• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.2 Metode Penelitian

3.2.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, antara lain sebagai berikut:

1. Penelitian lapangan (field research)

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan peninjauan langsung terhadap objek yang diteliti, antara lain:

a. Observasi

Secara mudah observasi sering disebut juga metode pengamatan. Ringkasnya metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara cermat dan sistematik (Soeratno dan Lincolin 1995:89).

b. Wawancara

Menurut Soeratno dan Lincolin (1995:92) wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung (berkomunikasi langsung) dengan responden.

c. Kuesioner

Angket (kuesioner) merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pernyataan kepada responden untuk di isi. Soeratno dan Lincolin (1995:96). Kuesioner ini penulis sebarkan kepada 56 responden yang tidak lain adalah karyawan PT. INTI (Persero) Bandung. 2. Penelitian Kepustakaan

Penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari dan menelaah berbagai bacaan dan litelatur. Mengutip berbagai pengertian teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

3.2.5.1Uji Validitas

Perlu dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliabel dengan instrumen penelitian yang valid dan reliabel. Uji validitas dilakukan untuk memenuhi taraf kesesuaian dan kecepatan alat ukur (instrumen) dalam menilai suatu objek penelitian. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur dan diinginkan dengan tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari

gambaran tentang variabel yang dimaksud. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam uji validitas adalah korelasi Rank Spearman.

Selanjutnya untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel X dengan variabel Y, maka penulis menggunakan rumus kolerasi rank spearman. Kolerasi ini digunakan untuk menganalisis hubungan jika datanya berbentuk ordinal. Pada teknik ini sumber data untuk tiap variabel yang dihubungkan tidak harus pada satu sumber. (Sugiyono 2002:186)

Biasanya syarat minimum uji validitas untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau rs tabel = 0,3. Jadi, apabila korelasi antara butir pertanyaan dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir pertanyaan dalam instrumen tersebut tidak valid.

Untuk mempercepat dan mempermudah dalam penelitian ini pengujian validitas instrumen dilakukan dengan bantuan komputer dengan menggunakan

Software SPSS 17.0 For Windows dengan metode korelasi Rank Spearman

dengan rumus sebagai berikut:

sumber: (Husein Umar, 2005:201) Keterangan:

r = Koefisien validitas item yang dicari

bi2= Total jumlah kuadrat data rank x dan y dalam bi N = Total jumlah rank

N2 = Total kuadrat rank

 

-1 bi 6 -1 r 2 2 s n n  

Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas

Variabel Penempatan Karyawan

Variabel Item Koefisien

Validitas Titik Kritis Keterangan Penempatan Karyawan (Variabel X) Item 1 0.621 0.300 Valid Item 2 0.733 0.300 Valid Item 3 0.733 0.300 Valid Item 4 0.574 0.300 Valid Item 5 0.672 0.300 Valid Item 6 0.692 0.300 Valid Item 7 0.597 0.300 Valid Item 8 0.402 0.300 Valid Item 9 0.720 0.300 Valid Item 10 0.498 0.300 Valid

Sumber :diolah dari hasil kuesioner

Berdasarkan tabel 3.6 diatas, semua item memiliki koefisien validitas lebih besar dari nilai r kritisnya (0.300) sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item pertanyaan pelaksanaan penempatan karyawan tersebut valid dalam artian item-item tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel pelaksanaan penempatan karyawan dan akan mampu menghasilkan variabel yang akurat sesuai dengan tujuan penelitian.

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas

Variabel Prestasi Kerja Karyawan

Variabel Item Koefisien

Validitas Titik Kritis Keterangan Prestasi Kerja Karyawan (Variabel Y) Item 1 0.592 0.300 Valid Item 2 0.457 0.300 Valid Item 3 0.447 0.300 Valid Item 4 0.669 0.300 Valid Item 5 0.308 0.300 Valid Item 6 0.493 0.300 Valid Item 7 0.543 0.300 Valid Item 8 0.407 0.300 Valid Item 9 0.669 0.300 Valid Item 10 0.525 0.300 Valid

Berdasarkan tabel 3.7 diatas, semua item memiliki koefisien validitas lebih besar dari nilai r kritisnya (0.300) sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item pertanyaan prestasi kerja karyawan tersebut valid dalam artian item-item tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel prestasi kerja karyawan dan akan mampu menghasilkan variabel yang akurat sesuai dengan tujuan penelitian.

3.2.5.2Uji Reliabilitas

Pengujian terhadap tingkat reliabilitas atau keandalan dimaksudkan untuk mengetahui apakah kuesioner dapat memberikan ukuran yang konstan dan mampu mengungkapkan data yang dapat dipercaya. Reliabilitas adalah pengujian yang diperlukan untuk mengetahui ketentuan dan tingkat resisi suatu ukuran tersebut dapat diandalkan dalam arti pengukurannya dan dapat diandalkan karena penggunaan alat ukur tersebut berkali-kali akan memberikan hasil yang serupa.

Untuk menguji reliabilitas (keandalan) kuesioner dalam penelitian ini digunakan teknik belah dua (split half) skor pernyataan (statement) bernomor ganjil genap, dengan teknik korelasi spearman brown. Cara kerja Teknik Belah Dua (split half method) menurut Sugiyono (2006:126), adalah sebagai berikut:

“1. Butir-butir instrumen di belah menjadi dua kelompok, yaitu kelompok instrumen ganjil dan genap.

2. Skor data tiap kelompok disusun sendiri. Skor butir kelompok dijumlahkan sehingga menghasilkan skor total.

3. Selanjutnya skor total antara kelompok ganjil dan genap di cari korelasinya.

4. Koefisien korelasi selanjutnya dimasukan dalam rumus Spearman Brown.

Adapun rumus untuk menghitung angka reliabilitas yaitu sebagai berikut:

Keterangan:

ri = Koefisien reliabilitas Spearman Brown

rb = Koefisien korelasi antara belahan pertama (genap) dan kedua (ganjil).

Tabel 3.8

Hasil Korelasi 2 Belahan (instrumen ganjil dan genap) Untuk Variabel X

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha Part 1 Value .734

N of Items 5a

Part 2 Value .580

N of Items 5b

Total N of Items 10

Correlation Between Forms .803

Spearman-Brown Coefficient Equal Length .891

Unequal Length .891

Guttman Split-Half Coefficient

.885

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS 17.0 For Windows, dapat diketahui bahwa angka korelasi antara belahan pertama dan belahan kedua adalah 0.803.

Apabila angka hasil korelasi tersebut dimasukkan dalam rumus Spearman Brown, maka hasilnya adalah sebagai berikut:

r = 2 ( 0,803) 1 + 0,803

r = 1,606 1,803 r = 0,891

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa besarnya tingkat reabilitas adalah 0,891 dan variabel independent tersebut sudah reliabel karena sekumpulan butir pernyataan yang mengukur variabel dapat diterima jika memiliki koefisien reliabilitas lebih besar atau sama dengan 0,70 (Barker et al, 2002;70). Oleh karena instrument independent yaitu pelaksanaan penempatan karyawan sudah valid dan reliabel, maka semua instrument dalam variabel

independent dapat dijadikan sebagai dasar pengukuran dalam penelitian tentang

analisis pelaksanaan penempatan karyawan pengaruhnya terhadap prestasi kerja karyawan .

Tabel 3.9

Hasil Korelasi 2 Belahan (instrumen ganjil dan genap) Untuk Variabel Y

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha Part 1 Value .475

N of Items 5a

Part 2 Value .471

N of Items 5b

Total N of Items 10

Correlation Between Forms .621

Spearman-Brown Coefficient Equal Length .766

Unequal Length .766

Guttman Split-Half Coefficient

.766

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS 17.0 For Windows, dapat diketahui bahwa angka korelasi antara belahan pertama dan belahan kedua adalah 0.621. Apabila angka hasil korelasi tersebut dimasukkan dalam rumus Spearman Brown, maka hasilnya adalah sebagai berikut:

= 2 ( 0,621) 1 + 0,621

= 1,242 1,621

= 0,766

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa besarnya tingkat reabilitas adalah 0.766 dan variabel dependent tersebut sudah reliabel

karena sekumpulan butir pernyataan yang mengukur variabel dapat diterima jika memiliki koefisien reliabilitas lebih besar atau sama dengan 0,70 (Barker et al, 2002;70). Oleh karena instrument dependent yaitu prestasi kerja karyawan sudah valid dan reliabel, maka semua instrument dalam variabel dependent dapat dijadikan sebagai dasar pengukuran dalam penelitian analisis pelaksanaan penempatan karyawan pengaruhnya terhadap prestasi kerja karyawan.

Dokumen terkait