• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

J. Teknik Pengujian Instrumen

Agar mendapat hasil penelitian yang baik, diperlukan adanya

pengujian terhadap instrumen yang digunakan. Instrumen yang dibuat

harus mengukur senyatanya (actually) dan seakuratnya (accurately) apa

yang harus diukur dari konsep (Jogiyanto, 2008: 35). Pengujian instrumen

tersebut dapat dilakukan dengan cara:

1. Uji Validitas

Ghiselli et al (1981) dalam Jogiyanto (2008:36) menyebutkan bahwa

validitas (validity) menunjukkan seberapa jauh suatu tes atau suatu set

dari operasi-operasi mengukur apa yang seharusnya diukur. Hal ini

sejalan dengan pendapat Siregar (2013:75) bahwa validitas atau

kesahihan menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur

apa yang ingin diukur (a valid measure if it succesfully measure the

phenomenon).

Pengujiian validitas secara manual dilakukan dengan cara menghitung

rhitung dari masing-masing pertanyaan menggunakan rumus yang dikutip

dari Siregar (2013: 75):

𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑛 (∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)

Keterangan:

rhitung= koefisien korelasi

n = jumlah responden

X = skor variabel

Y = skor total dari variabel untuk responden ke-n

Dengan nilai signifikan (α) = 5%, setiap butir pertanyaan dinyatakan valid apabila rhitung lebih besar dari rtabel. Dalam penelitian ini uji

validitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS

Statistics 19.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas (reliability) suatu pengukur menunjukkan stabilias dan

konsistensi dari suatu suatu instrumen yang mengukur konsep

(Jogiyanto, 2008: 36). Menurut Siregar (2013: 87), reliabilitas bertujuan

untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten,

apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang

sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula.

Uji reliabilitas secara manual dilakukan dengan metode Cronbach

Alpha menggunakan rumus yang dikutip dari Siregar (2013:90):

𝑟11 = [ 𝑘

𝑘 − 1] [1 − ∑ 𝜎𝑏2

𝜎𝑡2 ] Keterangan:

r11 = koefisien reliabilitas instrumen

∑𝜎𝑏2 = jumlah varian butir σ2

t = varian total

Suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel apabila koefisien

reliabilitas (r11) > 0,6. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas juga

dilakukan dengan bantuan program SPSS Statistics 19.

K. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.

Menurut Sugiyono (2006: 254), statistik deskriptif merupakan statistik

yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan

atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya

tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau

generalisasi.

2. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Tujuan dilakukannya uji normalitas terhadap serangkaian data adalah

untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau

tidak (Siregar, 2013: 153). Metode yang digunakan untuk melakukan

uji normalitas dalam penelitian ini adalah metode

Kolmogrov-Smirnov. Berdasarkan metode ini, data dalam penelitian dikatakan

berdistribusi normal apabila nilai Sig. ≥ 0,05 dan tidak berdistribusi normal apabila nilai Sig. < 0,05.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi

ditemukan korelasi antar variabel bebas yang kuat/tinggi. Untuk

menguji adanya kolinearitas ganda digunakan uji VIF dan tolerance

(Noor, 2014: 63). Jika nilai VIF < 10 maka tingkat kolinearitas dapat

ditoleransi.

c. Uji Heteroskedastisitas

Tujuan dari uji heteroskedastisitas ini adalah untuk mengetahui

apakah dalam model regresi terdapat kesamaan varians dari residual

satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Noor, 2014: 64). Uji ini

dilakukan dengan menggunakan grafik scatterplot. Apabila grafik

scatterplot menunjukkan pola yang bergelombang atau melebar

kemudian menyempit maka telah terjadi heteroskedastisitas.

Sedangkan apabila grafik membentuk pola menyebar maka tidak

terjadi heteroskedastisitas.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Penelitian ini menggunakan alat analisis berupa alat analisis Regresi

Linear Berganda. Analisis regresi digunakan untuk memprediksikan

seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel

independen dimanipulasi/dirubah-rubah atau dinaik-turunkan. Manfaat

dari analisis regresi adalah untuk membuat keputusan apakah naik dan

menurunnya variabel dependen dapat dilakukan melalui peningkatan

Sedangkan, analisis Regresi Linear Berganda digunakan oleh peneliti,

bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik

turunnya) variabel dependen (kritenium), bila dua atau lebih variabel

independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan

nilainya). Jadi analisis Regresi Linear Berganda akan dilakukan bila

jumlah variabel independennya minimal 2 (Sugiyono, 2010: 275).

Persamaan regresi untuk empat prediktor adalah :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 Keterangan: Y : Loyalitas Merek a : konstanta b1,b2,b3,b4 : koefisien regresi X1 : Harga X2 : Distribusi X3 : Kualitas Produk X4 : Promosi

4. Pengujian Hipotesis

a. Uji F

Uji F dilakukan untuk melihat signifikan tidaknya pengaruh

variabel-variabel bebas yaitu harga, distribusi, kualitas produk, dan

promosi secara simultan terhadap variabel terikat yaitu loyalitas

merek. Terdapat tahapan yang dilakukan dalam uji F, yaitu sebagai

berikut:

1) Menentukan H0 = hipotesis 0 dan Ha = hipotesis alternatif

H0 : b1 : b2 = 0, artinya harga, distribusi, kualitas produk, dan

promosi secara simultan tidak berpengaruh terhadap loyalitas

merek.

Ha : b1 : b2 minimal salah satu ≠ 0, artinya harga, distribusi,

kualitas produk, dan promosi secara simultan berpengaruh

terhadap loyalitas merek.

2) Menentukan tingkat signifikansi (α) dan Ftabel

Tingkat signifikansi (α) dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05. Ftabel dapat dicari dengan menentukan besar derajat

kebebasan (degree of freedom) pembilang dan derajat kebebasan

(degree of freedom) penyebut. Derajat kebebasan (degree of freedom) pembilang menggunakan k, sedangkan derajat

kebebasan (degree of freedom) penyebut menggunakan n-k-1.

3) Menghitung F statistic (F hitung)

𝐹 = 𝑅

2/(𝑘 − 1) (1 − 𝑅2)/(𝑛 − 3) Dimana:

F = Nilai F hitung

R2 = Nilai koefisien korelasi

k = Jumlah variable bebas

n = Jumlah sampel

4) Menentukan Kriteria Uji F

H0 diterima dan Ha ditolak, jika Fhitung ≤ Ftabel.

H0 ditolak dan Ha diterima, jika Fhitung > Ftabel.

5) Membuat Kesimpulan

Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka harga, distribusi, kualitas

produk, dan promosi secara simultan berpengaruh terhadap

loyalitas merek.

Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka harga, distribusi, kualitas

produk, dan promosi secara simultan tidak berpengaruh pada

loyalitas merek.

b. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji apakah variabel harga (X1),

distribusi (X2), kualitas produk (X3), dan promosi (X4) benar-benar

berpengaruh secara parsial terhadap varibel dependennya yaitu

secara parsial terhadap variabel dependen maka akan diberikan satu

contoh rumusan masalah uji parsial yaitu:

Apakah harga berpengaruh pada loyalitas merek ?

Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka akan melalui

langkah-langkah uji t yaitu:

1) Menentukan Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nol (H0)

H0: Harga tidak berpengaruh pada loyalitas merek.

Ha: Harga berpengaruh pada loyalitas merek.

2) Menentukan Taraf Signifikansi (Level of Significance)

Taraf signifikan atau α (alpha) yang digunakan di dalam

penelitian adalah 5% (0,05).

3) Menghitung t statistik (t hitung)

Uji t dihitung dengan rumus (Supranto, 2009:250) sebagai

berikut:

𝑡0 = 𝑏𝑖 − 𝐵𝑖𝑜 𝑠𝑏𝑖 Dimana:

t0 = t hitung koefisien variabel

bi = koefisien regresi variabel

sbi = standard error dari variabel

4) Menentukan Kriteria Uji t

H0 ditolak dan Ha diterima jika -t hitung > t hitung > t tabel atau

H0 diterima dan Ha ditolak jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel atau

sig. ≥ 0,05

5) Membuat Kesimpulan

Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka harga berpengaruh pada

loyalitas merek.

Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka harga tidak berpengaruh

pada loyalitas merek.

c. Koefisien Determinasi (AdjR2)

Dalam penelitian ini, juga diterapkan koefisien determinasi untuk

menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen terhadap

variabel dependen. Menurut Zulaela (2014: 43), koefisien

determinasi menunjukkan proporsi variasi dalam variabel dependen

yang dapat diterangkan oleh variabel independen. Suatu model

dikatakan baik jika memiliki R2 yang besar (mendekati 1).

Koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah

adjusted R2, di mana nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila suatu variabel independen ditambahkan ke dalam model (Zulaela,

46

BAB IV

Dokumen terkait