METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa:
1. Wawancara
Sumber data yang sangat diperlukan dalam suatu penelitian adalah manusia sebagai informan. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi yaitu dengan menggunakan wawancara dengan melakukan percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. Wawancara berbeda dengan percakapan yang dilakukan sehari-hari. “wawancara adalah a conversation with purpose.” (Suwardi Endraswara, 2006: 151). Wawancara merupakan suatu proses tanya-jawab lisan
yang bertujuan di mana dalam proses tanya-jawab ada beberapa pihak yang menempati kedudukan yang berbeda, disatu pihak ada seseorang yang mencari informasi dan di lain pihak ada informan yang memberikan informasi.
Terdapat pembagian wawancara, sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang ahli, yaitu: “Secara garis besar, ada dua macam teknik wawancara, yaitu : wawancara tidak terstruktur dan wawancara terstruktur.” (HB. Sutopo, 2002: 58). Kedua macam teknik wawancara dapat dijabarkan sebagai berikut : Pertama yaitu wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang tidak hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Kreativitas dari peneliti sangat diperlukan dalam teknik ini, bahkan hasil wawancara dengan jenis teknik ini lebih banyak tergantung dari peneliti. Wawancara ini dilakukan dengan cara tanya-jawab sambil bertatap-muka antara pewawancara dan informan, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. Kedua yaitu wawancara terstruktur yaitu wawancara yang disusun secara terperinci sehingga peneliti hanya membubuhkan tanda check pada nomor yang sesuai. Masalah ditentukan oleh peneliti, di mana pertanyaan telah disusun sedemikian rupa dan responden diharapkan menjawab dalam bentuk informasi yang sesuai dengan kerangka kerja peneliti. Jenis wawancara terstruktur dilakukan dam waktu yang relatif singkat apabila dibandingkan dengan wawancara tidak terstruktur.
Wawancara pada penelitian kali ini menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur bertipe open-ended, dimana peneliti dapat bertanya kepada narasumber kunci tentang fakta-fakta suatu peristiwa disamping opini mereka mengenani peristiwa yang ada karena pada beberapa situasi. Sebagaimana dinyatakan oleh seorang ahli, bahwa : “peneliti bisa meminta narasumber untuk mengetengahkan pendapatnya sendiri terhadap peristiwa tertentu dan bisa menggunakan proposisi tersebut sebagai dasar penelitian selanjutnya.” (Robert K. Yin, 2000: 109). Wawancara dilakukan tidak secara formal terstruktur, guna menggali pandangan subyek yang diteliti tentang banyak hal yang sangat bermanfaat untuk menjadi dasar bagi penggalian informasi secatra lebih jauh dan
mendalam. Maka dari itu, subyek yang diteliti lebih berperan pada sebagi informan daripada sebagai responden.
2. Observasi
Observasi atau pengamatan juga menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Observasi adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan pancaindera mata, telinga, penciuman, mulut, dan kulit. Sebagaimana dikatakan oleh seorang ahli, bahwa “Observasi atau pengamatan adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindera mata serta dibantu dengan pancaindera lainnya.” (Burhan Bungin, 2008: 115). Teknik observasi digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi dan benda serta rekaman gambar. Observasi bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. “Observasi dapat dibagi menjadi observasi tak berperan dan observasi berperan yang terdiri dari berperan pasif, berperan aktif dan berperan penuh.” (Spradley dalam H.B.Sutopo, 2002: 65-69). Agar lebih terperinci, maka akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Observasi tak berperan
Dalam observasi ini, peran peneliti tidak diketahui oleh subyek yang diteliti. Observasi ini dapat dilakukan dengaan jarak jauh untuk mengamati perilaku seseorang atau sekelompok orang di suatu lokasi tertentu dengan memilih tempat khusus yang berada di lokasi tetapi di luar perhatian kelompok yang diamati.
b. Observasi berperan
Dalam observasi ini, peneliti mendatangi lokasi yang digunakan sebagai obyek penelitian sehingga kehadirannya diketahui oleh pihak yang diamati.
1) Observasi berperan pasif
Observasi ini dalam penelitian kualitatif juga disebut dengan observasi langsung. Observasi ini akan dilaksanakan secara formal maupun informal, untuk mengamati berbagai kegiatan dan peristiwa yang terjadi di tempat penelitian.
2) Observasi berperan aktif
Peneliti memainkan berbagai peran yang memungkinkan berada dalam situasi yang berkaitan dengan penelitiannya. Peneliti tidak hanya berperan dalam bentuk dialog yang mengarah pada pendalaman dan kelengkapan data tetapi juga dapat mengarahkan peristiwa yang sedang dipelajari demi kemantapan data.
3) Observasi berperan penuh
Peneliti memiliki peran dalam lokasi studinya sehingga benar-benar terlibat dalam suatu kegiatan yang ditelitinya dan peran peneliti tidak bersifat sementara sehingga peneliti tidak hanya mengamati tetapi bisa berbuat sesuatu dan berbicara.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi langsung atau observasi berperan pasif dengan mendatangi lokasi yang menjadi obyek penelitian yaitu di Kampung Bibis Kulon untuk melihat dan mengamati situasi dan kondisi yang ada sehingga mendapatkan kebenaran dan melihat kenyataan yang terjadi.
3. Dokumen
Dokumen sangat berguna untuk memahami aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia tertentu, yang faktanya tersimpan di dalam berbagai dokumen tersebut. Dokumen digunakan peneliti sebagai salah satu sumber data karena dokumen sebagai data dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan bahkan untuk meramalkan suatu keadaan. Sebagaimana dinyatakan oleh ahli: “ pada intinya metode dokumenter adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.” (Burhan Bungin, 2008: 121-122).
Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah menganalisis dokumen dan arsip tentang tradisi bersih desa di Kampung Bibis Kulon, kelurahan Gilingan, kecamatan Banjarsari, Surakarta dengan cara mengamati, mencatat dan menyimpulkan dari apa yang tersirat dan tersurat dalam setiap dokumen serta arsip yang menjadi sumber data. Informasi dari metode ini dapat kita temui pada
surat-surat pribadi, kliping, buku, dokumen pemerintah maupun swasta, cerita rakyat, data tersimpan di web site.