LEMBAR TES Nama
F. Teknik Pengolahan Data
Dalam penelitian kuantitatif pengolahan data dilakukan setelah semua data terkumpul dari sampel dan sumber data yang ada. Adapun langkah-langkah pengolahan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Menganalisis hasil prates dan pasca tes siswa dari setiap aspek yang dinilai.
2) Mengubah skor mentah menjadi nilai dengan rumus.
Nilai = Skor yang diperoleh X 100 Skor maksimal
3) Mendeskripsikan beberapa hasil tes awal dan tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol.
4) Uji Reliabilitas Antarpenimbang
Dalam menguji reliabilitas digunakan uji konsistensi internal dengan menggunakan rumus tabel ANAVA. Menguji realibilitas antarpenimbang dengan menggunakan rumus. Uji realibilitas antarpenimbang dilakukan untuk mengetahui tingkat penilaian antara penilai satu dengan penilai lainnya. Dengan menggunakan
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
prinsip-prinsip ANAVA maka data-data penilaian dimasukkan ke dalam format ANAVA sebagai berikut.
Tabel 3.5 Format ANAVA Sumber Variasi SS Dk Varians Siswa SSt∑ � N – 1 SSt∑ � N − 1 Penguji SSp∑ p K – 1 * Kekeliruan SSk∑ kk (N–1) – (K–1) SSk∑ kk N– 1 – K– 1 (Sugiyono, 2013) Setelah itu, dilakukan perhitungan reliabilitas dengan rumus berikut:
�
= ��−�����
(Sugiyono, 2013)
Keterangan:
� = reliabilitas yang dicari
Vt = variansi dari siswa
Vkk = variansi dari kekeliruan
Menurut Nashir (2013) perhitungan uji reliabilitas melalui software SPSS 17.00
adalah sebagai berikut.
a) Langkah-langkah dalam proses uji reliabilitas tes awal kelas kontrol menggunakan SPSS 17.0 adalah sebagai berikut.
(1) Memasukan data dari data exel ke data view.
(2) Data penilai tersebut menjadi variabel untuk setiap kolomnya kemudian klik analyze dan memilih scale dan kemudian dipilih reability analyze.
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(3) Masukan data variabel ke item. Pilih statistik di kolom desktriptif dan memilih item, scale, dan scale if item deleted kemudain klik continue, lalu klik ok.
(4) Kemudian muncul hasil analisis uji reliabilitas data.
Hasil perhitungan reliabilitas yang telah diperoleh disesuaikan dengan tabel Guilford sebagai berikut.
Tabel 3.6
Tabel Guilford untuk Reliabilitas Antarpenimbang
Rentang Kriteria
0,80 – 1,00 Korelasi sangat tinggi
0,60 – 0,80 Korelasi tinggi
0,40 – 0,60 Korelasi sedang
0,20 – 0,40 Korelasi rendah
< 0,20 Korelasi sangat rendah
(Sugiyono, 2013, hlm. 184)
5) Uji normalitas data
Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul tersebar secara normal atau tidak. Peneliti melakukan uji normalitas dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Menghitung mean dengan menggunakan rumus.
−
�
=(
∑�� ) Keterangan :−
�
=
rata-rata nilai∑�� = jumlah seluruh nilai = jumlah siswa
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
b. Menghitung modus dengan rumus.
� = �� + P � � + � Keterangan :
� = nilai modus
�� = batas bawah kelas yang mengandung nilai modus P = panjang kelas nilai modus
� = selisih antara frekuensi modus (f) dengan frekuensi sebelumnya �
� = selisih antara frekuensi modus (f) dengan frekuensi sesudahnya �
(Riduan dan Sunarto, 2009, hlm. 45)
c. Menghitung simpangan baku atau standar deviasi
S = √∑ �−
(Riduan dan Sunarto, 2009, hlm. 54)
d. Menghitung daftar frekuensi
Rentang kelas (R) = Skor maks – Skor min
Banyak kelas (K) = 1 + 3,3log n Panjang kelas (P) =
�
(Riduan dan Sunarto, 2009, hlm. 47-48)
e. Menggunakan rumus chi-kuadrat
� = ∑ −
Keterangan:
x2 = nilai chi-kuadrat
fo = frekuensi yang diobservasi (frekuensi empiris) fe = frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoritis)
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(Riduan dan Sunarto, 2009, hlm. 68) Perhitungan uji normalitas melalu software SPSS 17.00 adalah sebagai berikut.
a. Buka sheet Variable View dan definisikan variablenya b. Masukkan data setelah meng-klik Data View
c. Setelah data ter-input semua, klik Analyze ->descriptive statistics -> Explore untuk diklik. Pindahkan variabel yang akan diuji ke kontak Dependent List.
d. Di bawah muncul tawaran untuk Display. Klik Both, untuk dua macam tampilan: statistic dan plots.
e. Klik Deskriptives, klik Continue.
f. Klik Plots, pilih Normality Plots with Test, klik Continue. g. Ambil Option, pilih Exclude Cases Listwise, klik Continue. h. Klik Ok.
Dari hasil tampilan output terlihat data Kolmogorov-Smirnov dan
Shapiro-Wilk. Ketika data < 30 maka sig. yang dipakai yaitu kolom Kolmogorov-Smirnova
dan ketika data > 30 maka sig. yang dipakai yaitu kolom Shapiro-Wilk.
(Djudin, 2013, hlm 220-221)
6) Menghitung uji homogenitas.
Tujuan dari uji homogenitas ini adalah untuk mengetahui homogen atau tidaknya variasi sampel dalam populasi yang sama dan homogen atau tidaknya data berdasarkan kriteria berikut ini.
- Jika Fhitung < Ftabel artinya distribusi data homogen
- Jika Fhitung> Ftabel artinya distribusi data tidak homogen Uji homogenitas menggunakan uji F
�
ℎ� �= � � Keterangan :Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
�
ℎ� � = nilai yang dicariVb = standar deviasi pra kelas eksperimen Vk = standar deviasi pasca kelas eksperimen
(Sugiyono, 2013, hlm. 199) Menurut Hendro (2012) perhitungan uji homogenitas jika menggunakan software SPSS 17.00 adalah sebagai berikut.
a. Buka file data yang akan dianalisis.
b. Pilih menu berikut ini Analyze–>Descriptives Statistics–>Explor. c. Pilih y sebagai dependent list dan x sebagai faktor list.
d. Klik Continue lalu klik Ok.
7) Uji hipotesis
Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan antara rata-rata nilai tes pertama (pretest) dan nilai tes kedua (posttest). Tes kedua yang dilaksanakan setelah diberikan perlakuan. Uji hipotesis ini menggunakan rumus t-test. Dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Mencari standar deviasi gabungan (dsg)
dsg = − + −
+ −
Keterangan:
= banyak data kelas eksperimen = banyak data kelas pembanding
� = varians data kelas eksperimen
� = varians data kelas pembanding
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Menghitung �ℎ� �
�ℎ� � = � −� � √� + � Keterangan :
x1 = mean pasca tes kelas eksperimen x2 = mean pasca tes kelas kontrol
Sd = simpangan baku atau standar deviasi n1 = jumlah siswa kelas eksperimen n2 = jumlah siswa kelas kontrol
(Subana, dkk, 2005, hlm.171)
c. Menghitung derajat kebebasan (db)
db = n1 + n2 – 2
(Sugiyono, 2013, hlm. 199) d. Berdasarkan nilai db dengan mencari harga t dari tabel dengan taraf signifikan
1% dan 5 % dengan ketentuan:
Jika thitung > ttabel maka Ho atau hipotesis nol ditolak dan Ha atau hipotesis kerja diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model SAVI dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi.
Jika thitung < ttabel maka Ho atau hipotesis nol diterima dan Ha atau hipotesis kerja ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model SAVI dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi.
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Perhitungan Uji hipotesis (Uji T) dengan menggunakkan software SPSS 17.00 adalah sebagai berikut.
a. Uji-t untuk kasus dua sampel berhubungan
1) Buka Sheet Variable View dan definisikan variabelnya 2) Masukan data setelah meng-klik Data View untuk variabel.
3) Setelah data ter-input semua, klik Analyze, pilih Compare Means, klik Paired Samples t-Test.
4) Klik Descriptives, klik Continue.
5) Ambil Option, pilih Exclude Casses Listwise, isi kotak Confidence Level dengan 95, klik Continue.
6) Klik Ok.
b. Uji-t untuk kasus dus sampel saling bebas (Independen) 1) Buka sheet Variable View, definisikan variabelnya. 2) Masukkan data setelah meng-klik Data View.
3) setelah data terinput semua, klik Analyze, pilih Compare Means, klik Independent Samples t-Test.
4) Pindahkan variabel A ke kotak Test Variable, dan variabel pengangkatan ke kotak Grouping Variable.
5) Klik Descriptives, klik Continue.
6) Ambil Option, pilih Eclude Cases Listwise, isi kotak Confidence Level dengan 95, lalu klik Continue.
7) Klik Ok.
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 113
A. Simpulan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan-permasalahan yang ada selama pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi yang dilaksanakan di kelas X-IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-MIA 4 sebagai kontrol pada SMA Negeri 1 Cimahi. Siswa mengalami hambatan ketika dalam KD memproduksi teks. Mereka masih kesulitan apabila memproduksi teks atau menulis sesuai dengan struktur berpikir teks dan kaidah kebahasaannya. Selain itu mereka sulit untuk menuangkan daya pikir mereka ke dalam tulisan dan juga sulit mengembangkan tema yang sudah ditetapkan oleh guru. Selain itu sebagian besar siswa sangat malas apabila disuruh untuk melakukan kegiatan menulis. Bagi mereka menulis adalah kegiatan yang membosankan sehingga dipelukan system pembelajaran yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan pretest-posttest control group. Sampel yang dipilih melalui acak, sehingga terpilihlah kelas eksperimen pada kelas X-IIS 1 dan kelas kontrol pada kelas X-MIA 4. Awalnya siswa melakukan tes awal untuk mengetahui kemampuan menulis awal siswa. Pada hari selanjutnya mereka diberikan perlakuan dengan model pembelajaran yang berbeda. Kelas eksperimen diberikan model SAVI, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan model pembelajaran yang biasa diberikan oleh guru yang bersangkutan.
Penelitian ini menjawab beberapa rumusan masalah. Peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan, di antaranya sebagai berikut.
Pertama, proses pelaksanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi sudah berjalan sistematis sesuai dengan RPP yang dibuat oleh peneliti. Siswa pada kelas eksperimen dan kontrol sama-sama melakukan tes awal dan tes
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
akhir untuk melihat apakah ada peningkatan dalam hasil tes. Sebelum dilakukan tes akhir, kelas eksperimen diberi perlakuan model SAVI dan pada kelas kontrol diberikan perlakuan model problem solving.
Kedua, profil kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Cimahi sebelum diterapkan model SAVI termasuk ke dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan perhitungan pada data tes awal diperoleh hasil rata-rata tes awal siswa pada kelas eksperimen adalah 68,97. Nilai rata-rata tersebut dibawah nilai rata-rata KKM, yaitu 75. Dengan nilai terendah 56 dan nilai tertinggi 77. Sementara, hasil tes awal yang dilakukan di kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata yang hanya mencapai 71,20. Nilai tersebut masih belum mencapai KKM. Dengan nilai terendah 62 dan nilai tertinggi 85.
Profil kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Cimahi setelah diterapkan model SAVI mengalami peningkatan yang signifikan. Data hasil tes akhir menunjukkan kemampuan siswa dalam menulis teks laporan hasil observasi termasuk ke dalam kategori tinggi. Hal ini terbukti pada tes akhir yang dilakukan di kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 79,67 dengan nilai terendah 69 dan nilai tertinggi 87. Hasil tes akhir yang dilakukan di kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,70 dengan nilai terendah 67 dan nilai tertinggi 87.
Ketiga, melihat dari hasil nilai rata-rata tes awal dan akhir yang dilakukan di kelas eksperimen terjadi peningkatan nilai sebesar 10,7. Pada kelas kontrol peningkatan nilai rata-rata tes awal dengan tes akhir sebesar 5,49. Terlihat bahwa di kelas eksperimen dan kontrol sama-sama mengalami peningkatan. Namun, peningkatan yang signifikan terjadi di kelas eksperimen yang diberi perlakuan SAVI.
Selain itu, berdasarkan hasil perhitungan uji-t menggunakan software
SPSS 17 pada tes awal kelas eksperimen dan kontrol diperoleh �ℎ� ��kelas
eksperimen sebesar 1,410 dengan signifikansi 0,164 dan �ℎ� �� kelas kontrol sebesar 1,425 dengan signifikansi 0,159.
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Berdasarkan hipotesis:
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal dalam menulis teks laporan hasil observasi di kelas eskperimen dengan di kelas kontrol.
H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal dalam menulis teks laporan hasil observasi di kelas eskperimen dengan di kelas kontrol.
Dengan taraf signifikansi 5%, maka kriteria pengujian hipotesisnya sebagai berikut.
Jika nilai sig> 0,05, artinya H0 diterima atau H1 ditolak.
Jika nilai sig ≤0,05, artinya H1diterima atau H0 ditolak.
Hasil tersebut signifikansinya lebih besar dari 0,05 artinya H0 diterima atau H1 ditolak. Jadi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal dalam menulis teks laporan hasil observasi di kelas eskperimen dengan di kelas kontrol.
Selanjutnya hasil uji hipotesis (uji-t) pada tes akhir kelas eskperimen dan kontrol dengan menggunakan software SPSS17 diperoleh �ℎ� ��kelas eksperimen sebesar 2,131 dengan signifikansi 0,037 dan kelas kontrol diperoleh t hitung yaitu 2,175 dengan signifikansi 0,034.
Berdasarkan hipotesis:
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan akhir dalam menulis teks laporan hasil observasi di kelas eskperimen dengan di kelas kontrol.
H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan akhir dalam menulis teks laporan hasil observasi di kelas eskperimen dengan di kelas kontrol.
Dengan taraf signifikansi 5%, maka kriteria pengujian hipotesisnya sebagai berikut.
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Jika nilai sig ≤0,05, artinya H1diterima atau H0 ditolak
Hasil tersebut nilai signifikansinya lebih dari 0,05 artinya H1diterima atau H0 ditolak. Jadi, Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan akhir dalam menulis teks laporan hasil observasi di kelas eskperimen dengan di kelas kontrol.
Terlihat dari dua model pembelajaran yang diterima siswa, model SAVI yang peningkatannya paling signifikan. Siswa jadi tertarik dan antusias dalam menulis teks laporan hasil observasi. Siswa juga dapat menulis dengan struktur dan kaidah bahasa yang benar.
B. Saran
Berdasarkan hasil dan simpulan penelitian, peneliti mengemukakan saran, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Guru sebaiknya menggunakan model dan media pembelajaran yang sesuai dengan konten materi agar pembelajaran berjalan efektif dan hasilnya maksimal. Dalam menulis teks laporan hasil observasi model SAVI sangat cocok digunakan.
2. Guru sebaiknya memantau semua siswa secara mendalam ketika sedang belajar karena tidak semua siswa dapat menyerap materi dengan cepat dan baik apapun model pembelajarannya.
3. Guru sebaiknya mengajarkan materi dengan intens, tidak hanya satu pertemuan saja agar hasilnya dapat maksimal.
Mila Megawulandari, 2015
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIS, AUDITORIS, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI