• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen Disusun Oleh : Madinah NIM: (Halaman 46-51)

BAB III GAMBARAN UMUM

E. Teknik Pengumpulan Data

Data yang penulis butuhkan dalam penulisan skripsi ini bukan hanya data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket, namun semua data yang penulis butuhkan dalam rangka keseluruhan pelaksanaan penelitian, dari mulai pengajuan proposal, pelaksanaan penelitian hingga penulisan skripsi. Karena itu, jika dipilah-pilah maka data yang penulis butuhkan diperoleh dari beragam cara, baik itu yang termasuk data primer (yang penulis ambil sendiri), maupun data sekunder (atau data yang telah tersedia). Untuk mendapatkan data tersebut penulis melakukan kegiatan:

34

Yaitu cara mengumpulkan data melalui data dokumentasi dan bukan merupakan hasil rekayasa atau perlakuan sesaat ketika penelitian dilakukan. Data yang didapatkan dari hasil studi documenter ini seperti data kepuasan jama’ah, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.

2. Wawancara

Yaitu cara pengumpulan data dengan melakukan wawancara secara langsung dengan Ketua KBIH dan Staff KBIH. Untuk memperoleh informasi mengenai berbagai hal tentang tempat penelitian dilaksanakan.

3. Angket atau Kuesioner

Yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalama arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Angket ini ditujukan kepada jama’ah KBIH Mahbubiyah Cilandak Jakarta Selatan, digunakan untuk memperoleh data tentang sikap mereka terhadap pelaksanaan promosi KBIH Mahbubiyah dalam meningkatkan minat jama’ah haji dan umroh. Dalam hal pengumpulan data melalui angket (instrument), terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Instrumen dalam penelitian ini adalah berbentuk lembar pertanyaan atau angket yang sifatnya tertutup. Bersifat tertutup yang dimaksud adalah bahwa responden diberi pertanyaan dan disediakan jawaban yang harus dipilihnya, sehingga tidak ada kesempatan bagi responden untuk memberikan penjelasan akan jawabannya, atau memberikan jawaban selain yang telah disediakan.

Angket atau kuesioner terbagi menjadi dua bagian sesuai dengan banyaknya variabel penelitian, yaitu:

35

1. Definisi Konseptual

Dimaksud dengan promosi ketokohan, seperti yang telah dipahami, adalah kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan jasa lewat ketokohan yang dimiliki oleh KBIH Mahbubiyah Cilandak yaitu Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat MA. 2. Definisi Operasional

Karena ingin mendapatkan angka-angka untuk penganalisaan, maka diperlukan operasionalisasi dari kegiatan promosi. Jama’ah yang memiliki antusias, minat, dan kesungguhan dalam menggunakan jasa KBIH Mahbubiyah Cilandak tentunya memiliki nilai yang lebih tinggi. Sebagai contoh, misalnya ada dua orang yang puas dengan jasa tersebut, satu orang sangat puas dengan jasa yang diberikan sedangkan orang lain hanya biasa-biasa saja, tentunya dalam hal ini jama’ah yang puas akan memiliki bobot yang lebih tinggi.

Dalam hal ini, karena penelitian ingin melihat kegiatan promosi secara keseluruhan, maka nilai akhir yang didapatkan adalah nilai promosi secara umum. Kuesioner akan terdiri dari pertanyaan atau pernyataan yang membutuhkan jawaban, dan setiap pertanyaan atau pernyataan itu disediakan tiga buah jawaban yang masing-masing memiliki bobot 1, 2, dan 3 sehingga setiap jama’ah yang akan memiliki jawaban yang bervariasi antara 15 sampai dengan 45. Selanjutnya nilai-nilai tersebut dianalisa. Untuk menyusun instrumen penelitian terlebih dahulu disusun kisi-kisinya.

Instrumen Minat Jama’ah (Y)

36

Sesuai dengan teori yang diungkapkan dalam bab II, secara umum dapat disimpulkan bahwa minat adalah dorongan yang membuat seseorang mau melakukan keinginan untuk terus memakai produk tersebut. Baik dorongan yang berasal dari dalam dirinya sendiri, maupun dorongan yang berasal dari luar dirinya. Oleh karenanya motivasi seseorang akan sangat bergantung pada pola pikir yang terbentuk dalam kesadarannya, serta kondisi lingkungan di mana dia berada.

Minat yang bergantung pada pola pikir atau kesadaran pada dasarnya akibat pengaruh yang berasal dari luar diri, masyarakat, atau fasilitas infrastruktur yang tidak mendukung maka belajar, terlebih dalam bentuk pendidikan formal tidak akan dapat diwujudkan sebagaimana mestinya.

2. Definisi Operasional

Agar dapat dianalisis, dan terlihat tinggi rendahnya minat seorang jama’ah (responden) maka kepada mereka diberikan kuesioner dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan yang harus dilengkapi dengan jawaban, dan setiap pilihan jawaban memiliki bobot. Sehingga dari seluruh pertanyaan atau pernyataan yang telah dijawabnya akan dapat diakumulasi total bobot yang diperolehnya. Total bobot tersebut pada dasarnya dapat dijadikan ukuran bagi tinggi rendahnya minat jama’ah. Dipercaya atau tidaknya nilai ini akan bergantung pada validitas kuesioner itu sendiri. apakah kuesioner tersebut memang sedang mengukur minat jama’a atau tidak. Jika valid maka apapun jawaban responden selarusnya dapat diyakini bahwa demikian, itulah variasi minat para jama’ah.

37

Instrumen minat jama’ah terdiri dari pertanyaan atau pernyataan yang dilengkapi dengan tiga pilihan jawaban, masing-masing memiliki bobot 1, 2, dan 3. Sehingga nilai tertinggi yang mungkin didapat adalah perkalian jumlah pertanyaan dengan tiga, dan nilai terendah adalah perkalian jumlah pertanyaan dengan satu. Nilai-nilai itu selanjutnya dianalisa untuk memperoleh kesimpulan penelitian.

Instrumen minat terdiri dari 15 pertanyaan, dengan pilihan jawaban bernilai 1 sampai 3. Maka kemungkinan total jawaban tertinggi adalah 45 dan kemungkinan terendah adalah 15. Susunan instrumen pelatihan dapat dilihat dari kisi-kisi yang disusun. Begitupun dengan variabel minat jama’ah. Seperti dijelaskan di atas, instrumen kinerja terdiri dari 15 pertanyaan dengan pilihan jawaban bernilai 1 sampai 3. Maka kemungkinan total jawaban tertinggi adalah 60 dan kemungkinan terendah adalah 15. Berikut adalah tabel 3.1 yang berisi tentang kisi-kisi instrumen.

Tabel 3.1

Kisi-kisi Instrumen

Variabel Indikator Nomor Butir

Promosi Tokoh (X)

A. Kepribadian yang kuat

B. Pengaruh yang besar

C. Tegas D. Berpandangan Luas 1-3 4-6 7-9 10-12

38 E. Ketajaman Pemikiran 13-15 Minat Jama’ah (Y) A. Pembawaan B. Kebutuhan C. Kewajiban D. Suasana Jiwa E. Keadaan Batin 1-3 4-6 7-9 10-12 13-15

Penentuan jumlah pertanyaan untuk satu indikator dapat saja sebanyak-banyaknya, maka jumlah pertanyaan tidak selalu harus 15 buah, karena setelah kuesioner diisi akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Dari hasil uji validitas ini, jika terdapat pertanyaan yang tidak valid maka dapat dibuang, atau tidak dimasukkan ke dalam analisa selanjutnya.

Dalam dokumen Disusun Oleh : Madinah NIM: (Halaman 46-51)

Dokumen terkait