DAN SDN TLEKUNG 01 KOTA BATU
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitan adalah mendapatkan data.Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.116
Pada saat pengumpulan data studi kasus, terdapat tiga prinsip pengumpulan data yang harus dilaksanakan yaitu: 1) menggunakan multisumber bukti, 2) mencitakan data dasar studi kasus, dan 3) memelihara rangkaian bukti.117 Ketiga prinsip tersebut diterapkan dalam teknik pengumpulan data. Maka, teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi.
1. Observasi
Observasi merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data penelitian. Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.118 Observasi pada penelitian ini dilakukan pada saat proses pembelajaran di kelas inklusi dengan menggunakan pedoman observasi. Selanjutnya yang akan di observasi adalah guru dan siswa. Observasi pada guru berfokus pada kegiatan yang dilakukan guru saat proses belajar mengajar untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Sedangkan observasi pada siswa berfokus pada perilaku siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, apakah siswa konsentrasi pada materi yang disampaikan guru atau tidak.
116Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan RnD, hlm. 309.
117 Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, hlm. 119-129.
2. Wawancara
Wawancara adalah alat untuk mengumpulkan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan juga.119 Adapun narasumber dalam wawancara ini adalah Kepala Sekolah, Guru Pembimbing khusus di kelas inklusi dan orang tua siswa.
Selanjutnya jenis wawancara pada penelitian ini adalah tidak terstruktur. Menurut Sugiono, wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah terstruktur secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.120
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.121
Dokumen yang diperlukan diantaranya berupa sejarah berdirinya sekolah, latar belakang diselenggarakan pendidikan inklusi di sekolah, visi misi sekolah, berbagai dokumen kegiatan guru pembimbing khusus, dokumen pengelolaan kelas dan data-data lain yang akan menunjang penelitian ini. Termasuk riwayat diagnosa dan jumlah siswa autis.
119Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, hlm. 165.
120Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan RnD, hlm 329.
Selain itu pada penelitian studi kasus terdapat enam sumber bukti yang dapat dijadikan fokus bagi pengumpulan data yaitu: dokumen, rekaman arsip, wawancara, observasi langsung, observasi pemeran serta, dan perangkat fisik.122
1. Dokumen
Untuk studi kasus, penggunaan dokumen yang paling penting adalah mendukung dan menambah bukti dari sumber-sumber lain.123 Dokumen yang dikumpulkan berupa foto, surat-surat dan profil tentang sekolah. 2. Rekaman arsip
Rekaman arsip dapat berupa rekaman layanan, rekaman keorganisasian, peta dan bagan karekteristik geografis suatu tempat, daftar nama dan komoditi lain, data survey dan rekaman pribadi yang relevan.124 Rekaman arsip dapat pula berupa rencana kegiatan mengajar yang telah dibuat guru dan portofolio siswa.
3. Wawancara
Wawancara merupakan sumber informasi yang esensial dalam studi kasus. Wawancara dalam studi kasus memiliki beberapa berntuk, yaitu: tipe
open-ended, terfokus dan terstruktur.125 Wawancara yang akan dilakukan pada guru pembimbing khusus, orang tua dan kepala sekolah bersifat terbuka dan tidak terstruktur. Pedoman bersifat terbuka karena peneliti tidak hanya berpedoman pada pedoman yang telah dibuat, melainkan melihat dan mengamati hal-hal terbaru yang berkembang di lapangan.
122
Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, hlm. 103.
123 Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, hlm. 104.
124 Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, hlm. 106.
4. Observasi langsung
Observasi dapat berperan sebagai sumber bukti lain misalnya dengan membuat kunjungan lapangan, peneliti berkesempatan menyaksikan fenomena, pelaku dan kondisi lingkungan sosial. Observasi tersebut terbentang mulai dari kegiatan pengumpulan data yang formal hingga kasual.126 Pada observasi langsung, peneliti hanya berperan sebagai pengamat (observer) sepenuhnya.
5. Observasi pemeran serta (partisipan)
Observasi partisipan adalah suatu bentuk observasi khusus dimana peneliti tidak hanya menjadi pengamat yang pasif melainkan juga mengambil berbagai peran dalam situasi tertentu dan berpartisipasi dalam peristiwa-peristiwa yang akan diteliti.127 Sedikit berbeda dengan observasi langsung, pada observasi partisipan, peneliti memiliki kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.
6. Perangkat fisik
Perangkat fisik atau kultural yaitu peralatan teknologi, alat atau instrumen, pekerjaan seni, atau beberapa bukti fisik lainnya. Perangkat semacam itu bisa dikumpulkan atau diobservasi sebagai bagian dari kunjugan lapangan dan telah digunakan secara luas dalam penelitian antropologi.128 Perangkat fisik dalam penelitian ini berupa gambaran konstruksi (denah) bangunan sekolah dan ruangan kelas sumber (inklusi) yang di dalamnya terdapat sekumpulan siswa ABK temasuk siswa autis.
126 Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, hlm. 112.
127 Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, hlm. 114.
Tabel 3.1
Sumber Data, Data, Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Sumber Data Data Teknik Instrumen
Guru Metode yang
digunakan • Obervasi • Wawancara • Pedoman observasi (terlampir) • Pedoman wawancara (terlampir)
Siswa Perilaku dan
konsentrasi belajar
• Obervasi • Pedoman observasi (terlampir) Kepala Sekolah Program bagi guru
dan siswa inklusi
• Wawancara • Pedoman wawancara (terlampir) Orang tua siswa Tanggapan
tentang strategi yang digunakan guru • Wawancara • Pedoman wawancara (terlampir)
Sekolah Profil sekolah • Dokumentasi • Denah sekolah • Visi dan misi • Foto sekolah • Sejarah • Pelaksanaan program inklusi • Jumlah siswa inklusi