• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUALITAS PELAYANAN

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

J. Teknik Pengujian Instrumen

Digunakan untuk mengetahui ketepatan dan konsistensi dari kuesioner

yang digunakan tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa baik indikator

dalam mengukur variabelnya. Uji instrumen data terdiri dari:

1. Uji Validitas

Dalam pengujian Validitas dari instrumen atau kuisioner,

menurut Singarimbun (1999; 137) dilakukan perhitungan kolerasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total dengan

30

 

  2 2 2 2 ) ( ) ( ) ( ) ( ) )( ( ) ( Y Y n X X n Y X XY n rxy Dimana : N = jumlah responden

X = skor suatu butir/item

Y = skor total (Arikunto, 2005: 72)

Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

- Jika rxy hitung ≥ r tabel maka pernyataan dinyatakan valid.

- Jika rxy hitung < r tabel maka pernyataan dinyatakan tidak valid. 2. Uji Reliabiltas

Uji Reliabitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang

merupakan indikator dari variabel. Adapun kriteria penilaian uji

reliabilitas kuesioner adalah menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach (Arikunto, 1999: 193), yaitu :

              

2 2 11 1 1 t b V k k r

Dimana: r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya

soal

2

b

31

2

t

V = varian total

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliable dengan

menggunakan teknik ini, bila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6.

K. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

a. Deskriptif Responden

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang

sedang makan di restoran koki joni dan yang diambil sebagai sampel

adalah 100 orang. Hasil penelitian dari 100 responden sampel dapat

dideskriptifkan sebagai berikut:

a) Deskriptif responden berdasarkan jenis kelamin

b) Deskriptif responden berdasarkan usia

c) Deskriptif responden berdasarkan pekerjaan

b. Deskriptif Variabel

Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu kualitas

pelayanan sebagai variabel (X) dan brand image sebagai variabel (Y). Kualitas pelayanan terdiri dengan beberapa dimensi yaitu :

a) Bukti Langsung (tangibles) b) Kehandalan (realibility)

c) Daya Tanggap (responsiveness) d) Jaminan (assurance)

32

Dari setiap dimensi memiliki beberapa pernyataan, dalam penelitian

ini untuk variabel kualitas pelayanan ada 21 pernyataan.

Variabel brand image (citra merek) terdiri dari beberapa indikator yaitu:

a) Kesan profesional

b) Kesan modern

c) Melayani semua segmen

d) Perhatian pada konsumen

Dari setiap indikator memiliki beberapa pernyataan, dalam penelitian

ini untuk variabel brand image ada 10 pernyataan

2. Analisis Regresi a. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model

estimasi telah memenuhi kriteria ekonometrika, dalam artian tidak

terjadi penyimpangan yang cukup serius dari asumsi-asumsi yang

harus dipenuhi.

i. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual

terdistribusi normal atau tidak (Sunjoyo, dkk, 2013:59). Model

regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi

normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing

33

jamak yaitu bahwa uji normalitas dilakukan pada masing-masing

variabel. Hal ini tidak dilarang tetapi model regresi memerlukan

normalitas pada nilai residualnya bukan pada masing-masing

variabel penelitian.

ii. Uji heteroskesdastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual

suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap. Maka disebut

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang terjadi homoskedastisitas atau

tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dilakukan

dengan menggunakan uji Spearmans ‘rho yaitu dengan

mengorelasikan nilai residual dengan hasil regresi dengan

masing-masing variabel independen. Untuk kriteria pengujian

heteroskedastisitas yaitu apabila nilai signifikansi korelasi variabel

dipenden dengan residual 0.05 maka tidak terjadi masalah

heteroskedastisitas, tetapi jika signifikansi kurang dari 0.05 maka

terjadi masalah heteroskedastisitas. Cara lain untuk mendeteksi ada

tidaknya heteroskedastisitas dengan melihat ada tidaknya pola

tertentu pada grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ( ZPRED ) dengan residualnya ( SPRESID ) dimana sumbu Y

34

prediksi – Y susungguhnya). Dasar analisis dari uji heteroskedastisitas melalui grafik plot adalah sebagai berikut:

1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik membentuk pola

tertentu (bergelombang, melebar kemudian

menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi

heteroskedastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar

di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak

terjadi heteroskedastisitas.

b. Persamaan Regresi

i. Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisa regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear

antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y).

Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel

independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif

dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai

variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.

Y’ = a + bX

Keterangan :

Y’ = Variabel dependen (Brand Image)

X = Variabel independen (Kualitas Pelayanan)

35

b = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)

c. Uji Hipotesis

Ho : t ≤ 0 artinya tidak ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap brand image pada restoran pasta and turkey Koki Joni.

Ha : t > 0 artinya ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap brand

image pada restoran pasta and turkey Koki Joni.

i. Uji t

Uji t dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh

variabel-variabel independen (X) mempengaruhi variabel-variabel dependennya (Y)

yaitu seberapa jauh kualitas pelayanan mempengaruhi brand image.

Uji t dilakukan dengan membandingkan signifikansi hitung

masing-masing variabel bebas terhadap variabel α = 5%. Apabila

signifikan t lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima. Demikian pula

sebaliknya jika signifikan lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak.

Bila Ho ditolak ini berarti ada hubungan yang signifikan antara

variabel independen terhadap dependen (Ghozali, 2004:55).

ii. Koefisisen determinasi (R²)

Koefisisen determinasi (R²) digunakan untuk mengukur

seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel

terikat. Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat

dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar

terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan

36

diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya, Jika R² semakin kecil

(mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel

bebas (X) adalah kecil terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti

model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh

37 BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN

Dokumen terkait