Yaitu upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.
106
Analisis data dimulai dengan menelaah data yang telah tersedia dari berbagai sumber, seperti wawancara, observasi maupun dokumen. Analisis dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Analisis juga dilakukan secara terus menerus sampai data yang ditemukan jenuh agar hasil yang diperoleh
bersifat sahih/sah.107
Masganti Sitorus menjelaskan mengutip pernyataan Moleong, mengapa analisis data penelitian kualitatif dilakukan selama pengumpulan data, berikut penjelasannya:
Analisis pengumpulan data selama di lapangan memberi kesempatan kepada peneliti lapangan untuk pulang balik antara memikirkan tentang datayang seringkali kualitasnya lebih baik; hal itu dapat menjadi koreksi yang sehat bagi hal yang terselubung yang tidak terlihat sebelumnya dan membuat analisis sebagai usaha yang terus berjalan dan hidup, yang
berkaitan dengan pengaruh kuat dari lapangan penelitian.108
Analisis data dilakukan secara induktif, yaitu berangkat dari data-data yang bersifat khusus, kemudian disimpulkan dalam bentuk umum. Satori dan komariah menjelaskan bahwa peneliti kualitatif tidak mencari data/fakta untuk kepentingan pembuktian atau penolakan terhadap teori/konsep yang seperti tertuang dalam statemen hipotesis penelitian. Peneliti kualitatif menemukan fakta-fakta yang banyak dan beragam. Fakta-fakta-fakta tersebut dalam konteksnya ditelaah peneliti dan menghasilkan suatu kesimpulan yang berati. Seperti yang dijelaskan oleh Bogdan dan Biklen sebagaimana dikutip oleh Satori dan Komariah bahwa cara kerja induktif tidak seperti menyusun mozaik yang bentuk akhirnya sudah diketahui, tetapi menemukan bentuk utuh dan bermakna hasil dari gambar-gambar yang ditemukan pada saat mengumpulkan data. Peneliti menemukan data/fakta-fakta secara khusus atau bagian-bagian yang setelah dianalisis dan disintesiskan
menghasilkan suatu kesimpulan.109
107 Sitorus, Metodologi..., h. 202. 108 Ibid., h. 2012. 109
Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses dibandingkan dengan hasil akhir: oleh karena itu urutan-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung dari
kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan.110
Tahapan analisis data kualitatif dijelaskan sebagai berikut:
1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi
kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.
2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan,
membuat ikhtisar, dan membuat indeksnya.
3. Berpikir dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai
makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum.
Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini dapat direncanakan sebagai berikut:
1. Menentukan masalah
2. Menyusun kerangka pemikiran
3. Pengumpulan data
4. Penyajian data
5. Menganalisis berdasarkan hipotesis kerja
6. Reduksi data
7. Membuat kesimpulan-kesimpulan
Dijelaskan oleh Satori dan Komariah111 bahwa kesimpulan dalam
penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas, analisis data kualitatif seperti yang dijelaskan oleh Masganti Sitorus mempunyai empat macam model analisis. Berikut penjelasannya:
110
Ibid., h.39.
111
1. Metode perbandingan tetap, yaitu dilakukan dengan membandingkan data secara tetap satu datum yang lain dan antara kategori dengan
kategori lainnya. Model ini disebut juga gronded research. Secara
umum mencakup reduksi data, kategorisasi data, sintesisasi, dan diakhiri dengan penyusunan hipotesis kerja.
2. Analisis data secara induktif, yaitu memungkinkan temuan-temuan
penelitian muncul dari „keadaan umum‟, tema-tema dominan dan signifikan yang ada dalam data tanpa mengabaikan hal-hal yang muncul oleh struktur metodologisnya. Dapat dimulai dari pembacaan yang teliti terhadap teks, mengidentifikasi segmen-segmen teks, menciptakan label untuk kategori baru ke dalam segmen teks. Segmen tambahan dimasukkan ke dalam kategori yang relevan. Selanjutnya peneliti dapat menggunakan asosiasi, kaitan, dan implikasi.
3. Analisis data model Spradley, keseluruhannya meliputi: pengamatan
deskriptif, analisis domain, pengamatan terfokus, analisis taksonomi, pengamatan terpilih, analisis komponensial, dan diakhiri dengan
analisis tema. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan hubungan
semantik.
4. Analisis Data Model Miles dan Huberman, dapat dilakukan dengan
model alir dan model interaktif.
Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Rangkaian analisis data dapat disederhanakan kepada tiga tahapan
seperti yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman112 dalam Analisis Data
Kualitatif berikut ini:
1. Penyajian data, dapat dipahami sebagai sekumpulan informasi tersusun
yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan dan pengambilan tindakan. Penyajian data ini dapat dilakukan dalam
112
Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif; Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Terj. Tjetjep Rohendi Rohidi, (Jakarta: UI-Press, 1992), h. 16-18.
bentuk tabel, grafik, bagan, dan sebagainya. Namun yang paling umum ialah dengan teks naratif.
2. Reduksi data ialah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data “kasar” yang
muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.
Ketika peneliti mulai melakukan penelitian akan mendapatkan data yang banyak dan bervariasi dan bahkan sangat rumit. Karena itu data perlu direduksi.
3. Penarikan kesimpulan (verifikasi). Biasanya kesimpulan yang
dirumuskan di awal bersifat sementara, untuk itu harus ditemukan bukti-bukti yang menguatkannya sehingga kesimpulan tersebut dapat menjawab rumusan masalah yang telah disusun di awal.
Gambar113 alur analisis data tersebut dapat digambarkan sebagai berikut
Gambar 3.1. Komponen-Komponen Analisis Data
Berdasarkan bagan tersebut dapat dipahami bahwa kegiatan analisis data tidak baku berurutan mulai dari penyajian data, reduksi data dan berakhir
113
Miles dan Huberman, Analisis…, h. 20.
Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan-Kesimpulan: Penariakan / Verifikasi
kesimpulan. Namun ketiga kegiatan tersebut bisa jadi dilakukan berulang-ulang dan secara acak. Bisa saja setelah data disajikan dan ditarik kesimpulan bakal direduksi lagi jika tidak sesuai dengan yang ditemukan pada observasi di hari yang lain, dan seterusnya. Analisis ini bersifat fleksibel, artinya kesimpulan penelitian akan dirumuskan dengan benar apabila data yang diperoleh sudah mengalami kejenuhan yaitu data tersebut tidak berubah-ubah lagi.