• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

3. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah quota sampling. Cara pengambilan sampel (responden) ini dilakukan dengan menetapkan sejumlah anggota sampel secara quotum atau jatah kemudian mengambil responden yang memenuhi kriteria penelitian dalam populasi tersebut (Arikunto, 2010).

Jadi, sampel sebanyak 103 responden diambil dengan teknik quota sampling yaitu dengan menentukan jumlah responden dari tiap desa yang dihitung menggunakan metode proporsi sebagai unit yang mewakili sampel yang diteliti dengan menggunakan rumus:

Ni ni = × n

N Keterangan: ni = Ukuran tiap proporsi sampel

Ni = Jumlah populasi petani jeruk setiap desa

N = Jumlah populasi petani jeruk di Kecamatan Tigapanah n = Jumlah sampel yang diinginkan

Tabel 4.2 Jumlah Sampel Penelitian

No Nama Desa Jumlah Sampel Tiap Desa

1 Suka Maju 97/ 5289 × 103 = 2 2 Kuta Mbelin 165/ 5289 × 103 = 3 3 Singa 281/ 5289 × 103 = 5 4 Kubu Simbelang 535/ 5289 × 103 = 10 5 Kacinambun 343/ 5289 × 103 = 7 6 Lau Riman 120/ 5289 × 103 = 2 7 Manuk Mulia 161/ 5289 × 103 = 3 8 Kuta Kepar 148/ 5289 × 103 = 3 9 Bunuraya 403/ 5289 × 103 = 8 10 Mulawari 167/ 5289 × 103 = 3 11 Suka 533/ 5289 × 103 = 10 12 Suka Dame 100/ 5289 × 103 = 2 13 Tiga Panah 141/ 5289 × 103 = 3 14 Kuta Bale 35/ 5289 × 103 = 1 15 Seberaya 82/ 5289 × 103 = 2 16 Lepar Samura 133/ 5289 × 103 = 3 17 Aji Mbelang 252/ 5289 × 103 = 5 18 Kuta Julu 20/ 5289 × 103 = 1 19 Bertah 54/ 5289 × 103 = 1 20 Aji Buhara 145/ 5289 × 103 = 3 21 Aji Jahe 181/ 5289 × 103 = 3 22 Aji Julu 227/ 5289 × 103 = 4 23 Salit 94/ 5289 × 103 = 2 24 Suka Mbayak 367/ 5289 × 103 = 7 25 Suka Sipilihen 348/ 5289 × 103 = 7 26 Lambar 157/ 5289 × 103 = 3 Jumlah 103

4. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo karena di daerah ini belum pernah ada penelitian mengenai gambaran pengetahuan petani jeruk tentang keracunan akibat penggunaan pestisida. Daerah ini memiliki banyak penduduk yang bekerja sebagai petani jeruk dan mereka menggunakan pestisida dalam jumlah besar sehingga memudahkan peneliti dalam pengambilan sampel. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September 2013 sampai Juni 2014.

5. Pertimbangan Etik

Penelitian ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan etik penelitian yaitu terlebih dahulu melakukan pengurusan surat ethical clearance dan setelah mendapat surat ethical clearance, peneliti mengajukan surat permohonan izin penelitian kepada bagian pendidikan Fakultas Keperawatan USU yang ditujukan kepada Camat Tigapanah. Setelah mendapatkan izin penelitian dari Camat Tigapanah, peneliti kemudian melanjutkan dengan proses pengambilan data. Dalam proses pengambilan data, peneliti juga memperhatikan etik penelitian, yaitu: Informed consent atau lembar persetujuan, anonimity, dan confidentiality. Inform consent atau lembar persetujuan diserahkan kepada subjek yang akan diteliti. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi sebelum dan sesudah penelitian. Jika bersedia dijadikan responden, maka mereka diminta untuk menandatangani lembar persetujuan tersebut. Jika mereka menolak untuk dijadikan responden, maka peneliti tidak akan memaksa dan akan tetap menghormati hak-haknya. Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data, tetapi cukup dengan memberi nomor kode pada masing-masing lembar tersebut (anonimity) Confidentiality atau kerahasiaan informasi yang diberikan responden akan dijamin oleh peneliti (Notoadmodjo, 2010).

6. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner) yang pertanyaannya dibuat sendiri oleh peneliti yang disesuaikan dengan tinjauan pustaka dan kerangka konsep. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu kuesioner data demografi dan kuesioner gambaran pengetahuan petani jeruk tentang keracunan akibat penggunaan pestisida. Kuesioner data demografi meliputi nomor responden, jenis kelamin, usia, pendidikan, lama bekerja sebagai petani jeruk pengguna pestisida, dan pelatihan atau penyuluhan yang pernah diikuti. Kuesioner gambaran pengetahuan petani jeruk tentang keracunan akibat penggunaan pestisida berisi pernyataan sebanyak 24 pernyataan dengan kriteria: pernyataan nomor 1 mengenai definisi pestisida, 2-9 mengenai prosedur penggunaan pestisida, 10-17 mengenai dampak keracunan pestisida, 18- 20 mengenai cara masuk pestisida ke dalam tubuh, dan 21-24 mengenai pencegahan keracunan.

Kuesioner disusun berupa pernyataan tertutup dengan menggunakan skala Guttman. Dalam pernyataan ini hanya disediakan 2 jawaban (benar dan salah) dan responden memilih satu diantaranya (Hidayat, 2007). Pernyataan yang dibuat terdiri dari pernyataan positif (kuesioner nomor 1,4,5,7,8,9,10,11,12,13,19,20,21,24) dan pernyataan negatif (kuesioner nomor 2,3,6,14,15,16,17,18,22,23). Untuk pernyataan positif, jika jawaban benar skor 1 dan jika salah skor 0 sedangkan untuk pernyataan negatif jika jawaban benar skor 0 dan jika salah skor 1 sehingga nilai terendah yang mungkin diperoleh oleh setiap responden adalah 0 dan nilai tertinggi adalah 24.

Menurut Wahyuni (2011) berdasarkan rumus statistika: rentang

p =

banyak kelas

Dengan p adalah panjang kelas dan rentang merupakan selisih nilai tertinggi dengan nilai terendah. Rentang kelas adalah 24 dan banyak kelas adalah 3, maka diperoleh panjang kelas adalah 8. Pengetahuan petani jeruk dikatakan kurang jika mendapat skor 0-8, dikatakan cukup jika mendapat skor 9-16, dan dikatakan baik jika mendapat skor 17-24.

7. Validitas dan Reliabilitas Penelitian

Menurut Setiadi (2007) validitas menyatakan apa yang seharusnya diukur. Sebuah instrumen dikatakan valid jika instrumen tersebut mampu mengukur apa yang akan diukur. Uji validitas dalam penelitian ini berupa uji validitas isi (content validity), yaitu validitas yang merujuk pada sejauh mana sebuah instrumen penelitian memuat rumusan-rumusan sesuai dengan isi yang dikehendaki menurut tujuan tertentu. Validitas isi selanjutnya dikonsultasikan kepada yang ahli. Uji validitas penelitian ini sudah dikonsultasikan kepada 3 orang ahli dan dinyatakan valid dengan nilai 0,975.

Menurut Setiadi (2007) reliabilitas artinya adanya suatu kesamaan hasil apabila pengukuran dilakukan oleh orang yang berbeda ataupun waktu yang berbeda. Reabilitas menunjuk bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah

baik. Instrumen yang baik tidak bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.

Uji reliabilitas dilakukan pada 30 orang petani jeruk yang bukan responden (sampel) peneliti, tetapi termasuk dalam populasi penelitian yang sama. Uji reliabilitas dilakukan di Desa Singa Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo. Uji reliabilitas penelitian ini menggunakan nilai Kuder dan Richardson 21 (K- R.21) dengan rumus (Arikunto, 2010):

�11 = � �

�−1� (1−

�(�−�) ��� ) Keterangan: r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir soal/pertanyaan m = skor rata-rata

Vt = varians total

Nilai koefisien r11 harus lebih tinggi 0,50 agar disimpulkan bahwa

instrumen tersebut reliabel. Nilai reliabilitas instrumen penelitian ini adalah 0,821 sehingga dinyatakan reliabel.

8. Pengumpulan Data

Prosedur awal yang dilakukan peneliti adalah mengajukan surat permohonan survei awal pelaksaan penelitian kepada Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, kemudian surat survei awal yang diperoleh dikirim peneliti ke kantor Camat Tigapanah. Setelah mendapat surat balasan dari kantor Camat Tigapanah kemudian peneliti mendatangi kantor BPS Kabupaten Karo cabang kecamatan Tigapanah untuk menemui kepala bagian BPP kecamatan

Tigapanah untuk mengambil data jumlah penduduk yang bekerja sebagai petani jeruk. Diperoleh hasil survei awal jumlah populasi petani jeruk di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo sebesar 5.289 orang. Setelah menyelesaikan proposal dan lulus sidang proposal, peneliti mengajukan surat permohonan izin penelitian kepada bagian pendidikan Fakultas Keperawatan USU untuk pengambilan data. Surat izin penelitian yang diberikan pendidikan ditujukan kepada Camat Tigapanah. Setelah mendapatkan izin penelitian, peneliti melanjutkan dengan proses pengambilan data. Sebelum pengambilan data, peneliti terlebih dahulu melakukan uji validitas dan reliabilitas. Setelah valid dan reliabel, peneliti mengumpulkan data dengan cara datang ke setiap desa di Kecamatan Tigapanah kemudian peneliti lansung berbicara dengan calon responden yang ditemui oleh peneliti baik di warung, di jalan, di rumah, dan di ladang jeruk untuk mendapatkan calon responden yang sesuai dengan kriteria yang telah dibuat sebelumnya. Setelah bertemu dengan calon responden peneliti memperkenalkan diri, kemudian menjelaskan tujuan dan manfaat penelitian, serta cara pengisian kuesioner dengan jelas. Calon responden yang bersedia menjadi responden diminta untuk menandatangani informed consent (surat persetujuan menjadi responden).

Responden kemudian diminta untuk menjawab semua pernyataan yang diajukan peneliti dalam kuesioner. Selama mengisi kuesioner, peneliti menemani responden sehingga apabila ada pertanyaan dari responden peneliti dapat langsung menjelaskan pertanyaan tersebut dengan jelas sampai responden mengerti. Peneliti menunggu sampai responden selesai mengisi kuesioner. Setelah

responden selesai mengisi kuesioner dan memberikannya pada peneliti, peneliti memeriksa kelengkapan jawaban responden saat itu juga. Jika sudah lengkap maka peneliti mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada responden. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis.

Dokumen terkait