TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku
5. Tepat Cara
2.2.6 Teknik Penggunaan Pestisida dengan Cara Penyemprotan
Menurut Pedoman pembinaan penggunaan pestisida TA 2011 (Kementan, 2011), aplikasi dengan cara penyemprotan merupakan cara aplikasi yang paling banyak dilakukan oleh petani. Agar pengendalian OPT dengan cara penyemprotan Pestisida dapat berhasil baik, maka selain menggunakan jenis Pestisida dengan dosis dan waktu yang tepat, juga diperlukan alat aplikasi yan efisien.
Berdasarkan volume campuran semprot dan alat aplikasi yang digunakan, penyemprotan dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu Semprotan Volume Tinggi (SVT) dan Semprotan Volume Rendah (SVR). Salah satu bagian penting dari alat
semprot adalah nozel atau disebut sprayer, yang berfungsi untuk memecah larutan semprot menjadi droplet.
Beberapa jenis nozel yang biasa digunakan, antara lain : a. Nozel Kerucut (Cone Nozzle)
Semprotan keluar dengan pola kerucut, biasanya digunakan untuk aplikasi insektisida dan fungisida. Ukuran droplet yang keluar sedang hingga halus.
b. Nozel Kipas (Fan Nozzle)
Semprotan keluar dengan pola kipas, biasanya dilakukan untuk aplikasi herbisida, kecuali nozel kipas yang flat, baik juga digunakan untuk insektisida dang fungisida. Ukuran droplet yang keluar agak kasar sampai sedang.
c. Nozel Polijet (Floodjet Nozzle).
Semprotan keluar seperti pola pada nozel kipas yang flat hanya cocok untuk aplikasi herbisida pra tumbuh. Ukuran droplet agak kasar sampai kasar.
d. Nozel Tipe Senapan Spary Gun Nozzle).
Biasa digunakan pada power sprayer untuk aplikasi insektisida dan fungisida. Ukuaran droplet mulai dari kasar halus, tergantung pada tekanan pompa.
e. Nozel Cakram Putar (Spinning Disc Nozzle).
Nozel ini biasa digunakan pada alat aplikasi micronair Ultra Low Volume (ULV), menghasilkan butiran semprot yang sangat halus.
Beberapa jenis alat semprot yang memerlukan tanaga manusia atau manual dan yang bersumber tenaga motor antara lain :
a. Alat Semprot Dukung (Hand Sprayer atau Knapsack Sprayer) Semi Otomatis.
Alat semprot ini menggunakan sistem pompa hidrolik, yang sekaligus berfungsi sebagai alat pengaduk campuran Pestisida di dalam tangki.
Kapasitas tengki beragam antara 10-14 liter. Alat semprot ini termasuk volume tinggi, karena volume cairan yang digunakan untuk 1 (satu) hektar berkisar antara 500-1.000 liter.
Keuntungan menggunakan alat ini, antara lain campuran Pestisida dalam tangki selalu dalam kondisi teraduk merata dan terdorong keluar/ dropet tetap halus, karena selam penyemprotan tekanan dalam tangki dapat dipertahankan dengan memompanya terus menerus. Tetapi alat ini dioperasikan oleh satu orang dalam area yang luas, maka sejalan dengan melemahnya tenaga operator kemungkinan kecepatan memompanyapun melemah, sehingga tekanan dalam tangki turun dan berakibat campuran Pestisida yang keluar dari nozel adalah dropet kasar.
b. Alat Semprot Dukung Otomatis (Kompressi)
Alat semprot ini menggunakan sistem pompa kompresi atau pompa angin.
Udara dipompakan kedalam tangki yang telah terisi campuran Pestisida sebanyak ¾ dari volume tangki (kapasitas tangki antara 10- 20 liter) sampai tekanan 4 kg / cm2. Alat semprot ini termasuk volume tinggi, karena volume cairan yang digunakan untuk 1 (satu) hektar berkisar antara 500 -1.000 liter.
Keuntungan menggunakan alat semprot ini dibendingkan dengan alat
semprot otomatis adalah tidak perlu memompa terus menerus selama menyemprot. Akan tetapi tekanan didalam tangki cepat menurun, sehingga butiran cairan yang keluar menjadi lebih kasar dibandingkan waktu dimulainya penyemprotan. Di samping itu, alat semprot ini tidak baik untuk menyemprotkan suspensi karena tidak mempunyai alat pengaduk didalam tangki.
c. Alat Semprot Bermotor Berenaga Hidrolik Tipe Gotong (Power Sprayer)
Alat semprot ini sering disebut alat semprot bermotor bervolume tinggi high volume power sprayer), karena volume cairan yang digunakan untuk 1 (satu) hektar berkisar antara 500 – 1.000 liter dan sumber tenaganya motor (hidrolik). Alat ini tidak dilengkapi dengan tangki cairan, sehingga dalam penggunaannya harus disediakan drum / wadah penampung cairan campuran Pestisida yang berkapasitas antara 50-100 liter.Keuntungan penggunaan powe sprayer ini antara lain dapat menjangkau sasaran semprot yang cukup tinggi, sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan OPT pada tanaman buah-buahan pohon. Tetapi alat ini membutuhkan tenaga lebih dari satu orang (minimal tiga orang untuk mengoperasikannya).
d. Alat Semprot Dukung Bermotor (Mist Blower)
Alat ini dapat menyemprotkan cairan dalam bentuk dropet halus berukuran antara 50 – 250 mikron atau berbentuk kabut, sehingga alat ini disebut penyembur kabut (mist blower). Alat semprot ini tergolong bervolume rendah (low volume sprayer), karena volume cairan yang digunakan untuk 1 (satu) hektar berkisar 12 -125 liter. Kapasitas tangki cairan sekitar 7 12 liter. Apabila alat semprot mist blower ini juga dilengkapi pompa hidrolik, maka jangkaunnya dapat mencapai ketinggian ± 6 meter. Dengan demikian dapat juga untuk menyemprot pepohonan yang cukup tinggi (± 6 meter).
Keuntungan penggunaan alat semprot mist blower ini bekerja cepat dan membutuhkan cairan yang sedikit. Tetapi karena dropetnya cukup halus (berbentuk kabut), maka kecepatan angin sangat mempengaruhi kinerja alat ini.
e. Alat Semprot Mikronair
Alat semprot ini menghasilkan dropet yang sangat halus dan volume cairan yang diperlukan per hektar sangat kecil, sehingga alat ini disebut micron air ultra low volume. Keuntungan menggunakan alat ini adalah semua bagian permukaan tanaman di atas permukaan tanah dapat terlapisi dropet yang sangat halus dan formulasi Pestisida cair tidak memerlukan pengeceran lagi. Sedangkan kelemahannya anatara lain : peka terhadap kecepatan angin dan perlu bergerak cepat saat aplikasinya, sehingga kurang cocok di permukaan areal yang berat (areal lumpur).
2.2.7 Cara Pencegahan Pada Kasus Keracunan Pestisida a. Cara Masuknya Pestisida Ke Dalam Tubuh Manusia
Menurut Pedoman Pembinaan Penggunaan Pestisida (Kementan RI, 2011) kemungkinan terjadinya keracunan Pestisida dan faktor-faktor yang berpengaruh ada 4 (empat) macam pekerjaan yang dapat menimbulkan kontaminasi dalam penggunaan pestisida yaitu :
1. Membawa, menyimpan, dan memindahkan konsentrat pestisida (produk pestisida yang belum diencerkan).
2. Mencampur pestisida sebelum diaplikasikan atau disemprotkan.
3. Mengaplikasikan atau menyemprot pestisida.
4. Mencuci alat-alat aplikasi sesudah aplikasi selesai.
Diantara keempat pekerjaan tersebut di atas, yang paling sering menimbulkan kontaminasi adalah pekerjaan mengaplikasikan, terutama menyemprotkan pestisida. Namun, yang paling berbahaya adalah pekerjaan mencampur Pestisida. Hal ini dikarenakan ketika mencampur pestisida, kita bekerja dengan konsentrat (pestisida dengan kadar tinggi), sedang waktu menyemprot, kita bekerja dengan pestisida yang sudah diencerkan.
Gambar 2.1 Pintu Masuk Pestisida ke dalam Tubuh
Pestisida dapat masuk ketubuh manusia atau hewan melalui berbagai cara yaitu :
a. Penetrasi lewat kulit (dermal contamination).
b. Terhisap masuk melalui kedalam saluran pernafasan (inhalation).
c. Masuk kedalam saluran pencernaan makanan lewat mulut (oral).