BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3.6 Teknik pengolahan dan Analisa Data
3.6.1 Teknik pengolahan data
a) Editing
Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekkan kelengkapan data yang telah dikumpulkan. Data dikelompokkan berdasarkan variabel dependen (perilaku) dan variabel independen ( pengetahuan dan sikap)
b) Coding
Memberikan kode pada data dengan merubah huruf menjadi angka. Jawaban Ya diberi kode 1 dan Tidak diberi kode 0, jawaban Setuju diberi kode 1 dan Tidak setuju diberi kode 0. Jawaban Benar diberi kode 1 dan Salah diberi kode 0. Kriteria pengukuran adalah:
Pengetahuan
:
Tinggi : benar ≥ 8,5 Rendah : benar < 8,5 Sikap Positif: jawaban setuju ≥ 8,5Negatif: jawaban setuju < 8,5 Perilaku: Baik: ya ≥ 9
Buruk: ya < 9
c) Transfering
Memindahkan jawaban atau kode jawaban kedalam media tertentu. Setelah jawaban diberi kode kode tertentu kemudian dipindahkan ke dalam sebuah tabel agar lebih mudah untuk menghitungnya.
d) Tabulating
Merupakan kegiatan menyusun data dalam tabel. Data disusun dalam sebuah tabel agar lebih mudah dalam menghitungnya.
e) Entry data
Entry data merupakan suatu proses memasukkan data kedalam komputer untuk diolah dengan menggunakan SPSS. Sebelum data diklasifikasikan, data dikelompokkan terlebih dahulu guna kepentingan penelitian ini, selanjutnya data ditabulasi sehingga diperoleh frekuensi dari masing-masing kelompok pertanyaan dari setiap alternatif jawaban yang tersedia. Setelah data dibuat tabel dalam
microsoft Excel, kemudian dipindahkan ke SPSS dan dihitung sesuai
dengan rumus. 3.6.2 Analisa data
Analisa hasil penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:
a) Analisa univariat
Analisa yang dilakukan menganalisis tiap variabel dari hasil penelitian. Analisa univariat berfungsi untuk meringkas kumpulan data hasil pengukuran sedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut berubah menjadi informasi yang berguna, peringkasan tersebut dapat berupa ukuran statistik, tabel, grafik. Analisa univariat dilakukan masing-masing variabel yang diteliti (Notoadmodjo, 2005). Pada analisa univariat ini sekaligus bertujuan untuk melihat jumlah responden berdasarkan karakteristik demografi individunya yaitu dilihat dari umur, jenis kelamin, lama bekerja dan jenis pendidikan. Selain itu juga analisa univariat ini juga untuk melihat tingkat
pengetahuan, sikap tentang kualitas perawatan DC dan juga perilaku dalam pencegahan inos saluran kemih.
b) Analisa bivariat
Setelah diketahui karakteristik masing masing variabel maka dilakukan analisa lebih lanjut yaitu dengan analisa bivariat. Analisa
bivariat adalah dilakukan untuk menganalisa dua variabel yaitu
variabel bebas (pengetahuan dan sikap perawat tentang kualitas perawatan DC) dengan variabel dependent yaitu perilaku pencegahan inos saluran kemih. Penelitian ini menggunakan uji khai kuadrat (chi
square) dengan menggunakan CI 95% ,derajat kemaknaan 5%.
Nilai antara variabel bebas terikat dengan variabel terikat didapat nilai p value < α (alpha), berarti ada hubungan yang bermakna antara variabel bebas dengan variabel terikat. Sebaliknya bila nilai p value > α (alpha), berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel.
3.6.3 Uji validitas dan uji reliabilitas
Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Menurut Notoatmodjo (2005) kuesioner yaitu teknik pengumpulan data dengan menyebar angket atau daftar pernyataan mengenai masalah yang berhubungan dengan data yang diperlukan dan dibagikan kepada seluruh responden. Agar instrumen dalam bentuk kuesioner tersebut keabsahan dan keajegannya dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu diuji validitas
dan reliabilitasnya. Uji validitas dan reliabilitas diolah menggunakan program komputer.
1. Uji validitas
Validitas instrument adalah keadaan yang menggambarkan instrument tersebut benar-benar mengukur apa yang ingin diukur (Notoatmodjo, 2002). Uji validitas eksternal pada penelitian ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 30 orang (Sugiyono, 2010) dan akan dilakukan di Ruang inap syaraf RSUD Kab. Sukoharjo, Jawa tengah mengingat tipe karakteristik sampel dan populasinya hampir sama. Untuk menguji validitas dapat dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi
product moment (Notoatmodjo, 2005) .
Rumus product moment adalah sebagai berikut:
rxy= N ∑ XY-(∑X)(∑Y)
ξሼσܺଶെሺσܺሻଶሽሼܰσܻଶെሺσܻሻଶሽ Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y ∑xy = jumlah perkalian X dan Y
X = nilai hasil uji coba hasil per item Y = total skor quesioner per responden X² = kuadrat dari X (X x X)
N = jumlah responden
Kriteria pengukuran validitas instrument yaitu dengan membandingkan antara r hitung dengan r tabel. Pengukuran dinyatakan valid apabila r hitung > r tabel, dan dikatakan tidak valid apabila r hitung < r tabel, perbandingan r hitung dan r tabel pada taraf 5% (Sugiyono,
2005). Pada penelitian ini, instrument penelitian telah dilakukan uji validitas di RSUD Sukoharjo dan hasilnya sebagai berikut:
a. Kuesioner tingkat pengetahuan tentang kualitas perawatan DC dari jumlah pertanyaan 20 soal sudah dilakukan uji validitas tehadap 30 respoden dengan kriteria: soal dikatakan valid bila r hitung > 0,361 dan tidak valid bila r hitung < 0,361. (r tabel dari 30 responden 2-tailed = 0,361). Hasil uji validitas kuesioner tingkat pengetahuan adalah 17 soal dinyatakan valid ( soal no: 1,2,3,4,5,6,8,9,10,12,13,14,15,16,17,18,20) dan 3 soal tidak valid (soal no: 7,11,19).
b. Kuesioner sikap tentang kualitas perawatan DC dari jumlah pertanyaan 20 soal sudah dilakukan uji validitas tehadap 30 respoden dengan kriteria: soal dikatakan valid bila r hitung > 0,361 dan tidak valid bila r hitung < 0,361. Hasil uji validitas kuesioner sikap adalah 17 soal dinyatakan valid (soal no: 1,2,3,4,5,6,7,9,10,11,13,15,16,17,18,19,20) dan 3 soal dinyatakan tidak valid (soal no: 8,12,14).
c. Kuesioner perilaku pencegahan infeksi nosokomial saluran kemih dari jumlah pertanyaan 20 soal sudah dilakukan uji validitas tehadap 30 respoden dengan kriteria: soal dikatakan valid bila r hitung > 0,361 dan tidak valid bila r hitung < 0,361. Hasil uji validitas kuesioner perilaku adalah 18 soal dinyatakan valid (soal no: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19) dan 2 soal dinyatakan tidak valid ( soal no: 16, 20).
2. Uji reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap asas bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dalam Sugiyono (2002).
Rumus Alfa Cronbach sebagai berikut:
r11 = k { 1 - ∑ St2 } k – 1 St2
Dimana:
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal ∑ St2 = jumlah varians butir
St2 = varians total
Maka pertanyaan yang valid tadi diuji kembali dengan uji reliabilitas. Kriteria keputusan reliabel tidaknya kuesioner dinyatakan apabila nilai r alpha lebih besar dibandingkan r alpha tabel, maka reliabel. Dan apabila r alpha < r alpha tabel maka tidak reliabel, perbandingan r alpha dengan r alpha tabel dengan taraf signifikansi 0,05 (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini, instrument penelitian ini telah dilakukan uji reliabilitas yaitu dengan hasil temuan:
a. Dari 17 soal pertanyaan tingkat pengetahuan tentang kualitas perawatan DC pada 30 responden yang sudah dinyatakan valid, didapatkan hasil 0,727 > 0,361 maka dinyatakan reliabel.
b. Dari 17 soal pertanyaan sikap tentang kualitas perawatan DC pada 30 responden yang sudah dinyatakan valid, kemudian dilakukan uji reliabilitas didapatkan hasil 0,736 > 0,361 maka dinyatakan reliabel. c. Dari 18 soal pertanyaan perilaku pencegahan infeksi nosokomial
saluran kemih pada 30 responden yang sudah dinyatakan valid, kemudian dilakukan uji reliabilitas dan ditemukan hasil 0,731 > 0,361, maka dinyatakan reliabel.