekelompok informan yang menurut peneliti dapat membantu melengkapi data penelitian ini. Berikut hasil wawancara yang dilakukan peneliti di kafe Bangi Kopi.

Informan pertama peneliti bernama Reza Arif Triputra (Tejok), Reza atau lebih dikenal sebagai Tejok yang sedang menyelesaikan pendidikan nya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini bersedia melakukan wawancara dengan peneliti pada hari itu juga. Setelah menyakan pertanyaan kepada Tejok, peneliti mencari informan selanjutnya untuk diwawancarai yang berada di forum itu juga.

Setelah itu peneliti mewawancarai informan kedua dan menjelaskan kembali tentang penelitian ke informan berikutnya yaitu, Hardi Nurisfan, akhirnya informan tersebut bersedia melakukan wawancara dengan peneliti pada hari yang sama. Tepat pada pukul 14.45 WIB peneliti mulai mewawancarai informan, wawancara berlangsung cukup singkat untuk informan kedua. Wawancara berlangsung sekitar sepuluh menit. Wawancara tersebut memberikan jawaban yang cukup mengenai pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan oleh peneliti.

Setelah melakukan wawancara dengan informan pertama dan kedua peneliti mencoba untuk mewawancarai informan ketiga, keempat dan kelima.

Sehingga mendapati informasi yang cukup untuk dituliskan kembali sebagai hasil wawancara yang cukup untuk dituliskan kedalam penelitian. Dari sekelompok remaja beranjak dewasa itu hasil wawancara tersebut sudah sangat cukup untuk membantu melakukan penulisan karya ilmiah ini,

Peneliti mendapatkan jawaban yang sama dari kelima informan, peneliti juga melakukan wawancara tambahan kepada informan di hari selanjutnya pada tanggal 13 oktober 2018 mengenai persepsi pengunjung

kafe Bangi Kopi dan jawaban yang sama, percakapan hasil wawancara sudah dirasa sangat cukup dan peneliti menyudahi wawancara dengan informan tambahan.

4.1.3 Deskripsi Informan

Peneliti memberikan gambaran secara umum mengenai kesembilan informan yang telah melakukan wawancara untuk penelitian ini. Kesembilan informan ini terdiri dari tujuh orang pengunjung kafe Bangi Kopi, pihak pengelola kafe Bangi Kopi, serta dua orang seniman mural kota Medan dan seorang Arsitek.

Informan I

Reza Arif Triputra atau yang suka dipanggil Tejok adalah informn pertama peneliti, Tejok merupakan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Saat ini Tejok sedang menikmati masa liburanya setelah melakukan perjuangan keras sebagai mahasiswa UMSU. Peneliti menghampiri meja yang diduduki oleh Tejok dan beberapa temannya dan menanyakan apakah Tejok bersedia menjadi salah satu informan peneliti pada saat itu dan dengan santai Tejok sangat bersedia.

Saat bertemu dengan Tejok, peneliti melihat tampilan Tejok sebagai seorang mahasiswa bersama dengan beberapa temannya.

Terlihat dengan gaya nya yang Hypster dan potongan rambut yang pomade banget. Tejok sepertinya orang yang suka bercengkrama.

Tidak heran jika ia juga menanyakan informasi mengenai profil peneliti.

Pada saat melakukan wawancara, Tejok cukup menjawab pertanyaan peneliti dengan sangat sopan dan baik, sebagai informan pertama peneliti merasa cukup dengan jawaban dari pertanyaan yang peneliti ajukan kepada tejok sebagai informan pertama.

Informan II

Hardi Nurisfan atau yang akrab di panggil Hardoy, adalah salah seorang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (Yogyakarta) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Jurusan Manajemen) yang sedang berlibur kembali ke kota asalnya yaitu kota Medan. Sambil membakar sebatang rokok hardi menyikapi pertanyaan dari peneliti dengan komunikasi yang baik pula.

Tidak ada logat Yogyakarta dalam pribahasanya. Medan yang sangat melekat pada dirinya tidak mengubah cara berbicaranya dengan peneliti.

Dengan gaya nya dapat dikatakan sangat rapi terlihat dari kacamatanya saja dia adalah anak yang santun dan pekerja keras.

Peneliti mencoba untuk menanyakan kepada Hardoy apakah ia bersedia untuk menjadi informan selanjutnya oleh peneliti. Hardoy pun menyetujui untuk menjadi informan kedua peneliti. Sebelum melakukan wawancara, peneliti memberikan gambaran singkat mengenai pertanyaan yang akan peneliti ajukan. Setelah cukup mengerti, wawancara pun dilanjutkan kepada Hardoy sebagai informan kedua peneliti.

Informan III

Yanda Khalisa Lubis atau yang akrab dipanggil Yeyen adalah seorang mahasiswi Fakultas Pertanian dan Agroteknologi di Universitas Andalas kota Padang. Saat ini Yanda telah menyelesaikan studinya dari Universitas Andalas. Yeyen yang berusia 22 tahun ini adalah salah seorang teman peneliti dimana yang peneliti ketahui, Yeyen cukup sering mengunjungi Bangi Kopidan salah satu. Sebelumnya, Yeyen telah menyetujui untuk menjadi salah satu informan peneliti.

Terlihat jelas dengan penampilan nya yang hijabers, Yeyen dengan baju kaos tangan panjangnya terlihat malu- malu dan jadi salah tingkah ketika diajak untuk diwawancara oleh peneliti, terlihat jelas dari wajahnya yang pemalu dan menutup mulutnya dengan tangan sambil tertawa menahan ejekan candaan dari teman- teman

disebelahnya. Sebelum melakukan wawancara, peneliti menjelaskan sedikit mengenai gambaran pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukaan oleh peneliti. Setelah informan cukup memahami, wawancara dengan informan kelima pun dilaksanakan. Yeyen adalah informan pertama peneliti perempuan dimana kedua informan peneliti sebelumnya baik informan pertama dan informan kedua adalah laki-laki.

Informan IV

Auliya Haifz atau yang biasa dipanggil Londo ini merupakan informan keempat peneliti. Londo merupakan Mahasiswa di Universitas Islam Indonesia yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan S2 nya di Universitas Gajah Mada. Londo terlihat lebih santai duduk dengan coklat panasnya sambil mengobrol santai dengan teman perempuan nya mengenai oleh- oleh bolu meranti yang akan dibeli nya untuk dibawa pulang ke Yogyakarta sebagai buah tangan dari kota Medan sebelum kembali melanjutkan pendidikan nya di Universitas Gajah Mada.

Seperti informan lainnya, ini adalah kali kedua Londo singgah ke Bangi Kopitiam ketika balik ke kota Medan.

Londo terlihat santai dengan baju kaos nya. Sebelum meminta persetujuan Londo untuk menjadi informan selanjutnya sebagai informan keempat, peneliti menjelaskan sedikit poin-poin yang akan ditanyakan kepada Londo sebagai informan sebelum melakukan wawancara. Setelah mendapat persetujuan Londo untuk menjadi informan peneliti. Wawancara berlangsung tidak terlalu lama, londo sebagai informan keempat dapat memberikan jawaban yang baik dan berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

Dalam hal ini jawaban yang diberikan Londo hampir sama seperti jawaban yang diberikan oleh infrorman-informan sebelumnya baik informan pertama, informan kedua dan informan ketiga.

Informan V

Hamdan Azhari Harahap atau yang biasa dipanggil Hamdan, adalah seorang Driver Grab Car ini juga merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Namun dengan keterbatasan waktu dan biaya. Hamdan mencoba untuk menggambil cuti dalam jangka waktu setahun lamanya.Hamdan terlihat santai dengan mengenakan baju kaos. Hamdan terlihat sangat santai dan kocak pada saat berbicara, diman Hamdan merupakan orang yang sangat menghibur pada saat itu. Setiap ucapan nya sangat terlihat lucu dan menarik untuk didengar. Peneliti menanyakan persetujuan Hamdan untuk menjadi salah satu informan penelitiannya yaitu dalam hal ini informan kelima peneliti.

Hamdan dengan santai menyetujui untuk menjadi informan selanjutnya peneliti, yaitu informan kelima. Setelah menjelaskan sedikit tentang poin-poin yang akan ditanyakan, Hamdan pun bersedia untuk melakukan wawancara. Wawancara dengan Hamdan berlangsung cukup lama dikarenakan Hamdan lebih banyak bercandanya dalam wawancara ini. Bayangkan saja Hamdan sering menanyakan hal yang keluar dari konteks wawancara kepada peneliti. Namun pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dijawab dengan baik oleh Hamdan sebagai informan kelima. Dalam hal ini peneliti sudah cukup puas karena jawaban yang diberikan oleh informan kelima sama halnya dengan jawaban keempat informan sebelumnya baik itu informan pertama, informan kedua, informan ketiga dan informan keempat.

Informan VI

Informan keenam peneliti merupakan pihak pengelola Bangi Kopi di jalan Juanda ini bernama ibu Zaitun, ibu Zaitun yang ditemui pada tanggal 7 oktober 2018 ini sangat ramah kepada peneliti,

kesederhanaan nya menggunakan jilbab hitam dan baju lengan panjang bermotifkan garis garis dan pola penuh warna-warni ini mempersilahkan peneliti untuk berbicara mengenai hal apa yang dapat dibantu oleh nya dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah peneliti.

kesederhanaan nya menggunakan jilbab hitam dan baju lengan panjang bermotifkan garis garis dan pola penuh warna-warni ini mempersilahkan peneliti untuk berbicara mengenai hal apa yang dapat dibantu oleh nya dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah peneliti.