• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

H. Teknik Pengumpulan Data

I. Teknik Pengujian Instrumen

Instrumen yang baik dalam penelitian data harus memenuhi dua syarat yaitu valid dan reliable.

1. Uji Validitas

Agar dapat dikatakan valid, instrumen atau alat untuk mengevaluasinya harus valid. Dengan kata lain, instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Arikunto (2009:58) menyatakan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjang tingkat validitas instrumen, sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel untuk mengukur tingkat validitas angket yang diteliti secara tepat. Uji

validitas menurut Arikunto (2010:171) dilakukan dengan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson, sebagai berikut:

R

hitung

= π‘΅βˆ‘π‘Ώπ’€βˆ’(βˆ‘π‘Ώ)(βˆ‘π’€)

βˆšπ‘΅βˆ‘π‘Ώ

𝟐

βˆ’(βˆ‘π‘Ώ)Β²}{π‘΅βˆ‘π’€βˆ’(βˆ‘π’€)Β²}

Keterangan rumus:

Rhitung = Korelasi product moment N = Jumlah responden

X = Skor variabel (jawaban responden) Y = Skor total variabel (jawaban responden)

Keputusan ditetapkan dengan nilai koefisien korelasi item dengan item minimal sama dengan 0,30. Apabila nilai koefisien item kurang dari 0,30 maka item tersebut dinyatakan gugur.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas dilakukan untuk menguji kestabilan dan konsistensi instrumen saat digunakan kapan saja dan dimana saja terhadap responden penelitian sehingga akan menghasilkan data yang sama atau hampir sama dengan sebelumnya. Skor dalam angket adalah 1 sampai 5 maka untuk uji reliabilitasnya digunakan rumus Cronbach’s Alpha (Burhan Nurgiyantoro, 2002: 330). Rumus Cronbach’s Alpha adalah sebagai berikut:

Keterangan rumus:

R11 = Koefisien reliabilitas instrumen

K = Jumlah butir pernyataan

βˆ‘πœŽΒ²π‘

= Jumlah varians butir

𝜎2𝑑

= Varians total

Adapun kriteria untuk menilai reliabilitas dalam penelitian ini, suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 (Sugiyono, 2013: 184).

J. Teknik Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji apakah model regresi menunjukkan hubungan yang signifikan. Untuk melakukan uji asumsi klasik terhadap data yang telah dikumpulkan, menggunakan analisis seperti tabel dibawah ini dengan bantuan program SPSS (Wiyono, 2011:157).

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011:160). Untuk menguji normalitas, dapat dilihat dari

nilai probabilitasnya. Dasar pengambilan keputusan adalah, jika nilai probabilitas > 0,05, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji normalitas salah satunya dapat dilakukan dengan Uji Kolmograv Smirnov.

b. Uji Multikolinearitas

Uji ini digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Pada penelitian ini akan dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model regresi. Penelitian multikolinearitas dalam penelitian ini dilakukan dengan metode VIF, dengan kriteria pngujian:

Jika VIF > 10, maka H0 ditolak Jika VIF < 10, maka H0 diterima. c. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi (Wiyono, 2011:158). Cara untuk mengetahui terjadi heterokedastisitas atau tidak yaitu dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi dependen yaitu ZPRED dengan residualnya

SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas yaitu apabila tidak ada

pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan bawah angka 0 pada sumbu Y.

2. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda secara umum melibatkan hubungan dari dua atau lebih variabel bebas menurut Sugiyono dalam Irawan (2011:56). Analisis regresi berganda tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruh self efficacy dan social skill terhadap keberhasilan usaha berikut rumus yang digunakan dalam penelitian analisis regresi berganda:

Y = a + b

1

X

1

+b

2

X

2 Keterangan rumus: Y = Keberhasilan usaha a = Konstanta b1b2 = Koefisien regresi X1 = Self efficacy X2 = Social skill 3. Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali (2012: 97) koefisien determinasi (R2) merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel

dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.

4. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah secara masing-masing terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen (self

efficacy dan social skill) terhadap variabel dependen (keberhasilan

usaha). Menurut Imam Ghozali (2012:98) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (∝=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria:

a. Jika nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

b. Jika nilai signifikan ≀ 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

5. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat. Siginfikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi. Menurut Imam Ghozali (2012: 98) uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat.

Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

a. Jika nilai F lebih besar dari empat maka H0 ditolak pada derajat kepercayaan 5% dengan kata lain kita menerima hipotesis

alternatife, yang menyatakan bahwa semua variabel

independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan F menurut tabel. Bila nilai Fhitung lebih besar dari pada Ftabel, maka H0 ditolak dan menerima Ha.

Langkah-langkah dalam melakukan pengujian uji F adalah sebagai berikut:

1) Menentukan taraf signifikansi Taraf signifikansi (∝5%) atau 0,05.

𝐹 = 𝑅² (𝑛 βˆ’ π‘˜ βˆ’ 1) π‘˜ (1 βˆ’ 𝑅²) Keterangan:

R2 = Koefisien Determinasi K = jumlah variabel independen n = banyaknya sampel.

3) Kriteria pengujian

H0 diterima jika signifikansi F > 0,05 H0 ditolak jika signifikansi F < 0,05.

H0 diterima (Ha ditolak) jika Fhitung < Ftabel. Artinya self

efficacy dan social skill secara bersama-sama tidak

berpengaruh terhadap keberhasilan usaha.

H0 ditolak (Ha diterima) jika Fhitung > Ftabel. Artinya self

efficacy dan social skill secara bersama-sama berpengaruh

44

BAB IV

Dokumen terkait