• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi terhadap aktivitas siswa, aktivitas guru, dan aktivitas proses pembelajaran serta merekapitulasi hasil belajar yang diperoleh siswa dari tes pada setiap akhir siklus. Setelah semua data terkumpul peneliti melakukan evaluasi data untuk membuat kesimpulan mengenai peningkatan hasil belajar siswa serta kelebihan dan kekurangan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan untuk membuat tindakan selanjutnya.

I. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan dala penelitian ini terdiri atas instrument tes dan instrument non tes.

Tes tertulis ini adalah berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Tes awal adalah tes yang dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai materi yang akan dipelajari. Sedangkan tes akhir adalah tes yang dilaksanakan diakhir siklus tujuannya untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Soal tes merupakan bahan pelajaran yang dianggap penting yang telah di ajarkan kepada para peserta didik. Soal tes akhir dibuat sama dengan soal tes awal.

KISI-KISI INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR SIKLUS I Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Aspek Domain Jumlah C1 C2 C3 Mengenal berbagai bentuk energi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari Mengidentifik asi penyebab benda-benda bergerak (baterai, per/pegas, tenaga manusia, bensin dan magnet 1. Menyebutkan penyebab benda bergerak 1, 2 5 6 4 2. Menyebutkan kegunaan dari energi 3 4, 7 9 4 3. Menyebutkan nama kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin

8 10 2

2. Instrumen Non Tes

Instrumen non tes yang digunakan adalah lembar observasi, yang terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas pembelajaran.

Dalam instrument non tes digunakan pula Lembar pengamatan (observasi), catatan lapangan, dan dokumentasi.

1) Observasi (Pengamatan)

Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar dengan menggunakan pedoman observasi kegiatan pembelajaran, catatan lapangan, dan foto, dengan tujuan memperoleh data tentang proses pembelajaran.

2. Catatan Lapangan

Peneliti mengobservasi permasalahan yang ada di lapangan pada saat kegiatan belajar berlangsung, untuk mengetahui permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Kemudian peneliti juga melakukan pencatatan terhadap kejadian-kejadian di lapangan. Sebagai kegiatan memeriksa lapangan peneliti melaksanakan pre test dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan dan menganalisa arsip-arsip tertulis yang dimiliki MI Muhammadiyah 02 Depok, seperti profil, visi dan misi serta struktur kepengurusan MI Muhammadiyah 02 Depok dan lain sebagainya.

J. Analisis Data dan Interprestasi Hasil

Proses analisis data terdiri atas analisis pada saat dilapangan yaitu pada saat pelaksanaan kegiatan dan analisis data yang sudah terkumpul. Data yang sudah terkumpul berupa hasil observasi, hasil tes siswa,. Semua data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

Tahap analisis data dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada dari berbagai sumber, kemudian mengadakan reduksi data. Kriteria keberhasilan peningkatan hasil belajar IPA terlihat dari hasil pengamatan telah menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan rencana dan siswa

memperlihatkan hasil yang tinggi dan skor hasil belajar IPA menunjukkan angka yang baik.

K. Pengembangan Perencanaan Tindakan

Seperti yang telah dikemukakan di awal, penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang pada tiap siklusnya memiliki tahapan-tahapan. Tahapan tersebut meliputi perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Sedangkan prosedur pelaksanaan perbaikan dilakukan apabila tindakan siklus I selesai dilakukan belum terjadi peningkatan hasil belajar pada siswa, maka akan dilakukan tindakan selanjutnya pada siklus II sebagai perbaikan pembelajaran.

Penelitian ini berakhir apabila peneliti menyadari bahwa penelitian ini telah berhasil menguji dengan menggunakan pendekatan CTL dalam meningkatkan hasil belajar pada materi sumber energi gerak.

39

DESKRIPSI DATA, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1.Hasil Belajar

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA siswa kelas I, dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran IPA. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini sesuai dengan tahapan intervensi tindakan. Sebelum siswa diberi tindakan pembelajaran, terlebih dahulu diberikan tes awal (pretest). Pretest diberikan dengan tujuan sejauh mana pengetahuan siswa mengenai materi sumber energi gerak. Selanjutnya di akhir setiap siklus siswa diberikan tes akhir (posttest) untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM.

I. Tindakan Pembelajaran Siklus I

Tindakan Pembelajaran siklus I terdiri dari tiga kali pertemuan yaitu hari Selasa, 7 Mei 2013 dan Rabu, 8 Mei 2013 dan Kamis, 9 Mei 2013 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit.

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap Perencanaan siklus I peneliti membuat perencanaan tindakan yang meliputi:

1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengacu pada kurikulum. 2) Mengatur tempat duduk sesuai dengan kelompok belajar

3) Menyediakan media 4) Lembar soal evaluasi

Pada tahap pelaksanaan peneliti melakukan penelitian dua kali pertemuan, tiap pertemuan 2 x 35 menit yakni pada hari Selasa, Rabu dan Kamis.

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Mei 2013 berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) yang di mulai pada pukul 07.10 s/d 08.20. Materi yang diajarkan pada pertemuan pertama adalah tentang

sumber energi gerak. Sebelum pelajaran dimulai kegiatan diawali dengan berdo’a

dan mengucapkan salam dengan dipimpin oleh ketua kelas dan dijawab oleh peneliti, lalu mengabsen siswa. Pada pertemuan pertama semua siswa hadir dan guru pelajara IPA sebagai observer untuk mengamati berlangsungnya pembelajaran.

Peneliti menginformasikan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung dianjurkan agar siswa aktif untuk bertanya dan menjawab. Setelah memberitahukan kepada siswa kemudian peneliti membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil, tiap kelompok terdiri dari 6 sampai 7 orang dan meminta siswa untuk bergabung dalam kelompoknya masing-masing. Tiap kelompok mempunyai kemampuan yang beragam agar siswa yang berkemampuan tinggi dapat membantu siswa yang berkemampuan kurang.

Siswa mendiskusikan kegiatan yang terdapat pada LKS. Pada kegiatan ini ada kelompok yang mengerjakan sendiri karena belum terbiasa untuk berdiskusi. Tetapi setelah dijelaskan oleh peneiti siswa tersebut dapat mengerjakannya besama kelompoknya. Di dalam LKS siswa mendiskusikan sumber energi gerak. Dengan menggunaka media magnet, batu baterai, pegas, senter, mobil-mobilan dan jam dinding.

2. Pertemuan ke dua

Pertemuan kedua dilaksanakan hari Rabu, 8 Mei 2013 dari pukul 07.10 s/d 08.20. (2x35 menit). Seperti biasa kegiatan diawali dengan berdo’a dan

kemudian peneliti mengabsen dan menanyakan kabar siswa. Lalu peneliti mengulang kembali materi sumber energi gerak yang telah dipelajarai pada hari Selasa 7 Mei 2013. Serta menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dan selanjutnya setiap kelompok dibagikan LKS dan media yang telah disediakan.

Kemudian siswa diminta untuk mendiskusikan kegiatan yang ada pada LKS. Dengan menggunakan media magnet, batu baterai, pegas, senter, mobil-mobilan dan jam dinding, siswa secara kelompok diarahkan untuk mendiskusikan sumber energi gerak.

3) Pertemuan ketiga

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Mei 2013 pukul 08.10 s/d 09.20 ( 2 x 35 menit). Pada pertemuan ini dilakukan tes siklus I untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi sumber energi gerak. Seperti pada kegiatan sebelumnya, kegiatan pembelajaran diawali dengan dipimpin oleh ketua kelas dan dijawab oleh peneliti, kemudian peneliti mengabsen dan menanyakan kabar siswa. Selanjutnya peneliti membagikan soal tes pada setiap siswa.

belajar siswa kelas I.

Pada waktu mengerjakan dan menjawab soal siswa sangat serius dan suasana kelas terlihat tenang, semua siswa mngerjakan sendiri dan mereka percaya diri sendiri. Pada kegiatan siklus I siswa meyelesaikan Lembar Kerja Siswa. Hasil yang diperoleh beragam dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40. Tes siklus I ini berjalan lancar dan tertib. Pada tahap pelaksanaan siklus I dengan menggunakan CTL, diperoleh hasil belajar siswa.

Data dari hasil belajar siswa tentang sumber energi gerak berdasarkan hasil pretest

dan posttest pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1

Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I

No Nama Nilai Pre-test Siklus I 1 ACA 40 60 2 AAL 30 60 3 ADM 40 70 4 CFO 50 80 5 CKF 50 80 6 DAA 40 70 7 DFR 30 60 8 FK 30 70 9 FMP 50 80 10 IND 40 60 11 JA 50 60 12 JRA 40 60

14 MDC 30 60 16 MHS 50 90 17 MKD 20 70 18 MNY 60 70 19 MRA 30 60 20 NAR 20 60 21 NR 40 50 22 NKA 60 70 23 RGA 50 60 24 SDK 40 70 25 SAF 50 80 26 SB 40 70 27 SA 60 80 28 SAA 60 80 29 HFH 40 70 30 TAB 60 70 31 UDS 30 60 Jumlah 1340 2050 Rata-rata 43,22 66,13 Nilai Tertinggi 60 90 Nilai Terendah 20 40

Data pada tabel dalam lampiran dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada pretest nilai rata-rata kelas 43,22 setelah dilakukan perbaikan mengalami kenaikan menjadi 66,13 dengan rata-rata kenaikan 22,91.

2. Jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sebanyak 18 orang ( 15,1 %).

yang mendapatkan nilai di bawah KKM.

c. Data Observasi

Tahap pengamatan tindakan atau tahap observasi dilakukan pada saat tindakan dilaksanakan. Pada kegiatan awal suasana kelas tertib, lalu guru mengkondisikan kelas dengan membuat kelompok. Kegiatan observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA kelas I sebagai observer. Hasil observasi kelompok digunakan untuk mengetahui keaktifan tiap kelompok dapat dilihat pada lembar pengamatan/ observasi pada lampiran berikut.

Tabel hasil pengamatan dari hasil belajar kelompok menunjukkan rata-rata persentase keaktifan kelompok menggunakan pendekatan CTL menunjukkan bahwa keaktifan siswa ketika belajar kelompok masih kurang. Hal ini disebabkan karena siswa kelas I belum memahami bagaimana berdiskusi.

1) Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2

Aktivitas Siswa Siklus I

No Aspek yang diobservasi

Nilai Siklus I

Pet 1 Pet 2 Pet 3

1 Mendengarkan penjelaskan materi yang

disampaikan oleh guru 2 3 3

2 Aktif dalam diskusi kelompok 2

3

3

3 Aktif mengajukan pertanyaan 1 2 3

4 Menjawab pertanyaan dari guru 2 3 3

5 Melaksanakan tes akhir 2 3 3

Jumlah 9 14 15

Presentase 29,03 45,16 48,38

Rata-rata 40,86

Keterangan Cukup

Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa pada proses pembelajaran IPA perlu ditingkatkan lagi, terlihat dari aspek mengajukan pertanyaan siswa masih kurang. Pada kegiatan aktivitas siswa menunjukkan kegiatan pembelajaran menunjukkan hasil cukup.

2) Hasil observasi pada siklus I mengenai aktivitas guru dalam proses pembelajaran IPA melalui pendekatan CTL. Yang bertindak sebagai observer atau yang mengamati adalah teman sejawat, beliau membantu dalam kegiatan pembelajaran. Yang diamati adalah ibu Rohani. dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3

Aktivitas Guru Siklus I

No Aspek yang diobservasi

NILAI

Pet 1 Pet 2 Pet 3

1 Mengkondisikan situasi pembelajaran 1 2 2

2 Apersepsi 2 2 2

3 Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa 1 2 2 4 Menyampaikan tujuan dan indikator yang ingin

dicapai

1 2 2

5 Penggunaan media atau alat pembelajaran yang sesuai dengan indikator bahan ajar

2 2 2

6 Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL

1 2 3

7 Teknik menjelaskan atau menyampaikan materi 2 2 2

8

Pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan

pendekatan CTL 1 2

3

9 Memberi bimbingan kepada kelompok 1 2 2

10 Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan kegiatan

2 2 3

menyimpulkan materi yang disampaikan

13 Ketrampilan memberikan kegiatan tindak lanjut setelah penyampaian materi

1 1 2

Jumlah 17 23 29

Presentase 54,8 74,2 93,5

Rata-rata 74,2

Keterangan Baik

Keterangan nilai pertemuan:

(4) Sangat baik (3) Baik (2) Cukup (1) Kurang

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran pada siklus I menunjukkan hasil yang baik. Ada peningkatan antara pertemuan pertama, kedua dan ketiga,yaitu menjelaskan langkah-langkah pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan kegiatan.

3) Hasil observasi pada siklus I mengenai aktivitas pembelajaran menggunakan pendekatan CTL dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Tabel 4.4

Aktivitas Pembelajaran Siklus I

No Aspek yang Diobservasi

Siklus

Pet 1 Pet 2 Pet 3

1 Guru mengadakan apersepsi 2 3 3

2 Guru menampilkan suasana kelas yang menyenangkan

1 2 3

3 Guru menyiapkan media yang di perlukan 2 3 3

4 Guru membentuk kelompok menjadi 4

kelompok yang jumlahnya 7-8 siswa.

bekerja dalam kelompok, bekerja sama, dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.

6 Guru memberikan bimbingan 2 2 3

7 Guru memberikan waktu pada siswa untuk menyampaikan hasil kerja kelompok

2 3 3

Jumlah 13 18 21

Presentase 41,94 58,06 67,74

Rata-rata 55,91

Keterangan Cukup

Aktivitas pembelajaran pada siklus I belum maksimal karena masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, yaitu suasana kelas yang belum tertib dan guru kurang memberikan bimbingan, maka hasil yang diketahui cukup.

d) Data Hasil Refleksi

Hasil refleksi pada siklus I masih ada kekurangan yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. Adapun kekurangan pada siklus I sebagai berikut:

a. Ketika pembagian kelompok suasana kelas menjadi ramai/ gaduh.

b. Ketika proses pembelajaran berlangsung suasana kelas kembali ramai, karena masih ada siswa yang belum mengerti

c. Sesuai dengan apa yang diukur dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, siswa yang telah berhasil ada 24 siswa.

Berdasarkan hasil observasi, masih banyak yang harus diperbaiki dalam pemberian tindakan. Sehingga untuk memperbaiki siklus I dengan berbagai kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang dicapai maka pada siklus II perlu diadakan perbaikan dengan dibuat pengembangan perencanaan pemberian tindakan berdasarkan hasil refleksi I. Oleh karena itu peneliti memandang perlu untuk melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II. Tindakan pada siklus II

belajar IPA pada materi sumber energi gerak berhasil terhadap kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

2. Tindakan Pembelajaran Siklus II

Setelah memperhatikan dari tahapan pada siklus I, dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti mencoba menyempurnakan tindakan. Dalam siklus II ini, dengan pendekatan CTL menggunakan alat peraga langsung dan pembelajaran siswa semakin aktif, dan semakin lebih baik. Hasil ini terlihat dari data perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan peneliti mempersiapkan perlengkapan bahan ajar yang disusun sesuai dengan rencana dan tindakan-tindakan yang akan diambil, serta menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media magnet, batu baterai, pegas, senter, mobil-mobilan dan jam dinding sebagai media dan lembar evaluasi yang akan dibagikan kepada masing-masing siswa dalam setiap kelompok, peneliti juga mempersiapkan instrument untuk mengetahui hasil belajar selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu lembar observasi kelompok dan alat dokumentasi.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan tindakan kelas peneliti bertindak sebagai guru yag melakukan tindakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Penelitian berlangsung sebanyak tiga kali pertemuan yaitu hari Selasa,14 Mei 2013, Rabu, 15 Mei 2013 dan hari Kamis, 27 Mei 2013.

4) Pertemuan keempat

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa,14 Mei 2013 pukul 07.10

sampai dengan pukul 08.20. Kemudian berdo’a bersama dengan dipimpin oleh

appersepsi dan menginformasikan materi yang akan dipelajari. Sebelumnya guru memberitahukan kesalahan atau kekurangan yang terjadi pada siklus I agar pada siklus II nanti siswa lebih mudah untuk memahami materi. Selain itu peneliti juga memberi motivasi kepada siswa yang mendapat nilai masih kurang, agar mau belajar lebih rajin dan lebih aktif dalam belajar. Pada pertemuan ketiga anggota kelompok dikurangi jumlahnya, setiap kelompok dan di dalam kelompok tersebut guru membentuk kelompok dengan membaurkan antara siswa yang aktif/pintar dengan siswa yang belum menguasai , sehingga nantinya siswa yang lebih pintar akan membantu temannya yang belum memahami materi. Ketika kegiatan pembelajaran berlangsung atau melakukan diskusi guru memperhatikan dan mengarahkan agar siswa mau bekerja sama dengan kelompoknya dalam menyelesaikan LKS.

Pembelajaran berikutnya mengelompokkan benda sesuai dengan sumber energi yang digunakan. Pembelajaran masih tetap menggunakan media yang sudah ada, secara berkelompok siswa diminta untuk menuliskan nama-nama benda sesuai dengan sumber energi yang digunakan.

5) Pertemuan kelima

Pertemuan dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Mei 2013 pukul 08.10 sampai dengan pukul 09.20 (2 x 35 menit). Pada pertemuan ini dilakukan tes siklus II untuk mengetahui hasil belajar belajar siswa pada materi sumber energi gerak.

Seperti pertemuan yang sebelumnya, peneliti memulai pelajaran dengan berdo’a

dan mengucapkan salam yang dipimpin oleh ketua kelas lalu dijawab salam oleh peneliti dan dilanjutkan dengan mengabsen dan menanyakan keadaan siswa.

Pada pertemuan ini terlihat semua siswa sangat ramai, karena setiap kelompok hampir semua siswa aktif mengeluarkan pendapat. Namun dalam pertemuan ini ada siswa bertanya saat mengalami kesulitan dalam menyelesaikan.

Setelah waktu belajar kelompok sudah habis, tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang mereka kerjakan, peneliti menganjurkan

kelompok. Kemudian peneliti memberi penguatan dan membuat kesimpulan tentang sumber energi gerak.

6) Pertemuan keenam

Pada pertemuan keenam dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Mei 2013 di mulai pukul 07.10 s/d 08.20. Pada pertemuan ini dilakukan tes siklus II untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi sumber energi gerak. Seperti biasa

pada kegiatan awal peneliti memulai dengan berdo’a dan mengucapkan salam

yang dipimpin oleh ketua kelas dan salam dijawab oleh peneliti, kemudian peneliti mengabsen dan menanyakan kabar siswa. Selanjutnya peneliti memberikan soal-soal yang akan dikerjakan oleh siswa, siswa sangat serius mengerjakan soal-soal.

Tabel 4.5

REKAPITULASI HASIL BELAJAR SISWA

No Nama

NILAI

Pretes Siklus I Siklus II

1 ACA 40 60 80 2 AAL 30 60 70 3 ADM 40 70 60 4 CFO 50 80 100 5 CKF 50 80 80 6 DAA 40 70 80 7 DFR 30 60 90 8 FK 30 70 100

10 IND 40 60 75 12 JRA 50 60 90 13 MMP 40 60 60 14 MDC 30 70 80 15 MHO 30 60 90 16 MHS 50 90 100 17 MKD 20 70 100 18 MNY 60 70 100 19 MRA 30 60 100 20 NAR 20 60 100 21 NR 40 50 100 22 NKA 60 70 90 23 RGA 50 60 60 24 SDK 40 70 90 25 SAF 50 80 100 26 SB 40 70 70 27 SA 60 80 100 28 SAA 60 80 80 29 HFH 40 70 75 30 TAB 60 70 100 31 UDS 30 60 60 Jumlah 1340 2050 2645 Rata-rata 43,22 66,13 85,32 Nilai Tertinggi 60 90 100 Nilai Terendah 20 40 60

1. Pada nilai pretest rata-rata kelas 43,22, pada siklus I nilai rata-rata kelas 66,13, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II nilai rata-rata pada siklus II mengalami kenaiakan menjadi 85,32 nilai rata-rata kelas naik 19,19.

2. Ada 31 orang siswa yang mengalami kenaikan prestasi belajar yaitu 100 %. 3. Jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak 31 siswa.

Di bawah ini adalah skor rata-rata pretest dan posttest, dan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II.

Tabel 4.6 Rekapitulasi rata-rata hasil belajar siswa

Pretest Siklus I Siklus II

43,22 66,13 85,32

a) Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.7 Aktivitas Siswa Siklus II

No Aspek yang diobservasi

Nilai Siklus II

Pet IV Pet V Pet VI 1 Mendengarkan penjelasan materi yang

disampaikan oleh guru 3 3 4

2

Aktif dalam diskusi kelompok

3 4 4

3

Aktif mengajukan pertanyaan

3 4 4

4 Menjawab pertanyaan dari guru 3 4 4

5

Melaksanakan tes akhir

3 4 4

Jumlah 15 19 20

Presentase 48,38 61,29 64,52

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa banyak mengalami peningkatan dibanding dengan aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I.

Berdasarkan hasil observasi pada siklus II maka diperoleh bahwa:

1. Aktivitas belajar siswa sudah berjalan dengan baik karena hampir seluruh siswa sudah mengikuti pelajaran dengan antusias.

2. Sebagian besar siswa menyenangi cara belajar dengan model pendekatan CTL

3. Setiap kelompok sudah mulai berinteraksi dengan baik, serta tidak ada yang mengandalkan satu sama lain

4. Kegiatan belajar sudah mulai efektif, dikarenakan siswa disetiap kelompok diskusi saling berperan aktif dalam menyumbangkan ide-ide mereka ke dalam konsep kata yang ditugaskan.

5. Hasil post test siswa dari 10 butir soal pilihan ganda diperoleh dengan rata-rata 87,4 berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan hampir seluruh siswa sudah mencapai ketuntasan dalam pelajaran IPA. Hal ini menunjukan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa pada materi tentang sumber energi gerak.

b) Hasil observasi pada siklus II mengenai aktivitas guru dalam proses pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan CTL dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.11

No Aspek yang diobservasi

Pet 1V Pet V Pet VI

1 Mengkondisikan situasi pembelajaran 2 2 3

2 Apersepsi 2 2 3

3 Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa

2 3 3

4 Menyampaikan tujuan dan indikator yang ingin dicapai

2 3 3

5 Penggunaan media atau alat pembelajaran yang sesuai dengan indikator bahan ajar

2 3 3

6 Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL

2 2 3

7 Teknik menjelaskan atau menyampaikan materi

2 3 3

8

Pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan

pendekatan CTL 2 3

3

9 Memberi bimbingan kepada kelompok 2 2 3

10 Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan kegiatan

2 3 3

11 Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya

2 2 3

12 Ketrampilan menerangkan kembali atau menyimpulkan materi yang disampaikan

2 3 3

13 Ketrampilan memberikan kegiatan tindak lanjut setelah penyampaian materi

2 2 3

Jumlah 26 33 39

Presentase 83.87 106,45 125,8

Rata-rata 105,37

Dari hasil observasi di atas guru telah dapat melakukan pembelajaran sesuai dengan konsep sebelumnya. Guru sudah dapat menguasai pembelajara dengan pendekatan CTL secara baik, dan guru sudah dapat membuat ruang kelas menjadi kondusif.

c) Hasil observasi pada siklus II adalah mengenai aktivitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.12

Aktivitas Pembelajaran Siklus II

No Aspek yang Diobservasi

Siklus

Pet IV Pet V Pet VI

1 Guru mengadakan apersepsi 3 3 4

2 Guru menampilkan suasana kelas yang menyenangkan

3 3 4

3 Guru menyiapkan media yang di perlukan 3 3 4

4 Guru membentuk kelompok menjadi 4

kelompok yang jumlahnya 7-8 siswa.

3 3 3

5 Guru memberi kesemptan pada siswa untuk bekerja dalam kelompok, bekerja sama, dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.

3 3 4

6 Guru memberikan bimbingan 3 3 4

7 Guru memberikan waktu pada siswa untuk menyampaikan hasil kerja kelompok

3 3 4

21 21 27

67,74 67,74 87,16 74,21

Aktifitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL sudah baik, ditandai dengan sudah banyaknya siswa yang menguasai materi yang dipelajari.

4. Refleksi

Berikut hasil refleksi dari siklus II sebagai berikut:

1 Dengan menggunakan pendekatan CTL ini tidak membuat jenuh dan siswa mudah untuk menerima materi yang diberikan.

2. Hasil belajar siswa tentang sumber energi gerak pada siklus 2 terjadi perubahan dengan baik dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Setelah dilakukan tindakan pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran siklus 1 dan siklus 2 diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Suasana belajar jadi lebih menyenangkan dan membuat siswa aktif. b. Sebagian siswa sudah tidak malu untuk mempresentasikan hasil

diskusinya.

c. Hasil belajar siswa tentang tentang sumber energi gerak pada

Dokumen terkait