• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Metode Penelitian

3.6 Teknik Pengujian Instrumen

Penelitian ini menguji instrumen dengan menghitung validitas dan reliabilitas dari tiap-tiap instrumen baik dari variabel keaktifan dan prestasi

belajar siswa.

3.6.1 Validitas

Salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh tes hasil belajar baik yang baku maupun yang dibuat sendiri oleh guru adalah validitas, yaitu sejauh

42

mana tes benar-benar mengukur pengetahuan atau sifat yang tepat seperti yang di

maksud oleh tujuan tes itu menurut Friedenberg (dalam Supratiknya, 2012: 29).

Ada tiga jenis validitas yaitu validitas isi yang memeriksa sejauh mana tes mengukur ranah isi pengetahuan atau keterampilan di bidang tertentu yang tepat sebagaimana dimaksud, validitas konstruk yang memeriksa sejauh mana tes mengukur suatu konstruk tertentu baik berupa kemampuan yang lebih didominasi

oleh fungsi kognitif seperti inteligensi maupun fungsi afektif seperti sifat, dan validitas kriteria yang memeriksa sejauh mana tes mampu memprediksikan variabel-variabel tertentu sebagaimana diharapkan berdasarkan penalaran teoretis

tertentu. Penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu: (1) Validitas konstruk : Validitas konstruk ini menggunakan program SPSS versi 20. Item soal

dikatakan valid jika memenuhi kriteria yaitu r hitung > r tabel. Setelah itu secara empiris diujikan ke lapangan. (2) Validitas isi : Validitas isi digunakan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan

(Masidjo,1995: 243-244). Perhitungan validitas isi disusun berdasarkan hasil konsultasi dengan ahli (experts judgment). Setelah instrumen dibuat berdasarkan dengan teori yang ada, kemudian akan dikonsultasikan dengan ahli. Dalam hal ini yang berperan sebagai ahli adalah dosen dan guru kelas.

3.6.1.1Validitas keaktifan

Validitas lembar observasi divalidasi oleh dosen ahli yang memiliki latar belakang pendidikan psikolog anak dan berprofesi sebagai dosen di Universitas Sanata Dharma. Hasil perhitungan validitas lembar observasi adalah sebagai berikut :

43

Tabel 3.9 : Hasil Validitas Lembar Observasi Keaktifan

No Komponen Penilaian Validator

1 Kelengkapan lembar observasi 5

2 Kesesuaian antara indikator dengan deskripsi 5

3 Kalimat tidak bermakna ganda 5

4 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminka n keutuhan perkembangan keaktifan

5

5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 5

Rata rata 5

Hasil validitas lembar observasi keaktifan oleh validator disajikan dalam tabel 3.10. Dari setiap komponen lembar observasi dihitung rata-ratanya. Kelayaka

n komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolak ukur untuk dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilaian yang diberikan oleh validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan

target yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih

dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Dari data di atas bahwa rata-rata yang diperoleh yang diberikan oleh setiap validator sudah melebihi nilai target yang sudah ditentukan sebagai tolak ukur. Sehingga setelah peneliti selesai menguji ke

validator maka peneliti menggunakan lembar observasi tersebut untuk mengamati keaktifan pada saat penelitian berlangsung.

3.6.1.2 Validitas isi perangkat pembelajaran

Validitas perangkat pembelajaran dicari dengan expert judgment yaitu divalidasi kepada dua orang ahli yaitu dengan validator I Dosen ahli Matematika,

Validator II Kepala Sekolah, dan Validator III Guru kelas. Dalam melakukan valid asi menggunakan skala penilaian (Rating Scale) yaitu pemberian nilai pilihan lebih dari 2. Penilaian dilakukan lebih dari satu orang agar lebih akurat (Suwandi, 2010:

74). Rentang skor validasi adalah 1 – 5 dengan kriteria 1 = kurang sekali, 2 = kurang, 3 = cukup, 4 = baik dan 5 = baik sekali. Rata-rata hasil validasi yang

44

kurang dari skor 3 memperlihatkan bahwa komponen tersebut perlu direvisi, sedangkan komponen yang memiliki rata-rata skor lebih dari 3 tidak direvisi. Jika

validator memberikan komentar secara positif pada komponen yang memiliki skor

kurang dari 3, maka komponen tersebut tetap direvisi. Jika komponen memiliki skor yang lebih dari 3 namun mendapatkan komentar yang negatif, maka kompone

n tersebut tetap direvisi juga. Peneliti menggunakan angka 3 sebagai passing skore karena skor 3 merupakan median atau titik tengah dari skala 1 – 5. Hasil perhitung an validasi perangkat pembelajaran adalah sebagi berikut :

1. Validitas Silabus

Validitas yang pertama yaitu silabus. Komponen dalam penilaian silabus meliputi : 1) Kelengkapan komponen silabus, 2) Kesesuaian SK, KD, dan Indikator, 3) Kesesuaian pemilihan metode pembelajaran, 4) Penggunaan bahasa

dan tata tulis baku, 5) Kesesuaian antara penilaian dengan indikator yang dirumus kan. Hasil validasi silabus yang divalidasi oleh Validator I yaitu salah satu dosen

Universitas Sanata Dharma sebagai ahli dalam bidang Matematika, validator II yaitu Kepala Sekolah SDN Plaosan 2, dan validator III yaitu guru kelas V SDN Plaosan 2. Output validator dapat dilihat pada tabel 3.10 berikut.

Tabel 3.10 Hasil Validasi Silabus

No. Komponen yang Dinilai Skor ahli Rata rata Validator 1 Validator 2 Validator 3

1 Kelengkapan komponen silabus 5 2 2 3 2 Kesesuaian SK, KD, dan

Indikator

4 4 4 4

3 Kesesuaian pemilihan metode pembelajaran

4 4 4 4

4 Penggunaan bahasa dan tata tulis baku

4 4 4 4

5 Kesesuaian antara penilaian dengan indikator yang dirumuskan

4 4 2 3,3

45

Hasil validasi perangkat pembelajaran silabus dapat dilihat pada tabel 3.10.

Setiap komponen di validasi oleh ahli kemudian hasilnya di rata-rata. Kelayakan

komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolak ukur untuk dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilaian yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 makan perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Pada validasi ini didapat bahwa nilai rata-rata yang diberikan validator adalah untuk validator 1

mendapatkan 4,2 validator 2 mendapatkan 3,6 sedangkan validator 3 mendapatkan

3,2. Di lihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak melakukan revisi.

2. Validitas RPP

Validitas kedua yaitu RPP. Komponen dalam penilaian RPP meliputi: 1) Kejelasan rumusan, 2) Kelengkapan cakupan rumusan indikator, 3) Kesesuaian dengan kompetensi dasar, 4) Kesesuaian dengan kompetensi yang akan dicapai, 5)

Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik, 6) Keruntutan dan sistematika materi, 7) Kesesuaian materi dengan alokasi waktu, 8) Kesesuaian sumber belajar /

metode pembelajaran dengan standar kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai, 9) Kesesuaian sumber belajar/metode pembelajaran dengan materi pembelajaran, 10)

Kesesuaian sumber belajar/metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, 11) Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan kompetensi (tujuan) pembelajaran, 12) Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan materi pembelajaran, 13) Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan

46

karakteristik peserta didik, 14) Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi yang ingin dicapai, 15) Kejelasan prosedur penilaian (awal, proses akhir, tindak lanjut), 16) Kelengkapan instrumen (soal, rubrik, kunci jawaban), 17) Ketepatan ejaan, 18) Ketepatan pilihan kata, 19) Kebakuan struktur kalimat, 20) Bentuk huruf dan angka baku. Hasil validasi RPP yang divalidasi oleh Validator I yaitu

salah satu dosen Universitas Sanata Dharma sebagai ahli dalam bidang Matematika, validator II yaitu Kepala Sekolah SDN Plaosan 2, dan validator III

yaitu guru kelas V SDN Plaosan 2. Output validator dapat dilihat pada tabel 3.11. di bawah ini :

Tabel 3.11 Hasil validasi RPP Komponen

yang Dinilai

Skor Ahli Rata

rata Validator 1 Vaidator 2 Validator 3

1 4 4 2 3.3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 6 4 4 4 4 7 5 5 2 4 8 4 5 4 4.3 9 4 4 5 4.3 10 4 4 2 3.3 11 5 4 4 4.3 12 4 5 4 4.3 13 4 4 5 4.3 14 4 4 4 4 15 2 4 4 3.3 16 2 4 4 3.3 17 2 4 4 3.3 18 4 5 5 4.6 19 2 4 4 3.3 20 4 4 4 4 Rata rata 3.7 4.2 3.85

Hasil validasi perangkat pembelajaran RPP dapat dilihat pada tabel 3.11. Setiap komponen yang divalidasi oleh ahli kemudian hasilnya di rata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolak ukur untuk

47

dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilaian yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti

dan kelompok studi menentukan target yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan

validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Pada

validitas ini didapat bahwa nilai rata-rata yang diberikan validator adalah untuk validator 1 mendapatkan 3,7, validator 2 mendapatkan 4,2, sedangkan validator 3 mendapatkan 3,85. Di lihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak melakukan revisi. Namun ada masukan dari validator untuk memperbaiki dalam membuat soal pada lembar evaluasi agar anak tidak bingung dengan pertanyaan.

3. Validitas Materi

Validitas ketiga yaitu Materi. Komponen dalam penilaian materi meliputi: 1)

Materi ajar dengan kompetensi yang akan dicapai, 2) Kesesuaian materi ajar dengan karakteristik peserta didik, 3) Materi ajar cakupannya luas dan memadai, 4) Pengorganisasian materi ajar runtut dan sistematik, 5) Kesesuaian alokasi waktu

dengan kesesuaian materi ajar, 6) Penggunaan bahasa dan tata tulis baku. Hasil validasi Bahan Ajar yang divalidasi oleh Validator I yaitu salah satu dosen Universitas Sanata Dharma sebagai ahli dalam bidang Matematika, validator II yaitu Kepala Sekolah SDN Plaosan 2, dan validator III yaitu guru kelas V SDN Plaosan 2. Output validator dapat dilihat pada tabel 3.12. berikut ini.

48

Tabel 3.12 Hasil Validasi Materi

No. Komponen yang Dinilai Skor Ahli Rata

rata Validator 1 Validator 2 Validator 3

1 Materi ajar dengan kompetensi yang akan dicapai

4 4 4 4

2 Kesesuaian materi ajar dengan karakteristik peserta didik

4 4 4 4

3 Materi ajar cakupannya luas dan memadai

4 5 4 4,3

4 Pengorganisasian materi ajar runtut dan sistematik

2 4 5 3,6

5 Kesesuaian alokasi waktu dengan kesesuaian materi ajar

5 5 4 4,6

6 Penggunaan bahasa dan tata tulis baku

5 4 4 4,3

Rata rata 4 4,3 4,1

Hasil validasi Materi dapat dilihat pada tabel 3.12. Setiap komponen yang

divalidasi oleh ahli kemudian hasilnya di rata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolak ukur untuk dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilaian yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3

maka tidak perlu dilakukan revisi. Pada validitas ini didapat bahwa nilai rata-rata yang diberikan validator adalah untuk validator 1 mendapatkan 4, validator 2 mendapatkan 4,3, sedangkan validator 3 mendapatkan 4,1. Di lihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak melakukan revisi. Namun ada masukan dari validator untuk memperbaiki dalam membuat soal pada lembar evaluasi agar anak

49

4. Validitas LKS

Validitas keempat yaitu LKS. Komponen penilaian LKS meliputi: 1) Kelengkapan unsur LKS, 2) Kesesuaian indikator/tujuan pembelajaran dengan

LKS, 3) Rumusan petunjuk pengerjaan LKS sederhana dan mudah dipahami siswa

, 4) LKS membantu siswa dalam memahami materi ajar, 5) LKS menunjukkan keruntutan kegiatan belajar, 6) Tampilan LKS menarik dan indah, 7) Penggunaan

bahasa dan tata tulis baku. Hasil validasi LKS yang divalidasi oleh Validator I yaitu salah satu dosen Universitas Sanata Dharma sebagai ahli dalam bidang Matematika, validator II yaitu Kepala Sekolah SDN Plaosan 2, dan validator III yaitu guru kelas V SDN Plaosan 2. Output validator dapat dilihat pada tabel 3.13.

Tabel 3.13 Hasil validasi LKS

Komponen yang Dinilai Skor Ahli Rata rata

Validator 1 Validator 2 Validator 3

Kelengkapan unsur LKS 4 5 4 4,3

Kesesuaian indikator/tujuan pembelajaran dengan LKS

4 5 5 4,6

Rumusan petunjuk pengerjaan LKS sederhana dan mudah dipahami siswa

4 5 5 4,6

LKS membantu siswa dalam memahami materi ajar

4 5 4 4,3

LKS menunjukkan keruntutan kegiatan belajar

2 4 5 3,6

Tampilan LKS menarik dan indah

4 4 4 4

Penggunaan bahasa dan tata tulis baku

5 4 4 4,3

Rata rata 3,8 4,5 4,4

Hasil validasi LKS dapat dilihat pada tabel 3.13. Setiap komponen yang di

validasi oleh ahli kemudian hasilnya di rata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolak ukur untuk dilakukannya perbaikan atau tidak.

50

Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilaian yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3

maka tidak perlu dilakukan revisi. Pada validitas ini didapat bahwa nilai rata-rata yang diberikan validator adalah untuk validator 1 mendapatkan 3,8, validator 2 mendapatkan 4,4, sedangkan validator 3 mendapatkan 4,4. Di lihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak melakukan revisi.

5. Validitas Soal Evaluasi

Validitas kelima yaitu soal evaluasi. Komponen penilaian soal evaluasi meliputi: 1) Kesesuaian indikator dengan butir soal, 2) Kalimat yang digunakan sederhana dan tidak berlebihan, 3) Bahasa jelas, baku, dan sederhana, 4) Keluasan

cakupan soal, 5) Pilihan jawaban tidak mengandung ambiguitas, 6) Urutan alternatif jawaban logis, 7) Soal tidak berisi jebakan yang tidak ada jawabannya,

8) Pertanyaan tidak mengandung kunci jawaban. Hasil validasi Soal Evaluasi yang

divalidasi oleh Validator I yaitu salah satu dosen Universitas Sanata Dharma sebagai ahli dalam bidang Matematika, validator II yaitu Kepala Sekolah SDN Plaosan 2, dan validator III yaitu guru kelas V SDN Plaosan 2. Output validator

51

Tabel 3.14 Validasi soal evaluasi

No Komponen yang Dinilai Skor Ahli Rata

rata Validator 1 Validator 2 Validator 3

1 Kesesuaian indikator dengan butir soal

5 4 4

4.3 2 Kalimat yang digunakan

sederhana dan tidak berlebihan

4 4 4

4

3 Bahasa jelas, baku, dan sederhana

2 4 4

3.3

4 Keluasan cakupan soal 4 2 4 3.3

5 Pilihan jawaban tidak mengandung ambiguitas

2 4 4

3.3

6 Urutan alternatif jawaban logis 4 4 4 4

7 Soal tidak berisi jebakan yang tidak ada jawabannya

4 4 4

4 8 Pertanyaan tidak mengandung

kunci jawaban

5 4 4

4.3

Rata rata 3.75 3.75 3.75

Hasil validasi soal evaluasi dapat dilihat pada tabel 3.14. Setiap komponen

yang divalidasi oleh ahli kemudian hasilnya di rata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolak ukur untuk dilakukannya perbaikan atau tidak

. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilaian yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3

maka tidak perlu dilakukan revisi. Pada validitas ini didapat bahwa nilai rata-rata yang diberikan validator 1,2 da 3 adalah 3,75. Di lihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak melakukan revisi.

3.6.1.3Validitas konstruk soal evaluasi

Untuk instrumen berupa tes diujikan dengan validasi empiris (kontruks). Instrumen dan tes diujikan kepada siswa dengan kelas yang sama dan kondisi yang sama dengan siswa yang akan diteliti. Peneliti melakukan uji coba soal terlebih dahulu untuk mengetahui validasi atau untuk mengukur kelayaka soal

52

tersebut apakah layak untuk diujikan atau tidak. Peneliti menggunakan bantuan SP

SS 20 untuk memvalidasi soal. Peneliti memilih SPSS 20 dengan alasan mempermudah perhitungan dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti

sehingga dengan menggunakan SPSS 20 hasil perhitungan per item soal dapat cepat dikerjakan. Setelah mendapatkan data validasi dilanjutkan menghitung reliabilitas, penghitungan juga menggunakan bantuan SPSS 20. Berikut adalah hasil rangkuman perhitungan validasi dan reliabilitas soal untuk soal evaluasi siklus 1. Setelah diujikan di lapangan kemudian validitas suatu tes dapat dihitung dengan teknik korelasi Point biserial dengan rumus sebagai berikut. (Sugiyono, 20

14: 255)

RPbis = � −�

� √

Gambar 3.2 Rumus Korelasi Point Biserial Keterangan

RPbis = Koefisien korelasi Point Biserial

Mp = Mean Skor dari subjek yang menjawab benar Mt = Mean skor total

St = Simpangan baku

P = Proposisi subjek menjawab benar item tersebut Q = Satu dikurangi P

Pada penelitian ini jumlah respondennya adalah 36 maka r tabel yang digunakan adalah r tabel dengan N = 36, pada tarafsignifikasi 5% yaitu sebesar 0,329. Setelah menemukan r tabel dan r hitung maka dibandingkan antara r tabel

dan r hitung. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka dapat dikatakan data tersebut valid akan tetapi sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel berarti

53

data tersebut tidak valid. Peneliti menggunakan taraf signifikasi 5% berarti peneliti mengambil resiko kesalahan 5% dan tingkat kepercayaan atau benar 95%.

Atau dengan kata lain kita percaya bahwa 95% dari keputusan hipotesa yang salah adalah benar. Untuk lebih jelasnya penghitungan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20 dapat di lihat pada tabel 3.15 berikut ini.

Tabel 3.15 Hasil validasi soal siklus 1 No r hitung r tabel Keterangan

1 336* 0,329 Valid 2 339* 0,329 Valid 3 497** 0,329 Valid 4 350* 0,329 Valid 5 128 0,329 Tidak Valid 6 254 0,329 Tidak Valid 7 071 0,329 Tidak Valid 8 305 0,329 Tidak Valid 9 287 0,329 Tidak Valid 10 215 0,329 Tidak Valid 11 394* 0,329 Valid 12 523** 0,329 Valid 13 011 0,329 Tidak Valid 14 232 0,329 Tidak Valid 15 541** 0,329 Valid 16 309 0,329 Tidak Valid 17 306 0,329 Tidak Valid 18 529** 0,329 Valid 19 243 0,329 Tidak Valid 20 88 0,329 Tidak Valid 21 434** 0,329 Valid 22 251 0,329 Tidak Valid 23 448** 0,329 Valid 24 277 0,329 Tidak Valid 25 445** 0,329 Valid 26 445** 0,329 Valid 27 478** 0,329 Valid 28 469** 0,329 Valid 29 727** 0,329 Valid 30 356* 0,329 Valid 31 413* 0,329 Valid 32 490** 0,329 Valid 33 385* 0,329 Valid 34 608** 0,329 Valid 35 305 0,329 Tidak Valid 36 448** 0,329 Valid 37 410* 0,329 Valid 38 412* 0,329 Valid 39 442** 0,329 Valid 40 266 0,329 Tidak Valid

54

Tabel 3.15 menunjukkan data hasil perhitungan validitas soal evaluasi untuk siklus 1. Peneliti menggunakan program SPSS 20 untuk menghitungnya. Pada SPSS terdapat tanda yang menandakan soal tersebut valid atau tidak tanda tersebut dinamakan simbol asterik (**). Dengan simbol asterik satu (*) menandakan bahwa soal tersebut valid dilihat pada taraf signifikansi 0,05. Sedangkan jika simbol asterik (**) soal tersebut juga valid namun jika dilihat dengan taraf signifikansi 0,01. Dari perhitungan dengan bantuan SPSS20. Peneliti

mendapatkan soal valid berjumlah 24 soal. Namun peneliti hanya membutuhkan 20 soal untuk diujikan. Sehingga peneliti menghilangkan 4 soal yang valid karena

20 soal tersebut sudah mewakili setiap indikator yang sudah ada. Sedangkan untuk hasil validasi SPSS 20 pada siklus II di bawah ini.

Tabel 3.16 Hasil validasi siklus 2 No r hitung r tabel Keterangan

1 482** 0,329 Valid 2 447** 0,329 Valid 3 398** 0,329 Valid 4 571** 0,329 Valid 5 174 0,329 Tidak Valid 6 347* 0,329 Valid 7 135 0,329 Tidak Valid 8 509** 0,329 Valid 9 204 0,329 Tidak Valid 10 047 0,329 Tidak Valid 11 238 0,329 Tidak Valid 12 599** 0,329 Valid 13 253 0,329 Tidak Valid 14 124 0,329 Tidak Valid 15 375* 0,329 Valid 16 334* 0,329 Valid 17 649** 0,329 Valid 18 532** 0,329 Valid 19 608** 0,329 Valid 20 309 0,329 Tidak Valid 21 587** 0,329 Valid 22 480** 0,329 Valid 23 615** 0,329 Valid 24 411** 0,329 Valid 25 183 0,329 Tidak Valid 26 505** 0,329 Valid 27 343* 0,329 Valid

55

28 330* 0,329 Valid

29 437** 0,329 Valid

30 228 0,329 Tidak Valid

Tabel 3.16 menunjukkan data hasil perhitungan validitas soal

evaluasi

untuk siklus 2. Peneliti menggunakan program S

PSS 20 untuk menghitungnya. Pada SPSS terdapat tanda y

ang menandakan soal tersebut valid atau tidak tanda ter

sebut dinamakan simbol asterik (**). Dengan simbol asterik satu (*)

menandakan bahwa soal tersebut valid dilihat pada taraf signifikansi

0,05. Sedangkan jika simbol asterik (**) soal terseb

ut juga valid namun jika dilihat dengan taraf signifikan

si 0,01. Dari perhitungan dengan bantuan SPSS 20. P

eneliti mendapatkan soal valid berjumlah 20 soal. Peneliti hanya me

mbutuhkan 20 soal untuk diujikan. Sehingga soal peneliti su

dah cukup karena 20 soal tersebut sudah mewakili setiap indikator y

ang sudah ada. Soal soal yang valid kemudian di kelompokkan dan d

ibuat kisi kisinya sebagai berikut :

3.6.2 Reliabilitas

Realibilitas menyatakan bahwa reliabilitas merupakan taraf di mana suatu tes mampu menunjukan konsistensi hasil pengukuran yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil Masidjo (1995: 209). Teknik yang digunakan untuk mencari reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Untuk memudahkan perhitungan dalam mencari reliabilitas

56 rtt=

instrumen penelitian, maka peneliti menggunakan program SPSS 20 dalam penelitiannya.

Gambar 3.3 rumus Alpha Cronbach (Sumber: Purwanto 2009:175)

Keterangan :

r

tt = koefisien reliabilitas n = jumlah item

Σ

Si

2

=

jumlah kuadrat S dari masing-masing item

Si

2 = kuadrat S dari masing-masing item

Kualifikasi reliabilitas suatu soal dilihat dari interval koefisien reliabilitasnya dapat dilihat pada tabel 3.17 berikut:

Tabel 3.17 Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas

Sumber: (Masidjo, 1995: 209)

Reliabilitas soal dihitung dengan rumus Cronbach’s Alpha. Soal - soal yang telah di uji empiris dan dihitung validitas akan dilihat soal-soal yang valid. Setelah itu dapat dihitung reliabilitasnya dari soal siklus 1 dan siklus 2. Penghitungan reliabilitas menggunakan program komputer SPSS 20. Berikut adalah hasil reliabilitas dari siklus 1 dan siklus II.

Tabel 3.18 Hasil reliabilitas siklus 1 Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha

N of items

.865 24

Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat rendah

57

Pada tabel 3.18 menunjukkan reliabilitas untuk 24 soal yang dari siklus 1 adalah 0,865. Jika hasil pengolahan tersebut dibandingkan dengan tabel klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas, angka 0,865 menunjukkan bahwa reliabilitas ke 24 soal tersebut termasuk dalam kategori tinggi.

Tabel 3.19 Hasil reliabilitas siklus 2 Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha

N of items

.839 20

Pada tabel 3.19 menunjukkan reliabilitas untuk 20 soal yang valid dari siklus 1 adalah 0,839. Jika hasil pengolahan tersebut dibandingkan dengan tabel klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas, angka 0,839 menunjukkan bahwa reliabilitas ke 20 soal tersebut termasuk dalam kategori tinggi.

3.6.3 Indeks kesukaran

Supaya memperoleh kualitas soal yang baik selain validitas dan reliabilits juga perlu adanya keseimbangan kesukaran soal yaitu antara soal

yang mudah, sedang, dan sukar proporsinya seimbang (Sudjana, 2014: 135

). Rumus yang digunakan untuk menghitung kesukaran soal menurut Sudjana (2014: 137).

Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran Keterangan :

I = Indeks kesukaran untuk setiap butir soal

B = Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal N = Banyaknya siswa yang memberikan jawaban pada soal

I = �

58

yang dimaksudkan.

Semakin kecil hasil indeks yang diperoleh maka soal tersebut dikategorikan semakin sulit, sedangkan semakin besar indeksnya maka soal tersebut dapat dikategorikan semakin mudah. Kriteria indeks kesukaran menurut Sudjana (2014, 137) sebagai berikut :

Tabel 3.20 Klasifikasi indeks kesukaran

Berdasarkan tabel tersebut kriteria indeks kesukaran ada tiga. Ketiga kriteria tersebut adalah sukar, sedang dan mudah. Soal yang dihitung indeks kesukarannya adalah soal yang belum di validasi sehingga soal yang di uji indeks kesukarannya masih berjumlah 40 soal. Berikut adalah hasil indeks kesukaran dari soal siklus 1 sebelum di validasi pada tabel 3.21 berikut ini :

Tabel 3.21 Indeks kesukaran siklus 1

No B N I Tingkat kesukaran 1 32 36 0.88 Mudah 2 29 36 0.80 Mudah 3 28 36 0.77 Mudah 4 30 36 0.83 Mudah 5 20 36 0.55 Sedang 6 32 36 0.88 Mudah 7 16 36 0.44 Sedang 8 17 36 0.47 Sedang 9 23 36 0.63 Sedang 10 3 36 0.08 Sukar 11 23 36 0.63 Sedang 12 12 36 0.33 Sedang 13 10 36 0.27 Sukar 14 18 36 0.5 Sedang 15 27 36 0.75 Mudah 16 18 36 0.5 Sedang 17 26 36 0.72 Mudah 18 29 36 0.80 Mudah 19 21 36 0.58 Sedang 20 20 36 0.55 Sedang 21 20 36 0.55 Sedang

Indeks Kesukaran Kategori

0 – 0,30 Sukar

0,31 – 0,70 Sedang

59 22 21 36 0.58 Sedang 23 23 36 0.63 Sedang 24 22 36 0.61 Sedang 25 11 36 0.30 Sedang 26 11 36 0.30 Sedang 27 21 36 0.58 Sedang 28 20 36 0.55 Sedang 29 22 36 0.61 Sedang 30 21 36 0.58 Sedang 31 16 36 0.44 Sedang 32 15 36 0.41 Sedang 33 10 36 0.27 Sukar 34 19 36 0.52 Sedang 35 11 36 0.30 Sedang 36 23 36 0.63 Sedang 37 14 36 0.38 Sedang 38 8 36 0.22 Sukar 39 10 36 0.27 Sukar 40 18 36 0.5 Sedang

Hasil perhitungan dari data indeks kesukaran dapat dikategorikan

Dokumen terkait