Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, catatan lapangan, tes dan dokumentasi yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Pangrango dikumpulkan serta dirangkum. Data tersebut di bagi menjadi dua bagian yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif didapatkan hasil dari wawancara, observasi dan catatan lapangan. Data kuantitatif didapatkan dari hasil tes.
Teknik pengolahan data kualitatif yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif berupa uraian/ pembahasan. Karena dalam metode penelitian kelas peneliti akan mengamati proses sebelum, pada saat proses dan setelah tindakan dilaksanakan.
Teknik pengolahan data kuantitatif yaitu hasil belajar. Dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan anak dalam melakukan teknik dasar chest pass bola basket setelah tindakan dilaksanakan.
2. Analisis Data
Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara secara sistematis data yang telah diperoleh dari hasil tes, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Bogdan dalam Sugiyono (2005: 89) menyatakan bahwa “Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat dinformasikan kepada orang lain”. Proses analisis data dilakukan secara bertahap yaitu : a) Ketegorisasi dan kodifikasi. Pada tahap ini data yang diperoleh akan
diseleksi dan di himpun sesuai karakteristiknya.
b) Reduksi data. Pada tahap ini peneliti mengelompokkan data, merangkum dan memilah serta memilih data yang penting bagi penelitiannya
c) Klasifikasi data, untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu data yang diperoleh.
3. Validasi Data
Strategi yang bisa digunakan dalam meningkatkan validitas menurut Hopskin dalam Wiriaatmadja (2007: 168) meliputi empat langkah, yaitu:
1. Member Check
2. Triangulasi 3. Audit Trail 4. Expert Opinion
Setiap langkah tersebut bisa dijadikan dasar informasi, pemeriksaan dan komunikasi agar diperoleh dan dilihat serta ditentukan mengenai kemajuan atau peningkatan sesuai dengan tujuan penelitian. Penjelasan dari empat langkah tersebut sebagai berikut :
1. Member Check, yaitu setiap anggota kelompok action research saling
mengecek, menilai, dan memutuskan validitas suatu instrument dengan cara mengkomfirmasikan dengan guru dan siswa melalui diskusi pada akhir tindakan. Pada tahapan ini setelah peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara mengkonfrimasikan terhadap subjek penelitian maupun sumber yang berkompeten, peneliti melakukan diskusi dengan balikan dengan kepala sekolah yang bertujuan untuk memperoleh keabsahan data terhadap kebenaran data tersebut, maka kegiatan yang dilakukan adalah mengecek:
a. Perencanaan pembelajaran b. Kinerja guru dalam pembalajaran c. Aktivitas siswa
d. Hasil belajar siswa
2. Triangulasi, yaitu memeriksa kebenaran data dari berbagai sumber
yang diperoleh peneliti untuk meningkatkan kualitas penelitian.
Triangulasi dilakukan dengan cara membandingkan serta
mendiskusikan hasil yang dilaksanakan bersama dengan teman sejawat. Hal tersebut dilakukan sebagai keperluan pengecekan derajat kepercayaan terhadap validasi data yang diperoleh selama penelitian berlangsung.
Maka peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut:
a. Memvalidasi data perencanaan pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
b. Memvalidasi data kinerja guru pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
c. Memvalidasi data aktivitas siswa pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
d. Memvalidasi data hasil belajar siswa pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
e. Diskusi dengan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SDN Pangrango.
3. Audit Trail, yaitu mengecek kebenaran dari prosedur dan metode yang
digunakan dalam pengumpulan data dengan cara mendiskusikannya dengan pembimbing. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan validasi yang tinggi. Tahap awal yang dilakukan adalah dengan mengungkapkan hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan guru.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan keterbukaan dan memaparkan keadaan yang sejujurnya, dimulai tentang:
a. Data awal chest pass.
b. Data hasil observasi nilai perencanaan pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
c. Data hasil observasi kinerja guru pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
d. Data hasil observasi aktivitas siswa pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
e. Data hasil observasi nilai akhir belajar siswa pada setiap siklus dalam pembelajaran chest pass melalui modifikasi permainan bola jaring.
f. Membandingkan dan mendiskusikan serta menganalisis data .
4. Expert Opinion, yaitu mengkonsultasikan hasil temuan peneliti terhadap para ahli (dosen pebimbing), hal ini bertujuan untuk mengecek kesahihan temuan peneliti dan memperoleh arahan dan masukan sehingga validitas temuan peneliti dapat di pertanggungjawabkan. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan antara peneliti dan pembimbing. Dalam hal ini yang dijadikan pembimbing penelitian ini adalah:
a. Dr. Herman Subarjah, M.Si (sebagai pembimbing I) b. Dewi Susilawati, M.Pd ( sebagai pembimbing II)
Hal tersebut dilakukan selama pelaksanaan pengajuan dan pembuatan proposal penelitian, bimbingan penyusunan skripsi, pembahasan masalah yang ada dalam pembelajaran, judul penelitian, masalah dalam penelitian dan pemecahan masalah dalam penelitian.
111
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian melalui proses pengolahan data, analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai penerapan modifikasi permainan bola jaring untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar chest pass di kelas V SDN Pangrango, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Perencanaan
Pada bagian ini peniliti akan menyimpulkan tahap perencanaan dalam pembelajaran. Pertama peneliti mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran chest pass dalam permainan bola basket, menentukan tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan penerapan modifikasi permainan bola jaring untuk meningkatkan gerak dasar chest pass. Kemudian menentukan langkah-langkah pembelajaran dalam RPP, menentukan instrument yang akan digunakan selama proses pembelajaran, dan menentukan teknik pengolahan data yang akan digunakan untuk mengetahui hasil setelah pembelajaran dengan permainan bola jaring yang dimodifikasi.
Pada data awal hasil observasi baru mencapai 46,33%, kemudian pada perencanaan siklus I yaitu meningkat mencapai 65,9% dan belum mencapai target yang telah ditentukan, sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II dan hasil yang dicapai pada siklus II adalah 83,08%. Dalam siklus III target sudah dapat tercapai dan dipertahankan pada siklus III yaitu 100%.
2. Pelaksanaan Kinerja Guru
Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan tujuan penerapan modifikasi permaianan bola jaring untuk meningkatkan gerak dasar chest pass bola basket. Penilaian pada akhir pembelajaran dilakukan dengan melakukan tes akhir dan penilaian selama proses pembalajaran. Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan observasi, wawancara, dan aktivitas siswa yang meliputi aspek disiplin, semangat dan kerjasama. Sedangkan tes akhir
dilakukan dengan tes praktik melakukan permainan bola jaring yang dimodifikasi dengan menggunakan bola basket.
Pelaksanaan kinerja guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari presentase setiap siklusnya selama penerapan modifikasi permainan bola jaring pada pembelajaran chest pass. Kinerja guru pada data awal mencapai 56,5 %, selanjutnya pada siklus I mencapai 70,41% dan belum mencapai target yang telah ditentukan, sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II dan hasil yang dicapai adalah 89,58%. Dalam siklus III target sudah dapat tercapai dan dipertahankan pada siklus III yaitu 100%.
3. Aktivitas Siswa
Peningkatan aktivitas siswa setelah pembelajaran chest pass dengan modifikasi permainan bola jaring mengalami peningkatan. Berdasarkan analisis selama pembelajaran dapat dilihat hampir seluruh siswa menunjukan peningkatan dalam aktivitas pembelajaran. Siswa telah berani dan percaya diri melakukan gerakan chest pass dengan menggunakan modifikasi permainan bola jaring serta menunjukan sikap disiplin, semangat dan kerjasama dalam mengikuti pembelajaran.
Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari presentase setiap siklusnya selama penerapan modifikasi permainan bola jaring pada pembelajaran chest pass. Aktivitas siswa pada data awal baru mencapai 9,52 %, selanjutnya yang di capai pada siklus I baru mencapai 26,19% dan belum mencapai target yang telah ditentukan, sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II dan hasil yang dicapai adalah 50%. Dalam siklus III target sudah dapat tercapai dan dipertahankan pada siklus III yaitu 85,71%.
4. Hasil Belajar
Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari presentase setiap siklusnya selama penerapan modifikasi permainan bola jaring pada pembelajaran chest pass. Pada data awal yang diambil peneliti setelah melakukan observasi hasil belajar
siswa baru mencapai 7,14% dan selanjutnya yang di capai pada siklus I mencapai 33,33% dan belum mencapai target yang telah ditentukan, sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II dan hasil yang dicapai adalah 57,14%. Dalam siklus III target sudah dapat tercapai dan dipertahankan pada siklus III yaitu 90,48%.
Dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dalam melakukan gerak dasar chest pass melalui penerapan modifikasi permainan bola jaring, dapat disimpulkan bahwa penerapan modifikasi permainan bola jaring dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Pangrango Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti dalam melakukan gerakan chest pass.
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, penulis mengajukkan beberapa saran:
1. Bagi Guru
a. Guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan di lapangan dan menciptakan pembelajaran yang membuat anak aktif, kreatif dan bersemangat. Hal tersebut bisa didapatkan dengan melakukan pembelajaran yang menyenangkan, salah saatunya menerapkan permainan pada pembelajaran tersebut. Modifikasi permainan bola jaring dapat digunakan untuk guru dalam upaya meningkatkan gerak dasar chest pass bola basket.
b. Hal yang perlu diperhatikan guru sebelum menerapkan modifikasi permainan bola jaring, terlebih dulu menyiapkan alat, saran dan prasarana yang dibutuhkan dalam menerapkan modifikasi bola jaring serta menjelaskan aturan permainan bola jaring yang dimodifikasi yang jelas dan mudah dimengerti.
c. Guru hendaknya dapat selalu meningkatkan kemampuannya dan profesionalismenya dalam upaya membantu siswa untuk memahami materi yang diajarkan. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat memilih metode, atau pun permainan yang tepat dalam setiap pembelajaran.
2. Bagi Siswa Sekolah Dasar
Dalam penerapan modifikasi permainan bola jaaring, sebelum melakukan kegiatan terlebih memperhatikan aturan-aturan yang ditetapkan dalam modifikasi permainan bola jaring, agar pada saat pelaksanaanya tidak menyalahi aturan dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
3. Bagi Sekolah
a. Dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan jasmani. b. Dapat menerapkan modifikasi permainan bola jaring dalam pembelajaran c. Untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, maka pihak sekolah diharapkan untuk memberikan kontribusi yang maksimal agar pembelajaran berlangsung efektif dan sesuai kurikulum. Hal tersebut dapat dilakukan dengan sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran baik untuk siswa maupaun guru.
4. Bagi Peneliti lain
a. Hasil penelitian ini dapat menjadi bandingan sekaligus landasan lanjut yang berhubungan dengan penerapan permainan dalam pembelajaran. b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti lain
yang akan melalkukan penelitian dengan menerapkan permainan pada pembelajaran sebagai tindakan.
5. Bagi Lembaga UPI
a. Hasil penelitian ini semoga dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembeljaran pendidikan
b. Hasil penelitian ini semoga bermanfaat untuk perbaikan dalam pembelajaran pendidikan jasmani