BAB I PENDAHULUAN
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.3.3 Teknik Penarikan Sampel
a. Proportionate Stratified Random Sampling, adalah teknik penarikan sampel yang bertujuan untuk membuat sifat homegeni dari populasi yang heterogen dikelompokan berdasarkan karakteristik tertentu sehingga setiap kelompok mempunyai anggota sampel yang relatif heterogen.
Berdasarkan rumus di atas maka dapat diperoleh jumlah sampel per-bagian/unit adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3
Sampel Per-Unit/Bagian Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam
No. Unit/Bagian Rumus Jumlah Sampel
Per-Unit/Bagian
1.
Staf Medis 36
515𝑥100% = 7% 7
100𝑥 84 = 6 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
2.
Staf Paramedis 250
515𝑥 100% = 48,54% 48,54
100 𝑥 84 = 41 𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔
3.
Karyawan Non-Medis
229
515𝑥 100% = 44,46% 44,46
100 𝑥 84 = 37 𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔
TOTAL 100% 84 Orang
Sumber: Data Penelitian 2016 b. Sampel Acak Sederhana
Penelitian ini menggunakan sampel acak sederhana. Artinya penarikan sampel didasarkan atas pemikiran bahwa keseluruhan unit populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Dengan demikian, dalam rancangan ini tidak terdapat diskriminasi unit populasi yang satu dengan unit yang lainnya. Menurut Bungin, karena semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel, maka untuk menjadi sampel unit-unit populasi harus di random.
Tata cara pengundian unit-unit populasi menurut Burhan Bungin (2004) adalah sebagai berikut:
1. Membuat daftar unit populasi pada lembaran khusus lengkap dengan kode-kode khusus sebagai lambing setiap unit populasi.
2. Menulis kode-kode khusus tersebut dalam lembaran-lembaran kecil dan dilipat atau digulung satu persatu.
3. Memasukan lembaran-lembaran kecil itu dalam satu tempat kemudian dikocok.
4. Terakhir, mengambil lembaran-lembaran yang keluar tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data sehingga dapat menghasilkan data yang valid.adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
3.4.1) Penelitian Lapangan (field research)
Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan instrument kuesioner dan observasi.
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya , atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto,2006:151,155). Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja, yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang diselidiki.
3.4.2) Penelitian Kepustakaan( Library research)
Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data melali literatur dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian. Dalam hal ini, penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari data melalui buku, internet , karya ilmiah (skripsi) terdahulu.
3.5 Teknik Analisis Data
Peneliti mengunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif apabila datanya telah terkumpul, maka diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka, yang kedua dinyatakan dalam kata atau simbol. Data yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif. Data yang diperoleh dari kuesioner,
dijumlahkan atau dikelompokan sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, disajikan dalam bentuk tabel, lalu dianalisis dan diinterpretasikan (Arikunto, 2006: 239-240).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian
Peneliti menempuh beberapa tahapan penelitian dalam pengumpulan data. Tahapan-tahapan tersebut sebagai berikut:
1. Langkah pertama dalam penelitian ini, peneliti melakukan pra penelitian dengan mengumpulkan segala informasi mengenai apa yang hendak diteliti dan informasi mengenai tempat penelitian dilaksanakan yang bertempat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Batam. Peneliti kemudian menyusun proposal penelitian, menyerahkannya kepada dosen pembimbing untuk diperiksa dan disetujui kemudia melaksanakan seminar proposal. Setelah melaksanakan seminar proposal, peneliti kemudia menyerahkan revisi hasil seminar proposal untuk disetujui, setelah itu memulai proses penyusunan skripsi dengan dosen pembimbing sampai dengan tahap pembuatan kuesioner.
2. Langkah kedua, studi kepustakaan. Dalam tahap penelitian ini, peneliti mengumpulkan berbagai literatur, baik itu buku, jurnal dan hasil penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan judul penelitian daripada peneliti, yaitu PERAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN (Studi Deskriptif Peran Iklim Komunikasi terhadap Efektivitas Kerja di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam), yang selanjutnya akan digunakan sebagai referensi dalam proses pengerjaan skripsi.
3. Langkah ketiga adalah pelaksanaan pengumpulan data. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyebaran kuesioner kepada responden, yaitu karyawan Rumah Sakit Budi Kemuliaan, baik itu
karyawan medis dan non medis sebanyak 84 jiwa yang telah dipilih secara acak. Peneliti mendampingi beberapa responden untuk mengantisipasi pertanyaan yang kurang dimengerti.
Selanjutnya responden mengumpulkan kembali kuesioner yang telah diisi oleh responden untuk memperoleh data yang diperlukan ,dan selanjutnya melakukan proses pengolahan data.
4.2 Teknik Pengolahan Data
Setelah peneliti mengumpulkan data dari 84 responden terpilih, selanjutnya peneliti melakukan pengolahan data dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Penomoran Kuesioner
Memberikan nomor urut pada kuesioner sebagai pengenal, dimulai dari nomor 01 sampai dengan 84.
2. Editing
Melakukan proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesilapan pengisian data dalam kode yang disediakan.
3. Labeling
Memberi label pada setiap pertanyaan sebagai tanda untuk membedakan pertanyaan yang satu dengan yang lain untuk memudakan data ke dalam variable view pada SPSS.
4. Coding
Proses pemindahan jawaban responden ke dalam kotak-kotak kode yang telah disediakan pada lembar kuesioner dalam bentuk angka(score).
5. Inventarisasi
Memasukan data mentah yang diperoleh ke dalam lembar FC (Fotron Cobol) sehingga membentuk satu kesatuan.
6. Tabulasi Data
Memasukan data dari Fotron Cobol ke dalam tabel. Adapun tabel yang disajikan berbentuk tabel tunggal.Sebaran data dalam tabel secara rinci meliputi kategori frekuensi, presentase, dan selanjutnya dianalisa.
4.3 Analisis Tabel Tunggal
Analisis tabel tunggal merupakan analisis yang dilakukan dengan membagi-bagi variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi dan persentase.Analisis tabel tunggal dimaksudkan untuk melihat distribusi jawaban responden dari setiap variabel penelitian.Biasanya tabel tunggal hanya memuat kolom yang berisi keterangan, jumlah dan persentase.
Dalam pembahasan ini, peneliti akan merujuk kepada sistem atau data yang diperoleh dari hasil jawaban responden melalui kuesioner yang disebarkan kepada 84 responden terpilih.
Adapun hasil dari pengolahan data tersebut sebagai berikut:
4.3.1 Karakteristik Responden
Karakteristik responden perlu disajikan untuk mengetahui latar belakang responden.
Karakteristik yang dipakai dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, bagian/penempatan, masa kerja, jabatan dan agama yang dianut.
Tabel 4.1 Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
1 Laki-laki 11 13,09%
2 Perempuan 73 86,90%
Total 84 100
Sumber: (P.1/ FC.3)
Tabel di atas menunjukan bahwa karyawan baik itu medis ataupun non medis yang menjadi responden berjumlah 84 orang, dimana laki-laki sebanyak 11 (13,09%) orang, dan perempuan sebanyak 73 (86,90%) orang. Dari pengamatan di lapangan dari semua responden yang paling mudah untuk diminta mengisi kuesioner adalah karyawan yang berjenis kelamin perempuan dan data ini mengambarkan bahwa karyawan Rumah Sakit Budi Kemuliaan mayoritas berjenis kelamin perempuan.
Tabel 4.2 Usia
No. Usia Frekuensi Persentase(%)
1 <40 73 83,90%
2 40-50 9 10,71%
3 50> 2 2,39%
Total 84 100
Sumber: (P.1/ FC.4)
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 84 Responden,sebanyak 73 responden atau 83,90% berusia kurang dari 40 tahun dan sebanyak 9 responden atau 10,71% berusia 40 sampai 50 tahun. Sisanya yaitu sebanyak 2 Responden atau 2,39% berusia lebih dari 50 tahun.
Ini menunjukan bahwa karyawan yang berusia di bawah 40 tahun adalah yang paling banyak jumlahnya dan karyawan berusia yang berusia di atas 50 tahun merupakan yang paling sedikit.
Dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam berusia relatif muda (usia produktif). Dengan sebagian besar karyawan berusia muda maka dalam berkomunikasi tidak ada kecanggungan atau rasa sungkan terhadap karyawan lainnya sehingga komunikasi dapat berjalan dengan efektif.
Tabel 4.3 Bagian/Penempatan
No. Bagian/Penempatan Frekuensi Persentase(%)
1. Medis 64 76,20%
2. Non-Medis 20 23,80%
Total 84 100
Sumber: (P.1/ FC.5)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 responden, sebanyak 64 responden atau 76,20% merupakan staf karyawan yang menanggani bidang pelayanan kesehatan dan sisanya yaitu 20 responden atau 23,80%. Data tersebut mengambarkan bahwa karyawan yang melayani bidang medis lebih banyak daripada bagian lainnya, hal tersebut wajar di dalam organisasi rumah sakit sebagai organisasi yang bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan.
Tabel 4.4 Masa Kerja
No Masa Kerja Frekuensi Persentase(%) Keterangan
1 <10 Tahun 48 57,14% Masa Kerja Pendek
2 10-20 Tahun 31 36,90% Masa Kerja Sedang
3 >20 Tahun 5 5,96% Masa Kerja Lama
Total 84 100
Sumber: (P.1/ FC.6)
Tabel 4.4 menggambarkan profil responden berdasarkan masa kerja sebagai karyawan baik itu medis ataupun non medis. Dari tabel tersebut dapat diketahui terdapat 48 responden atau 57,14% memiliki masa kerja yang pendek(di bawah 10 tahun), sebanyak 31 responden atau 36,90% dengan masa kerja sedang (10-20 tahun), dan sisanya sebanyak 5 responden atau 5,96%
mempunyai masa kerja lama/panjang. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa karyawan Rumah Sakit Budi Kemuliaan relatif memiliki pengalaman bekerja yang cukup tinggi berdasarkan lama kerjanya di rumah sakit.
Tabel 4.5 Agama
No. Agama Frekuensi Persentase(%)
`1 Budha - -
2 Hindu - -
3 Protestan 24 28,58%
4 Islam 54 64,28%
5 Katholik 6 7,14%
Total 84 100
Sumber: (P.1/ FC.7)
Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat diketahui bahwa dari 84 responden yang ada, sebanyak 54 responden atau 64,28% beragama Islam, kemudian sebanyak 24 responden atau 28,58%
beragama Kristen Protestan dan sisanya sebanyak 6 responden atau 7,14% beragama Khatolik, sedangkan untuk agama Budha dan Hindu tidak memiliki frekuensi dikarenakan tidak ada responden yang memeluk kedua agama tersebut. Dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas responden yang didapati oleh peneliti beragama Islam.
4.3.2 Dimensi Iklim Komunikasi Organisasi
Perilaku individu didalam organisasi dipengaruhi oleh banyak hal,diantaranya suasana kerja. Organisasi berusaha unuk menciptakan suasana kerjaatau iklim organisasi yang baik agar nantinya menghasilkan perilaku individu yang diinginkan untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan.Greenberg dan Bron (1993:113) menyebutkan ada 7 dimensi iklim organisasi yaitu kepemimpinan, kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran, komunikasi,
fleksibilitas dan resiko pekerjaan.Berikut adalah hasil analisis penelitian tentang Peran Iklim Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Tabel 4.6
Peran Kemimpinan Untuk Mencapai Tujuan Organisasi (Pola Interaksi)
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Membantu 23 27,38%
Membantu 33 39,28%
Cukup Membantu 28 33,33%
Kurang Membantu - -
Sangat Kurang Membantu - -
Total 84 100
(Sumber: P.2/FC.8)
Dari tabel di atas terlihat bahwa dari 84 responden terdapat 23 responden atau 27,38% yang berpendapat bahwa kepemimpinan sangat berperan untuk membantu mencapai tujuan organisasi, 33 responden atau 39,28% berpendapat bahwa pimpinan membantu, 28 responden atau 33,33%
berpendapat bahwa pimpinan cukup membantu, dan tidak satupun dari responden yang menyatakan bahwa pimpinan kurang membantu dan sangat kurang membantu dalam membantu menyelesaikan pekerjaan.
Dari keterangan tersebut dapat digambarkan bahwa sekitar 67 persen staf pekerja baik itu medis atau non medis menyatakan bahwa pimpinan sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, dengan kata lain hubungan antara pimpinan dan bawahan berjalan dengan
baik yang nantinya akan menimbulkan suasana kerja yang harmonis antara bawahan dan pimpinan. Sedangkan 33,33 persen lainnya bahwa pimpinan membantu dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.
Tabel 4.7
Peran Kepemimpinan Dalam Mengkoordinasikan Bawahan
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Sesuai 14 16,66%
Sesuai 37 44,04%
Cukup Sesuai 19 22,61%
Kurang Sesuai 13 15,47%
Sangat Kurang Sesuai 1 1,19%
Total 84 100
(Sumber: P.3 /FC.9)
Dari tabel di atas telihat bahwa dari 84% terdapat 14 responden atau 16,66% yang berpendapat bahwa penempatan yang dilakukan oleh pimpinan telah sangat sesuai dengan keahlian, 37 responden atau 44,04% berpendapat bahwa penempatan yang dilakukan sesuai, 19 responden atau 22,61% berpendapat bahwa penempatan yang dilakukan cukup sesuai 13 responden atau 15,47% berpendapat bahwa penempatan kurang sesuai dan 1 responden atau 1,19% menyatakan bahwa penempatan yang dilakukan sangat kurang sesuai.
Dari keterangan tersebut dapat dijelaskan bahwa sekitar 60,70% staf pekerja baik itu medis atau non medis menyatakan bahwa penempatan yang dilakukan oleh pimpinan sudah sesuai, yang artinya staf kerja dapat melaksanakan kewajibannya sebagai pekerja dengan baik dan bertanggung jawab akan posisi yang mereka terima. Selanjutnya sekitar 22,61% dari staf pekerja menyatakan cukup sesuai terhadap penempatan yang dilakukan tersebut, atau dapat diartikan staf
pekerja tidak bermasalah terhadap penempatan tersebut dan dapat bekerja dengan baik, namun disamping itu terdapat 15,47% dan 1,19 yang masing-masing menyatakan bahwa penempatan yang dilakukan kurang sesuai dan sangat kurang sesuai, yang dapat diartikan bahwa staf pekerja merasa tidak puas akan posisi yang diterima dikarenakan tidak sesuai dengan keahlian mereka ataupun karena hal lainnya.
Tabel 4.8
Kemampuan Untuku Menunjang Pelaksanaan Pekerjaan
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Mempunyai 13 15,47%
Mempunyai 53 63,09%
Cukup Mempunyai 17 20,23%
Kurang Mempunyai 1 1,19%
Sangat Kurang Mempunyai - -
Total 84 100
(Sumber: P.4/FC.10)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 responden terdapat 13 responden atau 15,47% yang menyatakan sangat mempunyai keahlian untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan, kemudian 53 responden atau 63,09% menyatakan mempunyai keahlian, 17 responden atau 20,23% menyatakan cukup mempunyai keahlian. Sedangkan 1 responden atau 1,19%
menyatakan kurang mempunyai keahlian untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan, tidak ada yang menjawab sangat kurang mempunyai. Uraian di atas menunjukan bahwa 78,56%
menyatakan mempunyai keahlian dalam bekerja yang bisa diartikan bahwa mayoritas pekerja dapat semaksimal mungkin dalam bekerja yang berdampak kepada meningkatnya kualitas
pelayanan organisasi dalam hal ini kualitas pelayanan medis atau non medis di dalam rumah sakit, peningkatan yang positif akan berdampak pula kepada suasana kerja yang baik. Sedangkan ada 20,23% yang menyatakan cukup mempunyai, dengan kata lain mereka masih ragu-ragu dalam bekerja dan 1,19% yang menyatakan kurang mempunyai yang artinya ia merasa kurang mempunyai keahlian dalam melakukan kegiatan pelayanannya.
Tabel 4.9
Kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan berdasarkan keahlian
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Dipercaya 17 20,23%
Dipercaya 55 65,47%
Cukup Dipercaya 10 11,90%
Kurang Dipercaya 2 2,38%
Sangat Kurang Dipercaya - -
Total 84 100
(Sumber: P.5/ FC.11)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 orang responden, terdapat 15 orang responden atau 20,23% yang berpendapat bahwa sangat dipercaya oleh atasan dalam mengerjakan tugasnya . 55 orang responden atau 65,47% berpendapat bahwa sudah dipercaya oleh atasan dalam mengerjakan tugasnya. Kemudian 10 orang responden atau 11,90%
menyatakan bahwa cukup dipercaya dan 2 sisanya menyatakan kurang dipercaya oleh atasan, jawaban cukup dan kurang dipercaya mungkin disebabkan beberapa faktor yaitu komunikasi yang tidak baik antara atasan dan bawahan yang menyebabkan kurang maksimalnya pekerjaan yang dilakukan namun dengan tidak adanya yang menyatakan sangat kurang dipercaya dapat
disimpulkan bahwa hubungan antara pimpinan dan bawahan sudah baik namun harus sedikit lebih diintenskan dalam melaksanakan pekerjaan.
Tabel 4.10
Keikutsertaan dalam menyelesaikan masalah dengan pimpinan
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Melibatkan 11 13,09%
Melibatkan 44 52,38%
Cukup Melibatkan 22 26,19%
Kurang Melibatkan 7 8,33%
Sangat Kurang Melibatkan - -
Total 84 100
(Sumber: P.6/ FC.12)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 orang responden, terdapat 11 orang responden atau 13,09% yang beranggapan bahwa telah sangat dilibatkan dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut pekerjaan, kemudian diopsi jawaban melibatkan terdapat 44 orang responden atau 52,38% menyatakan bahwa telah dilibatkan dalam menyelesaikan masalah dan ada 22 responden atau 26,19% menyatakan bahwa masih cukup dilibatkan dalam menyelesaikan masalah dan sisanya 7 orang responden atau 8,33% yang menyatakan kurang dilibatkan. Tidak ada yang menjawab sangat kurang melibatkan dalam hal ini. Uraian di atas menunjukan bahwa mayoritas responden yaitu 65,47% menganggap bahwa mereka sudah dilibatkan dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut pekerjaan, bisa diartikan bahwa atasan merasa bahwa kepercayaan yang sudah diberikan kepada bawahannya telah dapat dipertanggung jawabkan sehingga dalam menyelesaikan masalahpun atasan mau melibatkan bawahannya dan berdampak
pada suasana kerja yang menyenangkan bahwa bawahan tidak selalu hanya menerima perintah namun dapat juga memberikan ide untuk menyelesaikan masalah pekerjaan.
Tabel 4.11
Mengeluarkan pendapat didalam pembuatan keputusan
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Sering 4 4,8%
Sering 22 26,19%
Cukup Sering 30 35,8%
Kurang Sering 26 30,95%
Sangat Kurang Sering 2 2,38%
Total 84 100
(Sumber: P.7/ FC.13)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 responden terdapat hanya 4 responden atau 4,8% yang menyatakan bahwa sangat sering mengerluarkan pendapat di dalam pembahasan masalah kebijakan organisasi dan 22 responden atau 26,19% menyatakan sering mengeluarkan pendapat, dengan kata lain kurang dari setengah dari total responden yang menyatakan merasa mengeluarkan pendapat di dalam pembahasan masalah kebijakan organisasi.
Kemudian terdapat 30 responden atau 35,8% yang menyatakan cukup sering dan terdapat 26 responden atau 30,95% dan 2 responden atau 2,38% yang masing-masing menyatakan kurang dan sangat kurang sering. Uraian di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden merasa tidak terlalu sering mengeluarkan pendapat dalam pembahasan masalah kebijakan organisasi, ini mungkin didasari oleh kenyamanan para pekerja untuk mengeluarkan pendapat yang
menimbulkan perasaan kurang percaya diri dalam mengeluarkan pendapat ataupun suasana yang terlalu kaku dapat juga menjadi faktor keraguan dalam keberanian mengeluarkan pendapat.
Tabel 4.12 terdapat 13 responden atau 15,47% yang berpendapat bahwa pendapat yang dikeluarkan diterima sangat baik oleh pimpinan, 40 responden atau 47,61% menyatakan diterima dengan baik, 29 responden atau 34,52% menyatakan diterima dengan cukup baik, dan terdapat 2 responden atau 2,38% yang menyatakan bahwa pendapat yang dikeluarkan diterima dengan kurang baik, tidak ada yang menyatakan opsi jawaban sangat kurang baik.
Dari keterangan yang ada tersebut dapat dijelaskan bahwa sekitar 63,05% atau lebih dari setengah total responden menyatakan bahwa pendapat yang dikeluarkan oleh bawahan diterima dengan baik oleh pimpinan yang berarti pimpinan terbuka kepada setiap pendapat yang diberikan oleh bawahannya dalam membantu memutuskan suatu permasalahan ataupun kebijakan, yang mana sangat baik untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis. Sedangkan 34,52 dari responden atau para staf kerja menyatakan bahwa pendapat diterima dengan cukup baik, yang
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Baik 13 15,47%
berarti pendapat yang dikeluarkan oleh bawahan tidak selalu diterima dengan baik, yang mungkin didasari oleh baik atau tidaknya pendapat yang dikeluarkan, ini menjadi hak pimpinan dalam memutuskan untuk menerima atau tidaknya setiap pendapat yang diterima. Terdapat pula 2,38% dari responden yang menyatakan bahwa pendapat yang dikeluarkan kurang diterima dengan baik oleh pimpinan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendapat yang dikeluarkan oleh para responden atau pekerja diterima dengan baik oleh pimpinan rumah sakit.
Tabel 4.13
Kenyamanan dalam menyampaikan apa yang ada dipikiran
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Kondusif 14 16,66%
Kondusif 33 39,28%
Cukup Kondusif 32 38,09%
Kurang Kondusif 5 5,95%
Sangat Kurang Kondusif - -
Total 84 100
(Sumber: P.9/ FC.15)
Dari tabel di atas terlihat bahwa dari 84 responden terdapat 14 responden atau 16,66% yang berpendapat bahwa suasana kerja sangat kondusif sehingga responden merasa nyaman menyampaikan apa yang ingin disampaikan, 33 responden atau 39,28% berpendapat bahwa suasana kerja sudah kondusif, 32 responden atau 38,09% berpendapat bahwa suasana kerja cukup kondusif, dan 5 responden atau 5,95% menyatakan bahwa suasana kerja kurang kondusif sehingga responden kurang merasa nyamana menyampaikan apa yang diinginkannya dan tidak ada yang menyatakan sangat kurang kondusif.
Dari keterangan tersebut dapat dijelaskan bahwa sekitar 55,94% atau setengah lebih sedikit dari total responden menyatakan bahwa suasana kerja telah kondusif, dalam artian bahwa staf pekerja medis ataupun non medis merasa nyaman dalam menyampaikan apa yang ada dipikirannya(kejujuran) tanpa merasa ragu. Terdapat 38,09% responden atau staf pekerja yang menyatakan bahwa suasana kerja telah cukup kondusif , kondisi cukup berarti responden masih merasa ragu dalam menyampaikan isi hatinya karena. Dan 5,95% menyatakan bahwa suasana kerja kurang kondusif sehingga responden kurang nyaman dalam menyampaikan apa yang ada dipikirannya, namun dapat disimpulkan bahwa suasana kerja yang dibangun di Rumah Sakit Budi Kemuliaan telah kondusif sehingga para staf pekerja merasa nyaman menyampaikan apa yang ada dipikirannya.
Tabel 4.14
Kedekatan dengan karyawan lainnya
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Dekat 23 27,38%
Dekat 38 45,23%
Cukup Dekat 23 27,38%
Kurang Dekat - -
Sangat Kurang Dekat - -
Total 84 100
(Sumber: P.10/ FC.16)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 orang responden, terdapat 23 responden atau 27,38% yang menyatakan sangat merasa dekat dengan karyawan/pekerja lainnya, sedangkan responden yang merasa dekat dengan karyawan lainnya sebanyak 38 responden atau
45,28% dan yang merasa cukup dekat dengan karyawan/pekerja lainnya adalah sebanyak 23 responden atau 27,38%. Uraian di atas menunjukan bahwa mayoritas responden merasa dekat dengan karyawan/pekerja lainnya. Kedekatan antar karyawan/pekerja sangat penting karena bagian dari komunikasi yang efektif apabila karyawan merasa dekat dengan karyawan lainnya segala informasi tentang pekerjaan akan sangat mudah didapat dan hal tersebut penting karena menyangkut tugas dan wewenang yang diemban masing-masing karyawan.
Tabel 4.15
Komunikasi mengenai permasalahan pekerjaan dengan karyawan lain
Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Sering 28 33,33%
Sering 26 31%
Cukup Sering 19 22,61%
Kurang Sering 1 1,19%
Sangat Kurang Sering - -
Total 84 100
(Sumber: P.11/ FC.17)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 84 orang responden, terdapat 28 orang responden yang menyatakan bahwa sangat sering berdiskusi dalam menghadapi permasalahan pekerjaan dan 26 responden atau 31% menyatakan sering berdiskusi. Sedangkan 19 responden atau 22,61% menyatakan cukup sering berdiskusi dan 1,19% menyatakan kurang sering berdiskusi, tidak ada yang menjawab sangat kurang sering dari keseluruhan responden.
Uraian diatas menunjukan bahwa sekitar 64% responden menyatakan sering berdiskusi dalam menyelesaikan permasalah pekerjaan, yang artinya komunikasi antar karyawan dibangun dengan
baik sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam menanyakan pendapat kepada rekan kerja disamping itu, suasana kerja yang nyaman dan terbuka merupakan salah satu penyebab komunikasi berjalan dengan baik. Dan terdapat 22,61% yang menyatakan cukup sering dan 1,19% menyatakan kurang sering berdiskusi, dapat disimpulkan dari gambaran jawaban responden diatas bahwa pekerja/karyawan Rumah Sakit Budi Kemuliaan sering berdiskusi dalam menghadapi permasalahan pekerjaan.
Tabel 4.16
Kebebasan pegawai dalam menyampaikan pendapat Jawaban Responden Frekuensi Persentase(%)
Sangat Bebas Berpendapat 13 15,47%
Bebas Berpendapat 44 52,38%
Cukup Bebas Berpendapat 21 25%
Kurang Bebas Berpendapat 6 7,14%
Sangat Kurang Bebas Berpendapat - -
Total 84 100
(Sumber: P.12/ FC.18)
Dari tabel di atas terlihat bahwa dari 84 responden terdapat 13 responden atau 15,47%
yang berpendapat bahwa pegawai sangat bebas di dalam menyampaikan pendapat, 44 responden
yang berpendapat bahwa pegawai sangat bebas di dalam menyampaikan pendapat, 44 responden