• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE DAN TEKNIK PENELITIAN

POKOK BAHASAN MEMBACA

3.5 Teknik Pengolahan Data

Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data skunder. Data primer berupa skor kemampuan membaca kritis wacana dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berorientasi karakter pada siswa multikultural. Data skunder berupa hasil kuesioner, wawancara, dan observasi. Proses analisis difokuskan pada tujuan untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berorientasi karakter pada siswa berlatar multikultural pada siswa SMA negeri dan swasta di Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Data yang telah dikumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan dua cara, yaitu:

1. Analisis Deskripsi Kualitatif

Penggunaan analisis deskripsi kualitatif untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan membaca kritis wacana pada siswa berlatar multikultural yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berorientasi karakter serta keantusisan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.

2. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran yang diujicobakan di lapangan. Tingkat keefektivan model ditunjukkan melalui perbandingan rerata perolehan hasil belajar peserta didik. Teknik analisis dilakukan terhadap data yang terkumpul dan berpedoman pada pernyataan-pernyataan yang telah dibuat dalam penelitian.

Langkah-langkah pengelolaan data hasil penelitian kuantitatif dianalisis dengan uji statistik adalah sebagai berikut.

1) Validitas test

Validitas test adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Salah satu kategori validitas tes adalah validitas isi. Validitas isi menyangkut sejauh mana tes tersebut dapat mengukur keseluruhan isi bahan yang akan diukur. Menghitung validitas item soal dengan rumus korelasi produk moment angka kasar (Arikunto:2006:170). Rumus yang digunakan yaitu:

= . ∑ − (∑ ∑ )

{ . ∑ − (∑ ) } { . ∑ − (∑ ) }

Keterangan:

=koefesien korelasi antar skor butir dan skor soal N = banyak siswa

X = skor butir soal Y = skor total

Kriteria pengujiannya yaitu:

-Jika rhitung rtabel, maka soal valid. -Jika rhitung rtabel, maka soal tidak valid 2) Statistik Deskriptif

Untuk lebih mudah dalam memahami data yang diperoleh dari hasil penelitian, maka sebelum dianalisis data tersebut dideskripsikan terlebih dahulu. Pendeskripsian data disini berguna untuk meringkas dan menjelaskan data yang diperoleh melalui instrument penelitian. Ukuran-ukuran statistik yang digunakan dalam mendeskripsikan data yaitu:

(1) Ukuran tendensi sentral berupa mean (rata-rata), median, modus, dan jumlah data.

(2) Ukuran penyebaran data berupa variansi, standar deviasi, data terkecil, data terbesar, dan rentang.

3) Statistik Inferensi

Data yang akan dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian adalah data nilai hasil jawaban siswa terhadap wacana yang diujikan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

(1) Data uji normalitasnya dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat. Rumus yang digunakan yaitu:

= ( − )

Keterangan:

k = banyaknya kelas interval dari daftar distribusi frekuensi Oi = frekuensi hasil pengamatan

Ei = frekuensi teoretis yang diharapkan

Hipotesis yang diuji adalah

HO = Data berasal dari distribusi normal. H1 = Data tidak berasal dari distribusi normal. Kriteria pengujiannya, yaitu:

- Jika x2hitung < x2(1-≥)(k-3) maka Ho diterima

- Jika x2hitung x2(1-≥)(k-3) maka Ho ditolak (Sudjana, 1996:293) (2) Data diuji homogitasnya dengan menggunakan uji F.

Untuk menguji homogitas varians dengan menggunakan statistik uji F, rumus yang digunakan yaitu:

= ! "! ! #!$ % Hipotesis yang diuji adalah

HO = ( & = & ), varaians populasi adalah identik (varians kelas kontrol dan eksperimen sama)

H1 = (& ≠ & ), varaians populasi adalah tidak identik (varians kelas kontrol dan eksperimen berbeda)

Kriteria pengujian yaitu:

-Jika Fhitung < F(1/2≥)(dk1,dk2) maka Ho diterima

-Jika Fhitung ≥F(1/2≥)(dk1,dk2) maka Ho ditolak (Sudjana, 1996:250)

(3) Data diuji kesamaan dua rata-rata dengan t-test untuk dua sampel bebas. Pengujian data menggunakan t-test untuk dua sampel bebas untuk U-mann Whitney dikarenakan sampel dari penelitian ini merupakan dua buah sampel bebas. Dua sampel bebas dikatakan sebagai sampel bebas jika kedua sampel tidak berhubungan. Untuk menguji kesamaan dua rata-rata dengan menggunakan t-test dua sampel bebas dengan menggunakan rumus yaitu:

( = ) − )

* . + 1 + 1 .

=( − 1) + ( − 1)

+ − 2

Keterangan:

) =rata-rata kelas eksperimen ) = rata-rata kelas control s2 = varians total

= varians kelas eksperimen = varians kelas kontrol

n1 = banyak data kelas eksperimen n2 = banyak data kelas kontrol

Untuk mengalisis data nilai kemampuan membaca dilakukan dua tahap pengujian sebagai berikut:

1) Uji kesamaan dua rata-rata dengan uji dua pihak. Uji dua pihak ini dilakukan untuk melihat perbedaan hasil yang didapat antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Hipotesis yang diuji, yaitu:

HO = (µ12). Kedua rata-rata populasi adalah identik (rata-rata kelas kontrol dan eksperimen sama)

H1 = (µ1≠µ2). Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik (rata-rata kelas kontrol dan eksperimen berbeda)

Kriteria pengujian yaitu:

- H0 diterima jika –t 1-1/2-≥< t < t 1-1/2-≥ - H0 ditolak jika t ≤ –t 1-1/2-atau t ≥ t 1-1/2-

Di mana t 1-1/2-≥ didapatkan dari daftar distribusi t dengan dk = (n1+n2 – 2) dan peluang 1-1/2≥ ( Sudjana, 1996:239).

2) Uji kesamaan rata dengan uji satu pihak. Hasil ujian kesamaan dua rata-rata di atas adalah uji kesamaan rata-rata-rata-rata yang menguji apakah ada perbedaan hasil nilai yang didapat antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, tetapi belum diketahui secara pasti apakah kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Untuk mengetahui lebih lanjut apakah hasil yang diperoleh kelas eksperimen

lebih baik dari pada kelas kontrol, maka dilakukan uji lanjutan yaitu uji kesamaan dua rata-rata satu pihak. Untuk keperluan uji satu rumus yang dipergunakan masih sama dengan uji rata-rata dua pihak, yang membedakan hanya dalam hipotesis yang diuji dan kriteria pengujian saja.

Hipotesis yang diuji adalah

HO = (µ12). Kedua rata-rata populasi adalah identik (rata-rata kelas kontrol dan eksperimen sama)

H1 = (µ1≠µ2). Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik (rata-rata kelas kontrol dan eksperimen berbeda)

Kriteria pengujian yaitu:

Berdasarkan perbandingan nilai t hitung dan t tabel:

- H0 ditolak jika statistik hitung > statistik tabel atau ( t > t1-≥) - H0 ditolak jika statistik hitung < statistik tabel atau ( t < t1-≥)

Di mana t1-≥ didapat dari daftar distribusi t dengan dk = (n1+n2 – 2) dan peluang 1-≥ ( Sudjana, 1996:242).

Pengujian rata-rata dengan mengujikan uji t di atas dilakukan jika data diasumsikan berdistribusi normal dan memiliki varians yang homongen. Jika data tidak berdistribusi normal maka pengujian kesamaan dua rata-rata untuk dua sampel bebas menggunakan uji U Mann – Whitney. Menurut Ruseffendi (1998:308) menyatakan bahwa uji U Mann–Whitney adalah uji nonparametrik yang cukup kuat sebagai pengganti uji-t, dalam hal ini asumsi distribusi t tidak terpenuhi. Rumus yang digunakan dalam uji U Mann–Whitney, yaitu:

01 = 1 2+ 1/2 1( 1+ 1) − 41 02 = 2 2+ 1/2 2( 2+ 1) − 42 Keterangan: 1 = jumlah sampel a 2 = jumlah sampel b 41 = peringkat sampel a 42 = perinkat sampel b Hipotesis yang diuji adalah

HO = (µ12). Kedua rata-rata populasi adalah identik (rata-rata kelas kontrol dan eksperimen sama)

H1 = (µ1≠µ2). Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik (rata-rata kelas kontrol dan eksperimen berbeda)

Kriteria pengujiannya yaitu:

- HO terima jika harga U hitung > U tabel

224

BAB V

Dokumen terkait