• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

B. Sumber Data

3.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Setelah data dikumpulkan maka tahap selanjutnya adalah pengolahan

data. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan menentukan. Pada

tahap ini data diolah sedemikian rupa sehingga berhasil disimpulkan

kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab

persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian. Teknik pengolahan data dalam

Bungin (2009:165-168) tersebut menggunakan cara sebagai berikut:

1. Editing Data. Adalah krgiatan yang dilaksanakan setelah peneliti selesai menghimpun data dilapangan. Kegiatan ini menjadi penting karena

kenyataannya bahwa data yang terhimpun kadang kala belum memenuhi

harapan peneliti, ada diantaranya kurang atau terlewatkan, tumpang

tindih, berlebihan bahkan terlupakan. Oleh karena itu, keadaan tersebut

harus diperbaiki melalui editing ini. Proses editing dimulai dengan memeberi identitas pada instrumen penelitian yang telah terjawab.

Kemudian memeriksa satu per satu lembaran instrumen dan poin yang

janggal tersebut.

2. Coding data. Setelah tahap editing selesai dilakukan, kegiatan berikutnya adalah mengklasifikasi data-data tersebut melalui tahap koding.

Maksudnya bahwa data yang telah diedit tersebut diberiidentitas

sehingga memiliki arti tertentu pada saat dianalisis. kemudian diberikan

skor dengan menggunakan skala Likert.

3. Tabulating data. Adalah memasukan data pada tabel-tabel tertentu dan mengatur angka-angka serta menghitungnya. Penyusunan data dalam

tabel-tabel yang mudah dibaca dan tabel tersebut disiapkan untuk

dianalisis.

Setelah pengolahan data dilakukan, tahap selanjutnya adalah analisis

data. Dimana analisis itu dilakukan untuk membahas masalah yang terdapat

dalam rumusan masalah. Analisis data dilakukan dalam usaha untuk

menyederhanakan data yang didapat agar mudah dipahami oleh pembaca.

Metode analisis yang digunakan oleh peneliti adalah metode kuantitatif.

Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan

variabel dari jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari

seluruh responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti,

melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan

3.4.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Kevaliditasan instrumen menggambarkan bahwa suatu

instrumen benar-benar mampu mengukur variabel-variabel yang akan

diukur dalam penelitian serta mampu menunjukkan tingkat kesesuaian

antar konsep dan hasil pengukuran. Rumus Korelasi Product Moment:

π’“π’™π’š= π’βˆ‘π—π’Šπ˜π’Šβ€“ (βˆ‘π—π’)( βˆ‘π˜π’) {π’βˆ‘π—π’πŸβ€“ (βˆ‘π—π’)𝟐}{π’βˆ‘π˜π’πŸβ€“ (βˆ‘π˜π’)𝟐}

Dimana:

r = Koefisien Korelasi Product Moment

Ξ£X = Jumlah skor dalam sebaran X

Ξ£Y = Jumlah skor dalam sebaran Y

Ξ£XY = Jumlah hasil kali skor X dan Y yang berpasangan

Ξ£X2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalan sebaran X

Ξ£Y2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y n = Jumlah sampel

3.4.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas berasal dari kata dalam Bahasa Inggris rely, yang berarti percaya, dan reliable yang artinya dapat dipercaya. Dengan demikian reliabilitas dapat diartikan sebagai keterpercayaan.

Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan internal konsistensi

dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach yaitu penghitungan yang dilakukan dengan menghitung rata-rata interkolerasi di antara

butir-butir pertanyaan dalam kuesioner, variabel di katakan reliabel

jika nilai alphanya lebih dari 0.30. Dengan dilakukan uji reliabilitas

akurat dan mantap. Apabila koefisien reliabilitas instumen yang

dihasilkan lebih besar berarti instrumen tersebut memiliki reliabilitas

yang cukup baik.

Rumus Alpha Cronbach adalah sebagai berikut:

π‘Ÿ11 = 𝑛

𝑛 βˆ’1 1βˆ’βˆ‘βˆ‘π‘†π‘‘π‘†π‘–Β² Β²

Dimana :

n = Jumlah butir SiΒ² = Variasi butir StΒ² = Variasi total

3.4.3 Uji Koefisien Korelasi

Uji koefisien korelasi bertujuan untuk mengetahui kuat atau

tidaknya korelasi antara variabel X dan variabel Y, yaitu antara

variabel iklim komunikasi organisasi terhadap komitmen organisasi

anggota UKM Jurnalistik Untirta, atau untuk mengetahui sejauh mana

pengaruh antara kedua variabel tersebut. Teknik korelasi yang

digunakan adalah teknik korelasi Produk Moment Pearson dengan rumus sebagai berikut:

π’“π’™π’š= π’βˆ‘π—π’Šπ˜π’Šβ€“ (βˆ‘π—π’)( βˆ‘π˜π’) {π’βˆ‘π—π’πŸβ€“ (βˆ‘π—π’)𝟐}{π’βˆ‘π˜π’πŸβ€“ (βˆ‘π˜π’)𝟐}

Dimana:

r = Koefisien Korelasi Product Moment

Ξ£X = Jumlah skor dalam sebaran X

Ξ£Y = Jumlah skor dalam sebaran Y

Ξ£XY = Jumlah hasil kali skor X dan Y yang berpasangan

Ξ£Y2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y n = Jumlah sampel

Jika rhitung> rtabel maka Ho ditolak, Ha diterima, bahwa

hipotesis yang menerangkan bahwa ada hubungan antara iklim

komunikasi organisasi dengan komitmen organisasi di UKM

Jurnalistik Untirta.

Jika rhitung< rtabel maka Ho diterima, Ha ditolak, Ha diterima,

bahwa hipotesis yang menerangkan bahwa tidak ada hubungan antara

iklim komunikasi organisasi dengan komitmen organisasi di UKM

Jurnalistik Untirta.Selanjutnya untuk mengetahui kekuatan korelasi

antara variabel independen dengan variabel dependen dapat dilihat

pada tabel berikut:

Tabel 3.2

Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00-0,199 Sangat rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat kuat (Sugiyono, 2010:214) 3.4.3. Uji Signifikansi

Untuk menguji signifinkasi korelasi, maka harus dilakukan tes

apakah korelasi antara variabel X dan variabel Y signifikan atau tidak.

Maka perlu dilakukan uji signifikansi. Dalam Sugiyono (2007:184), uji

𝒕=𝒓 πŸβˆ’π’“π’βˆ’πŸπŸ Dimana:

r = Koefisien korelasi

n = Jumlah pengamatan/observasi

Setelah diperoleh harga thitung, maka signifikansinya

ditentukan dengan menggunakan ttabel, dengan taraf signifikansi

sebesar 10%, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Apabila thitung< ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak(berarti

tidak ada pengaruh yang signifikan)

b. Apabila thitung> ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima(berarti

ada pengaruh yang signifikan)

3.4.4 Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi sederhana (r2) adalah satu ukuran yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap

variansi variabel dependen, dengan 0<r2<1. Jika nilai r adalah 0, maka tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y, sedangkan

semakin mendekati angka 1, maka hubungan akan semakin kuat,

besarnya koefisien korelasi akan berkisar antara -1 sampai dengan

+1.Secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan

mengkuadratkan Koefisien Korelasi (r). Penggunaan koefesien determinasi dalam korelasi tidak harus diinterpretasikan sebagai

besarnya pengaruh variabel X terhadap Y mengingat bahwa korelasi

mempunyai hubungan belum tentu variabel satu mempengaruhi

variabel lainnya.Lebih lanjut dalam konteks korelasi antara dua

variabel maka pengaruh variabel X terhadap Y tidak nampak.

Kemungkinannya hanya korelasi merupakan penanda awal

bahwa variabel X mungkin berpengaruh terhadap Y. Sedang

bagaimana pengaruh itu terjadi dan ada atau tidak kita akan

mengalami kesulitan untuk membuktikannya. Hanya menggunakan

angka r2 kita tidak akan dapat membuktikan bahwa variabel X mempengaruhi Y. Rumus untuk menghitung koefesien determinasi

(KD) adalah:

𝑲𝑫= π’“πŸΓ—πŸπŸŽπŸŽ%

Dimana:

KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi

3.4.5 Uji Regresi Linier Sederhana

Uji regresi digunakan untuk meneliti hubungan antara dua

variabel atau lebih, atau untuk mengetahui apakah variabel

independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena

yang diteliti. Persamaan regresi digunakan untuk menguji signifikansi

antara variabel bebas yaitu iklim komunikasi organisasi terhadap

komitmen organisasi. Dengan rumus persamaan regresi sebagai

berikut:

Dengan:

Y’ = Nilai yang diprediksikan

a = Konstanta atau bila harga X = 0

b = Koefisien regresi atau angka arah, yang menunjukan angka peningkatan atau pun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan

X = Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu

Harga a dan b dapat dicari dengan rumus berikut:

𝒂= (βˆ‘ 𝒀)(βˆ‘ π‘ΏπŸ)βˆ’(βˆ‘ 𝑿)(βˆ‘ 𝑿𝒀) 𝒏 βˆ‘ π‘ΏπŸβˆ’ (βˆ‘ 𝑿)𝟐 𝒃=𝒏(βˆ‘ 𝑿𝒀)βˆ’(βˆ‘ 𝑿)(βˆ‘ 𝑿𝒀)

𝒏 βˆ‘ π‘ΏπŸβˆ’ (βˆ‘ 𝑿)𝟐

Dengan:

n = Jumlah responden atau sampel X = Variabel bebas

Y = Variabel terikat

Dokumen terkait