BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 38-55
B. Pembahasan
Pembahasan ini didasarkan pada hasil analisis data diperoleh melalui analisis data deskriptif dan inferensial, adapun pembahasan akan dijabarkan terkait kondisi di lapangan dan dikaitkan dengan teori-teori yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut sebagai berikut:
1. Deskripsi Iklim Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih Di MTs Negeri 1 Polewali Mandar
Berdasarkan gambaran data yang diperoleh terkait dengan iklim belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar, 11%
berada kategori rendah, 74% kategori sedang, dan 15% kategori tinggi.
Kesimpulan dari data tersebu yakni gambaran iklim belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar berada pada kategori sedang.
Iklim belajar di MTs Negeri 1 Polewali Mandar pada faktanya guru mata pelajaran Fikih telah melaksanakan iklim belajar yang kondusif terhadap peserta didik, dimana iklim belajar di MTs Negeri 1 Polewali Mandar dalam pandangan responden telah dalam keadaan yang tenang, adanya hubungan yang akrab antara civitas sekolah, didalam kelas dapat dilihat aktivitas proses belajar mengajar yang
cukup baik, terlihat pula beberapa peserta didik telah aktif dalam mengajukan pertanyaan. Peserta didik saling menghargai satu sama lain, serta meja dan kursi telah tertata secara proporsional.
Hal ini sejalan dengan pandangan beberapa ahli bahwa iklim belajar yang baik ditandai dengan kekompakan, kepuasan, kecepatan, formalitas, kesulitan dan demokrasi dalam kelas.
2. Deskripsi Keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih Di MTs Negeri 1 Polewali Mandar
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh iklim Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar, 6% berada kategori rendah, 83
% kategori sedang, dan 11% kategori tinggi. Kesimpulan dari tabel di atas adalah gambaran keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar berada pada kategori sedang.
Keaktifan belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa selama belajar di sekolah, yang menyangkut ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.
Keaktifan belajar peserta didik merupakan hal utama yang perlu ditinjau mengingat mereka adalah subjek utama dalam pembelajaran, sehingga amat perlu untuk meninjau apa saja yang termasuk aktivitas belajarnya.
Prinsip keaktifan belajar pada proses pembelajaran bagi peserta didik dapat mewujudkan perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan, menganalisis hasil percobaan, membuat karya tulis, dan sebagainya. Siswa memiliki bermacam-macam aktivitas dalam belajarnya. Peserta didik dalam kondisi belajar dapat diamati dan dicermati melalui indikator aktifitas yang dilakukan, yaitu perhatian fokus, antusias, bertanya, menjawab, berkomentar, presentasi, diskusi, mencoba, menduga atau menemukan. Sebaliknya, peserta didik
53
dalam kondisi tidak belajar adalah kontradiksi dari aktifitas tersebut, mereka hanya berdiam diri, beraktifitas tak relevan, pasif, atau menghindar.
3. Pengaruh Iklim Belajar Terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih Di MTs Negeri 1 Polewali Mandar
Hasil analisis data menjelaskan besarnya korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,632 dan dijelaskan besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan koefisien nilai determinasi (R2) sebesar 0,399, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (iklim belajar) terhadap variabel terikat (Keaktifan belajar) adalah 39,9% sedangkan sisanya yakni 61,1%
dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh untuk t (0,025: 65) = 1,66 karena = 6,472 > 1,66. Nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05), maka ditolak dan diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim belajar, berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan belajar di MTs Negeri 1 Polewali Mandar.
Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh iklim belajar di kelas terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar menunjukkan bahwa iklim belajar di kelas berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik.
Proses saling memengaruhi satu sama lain inilah iklim belajar di kelas terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar terdapat hubungan yang positif. Suasana kelas yang kondusif ditandai dengan keaktifan peserta didik saat proses belajar mengajar berlangsung dan ketika peserta didik tidak atau kurang aktif saat proses pembelajaran maka akan berpengaruh pada prestasi belajar peserta didik. Iklim kelas yang dirasakan aman dan nyaman oleh peserta didik akan mendukung peserta didik dalam proses
belajar, namun iklim yang terbentuk dalam kelas juga bisa dirasakan mengancam oleh peserta didik dan berakibat pada kurangnya keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat proses saling memengaruhi satu sama lain yang positif antara iklim belajar di kelas terhadap keaktifan belajar peserta didik.
55 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan berikut:
1. Berdasarkan data iklim belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar diperoleh nilai rata-rata sebesar 74%. Hal ini menunjukkan bahwa iklim belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih berada pada kategori sedang.
2. Berdasarkan data keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar diperoleh nilai rata-rata sebesar 83%.
Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih berada pada kategori sedang
3. Berdasarkan hasil analisis data menjelaskan besarnya korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,632 dan dijelaskan besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan koefisien nilai determinasi (R2) sebesar 0,399, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (iklim belajar) terhadap variabel terikat (keaktifan belajar) adalah 39,9% sedangkan sisanya yakni 61,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil analisis tersebut diperoleh untuk t (0,025: 65) = 1,66 karena = 6,472 > 1,66.
Nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim belajar berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Polewali Mandar.
B. Implikasi
Adapun implikasi dari penelitian ini yaitu:
1. Bagi peserta didik di MTs Negeri 1 Polewali Mandar agar dapat meningkatkan keaktifan belajar dengan aktif memperhatikan saat guru menerangkan pelajaran, antusias bertanya dan menjawab pertanyaan serta disiplin ketika mengikuti pelajaran.
2. Kepada guru agar hendaknya mengetahui dan memahami prinsip belajar serta menguasai berbagai keterampilan mengajar sebagai pedoman untuk mengelola kelas yang baik sesuai dengan penelitian ini secara umum memberikan hasil dan pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik khususnya di MTs Negeri 1 Polewali Mandar.
3. Kepada Peneliti selanjutnya, diharapkan untuk mengembangkan penelitian ini agar dapat menerapakan iklim kelas dan keaktifan belajar peserta didik bukan hanya dalam mata pelajaran Fikih saja tetapi dalam mata pelajaran apa saja dan agar dapat menemukan hal-hal yang belum terungkap dalam penelitian ini sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih mendalam.
57
DAFTAR PUSTAKA
Anurrahman, Belajar dan Pembelajaran. Cet. IV; Bandung: Alfabeta, 2010.
Arianti, Pita. “Pengaruh Iklim Kelas Terhadap Motivasi Belajar Maha Peserta Didik (Survey pada Maha Peserta Didik Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UPI), Repository.upi.edu, 2014.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Cet. XIV;
Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Azis, Abdul. Asriati, Nuraini. Warneri. “Pengaruh Iklim Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI Akuntansi di SMKN 3 Pontianak” Jurnal Pontianak: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak, 2019.
Darmadi, Hamid. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Cet. I; Bandung:
Alfabeta, 2014.
Hadiyanto. Teori dan Pengembangan Iklim Kelas dan Iklim Sekolah. Jakarta:
Kencana, 2016.
Hartono, Analisis Item Instrumen. Cet. I; Pekanbaru Riau: ZanafaPublishing, 2015.
Husna, Ria. “Pengaruh Iklim Kelas dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta didik pada Pelajaran Ekonomi pada SMA”, Skripsi Pontianak:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak, 2013.
Jannah, Rofiatul. “Pengaruh Iklim Sekolah Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Kelas XI Akuntansi”. Skripsi Pontianak: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak, 2015.
Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 165 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah.
Mudjono dan Dimyati. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009.
Moedjiarto, Sekolah Unggulan Pendidikan Partisipator dengan Pendekatan Sistem, Surabaya: Duta Graha Pustaka, 2002.
Mukhtar. Iskandar, Desain Pembelajaran Berhasil Teknologi dan Komunikasi, Jakarta: Gaung Persada Press, 2010.
Nasir, Sunardi. Anggereni, Santi. Efektifitas Penggunaan SPLD (Served Product Learning and Discussion) Menggunakan Media Sosial Online Facebook Terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik, Jurnal Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makasar, Vol, 5, 2017.
Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Nata, Abuddin. Metodologi Studi Islam. Cet. XXI; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2014.
Noesyia, Nasution, Itto dan Syaf, Auliya. “Hubungan iklim kelas terhadap Motivasi belajar peserta didik SMK Abdurrab”, Psychopolytan Jurnal Psikologi, Vol 1, No 2, Februari 2018.
Ratnasari, Juliyana. “Pengaruh Iklim Kelas dan Lingkungan Keluarga terhadap Motivasi Belajar Peserta didik Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di Smk Pgri 2 Salatiga” Skripsi Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang, 2014.
Rukamana, Ade. Suryana, Pengelolaan Kelas Bandung: UPI Press, 2006.
Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Cet. 6; Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2016.
Saebani, Beni Ahmad. Ilmu Ushul Fiqh. Cet. I; Pustaka Setia, 2008.
Sari, Dewi Permata. Rusmin dan Deskon, “Pengaruh Iklim Kelas terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di SMAN 3 Tanjung Raja”. No.1/ Vol 5, 1 Mei 2018.
Shoimin, Aris. Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Cet. I;
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014.
Siti, Ichwani. Utami dan Atiah, Ratna. “Pengaruh Iklim Kelasterhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VIII pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Pamulang:
Universitas Pamulang, No. 1/Vol. 4 Jauari 2017.
Sudaryono, Metodologi Penelitian. Cet.I; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2017.
Sudjana, Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2010.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cet. 22; Bandung: Alfabeta, 2015.
---. Metodologi Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta, 2015.
Suherman, Herman. Hakikat Pembelajaran, Educare Journal, vol. 4, No. 2. 2007.
Syarifuddin, Amir. Garis-garis Besar Fiqh. Cet. III; Jakarta: Prenadamedia Group, 2010.
Syafi’I, Ahmad dkk, “Studi tentang Prestasi Belajar Peserta didik dalam Berbagai Aspek dan Faktor yang Mempengaruhi” Jurnal Komunikasi Pendidikan, Surabaya: UIN Sunan Giri, No. 2/Vol. 2 Juli 2018.
Tiro, Muhammad Arif. Dasar-dasar Statistika. Cet. III; Makassar: State University Of Makassar, 2008.
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional. Cet. IV;
Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Wiyani, Novan Ardy. Manajemen Kelas, Yogyakarta: Ar-Ruz Media, 2013.
59
LAMPIRAN
Lampiran 6
DOKUMENTASI GAMBAR
78