BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah merupakan suatu yang sangat penting dalam penelitian ilmiah. Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperoleh. Dalam metode ini yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi yaitu metode pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fakta-fakta yang diselidi. Pada tahap
pengumpulan data ini peneliti menggunakan metode observasi non partisipan. Dalam observasi non partisipan peneliti tidak ikut dalam kehidupan orang yang akan di observasi dan hanya sebagai pengamat.
Observasi di lakukan dengan cara mengamati langsung tentang kondisi yang terjadi di lapangan yakni pengamatan langsung tentang menumbuhkan sikap toleransi siswa di MTs Al-Ma‟arif 01 Singosari. Melalui observasi ini akan diperoleh data secara kualitatif mengenai kegiatan yang dilakukan dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa di MTs Al-Ma‟arif 01 Singosari. Dalam observasi ini yang diamati adalah proses menumbuhkan sikap toleransi siswa kelas VII di MTs Al-Ma‟arif 01 Singosari dan observasi penelitian ini dilakukan kepada guru IPS dan Siswa kelas VII.
2. Interview (Wawancara)
Interview sering juga disebut dengan wawancara atau kuisioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer)
untuk mendapat informasi dari terwawancara.60
Sugiyono mendefinisikan interview adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontribusikan makna dalam satu topik tertentu. Dengan wawancara maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam
tentang fenomena yang terjadi.61
60
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), hlm. 155
61 Sugiyono, Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 233
67
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur. Wawancara ini termasuk dalam kategori in-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara semi terstruktur ialah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak
wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.62
Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan untuk memperoleh data tentang: bagaimana peran guru IPS dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa kelas VII di MTs Al-Ma‟arif 01 Singosari. Yang dalam pelaksanaannya ditujukkan untuk guru mata pelajaran: seputar peran guru dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa, diantaranya: peran guru IPS sebagai pembimbing, jembatan antar generasi, otoritas, stimulus kreatifitas, dsb. Untuk siswa: pertanyaan yang diajukan seputar sikap toleransi yang sudah ada pada masing-masing diri siswa, yang meliputi: menghormati orang lain, peduli, menghargai perbedaan dan tindakan, dsb. 3. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode penelitian untuk memperoleh keterangan dengan cara memeriksa dan mencatat laporan dokumen yang ada. Menurut Djumhur dan Muhammad Surya, metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang telah di dokumentasikan
dalmbuku-buku yang telah tertulis seperti: buku induk, buku pribadi, surat
keterangan dan sebagainya.63
Dalam penelitian ini, metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data: 1) profil MTs Al-Ma‟arif 01 singosari, 2) Peran guru IPS, 3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, 4) Proses Pembelajaran. F. Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif data yang diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam, dan dilakukan secara terus-menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali, sehingga mengalami kesulitan melakukan analisis.
Menurut Bogdan dan Biklen dalam bukunya “Qualitative Reseach for Education: An Introduction to Theory and Methods”. Sebagaimana yana dikutip oleh Lexy J. Moleong:
“Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan
memutuskan apa yang dapat diceritakan terhadap orang lain”64
Dipihak lain menurut Siddel sebagaimana dikutip oleh Moleong bahwa
analisis data kualitatif prosesnya berjalan sebagai berikut:65
1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberikan kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.
63
Djumhur, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV Ilmu, 1975), hlm. 64
64 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 48
69
2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mentesiskan,
membuat ikhtisar, dan membuat indeksnya.
3. Berpikir dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum.
Dalam analisi ini, peneliti mendeskripsikan dan menguraikan tentang internalisasi sikap toleransi siswa MTs Al-Ma‟arif 01 Singosari. Dalam penelitian kualitatif analisis data dilakukan selama pengumpulan data dan dirumuskan seperti:
1. Analisis selama pengumpulan data
Dalam tahap ini peneliti berada dilapangan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, untuk memudahkan dalam pengumpulan data tersebut peneliti menetapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Mencatat hal-hal yang penting yang menyangkut penelitian, seperti keadaan sekolah, siswa dan kelas
b. Mengarahkan pertanyaan pada fokus penelitian, pertanyaan yang diajukan tidak menyimpang jauh dari rumusan masalah yang ada c. Mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud dengan
mengembangkan pertanyaan yang ada yaitu: lebih meluaskan pembahasan.
2. Analisis setelah pengumpulan data
Data yang sudah terkumpul ketika dilapangan yang diperoleh dari wawancara, dokumentasi dan observasi masih berupa data yang
acak-acakan sebelum tersusun secara sistematis atau masih berupa data mentah. Dalam tahap ini analisis dilakukan dengan cara mengatur, mengurutkan data dalam suatu pola, kategori sehingga dapat suatu uraian secara jelas, terinci dan sistematis.
Langkah-langkah peneliti yang digunakan dalam menganalisis data tidak jauh berbeda dengan yang telah disebutkan di atas, yakni:
a. Mencatat dan menelaah seluruh hasil data yang diperoleh dari berbagai sumber, yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi.
b. Mengumpulkan, memilah dan memilih, dan mengklasifikasikan data sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah.
c. Dari data yang telah dikategorikan tersebut, kemudian peneliti berpikir untuk mencari makna, hubungan, dan membuat temuan umum terkait dengan rumusan masalah.